Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Di Sarang Serigala

Terjebak Di Sarang Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

kisah seorang anak yang bernama Nina yang tinggal di desa dan bertahun-tahun di tinggal ayahnya, kemudian saat beranjak dewasa , ia di ambil kembali dan di paksa menikah untuk menggantikan saudara tirinya dengan laki-laki kejam seperti serigala.


yuk.. ikuti kisahnya... , akankah Nina bisa bertahan hidup di sarang serigala yang isinya manusia kejam berhati iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Bekas tamparan Faris di pipinya masih terasa panas dan membakar. Rasa malu, marah, dan hina bercampur menjadi satu di dada Hazel.

Hazel melepaskan pelukannya pada sang ibu" Ma...Hazel ada urusan... Hazel harus pergi sekarang...".

"Tapi ini sudah malam nak..., Tidak baik anak gadis pergi malam-malam begini" seru Anggun saat Hazel melangkah cepat keluar rumah.

Tanpa memedulikan teriakan Anggun yang memanggilnya dari dalam rumah, Hazel menyambar kunci mobil, berlari ke garasi, lalu menginjak pedal gas mobil sport merahnya hingga meraung nyaring membelah malam.

Ia mengemudi bagaikan kesetanan di jalanan kota. Pipinya yang memerah ditutupi riasan tipis yang luntur oleh air mata amarah.

"Pria berengsek! Cuma alat miskin sok berkuasa!" maki Hazel histeris sembari memukul kemudi. "Lihat saja nanti, aku bakal bikin Papa merangkak minta maaf!"

Tujuan Hazel hanya satu... sebuah klub malam eksklusif di pusat kota. Tempat itu milik keluarga Nick, teman lamanya sesama anak konglomerat yang sering menjadi tempat melamun sekaligus pelarian Hazel jika sedang emosi.

Nina yang melihat dari balkon segera minta bantuan pada Tania , karena di tempat ini hanya Tania yang memiliki koneksi penuh dari suaminya.

Ia ragu-ragu menghubungi Nina di malam hari seperti ini, karena takut kena semprot Ameer karena mengganggu waktu kebersamaannya, akhirnya Nina mencoba mengirim pesan terlebih dahulu.

" Assalamualaikum Tania....!".

"Waalaikumsalam....,ia nin....Ada apa?. Jawab Tania yang sedang mengelus rambut suaminya yang sedang tertidur lelap.

Nina tersenyum karena pesannya langsung di balas.

"Tolong bantuannya Tania... Saat ini, Hazel pergi dengan wajah marah karena tadi mendapat bentakan dan tamparan dari ayah,"

"oke..., Aku akan menyuruh anak buah mas Ameer untuk membuntuti Hazel" .

Balas Tania tenang.

Nina tersenyum, ia segera mengirim no plat mobil Hazel yang sudah bergerak menjauh.

_____

Mobil sport merah itu berhenti kasar di depan area valet klub. Tanpa menyapa pengawal, Hazel melangkah lebar menembus dentuman musik yang memekakkan telinga dan pendar lampu stroboskopik yang samar. Ia langsung menuju area VIP di lantai dua, tempat Nick sedang berkumpul bersama lingkar pertemanannya.

"Wohooo! Tumben banget Hazel datang malam-malam gini dengan muka ditekuk?" seru Nick sembari menuangkan minuman ke dalam gelas kristal. "Kenapa, Zel? Muka lo kok merah gitu?"

Hazel melempar tas mewahnya ke sofa kulit, menyambar gelas di meja, lalu meneguk minuman keras itu hingga kandas dalam satu tegukan.

"Papa gue brengsek, Nick!" semprot Hazel parau, matanya menyipit penuh dendam. "Dia berani nampar gue cuma gara-gara urusan uang! Dia pikir tanpa dia, keluarga gue nggak bisa hidup?!"

Nick terkekeh pelan, menyandarkan tubuhnya sembari mengamati Hazel yang sedang tersulut emosi. Sebagai sesama anak kaya yang terbiasa menggunakan uang untuk menyelesaikan masalah, Nick langsung menangkap peluang memanfaatkan kekacauan sahabatnya itu.

