Pernahkah kalian berpisah tanpa adanya kata-kata dari orang yang sedang kita sayang-sayangnya, dan perpisahan itu secara mendadak dilakukan oleh orang yang kita cintai?.
begitulah yang di alami oleh Bulan dan Alwi, Bulan sangat mencintai Alwi bahkan dia sangat bucin pada Alwi, namun entah kenapa disaat hubungan itu baik-baik saja tiba-tiba Alwi pergi tanpa jejak.
Namun tiga tahun berlalu Alwi kembali pada Bulan, Bulan dengan senang hati mendengar kabar berita kedatangan Alwi tapi entah kenapa Bulan bukan menerima Alwi dia malah memutuskan Alwi, padahal hatinya hanya milik Alwi seolah ada sesuatu yang tidak beres dengan hubungan ini, dan setelah sekian tahun berlalu Bulan baru menyadari kalau hubungan nya dengan Alwi perpisahan nya dengan Alwi itu adalah hasil sihir yang di kirimkan oleh seseorang yang tidak suka melihat mereka bersatu.
Siapakah orang itu dan akan kah Alwi dan Bulan bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Bulan dan Gita berjalan bersama ke dalam kostan mereka dan saat sampai di depan kamar Bulan, Bulan berhenti dan memanggil Gita memintanya untuk mengobrol sebentar.
"Ta... sebentar deh... ada yang mau gue tanyain sama elu, bisa kita ngobrol di kamar gue? " tanya Bulan.
Gita pun hanya diam saja dan ikut masuk ke kamar sahabatnya itu. di dalam kamar keduanya duduk berhadapan di lantai.
Bulan memulai perbincangan dengan Gita.
"Ta... tadi Alwi bilang ke gue, kalo sebenarnya dia itu mengalami ke anehan Ta... selama ini pas dia pergi begitu ajah waktu itu, dia sendiri pun bingung hatinya sebenarnya nggak mau pergi tapi entah kenapa waktu itu dia milih pergi Ta... " ucap Bulan pelan.
Gita masih menyimak.
"Gue juga sebenarnya pernah ngalamin hal aneh Ta sebelum perpisahan antara gue sama dia terjadi" Bulan mulai bercerita.
"Hal aneh apa? " tanya Gita penasaran.
"Gue nggak pernah ceritain ini ke siapa pun Ta, baru elu, jadi dulu waktu gue habis jalan sama Alwi malamnya gue mimpi buruk Ta, gue kaya nyasar ke hutan yang gelap.... banget Ta... terus gue kebangun dari tidur karena gue ngedenger ada yang meledak di atas atap kamar gue Ta... dan sejak kejadian itu hubungan gue sama Alwi jadi renggang Ta... "cerita Bulan.
" Serius lu kenapa elu baru cerita sekarang? coba ajah elu cerita sama gue pas kejadian itu mungkin elu nggak akan pisah sama Alwi Lan... "ucap Gita.
Gita bukan tanpa alasan berbicara seperti itu, itu semua karena Gita sangat faham dan mengerti apa yang terjadi pada sahabatnya ini, karena orang tua Gita itu bukan orang biasa jadi dia tahu apa yang menimpa sahabatnya ini.
" Pantas ajah pacar-pacar elu semuanya pada kabur... itu elu di guna-guna Lan... ada yang ngirim sihir ke elu, mungkin karena nggak suka ngeliat elu berdua punya hubungan mangkanya orang itu pake cara halus begitu "jelas Gita.
" Tapi kenapa Ta... kenapa ada orang nggak suka dengan hubungan kita, kita nggak pernah ganggu orang kok"ucap Bulan polos.
"Hati orang siapa tahu Lan... mungkin karena kalian terlalu dekat hingga membuat orang lain jadi iri dengki saat melihat kalian bersama" jelas Gita.
"Atau ada orang lain yang suka antara elu tau Alwi Lan... hingga orang itu mau memiliki salah satu dari kalian dan memisahkan kalian dengan cara licik seperti ini, cara seorang pengecut Lan... " jelas Gita lagi.
Bulan terdiam dia sempat berfikir seseorang yang kemungkinan tidak suka dengan hubungan ini, tapi dia mencoba tidak berburuk sangka pada orang tersebut.
"Apa ada orang yang elu curigain? " tanya Gita yang seolah bisa membaca fikiran sahabatnya itu.
"Ta... gue pernah ngimpiin sama ibunya yang dateng ke gue terus marah-marah sama gue Ta... masa iya sih Ta...? " tanya Bulan.
"Bisa jadi kan kalian pernah ketemunkan? elu pernah kan di ajak ke rumahnya meski sekali ya kan? " tanya Gita lagi.
"Iya itu pertama kali kita mau jalan" ucap Bulan mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.
"Bukannya gue berburuk sangka ya Lan... tapi kayanya semua ini ada campur tangan orang itu dan sebenarnya yang gue dengar cerita dari elu tentang seorang Alwi dia sebenarnya itu serius sama elu sejak pertama kali kalian pacaran, mungkin itu juga yang menjadi alasan ortunya buat misahin elu berdua karena kalian waktu itu masih sangat muda dan nggak pengen lihat kalian itu terlalu cepat kejenjang yang lebih serius"jelas Gita.
"Iya elu benar juga sih" fikir Bulan.
"Tapi semesta seolah memang merstui kalian karena biar kalian berpisah dan di pisahkan kalian tetap bertemu kembali setelah sekian lama ya kan? " ucap Gita.
"Mungkin... hihi" Bulan tertawa kecil.
"Heuh... elu mah... aneh... " Gita memukul lengan sahabatnya itu karena gemas.
