Indonesia
NovelToon NovelToon
Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin

Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin

Status: tamat
Genre:Dokter / Cintapertama / Tamat
Popularitas:639.2k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Alisa Putri adalah seorang guru TK yang lembut dan penuh kasih, sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk keceriaan anak-anak.

Namun, dunianya yang berwarna mendadak bersinggungan dengan dunia dr. Niko Arkana, seorang dokter spesialis bedah yang dingin, kaku, dan perfeksionis.

Niko merupakan cucu dari pemilik rumah sakit tempatnya bekerja dan memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga reputasi keluarganya.

Pertemuan mereka bermula lewat Arka, keponakan Niko yang bersekolah di tempat Alisa mengajar.

Niko yang semula menganggap keramahan Alisa sebagai hal yang "tidak logis", perlahan mulai tertarik pada ketulusan sang guru.

Sebaliknya, Alisa menemukan bahwa di balik dinding es dan jubah putih Niko, tersimpan luka masa lalu dan tanggung jawab berat yang membuatnya lupa cara untuk bahagia.

Bagaimana kelanjutan???

Yukk baca cerita selengkapnya!!!

Follow IG: @Lala_Syalala13

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelangi

Niko hanya membaca pesan itu tanpa niat membalas, ia meletakkan ponselnya dengan posisi layar menghadap ke bawah.

"Ibu Guru Alisa." gumamnya pelan, nama itu terasa asing namun anehnya terasa pas di lidahnya.

Untuk mengalihkan pikirannya Niko memutuskan untuk berkeliling bangsal, baginya berinteraksi dengan pasien adalah satu-satunya bentuk komunikasi sosial yang ia toleransi.

Di mata pasien dokter Niko adalah sosok yang sangat kompeten.

Meski ia tidak banyak bicara tapi setiap diagnosisnya akurat dan setiap tindakannya memberikan rasa aman.

Di salah satu kamar dan ia memeriksa seorang pasien lansia yang baru saja menjalani operasi jantung.

“Dokter kapan saya bisa pulang? Saya rindu masakan istri saya.” tanya pasien itu dengan suara lemah.

Niko memeriksa monitor detak jantung.

“Tiga hari lagi jika grafik Anda tetap stabil dan katakan pada istri Anda untuk tidak memasak makanan bersantan dulu, itu bukan permintaan tapi itu perintah medis.” jawab Niko datar, meski terdengar kaku namun pasien itu justru tersenyum karena mereka tahu Dokter Niko peduli dengan cara yang berbeda.

Waktu menunjukkan pukul dua siang yang seharusnya Niko memiliki jadwal pertemuan dengan dewan direksi rumah sakit.

Namun ia melihat jadwal di tabletnya dan menyadari bahwa Arka pulang sekolah pukul tiga sore.

Ada dorongan aneh di dalam dirinya yaitu sesuatu yang ia labeli sebagai "tanggung jawab keluarga" yang membuatnya ingin berangkat lebih awal.

Ia mengganti jubah putihnya dengan jas kasual berwarna abu-abu gelap.

Ia bercermin sejenak kemudian merapikan kerah kemejanya, ia jarang sekali peduli pada penampilan di luar fungsi profesionalnya namun hari ini ia merasa perlu terlihat... pantas.

Saat ia tiba di sekolah "Pelangi Bangsa", suasana jauh lebih cerah dibanding kemarin.

Matahari bersinar terik dengan memantulkan warna-warni cat dinding sekolah yang ceria.

Niko memarkir mobilnya di tempat yang sama, ia keluar dari mobil dan kali ini ia tidak terburu-buru.

Ia berdiri di dekat pilar lobi dan memperhatikan dari jauh, jia melihat Alisa sedang berada di tengah lingkaran anak-anak.

Wanita itu sedang membacakan sebuah buku cerita, dari tempatnya berdiri Niko bisa mendengar suara Alisa yang lembut dan sesekali wanita itu tertawa kecil karena pertanyaan polos salah satu muridnya.

