(SEKUEL PERFECT HUSBAND)
Dave dan Zea yang akhirnya menyatakan perasaan satu sama lain, akan cinta itu berjalan dengan lancar hingga mereka bisa bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khay_Za, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria nakal
Hampir satu minggu Dave dirawat dan hari ini Dave sudah boleh pulang. Tidak banyak yang menjemput Dave kerumah sakit. Hanya Dara dan Davin karena semua orang sedang sibuk. Namun mereka akan berkumpul dirumah Daniel untuk melakukan syukuran atas kepulangan Dave.
Setelah mengantar Dave dan Dara kerumah Davin langsung berpamitan pada Dara. Pria itu pergi ke penjara untuk mengunjungi Richard dan anak buahnya. Semenjak Richard ditahan, Davin belum sempat berkunjung karena harus bergantian menjaga Dave dirumah sakit.
Sesampainya disana, Davin segera turun dari mobil dan masuk ke kantor polisi.
"Gimana apartemen baru lo? Asik gak tinggal disini?" Ucap Davin mengolok membuat darah Richard serasa mendidih menahan amarah.
"Lo berurusan sama orang yang salah. Gue udah pernah ingetin sama lo sebelumnya, tapi lo milih untuk gak peduli dan sekarang lo tau kan akibatnya! Kalo gitu selamat menikmati hari-hari indah didalam sini."
"Lo liat nanti saat gue bebas! Lo orang pertama yang bakal gue cari!" Ancam Richard menunjuk kearah Davin, namun Davin memilih untuk tidak perduli dan tetap berlalu pergi dari tempat itu dengan senyum puas diwajahnya.
***
Dave yang baru pulang langsung pergi berkeliling disekitar rumah. Pria itu sangat merindukan suasana rumah.
"Lho Dave, kok malah disini bukannya istirahat." Tegur Dara.
"Dave bosen bun baring mulu. Lagian Dave kangen suasana rumah, makanya Dave jalan-jalan."
"Berenang aja sekalian, selama.di rumah sakit kan lo gak bisa berenang." Sambung Davin yang baru saja datang.
"Hus....Abang apaan sih, kapan sehatnya kalo dibawa berenang? Oh iya, abang sibuk gak sekarang ini?"
"Enggak bun, kenapa?"
"Anterin bunda belanja ya. Gak banyak sih, cuma mau nyari beberapa bahan yang kebetulan habis. Kalo makanan buat acara entar malam udah bunda pesen.
"Ayo bun, sekalian Davin juga mau ada yang dicari."
"Nyari apa? Pacar?" Sambar Dara membuat Davin tertawa.
"Nyari masalah dia jago bun." Sambung Dave tidak tau menahu.
"Berisik lo ah. Tidur sana." Sahut Davin tidak perduli.
"Dave bunda tinggal sebentar gak apa-apa kan? Kalo mau apa-apa minta tolong aja sama bi Siti ya."
"Iya bunda, lagian Dave udah sehat astaga. Bunda hati-hati ya. Vin temenin bunda belanja yang bener jangan asik jalan sendiri." Ucap Devan membuat Davin serasa ingin memutar bibir adiknya tersebut karena terlalu banyak bicara.
"Ya udah bunda berangkat ya." Dave tersenyum, Dara dan Davin pun pergi meninggalkan Dave di rumah.
***
Zea yang baru saja selesai kuliah tidak berniat langsung pulang. Karena tadi ia tidak ikut menjemput Dave di rumah sakit. Ia akan mampir kerumah Dave terlebih dulu tanpa memberitahu pria itu. Anggap saja ini sebuah kejutan kecil, Zea juga membawa kue kesukaan Dave.
Kurang lebih 50 menit ia naik taksi, gadis itu sampai. Zea buru-buru masuk karena saat itu hujan turun sangat deras.
"Bi, kok sepi bunda mana?" Tanya Zea sambil mengeringkan bajunya yang sedikit basah terkena hujan.
"Bu Dara dan mas Davin belanja mbak. Mbak mau bibi ambilkan handuk buat ngeringkan rambut?" Tanya bi Siti sambil membantu mengelap baju Zea.
"Gak usah bi, paling sebentar juga kering. Oh iya Dave kemana?"
"Mas Dave ada dikamarnya. Mau saya panggilin?"
"Ummmm gak usah deh, biar saya aja yang kesana." Zea lalu pergi menaiki anak tangga berjalan menuju kamar Dave yang berada dilantai dua.
Sesampainya didepan kamar Dave, Zea mengetuk pintu tersebut namun tidak ada jawaban.