Pembicaraan malam itu pun berakhir dan Gita menasehati kawannya agar tidak lepas untuk beribadah di tambah dengan ibadah yang lain agar segala macam sihir seperti itu tidak mengikuti nya lagi.
Dan malam ini Bulan pun terus melaksanakan ibadah secara khusuk dia melakukan ini bukan hanya karena hubungan nya dengan Alwi tapi dia melakukan ini untuk kebaikan diri nya sendiri, dan melaksanakannya dengan ikhlas dan lillahita'ala.
Semua kejadian yang telah terjadi berusaha di ikhlaskan olehnya agar hatinya tidak menyimpan dendam oleh karena itu dia meminta kepada sang Pencipta agar di lapangkan dadanya agar dirinya bisa ikhlas menjalani hidup ini dengan damai, dirinya tak ingin menyimpan dendam kepada orang yang melakukan hal buruk padanya karena dia tahu itu semua tidak baik untuk dirinya sendiri bila ada dendam di hatinya.
Malam itu Bulan terus menjalani berbagai ibadah mulai dari shalat malam hingga berdzikir dan mengaji agar hatinya tenang dan ikhlas, air mata berjatuhan membasahi lembaran Al-Quran yang selalu dia baca dan dia bawa kemana pun dia pindah, itu adalah alquran pemberian Alwi saat pertama kali mereka berjalan bersama, Alwi begitu pintar dalam memberikan hadiah pada Bulan karena dia tahu Bulan tak akan membuang kitab suci hingga setiap Bulan membuka dan membaca alquran tersebut membuat nya mengingat seorang Alwi.
Di sisi lain.
Alwi pun telah melaksanakan ibadah yang khusuk agar dirinya tidak di kelilingi energi negatif kembali seperti beberapa tahun yang lalu, akibat energi negatif tersebut dirinya mengalami banyak kesulitan, mulai dari karirnya hingga saat menempuh studi yang di ambilnya saat sebelum dirinya di angkat menjadi seorang direktur di perusahaan besar saat ini.
Alwi tahu siapa yang berbuat seperti ini padanya dia sebenarnya tak menyanhka pula karena orang terdekatnya mampu. melakukan itu padanya, tapi ada satu hal yang mengganjal di hatinya saat ini yaitu perkataan ayah Sifa yang mengatakan ada orang lain selain orang yang mengenal dirinya yang ingin memisahkan dirinya dari Bulan, orang itu sepertinya dari pihak Bulan.
Flash back.
Malam itu Alwi datang bersama Sifa ke rumah orang tuanya yang ada di pegunungan Jawa Barat, Alwi datang di bawa oleh Sifa bukan karena alsana itu semua karena Sifa melihat di sekeliling Alwi terdapat energi negatif, hinga Sifa menawarkan dan berbicara dengan baik-baik pada Alwi karena takut Alwi tidak percaya dengan apa yang di katakannya.
Tapi untunglah Alwi percaya dengan ucapan Sifa karena Alwi sendiri pun mengalami hal yang aneh pada dirinya selama ini.
Malam itu Sifa membawa Alwi ke rumah orang tuanya dan memperkenalkan Alwi kepada ayahnya sebagai tekan kerjanya, bahkan saat pertama bertemu saja ayah Sifa sudah melihat di sekeliling Alwi begitu buram dan suram.
"Astaghfirullah apa yang terjadi pada teman mu ini Sifa? " tanya Ayah nya lembut.
"Entahlah ayah bisa ayah bantu dia? dia sepertinya sedang kesulitan juga dan tak menyadari akan hal ini" ucap Sifa lembut pada ayahnya.
"Baiklah ayah akan mencoba melihat dirinya dulu ya, coba nak pegang tangan ayah" ayah Sifa mengulurkan tangannya di hadapan Alwi dan Alwi langsung menjabat tangan ayah Sifa.
Ayah Sifa memejamkan matanya saat berjabat tangan dengan Alwi, dan beliau seperti melihat sesuatu dari mata batinnya bahkan beliau sampai memiringkan kepalanya saat itu.
"Astaghfirullah nak... apa kamu pernah mejanlin hubungan dengan seorang gadis? " tanya ayah Sifa.
"Iya Pak... beberapa tahun yang lalu saya pernah punya hubungan dengan seseorang" jelas Alwi.
"Apa kau tidak merasa aneh dengan hubungan kalian? " tanya ayah lagi.
"Iya Pak saya merasa saat saya pergi dari dia ada sesuatu yang aneh pada dirinya saya, saya sayang sama dia tapi entah kenapa saya ingin pergi menjauh dari dia hingga itu membuat saya tersiksa hinga saat ini, ada apa memang nya dengan saya ya pak? " tanya Alwi.
"Ya ada orang-orang yang tidak. menyukai kalain bersatu, ada sihir yang membuat kalian akhirnya terpisah sampai sekarang ini, tapi tenang ayah akan bantu kamu agar sihir yang selama ini m mengitari mu ini hilang, tapi ayah ragu untuk gadis itu karena sepertinya ada orang juga yang mengirimkan sihir kepadanya hingga kalian tidak bisa bersama meski kalian saling cinta"jelas ayah Sifa.
"Lalu apa yang harus saya lakukan Pak? " tanya Alwi.
"Ayah akan menyingkirkan sihir dari tubuh mu dahulu, dan bila kalian memang berjodoh bila kamu. bertemu lagi dengannya bawa lah dia kesini ayah akan bantu dia untuk lepas juga dari pengaruh sihir ini" ucap ayah Sifa lembut.
Bersambung.