Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Merelakanmu..

Aku Merelakanmu..

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest
Popularitas:129.2k
Nilai: 5
Nama Author: Y_K

Perjalanan hidup seorang gadis bernama Dewi, yang terbiasa hidup sendiri.

Perkenalan masa lalu yang tiba-tiba kembali dengan situasi yang berbeda karena laki-laki itu sudah beristri.

Ditambah dengan cinta yang ditawarkan oleh sahabatnya, tapi dengan halangan dari orang tua sang sahabat menyebabkan kegundahan di hati Dewi.

Bagaimana takdir membawa kisah cinta Dewi?

Apakah Dewi hanya bisa merelakan cinta yang datang padanya?

"I let you go. So, please let me go.."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Y_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chap 19

Ronald Pov..

Pagi ini gue bangun dengan mood yang bagus.

Gue masih ingat kejadian semalam bersama Dewi, cewek yang udah gue taksir sejak pertama gue ketemu disaat masi sekolah.

Dari dulu gue berusaha menjadi salah satu dari sahabatnya karena gue pingin bisa selalu ada didekatnya, meskipun terkadang itu membuat gue harus extra menahan diri buat g melakukan kontak fisik dan membuat Dewi curiga.

Gue udah putusin bahwa gue harus bisa buat Dewi bisa terima gue dan membalas perasaan gue.

Gue g mau sampe bokap sama nyokap jodohin gue dengan cewek yang g jelas dan g gue cintai.

Dengan tekad penuh, gue melangkahkan kaki gue ke kamar mandi dan memulai aktivitas hari ini.

Ronald Pov end..

Disisi lainnya, Dikota sebelah..

Aldi Pov..

Matahari pagi mulai masuk di jendela kamar gue.

Kepala gue masih terasa pusing setelah pertengkaran gue semalam.

Flashback on..

Mobil gue baru aja masuk di pekarangan rumah di Tangerang.

Gue turun dari mobil dengan membawa tas dan sedikit pekerjaan dari Jakarta.

Baru aja gue masuk ke dalam rumah dan menaruh barang-barang, gue liat istri gue turun dari tangga.

"Baru pulang yang?" sapa Santi, istri gue

"Iya, tadi selesai ketemu client langsung pulang. Memang ada masalah apa sampe kamu suruh aku buru-buru pulang?" tanya gue.

"G ada masalah penting kok. Aku cuma pingin kamu cepet pulang. Stock barang dirumah juga udah pada habis. Emang kamu g suka ya kalo aku minta kamu pulang?" jawab Santi ketus.

"Ya engga gitu, tapi kamu juga harus tau yang, aku itu masih banyak kerjaan dan aku harus bisa bagi waktu. Kalo cuma butuh buat belanja, kan kamu bisa lakuin sendiri. Kenapa harus selalu aku?" jawab gue yang udah sedikit menahan emosi.

Hal seperti ini yang g gue suka dari istri gue.

Seharusnya, seorang istri akan menyambut suaminya dan memberikan rasa nyaman setelah capek pulang dari kerja. Tapi yang selalu terjadi, gue hanya mendapatkan omelan, ucapan ketus atau kata-kata protes.

"Berarti kamu g ikhlas ya pulang kesini?" tantang Santi.

"Maumu itu apa sih? Suami baru pulang udah diajak berantem."

"Kamu itu selalu urusin hal-hal yang g penting. G mau bantuin aku. Aku juga capek beres-beres rumah, urusin Ricky juga." protes istri gue.

"Udahlah, aku capek dan males ribut kalo kamu cuma mau ajak debat doang." ucap gue dan berlalu ke kamar tamu yang selalu gue pake karena malas dengerin omelan istri gue.

Flashback off..

Gue segera ke kamar mandi dan turun buat sarapan karena semalam gue udah lewatin makan malam.

Gue liat diatas meja makan masih belum tersedia makanan buat sarapan pagi ini.

Gue putusin buat keluar buat beli bubur ayam di ujung komplek perumahan gue.

Sembari menunggu pesanan gue dibuat, gue call Dewi yang udah gue rindukan sejak semalam.

Calling..

"Hallo Al." jawab Dewi

"Hai honey, udah bangun?" sapa gue

"Udah kok, ini baru selesai mandi. Kenapa Al?"

"Nothing, I just miss you." ucap gue.

"Udah deh, jangan ngomong gitu terus. Ntar jadi masalah sama istri loe."

"Gue lagi g dirumah kok, nih lagi beli bubur ayam di ujung komplek. Kamu udah sarapan, honey?"

"Belum lah, kan baru selesai mandi."

"Kok tumben, tadi kesiangan bangunnya?" tanya Aldi

"Engga juga sih. Cuma tadi pas bangun tidur, baca chat dari temen gue yang undang gue ke nikahannya. Dia mau married sama duda." cerita Dewi.