"Ya elah, Zel, lagian ngapain lo pusingin bokap lo?" celetuk Nick dengan senyum licik. "Bokap turu lo kan cuma pengurus perusahaan Mama lo. Kalau lo mau bikin dia bungkam dan sadar posisi, lo butuh pegangan baru yang jauh lebih kuat dari dia."

"Pegangan apa?!" pangkas Hazel penuh penasaran, napasnya masih memburu.

Nick mendekatkan tubuhnya, berbisik pelan di tengah dentuman musik. "Di lantai atas malam ini, ada investor asing dan relasi pengusaha besar yang lagi nyari mitra bisnis baru. Kalau lo bisa masuk ke lingkar mereka atau dapat dukungan dari mereka, jangankan bokap lo, perusahaan keluarga lo pun bisa lo ambil alih penuh bareng Mama lo, karena kakak lo itu udah gak berguna."

Mata Hazel berkilat. Di bawah pengaruh emosi dan alkohol yang mulai membakar otaknya, ide gila itu terdengar sangat masuk akal. Gadis manja itu sama sekali tidak menyadari bahwa di balik tawaran manis Nick, sebuah perangkap baru tengah menunggunya.

Sementara itu, di sudut remang-remang bar klub malam tersebut, seorang pria berpakaian serba hitam tampak mengawasi gerak-gerik Hazel dari kejauhan. Pria itu menyentuh earpiece di telinganya, lalu berbisik pelan mengirimkan laporan langsung ke ponsel Tania.

"Target tiga berada di Klub Malam . Sedang bersama kelompok Nick"

Di rumah mewah Anggun , ponsel milik Nina bergetar pelan menerima pesan masuk. Nina yang sedang duduk santai membaca buku hanya melirik layar ponselnya sekilas, lalu tersenyum dingin.

“Pergilah makin jauh, Hazel,” batin Nina penuh muslihat. “Makin keras kamu memberontak, makin dalam kamu masuk ke dalam lubang yang kupersiapkan.”

Hazel melangkah ke area VIP lantai atas dengan kepala terangkat tinggi, dituntut oleh gengsi dan rasa dendam yang membara pada Faris. minuman haram yang mulai menjalar di pembuluh darahnya membuat kewaspadaannya tumpul total. Ia merasa inilah panggungnya untuk membuktikan bahwa tanpa Faris, ia bisa berdiri di atas kakinya sendiri.

"Ini Hazel, putri tunggal pemilik Anggun Group," pamer Nick mengenalkan Hazel pada sekumpulan pria berjas yang duduk mengelilingi meja penuh botol minuman haram mahal.

Para pria berkemeja mahal itu menatap Hazel dengan binar lapar yang disamarkan oleh senyuman ramah. Salah satu pria paruh baya yang merupakan investor berinisial R menyenggol kursi di sebelahnya, mengisyaratkan Hazel untuk duduk.

"Ah, putri dari Nyonya Anggun. Saya dengar perusahaan keluarga kalian sedang butuh suntikan dana segar?" ujar R dengan nada sangat manis, menuangkan minuman haram berkadar alkohol tinggi ke gelas Hazel. "Kalau kamu bisa bersikap manis malam ini dan menandatangani kesepakatan awal kerja sama, investasi lima puluh miliar bisa saya cairkan besok pagi."

Mata Hazel berbinar. Uang lima puluh miliar! Dengan uang sebesar itu, ia bisa menampar balik muka Faris dan mengusir pria itu dari rumahnya. Tanpa berpikir panjang dan tanpa membaca dokumen berkas kesepakatan yang disodorkan mr.R, Hazel menyambar pena lalu membubuhkan tanda tangannya di atas materai.

Ia tidak tahu bahwa dokumen itu bukanlah dokumen investasi, melainkan surat pengakuan utang piutang pribadi dengan jaminan seluruh sisa aset properti milik ibunya, lengkap dengan bunga fantastis yang mencekik.

