Indonesia
NovelToon NovelToon
The Promish Hyung

The Promish Hyung

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / CEO
Popularitas:49
Nilai: 5
Nama Author: Dewi_BtsOt7

Di mata dunia, Kim Seokjin adalah Devil.
CEO KIMS GROUP. Dingin. Kejam. Tanpa ampun.
Satu keputusannya bisa membuat EX GROUP bangkrut dalam semalam.

Tapi di rumah...
Dia hanya seorang Hyung.

8 tahun lalu dia berjanji pada ayahnya: "Aku akan menjaga Tae."
Sekarang dia menepati janji itu dengan cara yang salah.
Menelan obat di toilet kantor. Menahan darah di balik jas mahal.
Tersenyum untuk 8 orang yang dia sayangi.

Leukimia. Stadium akhir.
Rahasia yang tidak boleh diketahui oleh Malaikat kecilnya, Taehyung.

Saat EX GROUP mulai mengancam nyawa Tae, Seokjin harus memilih.
Tetap menjadi Devil yang melindungi...
Atau runtuh sebagai Malaikat yang akhirnya butuh dilindungi.

"Di luar aku iblis, Tae. Tapi di depanmu... aku cuma hyungmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi_BtsOt7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

Suara tawa Xiumin di ujung telepon terdengar seperti gesekan kertas pasir-kasar, dingin, dan penuh dendam.

Jantung Jin berdegup kencang, bukan karena rasa takut, melainkan karena amarah yang mendadak membara di dadanya, mengalahkan sementara rasa sakit di kepalanya.

"Apa maksudmu dengan Tae?" tanya Jin,

suaranya rendah namun tajam seperti pisau bedah.

Ia berdiri tegak, menggenggam ponselnya erat hingga sendi-sendi jarinya memutih.

"Tenang, tenang, Jin-ah," kata Xiumin dengan nada pura-pura santai. "Aku hanya ingin mengingatkanmu. Dunia bisnis itu kejam. Dan keluarga Kim... well, ayahku selalu bilang bahwa kesuksesan kalian dibangun di atas puing-puing harga diri kami. Sekarang, giliran kami mengambil sesuatu yang berharga darimu."

Jin menutup mata sejenak, menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Ia ingat masa kecilnya. Dulu, ayah Xiumin dan Chen adalah sahabat karib ayahnya. Mereka sering berkumpul, makan bersama, dan anak-anak mereka bermain di taman yang sama. Jin bahkan pernah menganggap Xiumin dan Chen sebagai kakak-kakaknya sendiri. Tapi semuanya berubah ketika perusahaan ayah Xiumin mulai kalah tender demi tender dari Kim Corp. Rasa iri ayah mereka meracuni pikiran kedua putranya, mengubah persahabatan menjadi persaingan berdarah.

"Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh Tae," kata Jin dingin. "Jika kau punya masalah denganku, hadapi aku langsung. Jangan libatkan orang yang tidak bersalah."

"Oh, tapi Tae sudah terlibat, Jin," sahut Chen, yang ternyata berada di samping Xiumin dan ikut berbicara melalui speakerphone.

Suaranya lebih halus dari Xiumin, tapi sama-sama berbisa.

"Dia sekarang magang di salah satu vendor kecil yang bekerja sama dengan proyek 'Seoul Future City'. Proyek yang sedang kamu bidik mati-matian. Kebetulan, kami baru saja membeli saham mayoritas di vendor tersebut pagi ini. Jadi secara teknis... nasib karir adik manjamu ada di tangan kami."

Jin merasa darahnya membeku. Tae memang sedang mencari pengalaman kerja praktis untuk kuliahnya, dan Jin sengaja merahasiakan identitasnya agar Tae bisa belajar mandiri. Ternyata, celah itu dimanfaatkan oleh musuh-musuhnya.

"Apa keinginan kalian?" tanya Jin, mencoba tetap tenang meski otaknya berputar cepat mencari solusi.