"Temen kamu udah pernah married sebelumnya ato belum?" tanya gue

"Belum lah. Makanya tadi agak panjang ngobrolnya."

"Emang apa aja yg diomongin?"

"Ya gue tanya, kok bisa dapet duda. Kenalnya dulu gimana, berapa lama, punya anak g dudanya, cerainya hidup ato mati. Banyak lah. heheheee." jelas Dewi diakhiri tawanya yang menular ke bibir gue.

Gue selalu merasa nyaman sama Dewi, dia bisa diajak ngobrol santai, sharing, diskusi. Bahkan dia juga sangat dewasa dalam bersikap dan menghadapi masalah.

"Trus, dudanya cerai hidup atau mati?" tanya gue lagi.

"Cerai hidup sih katanya. Cuma masih belum punya anak." kata Dewi

"Kalo gue sih rada gimana gitu kalo cerai hidup." ucap gue.

"Maksud loe?"

"Ya kalo buat gue, sebisanya jangan sampe cerai hidup, soalnya pasti ada sesuatu dibalik alasan cerai hidup kan?" jelas gue

"I see. Berarti gue pegang ya omongan loe. No cerai hidup." ucap Dewi dan itu buat gue jadi kepikiran dan merasa salah ngomong.

"Hahahaa. Udah..udah.. Hari ini mau ngapain aja, honey?" tanya gue.

"Ehm, kalo temen gue bisa, mau ketemuan buat bicarain kerjaan Al. By the way, loe baik-baik aja kan?" tanya Dewi.

"Not really good honey, but I could handle it. Dont worry." ucap gue sambil tersenyum kecut.

"Remember Al, built a good communication with your wife. Okay?" tutur Dewi mengingatkan gue buat selalu perbaiki Rumah Tangga gue.

"Okay honey. Ya udah, gue sarapan dulu ya. Loe juga jangan lupa sarapan sebelum pergi." ucap gue.

"Oke Al. Take care ya."

"Oke honey. You too. Bye."

Gue hembusin nafas gue setelah ngobrol sama Dewi.

Rasanya begitu lega dan gue merasa lebih baik sekarang.

Gue segera balik kerumah sehabis sarapan.

"Darimana Yang?" tanya Santi

"Habis jalan pagi sekalian sarapan bubur ayam di ujung komplek." jawab gue

"O gitu. Ya udah aku mandiin Ricky dulu kalo gitu." ujarnya cuek lalu berbalik ke kamar.

Hhh..

Gue putusin buat siap-siap pergi belanja kebutuhan rumah daripada harus stay dirumah berlama-lama.

Aldi Pov end..

 

Di Jakarta, semua orang sudah mulai beraktivitas.

Kota yang padat dan sibuk, dan disinilah gue berada, setelah berhasil buat janji ketemu dengan temen gue buat bicarain tawaran job dari Kak Erna.

Cafe Dinasty..

Gue masuk ke cafe dan duduk dibagian pojok yang tampak nyaman buat diskusiin masalah kerjaan gue.

G lama, Hesty dan Hanny datang bersamaan dan langsung samperin ke meja gue.

"Sorry ya Wi, kita lama." ucap Hanny.

"G lama kok say. Santai aja. Dah yuk pada duduk, pesen dulu baru ngomongin kerjaan." jawab gue.

Setelah mencatat semua pesanan, kita mulai diskusiin masalah tawaran kerjaan dari Kak Erna.

"Jadi gimana menurut kalian, oke g tawaran dari Kak Erna?" tanya gue.

"Kalo menurut gue sih masih oke buat diambil. Lagian duitnya juga lumayan lo Wi kalo menurut gue." kata Hesty.

"Bener banget tuh Wi. Kita ambil aja. Gue ada bala bantuan juga kok. Kemarin baru aja gue ditanya sama adek gue, minta kalo ada side job gitu buat ngisi waktu luang." kata Hanny

"Adek loe yang masih sekolah itu kan Han?" tanya gue.

"Iya Wi, adek gue tuh sekolah jurusan tata boga. Beberapa hari ini kan lagi libur, jadi adek gue cari kerjaan gitu bareng sama temennya." kata Hanny.

"Wah, mantap tuh. Dah ambil aja yuk Wi. Kita kerjain bareng pasti seru dan bisa nambahin pengalaman kita." pinta Hesty.

"Oke..okee.. Deal ya kalo gitu." ucap gue buat pastiin kesanggupan Hesty dan Hanny.

"DEAL.." ucap Hesty dan Hanny bersamaan sambil acungin dua jempolnya.

Setelah deal dengan Hesty dan Hanny, kita putuskan buat ketemu lagi minggu depan buat belanja barang-barang kebutuhan acara.

Gue putuskan langsung pulang ke apartment supaya bisa memberi kabar ke Kak Erna.

Calling..

"Halo Kak, Dewi ganggu g?"

