kata orang di dunia ini setiap manusia memiliki tujuh kembaran, dan ada yang terlahir di tahun yang sama namun berbeda negara. ada yang berbeda tahun namun ddi negara yang sama. bahkan ada yang di sebut titisan karena memiliki keserupaan yang sama persis sedangkan yang di serupai sudah tiada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma33wj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kembali muntah darah
sesampainya di rumah keluarga korban, istri dan anak nya terkejut dengan kedatangan mobil polisi dan delapan anak remaja
"maaf pak ada apa ini" tanya wanita usia kepala tiga itu
"kami dari kepolisian menemukan mayat bernama Robby Yansah di pinggir jalan poros , yang di laporkan oleh ke delapan remaja ini. " ucap pak polisi menjelaskan
"apakah benar ini kediaman dari sodara Robby, apakah ibu bernama Siti" tanya Polisi itu untuk memastikan
"benar pak saya Siti, dan suami saya bernama Robby Yansah" jelas ibu Siti yaang ternyata adalah istri dari Pak Robby yang menjadi korban pembunuhan
Marvel dan yang lain nya tidak mengatakan hal di luar logika kepolisian mereka memberikan keterangan yang bisa di mengerti dan di terima oleh kepolisian
seketika itu istri dari korban pembunuhan itu menangis histeris, karena selama dua hari ia menunggu sang suami pulang namun tak kunjung pulang. ia menelfon berkali - kali tetapi tidak kunjung di angkat.
"tolong turunkan jenazah nya " ucap polisi itu dan langsung di turun kan dari ambulans dengan sudah rapi karena tadi sempat di bawa ke rumah sakit untuk kepentingan otopsi
"Bapak...!!" tangis wanita itu pun semakin menjadi ketika jenazah dari Robby di turun kan dan membawanya masuk ke dalam rumah
"ibu Bapak kenapa" tanya bocah perempuan berusia sekitar tujuh tahun
"bapak sudah gak anak nak...hik hik hik" wanita itu menangis dan gadis kecil berusia 7 ahun itu pun ikut menangis sedih
" Bapak....Bapak jangan tinggalin Mila pak, Bapak!!" gadis kecip bernama Mila itu menangis meraung karena kehilangan sosok cinta pertamanya, sosok pelindung bagi keluarganya
tiang yang tadi nya kokoh kini hancur karena satu tiang nya rubuh dan tidak akan bisa di bangun lagi.
Vivi, Rena, Tika dan Mella menghampiri ibu dan anak itu meski Mella masih sangat lemah tapi ia tidak tega melihat ibu dan anak itu menangis. sementara Marvel dan yang lainnya men solatkan jenazah, dan mereka pun ikut ke makam untuk menguburkan jenazah pak Robby.
"yang sabar bu" Mella mengusap - usap punggung ibu Siti yang masih menangis, ia merangkul ibu siti dari samping
"ibu tidak tahu lagi nak harus bagai mana sekarang, suami ibu sudah tidak ada. siapa nanti yang akan mencarikan nafkah untuk kami, apa lagi Mila masih panjang masa depannya" ucap ibu Siti putus asa, kini ia menatap kosong ke depan karena kehilangan sebagaian hidupnya untuk selamanya dengan cara tragis
Mella hanya mampu memberikan kekuatan begitupun dengan Rena, sementara Vivi dan Tika sedang mengajak anak ibu Siti bermain untuk menghilangkan kesedihan anak sekecil itu.
namun tak berselang lama Mella kembali merasakan sesak di dadanya, ia memegang dadanya yang begitu sakit seakan - akan nafas nya akan berhenti saat itu juga. hal itu di ketahui oleh Rena
" Mell..loe gak apa - apa kan, loe kumat lagi" tanya Rena khawatir
"nak..kamu gak apa- apa" tanya ibu Siti yang tadi menatap kosong ke depan kini menatap Mella khawatir
"dada..hah..hah...dada gue sakit Ren, argkkk" Mella megang dadanya yang terasa serti di tusuk - tusuk benda tajam
"kita masuk ke dalam dulu nak " ajak ibu Siti yang membantu Rena untuk Mella berdiri dan memapah gadis malang itu ke dalam
"uhuk..uhuk.." Mella mulai terbatuk
"Ya Allah Mell...kenapa bisa kumat lagi sih, mana si Marvel sama yang lainnya belum balik lagi" Rena mulai panik
"duduk dulu nak, ibu ambil kan air hangat dulu" ibu Siti pun langsung ke dapur dan mengambil air hangat tak berselang lama ibu Siti pun keluar dengan terlihat panik
" ini nak di minum dulu" ibu Siti menyodorkan gelas berisi air hangat itu kedepan bibir Mella, dan Mella pun meminum air hangat di bantu ibu Siti
"bu titip Mella ya, saya panggil teman saya dulu" izin Rena dengan penuh kepanikan
"iya nak" ucap ibu Siti mengiyakan
setelah mendapat persetujuan ia pun langsung memanggil Vivi dan Tika yang sedang asik bermain dengan Mila anak ibu Siti
" guys Mella kambuh" ucap Rena membuat Vivi dan Tika seketika panik
" Hah....Mella kumat lagi" seru Vivi ia pun tanpa aba - aba langsung berlari ke rumah ibu Siti
"Tik...loe jagain Mella ya gue mau susul Marvel sama yang lainnya ke makam" ucap Rena meski ia tidak tahu makam nya di mana namun ia coba manti menanyakan kepada warga setempat
"elo emang tahu tempatnya di mana" tanya Tika, karena mereka baru di tempat itu jadi sudah pasti mereka belum tahu di mana pemakaman nya.
