Indonesia
NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Tangan Hitam

Pembalasan Dendam Tangan Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Roh Supernatural / Iblis / Dendam Kesumat / Horor
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rai Rai

Berkisah tentang lima orang sahabat yang berkemah di puncak gunung. Namun kendala dan segala gangguan terus menghantui mereka dari sejak mereka berangkat sampai tiba di puncak. Sosok wanita hitam misterius terus mengikuti mereka kemanapun dan mencari waktu yang tepat untuk membalaskan dendam nya pada lima orang tersebut. Akankah mereka selamat atau tiada? Siapa pengkhianat di antara mereka sebenarnya?

***
"Pergi... kita harus pergi. Mereka gak suka kita di sini"
.
.
.
"Tadi gue mimpi. Kita semua mati di tangan mereka"
.
.
.
"Sabar?! Ini semua karena lo Gun! Kematian teman teman kita itu semua karena lo! Andai lo gak keras kepala ingin naik gunung, teman teman kita pasti masih hidup! Reni gak akan mati!!"

Penasaran? Yuk kepoin cerita Kevin dan keempat temannya dalam menghadapi kematian!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rai Rai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 (Nasehat Pemilik Warung Makan)

"Ta-tadi ada yang lewat, anak kecil" Ucap Azmi dengan tangan gemetar menunjuk tempat di mana ia melihat anak kecil tadi.

Aku buru buru keluar untuk membuktikan perkataan nya. Takut saja jika ternyata Azmi sudah menabrak nya, akan bahaya untuk kami, tapi ... tidak ada apapun.

"Gak ada apa apa, Mi"

Mendengar perkataan ku, Azmi segera keluar begitu juga yang lain.

"Tapi gue yakin gue lihat anak kecil itu di sini. Dia nyebrang tadi" Ucap Azmi terlihat bingung.

Tiba tiba kami semua merinding, desiran angin lembut menerpa kulit kami. Aku melihat sekeliling dengan perasaan was was. Pertanda apa ini?

"Guys" Reni berucap sambil berbisik, namun kami masih bisa mendengar nya.

"Masuk ke mobil. Gue bisa ngerasain 'mereka' mendekat ke sini, banyak"

Mendengar ucapan Reni membuatku gemetar ketakutan. Banyak? Seberapa banyak jumlah 'mereka'?

Naila merapat pada Reni dan Guntur langsung masuk kembali ke mobil. Azmi mencoba bersikap tenang, terlihat mulutnya komat kamit membaca doa.

"Kita masuk" Perintah Azmi yang langsung kami turuti. Ia mencoba menyalakan mesin mobil, namun tidak bisa. Hal itu membuat kami semakin ketakutan saja.

"Mi, cepetan!" Naila merengek sambil menyembunyikan wajahnya di bahu Reni.

Reni meremas tangannya sambil matanya menatap awas ke sekeliling hutan di kanan kiri kami.

"Mi, doa dulu" Ucapku mengingatkan nya. Suasana menjadi sangat tegang saat aku mendengar bisikan 'Ini baru awal'. Suara serak milik seorang wanita menerpa kulit belakang leherku.

Aku melihat yang lain nya, penasaran apakah mereka juga mendengar bisikan itu.

Mobil menyala, Azmi langsung tancap gas meninggalkan tempat itu.

Kami semua terdiam, tak ada lagi canda tawa dan obrolan. Semua sibuk dengan pikiran masing masing. Terutama Reni yang kelihatan begitu ketakutan.

"Kalian dengar gak ada yang bisik 'ini baru awal' pas mobil gak mau nyala?" Akhirnya aku memberanikan diri bertanya. Semua mengangguk, artinya memang bukan aku saja yang mendengar.

"Gue udah bilang seharusnya kita gak usah pergi" Ucap Reni dengan nada bergetar.

"Yaelah, gini doang kalian pada takut. Gak papa kok, paling 'mereka' cuman iseng doang. Gue jamin kita bakalan aman" Ucap Guntur yang terlihat mulai rileks. Ia membuka bungkus jajan dan mulai makan. Bisa bisanya dia makan di situasi tegang seperti ini.

"Tapi, Gun_"

"Udah tenang aja, udah biasa kek gini kalau mau naik gunung" Ucap Guntur memotong pembicaraan Reni.

Reni memilih diam karena tau tidak akan menang melawan Guntur.

"Udah Ren, kita berdoa aja ya" Reni mengangguk mendengar ucapanku.

Butuh waktu dua jam agar kami bisa sampai ke tempat yang di tuju. Rencananya kami akan berangkat jam sembilan pagi, namun karena kendala mobil tak mau menyala tadi, membuat kami berangkat jam sebelas.

Melihat waktu sudah menunjukkan jam dua belas, Azmi mencari warung terdekat untuk kami makan siang. Kami baru seperempat perjalanan, waktu terasa begitu cepat berjalan.

Kami semua turun dan masuk ke rumah makan sederhana itu. Pemiliknya adalah seorang wanita tua, kira kira sekitar enam puluh tahun. Ia menatap tajam ke arahku saat kami masuk.

"Kenapa Vin?" Reni menepuk pundak ku dari belakang. Membuatku menoleh karena terkejut.

