Indonesia
NovelToon NovelToon
Secangkir Kenangan

Secangkir Kenangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Chicklit
Popularitas:83.2k
Nilai: 5
Nama Author: Qiana Lail

Bagaimana jika seorang gadis hamil diluar nikah dan tidak ada yang mau bertanggung jawab terhadap kehamilannya itu ? Bahkan lelaki yang telah menghamilinya lebih memilih untuk meniti karir dibandingkan harus bertanggungjawab atas perbuatannya.

Arisha seorang gadis yang baru saja lulus dari SMA harus mengubur impiannya untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Bahkan ia harus rela diusir dari keluarganya karena tidak ingin nama baik keluarga tercoreng karena kesalahannya.

Mampukah Arisha bertahan hidup seorang diri ? Dan mampukah Arisha melahirkan serta membesarkan anak yang ada didalam kandungannya tanpa seorang suami dan keluarga yang mendampinginya ?.

Yuk baca kisah Arisha selengkapnya dalam cerita Secangkir Kenangan karya Qiana Lail.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qiana Lail, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22. Kenangan

Arisha dengan tersenyum, menganggukkan kepalanya sebagai persetujuan sekaligus jawaban dari pertanyaan Aneisha.

"Rian, saya ada perlu sedikit dengan mu setelah aku menidurkan Aneisha." ucap Arisha sambil tersenyum.

Namun Rian seolah-olah menelan duri yang sangat tajam saat mendengar ucapan dengan senyuman yang indah itu.

Ia kemudian mengangguk dan segera menyelesaikan makan malamnya. Tak ingin terlihat gugup dihadapan Arisha.

Sementara Arisha segera menggendong Aneisha menuju ke kamarnya. Seperti biasanya, Arisha selalu menemani sang putri untuk belajar dan membacakan sebuah dongeng sampai gadis cilik itu terlelap di alam mimpi.

Hanya saja kini pikirannya tidak bisa fokus karena memikirkan Arsenio yang sempat ia lihat di lampu merah tadi.

Dan setelah mastikan Aneisha telah terlelap, ia segera bangkit dan mencium kening buah hatinya itu sebelum akhirnya keluar untuk meminta penjelasan dari Rian.

Ya selama ini ia mempercayakan Aneisha kepada Rian selama ia bekerja. Dan selama ini Rian selalu menjalankan tugasnya dengan sangat baik dan sama sekali Rian belum pernah melakukan sebuah kesalahan.

Tapi mengapa Rian tidak pernah mengatakan bahwa Aneisha telah bertemu dengan Arsenio dan mereka saling mengenal satu sama lainnya ?.

Saat Arisha sampai di depan pintu ruang kerjanya, ternyata Rian telah berdiri dan menunggunya. Mereka kemudian segera masuk kedalam ruang kerja untuk membicarakan tentang Arsenio.

"Rian siapa Arsenio itu ? Dan mengapa kau tidak pernah bercerita tentang Arsenio ?." tanya Arisha to the poin.

"Maaf nona, sebenarnya saya ingin menceritakannya malam ini kepada nona. Karena Arsenio dan nona muda baru bertemu hari ini di sebuah taman bermain." jelas Rian.

Kemudian Rian menceritakan semua kejadian yang mereka alami, hingga Arsenio berkenalan dengan nona mudanya.

Dan bagaimana bahagianya gadis cilik itu saat bersama Arsenio. Tak lupa juga Rian memberikan kartu nama Arsenio yang ia simpan dan juga sebuah video saat nona mudanya menghabiskan waktu bersama Arsenio.

Arisha terpaku saat melihat video tersebut. Terlihat begitu bahagianya mereka berdua. Bahkan Aneisha bisa tertawa dengan lepas.

Sebuah pemandangan yang sangat jarang sekali ia lihat. Bahkan nyaris Aneisha tidak mau tersenyum saat bertemu dengan pria asing.

"Maafkan atas kesalahan saya nona. Saya berjanji tidak akan melakukannya lagi. Tadi saya berfikir bahwa Arsenio adalah orang baik, sehingga saya m mengijinkan nona muda untuk bermain bersamanya." jelas Rian kemudian.

"Kau tidak perlu meminta maaf, Arsenio memang orang yang baik bahkan aku mempunyai hutang Budi dengannya."

"Besok tolong sampaikan terimakasih ku dan tolong berikan bingkisan untuknya dari ku. Dan katakan kepadanya jangan pernah lagi untuk menemui Aneisha."

"Sekarang lebih baik kau beristirahat, agar besok kau bisa mengawal Aneisha dengan baik." jawab Arisha.

"Baik nona." jawab Rian kemudian ia segera bangkit dan meninggalkan Arisha yang masih setia memandangi video kedua orang yang sangat ia kenal itu.

Arisha tersenyum saat melihat wajah yang penuh dengan kebahagiaan dari mereka berdua. Layaknya seorang ayah yang sedang bermain dengan putri kesayangannya.

"Seandainya kejadian itu tidak pernah terjadi, pasti senyuman ini, kebahagiaan ini akan menjadi pemandangan paling menyenangkan di setiap hariku."

"Arsenio maaf aku harus memisahkan kalian berdua, aku tidak ingin ada hati yang tersakiti dengan kedekatan kalian berdua."

"Dan aku tidak ingin, Aneisha tergantung kepada mu karena ia begitu merindukan sosok seorang ayah. Aku terpaksa melakukannya. Maafkan aku Arsenio." ucap Arisha dengan mata yang berkaca-kaca.

Sementara Rian, segera menghubungi Arsenio, ia ingin membuat janji terlebih dahulu sebelum ia mengunjunginya dan menjalankan perintah dari Arisha.