" gue nanti tanya - tanya warga sekitar" Rena pun langsung berlari bagai tak tentu arah demi menyelamatkan sahabatnya itu.
Tika membawa Mila ke rumah nya, saat ia masuk ke dalam rumah Mella sudah banyak muntah darah, Tika pun langsung berlari menghampiri Mella
" Mell..loe kambuh lagi, harus nya sekarang kita udah di jakarta, dan elo pasti udah sembuh sekarang. semua karena gangguan itu jadi loe harus menunda." ucan Tika yang meluncur begitu saja di iringi isak tangis
ia benar - benar kasihan melihat Mella yang lemah seperti ini tidak seceria biasanya " uhuk..uhuk..hoeeekkk" Mella muntah lagi mengeluarkan banyak darah membuat ia semakin lemas
" Mella..." Marvel langsung masuk begitu saja, ia begitu panik. kedatangan Marvel membuat mereka yang ada di situ terkejut
Marvel memeluk gadis lemah tak berdaya itu, "loe gak apa - apa kan Mell." Marvel begitu khawatir ia memegang kedua pipi Mella yang pucat dan mata yang sayu, Marvel menitikan air matanya. bagai mana bisa orang yang selama ini ia sukai menjadi seperti ini
"uhuk..uhuk..Hoeekk..ohok ohok Hoekk" Mella kembali terbatuk dan muntah namun kali ini bukan hanya darah melainkan juga kelabang dan juga kalajengking hewan berbisa itu keluar dari dalam perut Mella, dan aneh nya hewan itu hidup tidak mati
"Vel....kamu harus segera bawa Mella dari sini. nyawanya terancam, dia tidak bisa lama berada di sini" ucap sosok Nida membuat Marvel beralih ke arah sosok itu yang tidak ada yang melihat kecuali dirinya.
ibu Siti yang melihat itu langsung shok, ia tahu betul akibat apa itu " Ya Allah nak, ada yang jahil sama kamu" tanya ibu Siti terkejut ia sampai memelotot kan matanya,
Marvel yang tadi fokus dengan ucapan Nida kini beralih ke arah ibu Siti. begitupun yang lainnya
"iya bu, pada saat pendakian teman satu pendakian di gunung Khayangan yang tidak suka dengan Mella. ia memuja sosok penunggu di sana tapi dia juga kehilangan nyawanya saat itu juga, dan teman kami Mella ini melihat kejadian itu sampai ia harus di larikan ke rumah sakit karena tidak sadarkan diri selama satu minggu " jelas Vivi menceritakan kronologi kejadian demi kejadian yang di alami Mella
"ya ampun tega sekali, jadi kalian yang mendaki di gunung Khayangan itu ibu dengar berita itu dari almarhum suami ibu sebelum kejadian itu merenggut nyawanya" ucap ibu Siti
"sebenarnya sosok terkuat di gunung itu adalah genderuwo yang sangat besar , dan katanya kekuatannya melebihi penunggu lainnya di kawasan gunung itu. dahulu juga pernah ada yang melakukan hal sama, namun nyawa pemuja nya pun melayang .bukan hanya target yang di tujukan oleh si pemuja" sambung ibu Siti menceritakan kejadian yang ia dengar dari orang - orang
"Assalamualaikum" ucap salam dari depan pintu rumah ibu Siti .membuat mereka yanh tadinya fokus kepada cerita bu Siti kini teralihkan dengan suara salam dari kuar
"waalaikumussalam" jawab orang yang bedada di dalam rumah
"maaf bu kami meminta izin bawa pak ustad" ucap Andra yang masuk bersama yang lainnya termasuk pak ustad
"iya tidak apa - apa, mari silahkan duduk pak ustad. tolong di bantu anak ini kasihan ada yang jahil" terang ibu Siti menjelaskan karena ia sudah tahu
"baik bu terimakasih " pak ustad pun duduk di sofa yang berhadapan dengan Mella sekarang, yang tengah duduk bersandar di bahu Marvel
Bersambung....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung dulu ya guys, karena harus ngurus bocil dulu