"Oh, gak apa apa kok, Ren"

"Monggo, silahkan masuk" Ucap wanita tua itu.

Kami akhirnya makan dengan lahap, melupakan sejenak masalah di perjalanan tadi. Kami istirahat sejenak di rumah makan itu. Kira kira sejam sambil menunggu sholat Zuhur.

Selesai sholat, kami semua berkumpul untuk melanjutkan perjalanan kembali. Wanita tua pemilik rumah makan menghampiri kami.

"Nak, lebih baik urungkan niat kalian sebelum menyesal. Ada aura buruk di antara kalian. Akan terjadi sesuatu jika kalian nekad pergi ke gunung itu"

Kami saling bertatapan mendengar ucapan wanita tua itu. Darimana dia tahu kami akan naik gunung? Padahal kami tidak bercerita, barang barang juga masih di mobil.

Guntur maju dan berbicara dengannya.

"Maaf nek, terimakasih atas nasehatnya. Tapi kami akan tetap pergi, saya yakin kami akan baik baik saja"

"Bocah kok ngeyel tenan. Hehh, gak apa apa kalau kalian gak mau dengar nasehat saya. Hati hati di jalan" Ucapnya masih dengan menatap tajam padaku.

1
~🌛JimSu🌜~
yg mukulin dia pasti si dukun tuh
gaby
Apapun alasannya Kevin tetep salah & hrs dihukum. Ngapain coba dia diem2 mukulin org yg menghina Nita?? Ga ada gunanya, harusnya dia mengakui perbuatannya pd smua org di kampus, biar mreka stop menggunjing Nita. Jgn sampe endingnya Reni malah jadian sm Kevin setelah tau kebenarannya. Masa iya dia mau jadian sm pemerkosa adiknya hingga mati dlm keadaan hamil, bahkan nama Nita pun blm bersih dr fitnah kotor yg menyebar
gaby
Hukum seberat2nya Kevin Thor, tp jgn buat mati. Karena perbuatannya dah menghancurkan masa dpn Nita bahkan sampai kematian merenggut Nita & janinnya. Sblm mati pun Nita jg korban fitnah tp Kevin diam aja jadi penonton. Pokonya ga rela kalo endingnya Kevin dbuat tobat abis itu bahagia dgn pendampingya.
~🌛JimSu🌜~
seruuu asli deh. sebal juga sama kevin, thor kok bisa2nya berlagak amnesia gitu. aq tunggu kelanjutan ceritanya
gaby
Ko malah Guntur yg mati thor, ksian dia pdhl niat nolong Nita, bahkan berusaha mendamaikan. Kalo Guntur mati, jgn kasih ampun buat Kevin pelaku kejahatan. Walau nantinya Kevin selamat, tolong buat cacat seumur hidup, buntungin aja tangan & kakinya, kalo perlu Anunya jg buntung. Biar Kevin hidup segan mati tak mau. Keenakan kalo Kevin slamat dgn sehat wal afiat. Pelaku pemerkosaan harus di hukum setimpal, ga adil kl pelakunya bebas dr jerat hukum dunia atau hukum akhirat. Apapun alasan pelaku pemerkosa, intinya mreka sudah merusak masa dpn perempuan, apalg kalo smp menyebabkan depresi atau kematian
~🌛JimSu🌜~
baca novel horror enaknya memang siang hari hihi
~🌛JimSu🌜~
sukkaaaa /Drool//Drool/aku terus membaca bagus bagus. mampir dong kak ke novel aku hehehe semangat terus untuk up nya
gaby
Sumpah kereen & penuh misteri. Bab ini menyebutkan Kesalahan Azmi tdk seberapa. Brarti bukan Azmi dong yg merkosa Nita?? Lalu siapa?? Ga mungkin Guntur, atau jgn2 Kevin???
gaby
Skrg tebakanku lain lg. Guntur org yg akan membalaskan dendam Nita & pelaku yg merkosa Nita adl Azmi. Dan Naila tau kalo Nita hamil anak Azmi, makanya dia fitnah nita wanita murahan. Karena Naila ga mau kalo sampe Azmi ninggalin dia & memilih Nikahin Nita. Ckup sekali Naila kalah dlm hal kecantikan, dia ga mau kalah lg dalam percintaan. Tp apa dosa Kevin & Reni y kalo yg bersalah cm Naila & Azmi?? 😅😅
gaby
Aq baru gabung ka. Kayanya Kevin y yg membalaskan dendam Nita.
Sulina Lina
kok ada y orng main hakim sendiri
Sopheliaren
halo kak ! , Saya baru saja mampir . Dan menurut saya sendiri , cerita kakak mungkin kelihatannya terlihat unik . Tetapi saya sendiri saat melihat ceritanya , merasa cukup tertarik karena Alur dan jalan ceritanya nya yang unik . Saya berharap agar kakak bisa mengembangkan cerita ini menjadi lebih baik . Semangat kak untuk melanjutkan ceritanya dan menurutku walaupun ceritanya unik / membingungkan tetapi tentunya memiliki keunikannya dan ketertarikannya sendiri kak! .
Hanna: terimakasih kak, saya akan berusaha menjadi penulis yang baik dan semoga aja novel ini banyak yang baca
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!