Indonesia
NovelToon NovelToon
Tak Setara

Tak Setara

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Teen School/College / Murid Genius / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: dah.lah_capek

"TAK SETARA"

Seorang anak lelaki kampung yang mendapat kesempatan sekolah di sekolahan elit bersama anak-anak kolongmerat dengan kebiasaan dan gaya hidup yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya.

cerita ini bermula ketika seorang anak laki-laki bernama apri, yang hidup dalam keluarga yang kurang mampu. dalam keadaan keluarga yang sangat memperihatinkan membuat apri tergerak untuk mencari sekolah gratis, sampai
ketika ia bertemu dengan pamannya yang merupakan saudara jauh dari ibu nya.

menawarkan nya untuk ikut bersekolah di sekolah tempat ia mengajar, kebetulan di sana setiap tahunnya mengadakan program bantuan untuk siswa yang kurang mampu.

karena tempat ia bersekolah dengan rumah nya berbeda kota, membuat apri harus berpisah dengan orang tua nya.
lagi-lagi apri pun di bantu oleh pamannya untuk tinggal di rumahnya.

namun setelah ia tinggal di rumah pamannya ia malah mengalami berbagai kesulitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dah.lah_capek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Ke esokan paginya suasana rumah terlihat suram namun ada hal yang berbeda, kali ini Liska berangkat sekolah barsama Apri yang sebelumnya ia selalu ingin pergi tanpa mau terlihat bersamaan namun kini ia berangkat bersama dengan berjalan berdekatan, "eh Liska?" Apri nampak kaget ketika menyadari ada seseorang di sampingnya yaitu Liska, "heheh" Liska hanya tersenyum dengan wajah memerah yang ia coba untuk sembunyikan supaya tak terlihat oleh Apri jika dirinya tersipu malu.

Mereka berdua berjalan sejajar dengan tempo langkah kaki yang sama, "udah mendingan?" tanya Apri sembari berjalan, "iya, um terima kasih". Jawab Liska sembari tersenyum dengan sikap malu-malunya, melihat Liska yang bersikap tidak biasa membuat Apri menatapnya cukup lama sampai membuatnya berpikir jika Liska ternyata sangat cantik.

"kok cantik banget, apa baru sadar". Gumam Apri dalam hatinya dengan wajah yang ikutan memerah, "eh, kenapa?" Liska menyadari Apri menatap nya cukup lama yang membuat Apri menjadi salah tingkah dan gelagapan di hadalannya. "eng, enggak kok". Mereka berdua berjalan dengan sikap saling canggung dan sama-sama salah tingkah.

Sampai keduanya menjadi terdiam saling memalingkan wajah dan tak tahu harus berkata apa lagi untuk mencairkan suasana, "um, anu". secara bersamaan keduanya hendak mengucap apa yang ingin disampaikan namun karena serempak mereka tak jadi melanjutkan dan malah bertambah salah tingkah.

Membuat Apri dan Liska kembali terdiam tanpa kata sembari memikirkan apa yang terjadi, mengapa rasanya aneh? Kenapa aku menjadi sangat malu? Keduanya bergumam dalam batinnya masing-masing. Tak terasa ribut nan ramai suasana dari jalan raya yang menuju pintu gerbang sekolah menyadarkan keduanya jika mereka sudah sampai dan langsung masuk meuju ke kelas yang sama.

Sesampainya di dalam kelas Sandy sudah ada di tempat duduknya dan memanggil Apri "Apri sini". Sambutnya dengan wajah riang penuh semangat "apa?" tanya Apri dengan wajah datarnya namun, ketika berjalan Apri malah tak sengaja menyenggol Denan yang sedang berdiri di sana membuat Apri dan teman temanya yang melihat hal itu menjadi terkejut namun mereka semua lebih terkejut ketika melihat respon dari Denan "eh, maaf" ucap Denan sembari menoleh ke arah Apri "eh, iya". Apri tak mengira jika Denan akan meminta maaf lebih dulu.

Sedangkan teman-temannya malah berpikir jika Denan menghargai Apri dan tak mau mencari gara-gara dengannya, "Apri hebat". Bisik yang lain dengan suara samar, "penjualan baju kita meningkat 2 kali lipat". Jelas Sandy kepada Apri "oh bagus dong". Membuat Apri menjadi sangat senang ketika mendengarnya. "hahaha" mereka berdua tertawa bersama, dan melupakan apa yang baru saja terjadi.

Pelajaran di hari itu tak ada yang seru dan nampak seperti biasanya membaca, mendengarkan, dan mengerjakan beberapa soal kemudian membahasnya secara bersama. sampai di akhir jam pelajaran yaitu pelajaran Seni rupa semua anak di minta untuk membuat gambar ilustrasi tentang apapun.

"uwah, bagus banget". Sontak Sandy sangat terkejut ketika melihat gambar yang di buat oleh Apri yang sangat bagus dan cukup realistis meski hanya menggunakan sebuah pensil saja. "buatin juga dong". Ucap Sandy meminta di buatkan juga, "20 ribu yah". Jawab Apri dengan memberikan harga "iya deal". Sandy langsung menerima penawaran tersebut dan Apri pun langsung membuatkan gambar untuknya juga.

Selesai dengan gambarnya Sandy langsung bergegas memamerkan hasil gambar itu kepada teman-teman yang lain dengan wajah penuh kesombongan, "wow bagus banget". Mereka semua yang melihat gambar itu menjadi ribut "oh, iya dong". Jawab Sandy dengan penuh percaya diri sembari memamerkan gambar miliknya.

"hebat kan, hebat?, hehehe" ia sampai berlagak Sampai pelajaran di hari itu pun selesai dan bell penanda waktu pulang berbunyi dengan sangat nyaring yang membuat semua siswa dan siswa bersorak sorai layaknya mendapat sebuah kebebasan.

1
Kim_zzt
Bantu follow guys, vote dan like juga, Terima kasih./Whimper/
Kim_zzt
Terima kasih karena telah datang menyapa, meski pada akhirnya kamu pergi tanpa kata.
Kim_zzt
tak ada seorang pun anak yang bahagia, melihat pertengakaran kedua orang tuanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!