"Apa dia tidur?" Ucap Zea bertanya pada dirinya sendiri.
"Masa aku pulang sih? Kan kangen pengen ketemu" Setelah berpikir beberapa saat Zea memutuskan untuk masuk ke kamar tesebut untuk memastikan apakah Dave sedang tidur.
Dan benar saja dilihatnya Dave sedang tertidur pulas. Pria itu bahkan menghidupkan AC sangat kencang padahal saat ini hujan sangat deras dan hawanya cukup dingin. Zea mengambil remote AC dan menormalkan suhu ruangan. Gadis itu berjalan dengan sangat pelan menuju ranjang Dave. Ia tidak ingin istirahat Dave terganggu, namun karena rasa rindu ia mendekati Dave hanya untuk melihat wajah kekasihnya tersebut.
"Hei, kamu lagi mimpiin apa? Bahkan saat tidurpun kamu terlihat sempurna." Ucap Zea berbisik pelan. Gadis itu berdiri sambil bertopang tangan pada kedua lututnya.
"Tidur yang nyenyak sayangku." Ucap Zea lagi, lalu berdiri tegap namun betapa kagetnya Zea saat Dave tiba-tiba bangun dan menariknya hingga Zea jatuh kedalam pelukan Dave. Dengan cepat Zea ingin segera bangun namun tangan Dave mengunci rapat tubuh Zea hingga gadis itu tidak bisa bergerak.
"Katanya kangen, dipeluk kok malah bingung gitu sih?" Kata Dave pelan dengan mata yang masih terpejam.
"Ish kamu, jadi kamu cuma pura-pura tidur?" Tanya Zea merasa dibohongi.
"Tidurlah, baru sebentar malahan aku tidur kamu datang gangguin." Sahut Dave cuek sambil terus memeluk Zea dengan erat.
"Hei....Yang gangguin siapa? Aku bahkan ngomongnya pelan banget nyaris gak kedengeran biar kamu gak bangun." Bantah Zea tidak terima dengan tuduhan Dave.
"Tapi aku tetep kebangun gimana dong? Tanggung jawab pokoknya."
"Tanggung jawab apaan?"
"Tidurin aku."
"Hei kamu, nakal banget sih." Zea langsung mencubit hidung Dave membuat pria itu kesulitan bernafas hingga akhirnya. Bibir Dave menghentikan tangan Zea. Ya, tidak salah lagi. Bibir Dave langsung me*umat bibir Zea. Cukup lama bibir mereka saling beradu melepaskan hasrat yang terpendam, ditambah suara deras hujan membuat suasana kian memanas.
Zea yang kehabisan nafas langsung melepaskan ciuman tersebut. Gadis itu ngos-ngosan membuat Dave tertawa.
"Ini baru namanya nakal. Dan aku suka nakal saat ada kamu disamping aku." Ucap Devan tersenyum nakal membuat Zea mengerutkan kedua alisnya.
"Kamu cowok nakal yang paling aku sayang." Sahut Zea tersenyum.
"Kalo gitu aku mau jadi pria nakal lagi." Dengan sekejap Dave membalik posisi tubuh mereka. Kini Zea berada dibawah Dave.
"K....kamu mau ngapain?" Tanya Zea yang langsung canggung berada dibawah tubuh Dave.
"Mau jadi pria nakal yang kamu suka dan kamu sayang." Sahut Dave menunjukan senyum nakalnya.
"Tap....." Belum selesai Zea bicara, bibirnya kembali dibungkam oleh Dave membuat Zea gelagapan namun tetap bisa mengimbangi permainan bibir Dave. Dave mulai menc*umi leher putih Zea membuat semua bulu kuduk berdiri karena rasa geli yang teramat kuat.
Tidak sampai disitu, Dave pun memberikan sebuah tanda merah dileher Zea seolah tidak perduli dengan bekas yang ditinggalkan. Pria itu terus menerus menyerang leher Zea membuat Zea tidak bisa melakukan hal lain selain merima semua rasa yang diberikan Dave.
Hasrat dan keinginan itu makin menjadi-jadi namun Dave tetap akan menahan diri. Ia tidak akan melakukan hal tersebut sebelum Zea sepenuhnya menjadi miliknya. Ia tidak akan merusak gadis yang ia cintai. Ia seorang pria normal, tentu ia sangat menginginkan hal tersebut. Kalau ia mau bisa saja ia lakukan saat ini, tapi Dave akan terus berusaha hingga waktu itu tiba. Waktu dimana Zea menjadi istrinya.
Bersambung.....
Bibirnya astagaa......❤️❤️❤️❤️❤️
bener gak tuh anaknya Davin ???