Niko terpaku, ia melihat bagaimana cahaya matahari sore mengenai helai-helai rambut cokelat Alisa, menciptakan aura keemasan di sekelilingnya.

Ia melihat bagaimana tangan Alisa yang lentik bergerak mengikuti alur cerita.

Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama Dokter Niko Arkana merasakan detak jantungnya meningkat bukan karena adrenalin operasi melainkan karena sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan secara medis.

'Dia terlihat sangat... damai.' batin Niko.

Kata itu sangat jauh dari dunianya yang penuh dengan bau obat, suara monitor jantung dan ketegangan ruang operasi.

Tiba-tiba, mata mereka bertemu.

Alisa yang sedang bercerita dan menyadari kehadiran sosok tinggi tegap di sudut lobi.

Ia menghentikan ceritanya sejenak dan memberikan senyum kecil ke arah Niko sebagai sapaan sopan.

Niko merasa tertangkap basah, ia segera membuang muka berpura-pura memeriksa jam tangannya dengan kaku.

Sial, ia merasa seperti remaja yang ketahuan mengintip, iaa berdeham dan mencoba mengembalikan kewibawaannya yang biasanya tak tergoyahkan.

Setelah kelas usai Arka berlari menghampiri Niko dengan semangat.

“Om Niko! Om lihat tadi Bu Alisa baca cerita tentang naga? Naganya baik, nggak galak kayak Om!” seru bocah kecil itu.

Niko mengerutkan kening dan mengacak rambut Arka dengan canggung, sebuah gestur kasih sayang yang masih terasa asing baginya.

“Om tidak galak, Arka. Om hanya disiplin.” seru Niko tidak terima dengan ucapan keponakannya itu.

Alisa berjalan mendekati mereka, membawa tas ransel Arka.

“Selamat sore, Pak Niko. Anda datang tepat waktu hari ini.”

Niko menatap Alisa, hari ini Alisa memakai kemeja katun sederhana berwarna biru muda yang senada dengan warna langit.

“Sore, Bu Alisa. Saya tidak suka terlambat, itu tidak efisien.” jawabnya.

Alisa terkekeh pelan, suara tawanya terdengar seperti denting lonceng kecil di telinga Niko.

“Hidup tidak selalu tentang efisiensi Pak, kadang kita perlu sedikit santai agar bisa bernapas.” balas Alisa dengan mempertahankan senyum diwajahnya.

Niko menatap Alisa dengan tatapan tajamnya yang khas, namun kali ini ada sedikit binar rasa ingin tahu di sana.

“Di rumah sakit sedikit santai bisa berarti nyawa melayang Bu Alisa.” seru Niko.

“Tapi ini sekolah, Pak Niko. Bukan rumah sakit. Di sini tidak apa-apa jika kita sedikit terlambat karena ingin melihat pelangi atau berhenti sejenak untuk mendengarkan cerita anak-anak.” balas Alisa dengan keberanian yang membuat dirinya sendiri terkejut.

Niko terdiam, ia tidak terbiasa dibantah apalagi dengan argumen yang melibatkan "pelangi".

Namun ia tidak merasa marah justru ia merasa ada sebuah tantangan baru dalam hidupnya yaitu seperti tantangan untuk memahami cara pikir wanita di depannya ini.

“Mungkin.” jawab Niko singkat, ia mengambil tas Arka dari tangan Alisa.

“Terima kasih untuk hari ini.” ucap Niko.

"Bu Alisa, Arka pulang dulu ya." pamit bocah kecil itu kepada Alisa.

"Iya Arka, hati-hati ya. Jangan lupa tugas rumahnya di kerjakan ya." seru Alisa dengan begitu ramah.

Saat Niko berbalik untuk pergi ia sempat melirik kembali ke arah Alisa.

Ia melihat wanita itu masih berdiri di sana melambaikan tangan pada Arka dengan senyum yang tidak pernah pudar.

Di dalam mobil, selama perjalanan pulang Niko tetap diam tidak berbicara sedangkan Arka sibuk berceloteh tentang teman-temannya, namun pikiran Niko masih tertinggal di lobi sekolah tadi.