Namun, panggilannya tak mendapatkan jawaban. Mungkin Arsenio sedang sibuk atau mungkin telah beristirahat.

Rian kemudian memutuskan untuk mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Arsenio.

'Selamat malam Arsenio, ini aku Rian yang tadi bertemu di taman bermain. Jika tidak keberatan besok aku ingin mengunjungi mu untuk menyampaikan pesan dari nona kami.'

*Rian*.

Setelah mengirimkan pesan singkat tersebut, akhirnya Rian memutuskan untuk segera beristirahat dikamarnya. Ia kemudian segera memejamkan kedua matanya dan mulai menjemput mimpi indahnya.

Sementara di belahan bumi yang lain, Arga sedang menikmati secangkir kopi disebuah kafe. Kafe yang sama dan bangku yang sama dimana ia pernah bertemu dengan Arisha untuk terakhir kalinya dan bahkan mereka sempat melakukan sebuah keindahan bersama disebuah kamar hotel yang tak jauh dari kafe tersebut.

Sebelum akhirnya Arisha menunjukkan bukti bahwa saat itu ia sedang mengandung benih cinta mereka. Namun karena keegoisannya saat itu yang lebih memilih karir dari pada buah cinta mereka, membuatnya kehilangan Arisha dan juga bayinya.

Hingga beberapa tahun kemudian, barulah ia menyesali perbuatannya itu. Karena ia harus menerima kenyataan pahit bahwa wanita yang ia nikahi tidak bisa memberikannya momongan.

Istrinya divonis mandul oleh seorang Dokter spesialis yang menangani masalah yang mereka hadapi saat itu.

Barulah ia menyesal karena telah menyia-nyiakan, anugerah dari Tuhan yang diberikan melalui rahim Arisha.

Seorang gadis yang telah ia renggut mahkotanya tepat disaat malam kelulusan mereka. Padahal gadis cantik itu adalah kekasihnya selama tiga tahun di bangku SMA.

"Arisha, apakah masih ada kesempatan untuk ku memperbaiki semuanya ?. Dan apakah kau Sudi menerima aku kembali ?."

"Arisha, apakah kau benar-benar memilih untuk melahirkan buah cinta kita ?. Jika benar aku mohon ijinkan aku untuk bertemu dengannya." ucap Arga dengan mata yang berkaca-kaca.

Ia kembali menyeruput secangkir kopi yang masih mengeluarkan asap. Dengan keharuman kopi yang sama disaat ia memilih untuk meninggalkan Arisha demi karirnya.

"Apakah hubungan kita seperti kopi ini Arisha ? Yang akan menjadi sebuah kenangan dengan meninggalkan sebuah rasa pahit dan manisnya yang pada akhirnya secangkir Kenangan ini hanya akan menjadi sebuah kenangan ?." ucap Arga lagi.

Dan tetap di tegukan yang terakhir, munculah seorang wanita cantik yang telah resmi menjadi istrinya.

"Arga kau selalu saja mengunjungi tempat ini, bahkan kau tidak memperdulikan panggilan ku meskipun kau hanya menikmati secangkir kopi." ucap Willy sambil duduk di hadapannya.

Arga menatap wajah istrinya kemudian ia tersenyum getir. Sebelum akhirnya ia bangkit dan mengajaknya untuk pulang kembali kerumah mereka.

"Arga tidak bisakah kita duduk sedikit lebih lama di kafe ini ?" tanya Willy sambil mengikuti langkah suaminya.

"Bukankah kau mencari ku untuk mengajak pulang kerumah ? Lalu untuk apa kita harus berlama-lama di kafe itu ?." jawab Arga sambil masuk kedalam mobilnya.

"Selalu dengan jawaban yang sama." ucap Willy dengan sedikit kesal.

"Jawaban yang sama untuk pertanyaan yang sama." jawab Arga sambil melajukan mobilnya.

Ia sama sekali tidak ingin membahas apapun dengan Willy di kafe itu. Karena itu adalah tempat penuh kenangan bersama Arisha.

1
Jade Meamoure
amazing apa ada ya orang kayak Arsenio 🤔🤔🤔
Riskiya ahmad
lanjut
Zaqian Laili
Aku pada mu Thor, suka banget hari ini up banyak. Semangat !!!
Zaqian Laili
Kasihan orang tua Arisha
Zaqian Laili
Jangan biarkan Kinan merusak kebahagiaan Arisha thor
Zaqian Laili
Aku makin cinta padamu Arisha
Zaqian Laili
Arsenio memang keren banget
Zaqian Laili
Jangan biarkan Arga mendekati mu lagi Arisha, sekali pecundang tetap saja pecundang
Zaqian Laili
Periksa terus Arga jangan sampai enggak
Zaqian Laili
Arisha keren banget
Zaqian Laili
Terlalu percaya dengan apa yang belum tentu benar
Zaqian Laili
Semangat !!!! Up yang banyak Thor ! aku menunggumu
Zaqian Laili
Kasian Arsenio, harus rela mandi air dingin dulu
Zaqian Laili
Semangat Thor !!! Up yang banyak
trararraraata
semangat Thor!!! numpang lapak ya
yuk baca novel ku "aku ga idiot" langsung cek profil ku yaa 🥰
terimakasih..
Riskiya ahmad
lanjut
Zaqian Laili
Ternyata Willy menikah dengan Arga, padahal Willy sahabat Arisha
Zaqian Laili
Sebentar lagi kau pasti akan bertemu dengan ayahmu nak
Zaqian Laili
Ceritanya semakin seru
Zaqian Laili
Kasihan sekali Aneisha. Terkadang kesalahan yang dilakukan oleh orang tua anaknya yang ikut menanggung beban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!