"Besok, pukul 10 pagi. Di klub eksklusif 'The Vault'. Datang sendiri. Tanpa Yoongi, tanpa Hoseok, tanpa pengawal. Bawa dokumen asli rencana strategis tender 'Seoul Future City'. Jika kau menolak..." Xiumin tertawa lagi. "Well, Tae mungkin akan menemukan dirinya dalam situasi yang sangat... tidak nyaman di tempat kerjanya yang baru."

Telepon diputus.

Jin menurunkan ponselnya perlahan. Tangannya gemetar hebat kali ini. Bukan karena sakit kepala, tapi karena ketakutan murni. Ia gagal melindungi Tae. Karena kesombongannya mengira bisa menyembunyikan identitas Tae, ia justru menempatkan adiknya dalam bahaya.

Pintu ruang rapat terbuka. Yoongi masuk kembali, membawa segelas air es. Ia berhenti saat melihat wajah Jin yang pucat pasi dan tatapan kosongnya.

"Hyung?" panggil Yoongi, langkahnya terhenti. "Ada apa? Wajahmu..."

Jin dengan cepat memasukkan ponselnya ke saku dan memaksakan senyuman tipis. "Tidak apa-apa. Hanya panggilan dari klien lama. Sedikit berisik."

Yoongi menyipitkan mata. Ia tidak percaya. Ia meletakkan gelas air di meja dan mendekati Jin. "Klien lama mana yang membuatmu terlihat seperti baru melihat hantu? Jin-hyung, katakan padaku. Apa yang terjadi?"

"Tidak ada apa-apa, Yoongi-ah," jawab Jin, menghindari tatapan Yoongi. Ia berjalan melewati Yoongi menuju pintu. "Aku butuh udara segar. Siapkan mobil. Aku akan pulang sebentar sebelum meeting siang."

"Hyung, meeting dengan Kyungsoo jam 1 siang! Kau tidak bisa-"

"Batalakan!" potong Jin tegas tanpa menoleh. "Katakan aku sakit. Atau ada urusan darurat keluarga. Aku tidak peduli. Batalakan!"

Jin keluar dari ruangan dengan langkah tergesa-gesa, meninggalkan Yoongi yang bingung dan khawatir di belakangnya.

Di dalam lift turun, Jin bersandar pada dinding kaca, menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Air mata akhirnya menetes, bercampur dengan keringat dingin di pelipisnya. Ia merasa gagal sebagai kakak. Ia merasa gagal sebagai pemimpin.

"Tae-ya... mianhae," bisiknya lirih. "Hyung akan memperbaiki ini. Apapun harganya."

Ia tahu pergi ke 'The Vault' sendirian adalah bunuh diri. Xiumin dan Chen pasti punya jebakan. Tapi ia tidak punya pilihan. Ia tidak bisa meminta bantuan Hoseok atau Yoongi karena mereka akan melarangnya atau malah ikut serta, yang bisa membahayakan posisi tawar mereka. Ia harus menghadapi ini sendiri.

Namun, Jin lupa satu hal penting. Dalam kondisi fisiknya yang semakin rapuh, tekanan stres sebesar ini bisa menjadi pemicu bencana.

Saat lift mencapai lantai dasar, Jin merasakan denyutan sakit yang luar biasa kuat di belakang matanya. Pandangannya menjadi gelap total selama beberapa detik. Ia terhuyung, hampir jatuh, tapi berhasil menahan dirinya dengan berpegangan pada railing lift.

"Hwaiting, Jin-ah," gumamnya pada diri sendiri, meski suaranya terdengar lemah. "Hanya sekali lagi. Setelah ini, kau bisa istirahat."

Tapi Jin tidak tahu, bahwa "sekali lagi" ini mungkin akan menjadi terakhir kalinya ia berdiri sebagai Kim Seokjin yang kuat.

1
aytysz
Semangat yaa kak! kalau kakaknya ada waktu luang, boleh dong berkunjung ke profil ku. Di sana ada cerita sederhana yang mungkin kakaknya suka...
Dewi_BtsOt7: siap ka nanti aku mampir kalo lagi luang..

aku lagi ngejar up di 3 platfrom🤭
total 1 replies
AntyKa
penasaran😄
Dewi_BtsOt7: di tunggu kelanjutannya ya ka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!