"Om bu Alisa cantik ya." seru Arka tiba-tiba saat mereka akan sampai di rumah mewah milik keluarga Arkana.

"Hm." jawab Niko singkat namun ucapan Arka tadi begitu dalam menusuk ke hatinya.

Ia adalah seorang dokter yang ahli dalam membedah tubuh manusia mengetahui setiap letak saraf dan pembuluh darah.

Namun saat ini ia merasa ada satu bagian dalam dirinya yang baru saja tersentuh, sebuah bagian yang bahkan ia sendiri tidak tahu keberadaannya.

Niko menghela napas panjang, ia harus kembali ke mode dokternya.

Namun untuk pertama kalinya bayangan tentang masa depan itu tidak lagi hanya berisi koridor rumah sakit yang putih dan dingin, melainkan ada sedikit warna peach dan biru muda yang mulai menyelinap masuk secara perlahan.

Niko belum menyadari bahwa ini baru permulaan dari runtuhnya tembok es yang telah ia bangun setelah sekilan lamanya.

Dan ia juga belum menyadari, bahwa pasien yang paling membutuhkan penyembuhan dalam cerita ini sebenarnya adalah dirinya sendiri.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN ⬇️⬇️⬇️...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...

1
Pijaran Hati 89
kakek Aris kudu di bedah perute nik
Yo Iku
keren thor, suka dg penyampaiannya
Renesme
Ceritanya menarik, bahasanya cerdas, hanya saja ada sedikit mis, tapi tetep bagus 👍👍
Renesme
Kenapa nikahnya ngga di gereja aja yang aman dari jangkauan kakeknya
Renesme
Laa Alisanya terlalu lembek, dengan semua yang telah dilakukan Nico harusnya bisa jadi nutrisi sekaligus perisai untuk jadi kuat dan pantang menyerah untuk menghadapi rintangan... padahal dia tau Nico bisa menjadi orang normal jika ada dirinya
Renesme
Satria ini tipe orang bodoh bin dangkal pikirannya. Cintanya adalah obsesi, jadi tidak bisa menempatkan diri dan tak punya harga diri
PNC
sy yg selip bc apa gmn
orangtuanya sdh ga ada ya
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus banyak bahasa medis karke a alurnya tentang seorang dokter bedah terbaik, terimakasih KK 🙏
Katherina Ajawaila
kasihan deh monica, jgn sok maksain diri, knp. ngk nikah aja sm kakek toh kakek duda
Katherina Ajawaila
Alusa jgn takut sih sm gertak kwn kakek, ada Niko. jelas banget tanggung jawab nya, sopan 😇
Katherina Ajawaila
dasar tua bangka, msh aja arogan bukan nikmati hidup biar anak cucu bahagia, udh aki" msh ja pikir harta mati ngk di bw hanya kain selembar doank🤑
Katherina Ajawaila
Dr Niko kerja bakti nih, semoga ke depan nya menjadi jodoh terindah Arka mempunyai tante yg manis 🥰
Ika Yanti Unyil
ide ceritanya bagus.sayangnya setiap bab diisi bahasa medis dengan latar belakang yang hampir mirip.jadi ceritanya flat .agak kurang menantang dan konfrontasinya hanya dengan p guru satria setiap harinya.
mungkin ke depannya bisa lebih menantang lagi alur ceritanya.
terus semangat berkarya thor 🥰❤️🥰❤️
vera tri
bahasa nya medis terus ya . 😍
~AruN~
maaf, ini Alisa guru TK kan ya?
kok TK ada ujian?🤔
Diana Resnawati
mampir thor
Asmainiati Pelis
aku suka crita novel ini,tp perasaanku terlalu kaku karna itu2 aja yg di bahas,sisi romantisnya nggak ada thor
Zainab Ddi
kayaknya seru nih ceritanya
Zainab Ddi: aku Uda tamat bacanya
total 2 replies
Maulidia Okta
ceritanya seru ya... sesuatu yang beku akan cair dgn kehangatan
irma hidayat
cerita nya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!