Di saat yang sama, kamera tersembunyi yang diretas oleh anak buah Ameer di sudut ruangan merekam setiap detik proses penandatanganan tersebut, termasuk momen saat Hazel meneguk minuman haram yang telah dicampur obat oleh Nick hingga gadis itu terkulai lemas di sofa.

"Dokumen sah, foto dan video kompromi sudah tersimpan di server kita, Nin," ujar Tania lewat sambungan telinga tak terlihat. "Nick dan R memanfaatkannya habis-habisan."

Di tempat terpisah, Nina yang duduk di balkon rumah hanya menyesap teh cangkirnya perlahan. Rencana ini berjalan jauh lebih cepat dari yang ia perkirakan. Keangkuhan Hazel adalah tali gantungan lehernya sendiri.

"Kirimkan salinan dokumen utang piutang itu ke email pribadi Ayahku tepat jam delapan pagi besok," perintah Nina dingin. "Biarkan Ayahku tahu bahwa anak gadis kebanggaannya baru saja menggadaikan sisa rumah dan tanah mereka demi sebotol minuman haram dan janji palsu."

"Siap, Nin. Lalu bagaimana dengan Jafar? Kabarnya jet pribadinya sudah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta setengah jam yang lalu."

Nina membeku sejenak. Jemarinya mencengkeram cangkir porselennya lebih erat. Pria misterius itu sudah kembali.

"Baiklah...saatnya menjadi istri yang taat untuk suami misterius ku," bisik Nina pelan namun mantap, menatap pantulan dirinya di kaca jendela."

1
Ayusha
udah paling bener begitu, orang bebal susah sadar sebelum masuk liang kubur
@Mita🥰
bagus Nina
Ayusha
wis lah, ga usah di kasih hati orang begini
Ayusha
lagi dan lagi, hanya rasa sakit yg di dapat
Teh Qurrotha
🤣 faris2 lucu,mungkin karena uang hasil jual Nina blm kamu nikmati dan lupa utang dibayarin dengan jual Nina.
sungguh terlalu kamu Faris
Ayusha
gaada penyesalan kah di hati Faris, dulu menyia²kan istri dan mengorbankan anak kandung nya.
@Mita🥰
Faris ...faris
suti markonah
faris ini ga sadar bahwa selama ini ga merawat nini, tp giliran butuh uang' anak yg selama ini tak di ksh nafkah malah di peras
@Mita🥰
jafar udah mulai bucin
@Mita🥰
mungkin preman suruhan nina
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣 jafar kejang" Krn terkejut 🤣🤣🤣
M⃟3💋AisyahRendra
Jafar oh Jafar..Pelan tapi pastiiii, dikit demi sedikit lama² jadi bukitt itu cintamu untuk Nina 🤣 tunggu sajaaa MP nyaa yaaa 🫢😆🤣 gasabar nih menantikan saat² romantisnya 🫠
Sri Supriatin
Wah karma tuh Faris... Akakah mereka kapok 🤭🤭🤣🤣
Sri Supriatin
wah Fajar mulai deketin Nina🤭🤭
M⃟3💋AisyahRendra
Berasaaa lumayan puas sihh yaa sm nasib kehidupan Faris Anggun Dkk. 🫠 Tapiiiii tunggu tunggu tunggu dlu Hazel belum dapet giliran, dan lagiiiii kakaknya yg berada dalam rehabilitas juga belum merasakan kesakitan yg amat krn sudah pernah bermimpi ingin menganuuu Nina 🙄😒😏 next kak Onel
Ayusha
jajan nya orang have, sekali beli jajan nya aset dong 🤭
Ani Sulastri
Jafar pasti shock nich , liat nonif dari perbankan 😂😂..
gantung banget cerita nya Thorrrr
next 💪💪🥰🥰
Sri Supriatin
Tks upnya thor💪💪💪
Ayusha
gadis desa yg keren khaan🤭
Ayusha
malah bagus dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!