Bercerita tentang seorang petualang dengan rank gold bernama Nao atau biasa orang guild petualang menyebutnya dengan nama The Hunter. Nao bertemu dan menyelamatkan seorang gadis naga kecil bernama Anna di Gua yang tempat dia diserang oleh monster yang mencoba memakannya. Hal yang akan membawa kisah tentang seorang petualang dan seorang gadis naga yang menjalani hidup bersama sebagai ayah dan anak perempuan dan petualangan mereka bersama.
Mereka akan bertemu beberapa group petualang lain dan melakukan quest bersama yang dikasih lewat dari guild petualang. Nao dan Anna akan selalu bertemu dengan monster atau manusia yang sangat kuat selama melakuka quest, namun mereka akan bisa menyelesaikan bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saphire Ace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22: A Trial To Become The Hunter Team part 2
Misbel, seorang priest merfolk dengan kemampuan sihir air dan es, akhirnya memulai tes yang diberikan oleh Nao. Nao, seorang petualang berpengalaman, memberikan tiga tugas kepada Misbel sebelum dia bisa resmi menjadi seorang petualang. Pertama, Misbel harus menyelesaikan quest mengumpulkan tanaman obat, yaitu Antidote Herb. Kedua, Misbel akan diajak Nao untuk berburu monster. Terakhir, Misbel akan diwawancarai oleh Gran, pemimpin guild, setelah kedua quest tersebut selesai. Setelah menjelaskan semuanya, Nao meminta Anna, muridnya yang sudah lebih berpengalaman, untuk mengawasi Misbel dalam mencari tanaman obat agar dia tidak salah mengambilnya. Anna merasa senang karena dia merasa diakui sebagai senior oleh Misbel.
Setelah itu, Nao pamit dari mereka berdua karena dia harus pergi ke pandai besi untuk mengambil armor-nya yang sudah diperbaiki. Di guild, hanya tersisa Anna dan Misbel. Anna kemudian bertanya, "Apa kamu sudah siap, Misbel?" Misbel menjawab dengan penuh semangat, "Iya, aku sudah siap, Senior Anna!" Anna merasa malu mendengar panggilan "senior" itu. "Sudah, panggil aku Anna saja," ujarnya. "Kalau begitu, ayo kita mulai menjalankan quest-nya," lanjut Anna. Misbel mengangguk antusias, "Iya, ayo kita lakukan, Anna!" Akhirnya, mereka berdua memulai quest bersama.
---
Anna dan Misbel berjalan menuju hutan di pinggir desa. Anna menjelaskan, "Antidote Herb biasanya tumbuh di dekat pohon besar yang berdaun lebat. Kita harus hati-hati karena kadang ada monster kecil yang bersembunyi di sekitar sana." Misbel mengangguk, mencoba mengingat semua petunjuk yang diberikan.
Setelah beberapa saat mencari, mereka menemukan beberapa tanaman yang mirip dengan Antidote Herb. "Ini dia!" seru Misbel sambil bersemangat. Anna segera menghentikannya, "Tunggu dulu! Itu bukan Antidote Herb, itu Poison Ivy. Kalau kamu menyentuhnya, tanganmu bisa gatal-gatal." Misbel menarik tangannya dengan cepat. "Maaf, Anna. Aku hampir saja salah."
Anna tersenyum, "Tidak apa-apa. Ini bagian dari belajar. Ayo, kita cari lagi." Akhirnya, mereka berhasil menemukan Antidote Herb yang asli. Misbel dengan hati-hati memetiknya dan memasukkannya ke dalam kantung. "Kita butuh sepuluh biji, kan?" tanya Misbel. Anna mengangguk, "Iya, kita sudah dapat lima. Masih kurang lima lagi."
Setelah sekitar satu jam, mereka berhasil mengumpulkan sepuluh Antidote Herb. "Kerja bagus, Misbel!" puji Anna. Misbel tersenyum lega, "Terima kasih, Anna. Aku tidak akan bisa melakukannya tanpa bantuanmu."
---
Sementara itu, Nao tiba di tempat pandai besi milik Sich dan Ruth. Dia hanya menemui Sich yang sedang merapikan senjata. Sich menyapa Nao dan bertanya, "Jadi, bagaimana perkembangan Anna selama seminggu ini menjalankan quest bersamamu?" Nao tersenyum, "Dia sangat cepat belajar dan mudah beradaptasi. Aku bahkan bisa meninggalkannya sendiri untuk menyelesaikan beberapa tugas." Ruth kemudian muncul dari tempat tempaan, "Oh, ada Nao di sini! Halo, Nao, apa kabar?" Nao menjawab, "Halo, Ruth, aku baik-baik saja, terima kasih." Lalu dia bertanya, "Jadi, apa armor-ku sudah diperbaiki?"
Wajah Ruth dan Sich terlihat sedikit sedih. "Iya, armor-mu sudah diperbaiki, tapi tidak sesuai ekspektasimu," jawab Ruth. Nao merasa bingung, "Apa maksudmu, Ruth?" Ruth kemudian mengajak Nao masuk ke dalam tempat tempaannya. Di sana, Nao melihat armor-nya dengan tampilan yang berbeda dari biasanya. "Maafkan aku, aku sudah berusaha sebisaku untuk memperbaikinya, tapi karena bahan utamanya tidak ada, aku hanya menggunakan material seadanya," ungkap Ruth. "Aku juga mengganti beberapa kain yang sudah rusak dengan yang baru," tambah Sich.