"Halo Wi, engga kok. Kakak juga lagi santai aja ini. Gimana..gimana.."

"Gini kak, Dewi mau kabarin kalo Dewi bakal ambil tawaran dari Kak Erna."

"Wah, kabar bagus donk kalo gitu. Kakak jadi seneng dengernya. Trus rinciannya gimana Wi, udah ada?"

"Udah Dewi buat kok Kak, tinggal ada beberapa hal yang perlu Dewi tambahin. Mungkin nanti malam ya kak, Dewi kirim by email tentang semua rincian acara dan makanannya."

"Great. Oke, kakak tunggu, kabarin aja kalo Dewi udah kirim detailnya ya."

"Siap Kak. Thank you ya kak."

"Sama-sama Wi, justru Kak Erna yang thank you kamu mau bantuin kakak."

"My pleasure. Oke, bye kak."

"Bye Wi"

Satu hal sudah beres dan gue mulai buka laptop buat revisi detail-detail acara dan rancangan makanan yang akan digunakan.

Ronald video call..

"Hai darling.."

"Hai Nald." jawab gue sambil tersenyum.

"Lagi sibuk ya babe?" tanya Ronald karena melihat gue duduk dikarpet dan ada laptop di atas meja.

"Biasa aja kok Nald. Ini lagi revisi beberapa hal buat tawarannya Kak Erna. Masih inget kan?"

"Jadi kamu ambil tawaran itu, babe?"

"Iya Nald, tadi aku udah ketemu sama temen-temen aku, Hesty sama Hanny. Mereka excited banget pas aku tawarin kerjaan dari Kak Erna itu. Ditambah, ada adek dan temen-temen adeknya Hanny yang mau bantuin." cerita gue.

"I see. Ya udah gapapa, nanti aku bakal temenin dan bantuin kamu kalo pas hari H acara aja."

"Kalo kamu sibuk, g perlu temenin aku Nald. Kan udah banyak temennya."

"No, aku bakal dampingin kamu, babe."

"So sweet banget sih my bunny." ujar gue dan langsung bikin Ronald kaget.

"Tadi kamu panggil aku apa, babe?"

"Apaan?" tanya gue pura-pura g tau.

"Ish, yang tadi barusan kamu sebut, darling. Come on."

"Iya..iya my bunny." ucap gue sambil ketawa.

"Darling, I wanna hug you now." ucap Ronald dengan berbinar.

"I will go to your apartment soon darling. You have to wait for me. Okay?"

"Okay." jawab gue sambil terus tersenyum melihat Ronald begitu senang dengan panggilan baru dari gue.

Gue emang udah putusin buat lupain Aldi dan buka hati gue buat Ronald, dan tahap awal gue yaitu dengan memberikan panggilan khusus 'My Bunny' buat Ronald.

Gue berharap keputusan ini adalah yang terbaik.

1
Romlah Sagala
asiiiik baca nya ...ada yg sangat menyentu ngga terasa air mata mengalir 😭😭👍👍👍❤❤❤
Yuni Ngsih
wow ceritrana sangat bagus sekali ,bisa menjadi insfirasi bagi anak" muda bisa diambil semua sisi positifnya 🤲
Yeyet Agus
Dewi salah langkah tuh..mau² nya dkt laki orang
Lili Safitri Syughara
gak suka cara Aldi ke Dewi,,kayk oeamlpiasan aja Dewi,,,

wi jangan mau..kayk murahan ja deh Lo wi
Soepiah putri
lanjut...
Soepiah putri
next🤗
Fatma Alvakey
kenapa seolah olah dewi itu wanita murahan ya, perlakuan aldi dan ronald terima aja.
Anonim
aku blom dapat undangan padahal jombang-surabaya dekat loh apalagi lewat tol...sedih aku😄😄🤣🤣🤣🤣
Anonim
akhirnya sadar juga
Anonim
ahhhhhhh..penasaran banget..up lagi dong,please 🙏
Anonim
kok aku gak di undang??🤣🤣🤣
Yee.Ku: Daddy David pasti undang semua kok..
Terutama buat pendukung Ronald & Dewi..
Langsung cusss...
total 1 replies
Anonim
aku di undang ya🤣🤣🤣🤣
Anonim
dan aku suka update lagi🤣🤣🤣
Anonim
daddy David..i love youuuu..
kaburrrrr sebelum di jewer mommy Tantri🤣🤣🤣
Anonim
sukses dong..daddy kok di lawan👍👍
Sella Meyer
mau like susehhnyooo....jadi komen aja yah Thor..pas notif lgsg baca. Semangat author 💕🎉
zeanii_zhikazu
yeeess otewe sah..lanjuutt..
Nanik Purnomo
lanjuuuutttt
zeanii_zhikazu
dewi-ronald jangan ada pelakor ato pemisah lg yaaaa peliiissss..
Nanik Purnomo
lama ga up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!