Nao mendengar penjelasan itu dan tersenyum. "Tidak apa-apa, aku malah senang armor-ku bisa diperbaiki. Artinya, armor ini sudah melakukan tugasnya dengan baik untuk melindungi pemakainya," ujar Nao. Ruth merasa lega mendengar itu. "Aku juga menambahkan beberapa corak di bagian dadanya sebagai penanda bahwa kamu adalah bagian dari kita, penjaga desa Spira," ungkap Ruth. "Oh iya, aku juga membuat perisai baru untukmu," lanjut Ruth sambil mengambil perisai tersebut dan memberikannya kepada Nao. "Perisai ini hampir mirip dengan perisai lamaku," ucap Nao sambil memegangnya. "Iya, aku masih ingat peralatan yang sering kamu gunakan, Tuan Nao. Aku mencoba membuatnya dengan menggabungkan besi dan batu bara sebagai materialnya agar kuat menahan serangan panas dan hantaman yang keras. Aku beri nama perisai ini Stealth Ray Shield," jelas Ruth dengan penuh semangat.
Nao mencoba menggunakan perisai tersebut. Dia mengayunkannya dan terkejut karena perisai itu sangat ringan dan mudah diubah posisinya menjadi mode pedang berkat roda poros dan pengunci di belakangnya. "Perisai ini sangat efektif, Nona Ruth," puji Nao. "Aku senang kamu menyukainya, Nao," sahut Ruth. Nao kemudian mendekati armor-nya, "Baiklah, aku akan mencoba menggunakan armor ini." Dia memakai armor tersebut dan merasakan betapa ringannya serta fleksibilitasnya dalam bergerak. Nao juga menaruh senjata dan tas kecilnya di tempat biasa di armor tersebut.
Setelah itu, Nao membayar armor dan perisai tersebut dengan 30 silver koin. Dia kemudian pamit dari tempat pandai besi dan menuju guild untuk bertemu Anna dan Misbel. Saat tiba di depan guild, Nao melihat Anna dan Misbel baru saja kembali dari quest mereka. Nao menyambut mereka, dan mereka terkejut melihat penampilan baru Nao. "Ayah, itu kamu?" tanya Anna. "Iya, aku baru saja mengambil armor-ku dari tempat Sich dan Ruth," jawab Nao. Anna sangat kagum dengan penampilan baru Nao. Misbel kemudian mendekati Nao dan memberikan kantung berisi tanaman obat. "Apa ini tanaman yang benar, Tuan Nao?" tanya Misbel. Nao memeriksa isi kantung tersebut dan melihat bahwa Misbel sudah benar mengambil 10 Antidote Herb. "Iya, kamu sudah benar. Kerja bagus, Misbel," puji Nao. Misbel merasa senang mendengarnya.
Anna dengan sombong berkata, "Iya, karena aku yang memandu kamu, Nona Misbel." Nao kemudian mengelus kepala Anna. "Iya, kerja bagus, Anna," ucap Nao. Anna langsung merasa sangat senang karena dielus oleh Nao. Akhirnya, Misbel akan melanjutkan tes dari Nao, yaitu berburu monster bersamanya.
---
Mereka bertiga kemudian menuju ke hutan di sebelah timur desa. Nao menjelaskan, "Di sini, kita akan mencari beberapa Slime. Mereka tidak terlalu berbahaya, tapi tetap waspada." Misbel mengangguk, sementara Anna bersemangat untuk menunjukkan kemampuannya.
Tak lama kemudian, mereka menemukan Slime pertama. Misbel, sebagai priest merfolk, tidak menggunakan senjata fisik. Dia mengangkat tangannya dan mengumpulkan energi sihir. "Water Shard!" seru Misbel sambil melepaskan serangan sihir air yang membentuk kristal es kecil. Kristal itu melesat dan menghancurkan Slime tersebut. "Bagus!" puji Nao. "Tapi jangan terlalu percaya diri. Slime bisa licik."
Mereka melanjutkan perburuan. Dua Slime berikutnya berhasil dikalahkan oleh Misbel dengan sihir air dan esnya. Setelah quest selesai, mereka kembali ke guild. Gran sudah menunggu untuk mewawancarai Misbel. "Jadi, bagaimana pengalamanmu hari ini?" tanya Gran. Misbel menjawab, "Ini luar biasa! Aku belajar banyak dari Nao dan Anna." Gran tersenyum, "Kamu sudah siap menjadi petualang resmi. Selamat datang di guild!"
---
Hari itu berakhir dengan sukacita. Misbel resmi menjadi anggota guild, dan Anna merasa bangga karena telah membantu seseorang mencapai mimpinya. Nao, di sisi lain, merasa lega karena armor dan perisai barunya bekerja dengan sempurna. Dia siap untuk petualangan berikutnya.
"Besok, kita akan mulai quest yang lebih menantang," kata Nao kepada Anna dan Misbel. Mereka berdua mengangguk penuh semangat. Petualangan mereka baru saja dimulai.
Bersambung...
Lalu, kurasa mending Introduce temen2nya ini jangan dinarasikan seperti itu, lebih baik pas ketemu aja nanti si MC ini dengan teman2 setimnya dlu