Kaizen Alexander Kadheston kehilangan istri tercinta karena kebodohannya sendiri. Kepergian istri bersama keturunan yang belum sempat diketahui, menjadi pukulan telak yang menyakitkan. Bertahun-tahun ia habiskan untuk memperbaiki diri, menjauh dari kenikmatan duniawi. Namun, siapa yang menyangka jika takdir mempertemukannya dengan seorang gadis tunanetra. Gadis tunanetra dengan kemampuan istimewa yang mendatangkan banyak masalah, tetapi Kaizen bertekad melindunginya.
Situasi semakin buruk ketika ia dipertemukan dengan ke-dua darah dagingnya. Perhatian yang diberikan Kaizen pada gadis tunanetra itu membuat kisah kelam di masa lalu kembali mencuat ke permukaan. Hubungan Kaizen dengan anak-anaknya tentu saja semakin berjarak.
Di tengah upaya seorang ayah mendapatkan kembali kepercayaan anak-anaknya, timbul benih-benih cinta yang tidak seharusnya terjadi.
Akankah Kaizen berhasil meyakinkan ke-dua putranya? Dan apakah benih cinta yang sudah terlanjur bersemai, tumbuh dengan subur?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka Shan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
0022. Open up, the truth that was buried for 16 years (Terbukalah, kebenaran
0022. Open up, the truth that was buried for 16 years (Terbukalah, kebenaran yang tertimbun selama 16 tahun)
Cassian Orvel of Icréa dan Clayton Theon of Icréa bukan hanya Ksatria muda yang baru menginjak usia 16 tahun. Mereka adalah jenius yang lahir dari rahim putri kesayangan mendiang Grand Duke Pexley. Pewaris sah atas tahta kekaisaran Robelia, pangeran dari kekaisaran Astoria, serta garis keturunan terakhir dari kerajaan Icréa. Mereka mewarisi darah bangsawan murni dari marga Kadheston dan Pexley, kemudian disokong oleh marga Icréa serta Kwang.
Lewat identitas tersebut, mereka tumbuh menjadi jenius yang sebenarnya. Ketika menghadapi sebuah misteri, mereka memiliki 1001 untuk melakukan investigasi. Sekalipun banyak halangan dan rintangan, bukan berarti semangat mereka akan surut begitu saja. Tanpa bantuan siapapun, mereka berdua bisa menjadi duo jenius yang tidak terkalahkan. Sekarang, Orvel dan Theon justru memiliki supporter baru yang memiliki latar belakang tidak main-main, yaitu purnawirawan Jenderal Cassadin serta purnawirawan Jenderal Claude. Di bawah perlindungan ke-duanya, si kembar bertekad untuk membuka peristiwa besar yang terjadi 16 tahun yang lalu.
Seharusnya hari ini adalah hari pertama Orvel dan Theon bekerja sebagai pengawal Ruby Chevalier. Namun, tiba-tiba saja sang Matahari Kekaisaran harus menghadiri pertemuan penting di Mahkamah Agung Balai Ksatria Kekaisaran Robelia. Gadis tunanetra itu juga ikut bersama sang Matahari Kekaisaran sehingga si kembar di bebas tugaskan.
Tidak mau membuang-buang waktu, mereka kemudian meminta bantuan pada dua purnawirawan jenderal perang Robelia untuk menyinggahi ruang arsip istana. Si kembar yakin seratus persen jika di tempat itu terdapat catatan kerajaan yang mencatatkan terjadinya peristiwa-peristiwa penting.
“Sebenarnya apa yang ingin kalian cari?” tanya purnawirawan jenderal Cassadin yang baru saja selesai bicara pada para penjaga ruang arsip. Sebagai anggota tetap dalam kabinet pertahanan, ia tentu saja memiliki keleluasaan untuk memasuki ruang arsip.
“Kebenaran,” jawab Orvel, mewakili. Pemilik obsidian black eyes itu tampak rupawan dengan pakaian Ksatria era renaisans yang berwarna hitam, lengkap dengan belt serta pedang yang menggantung di pinggang.
Di sisi lain, Theon juga tampil menawan dengan pakaian ksatria era renaisans yang berwarna biru tua. Pedang juga menggantung di pinggangnya.
“Kebenaran? Tentang apa?” kali ini purnawirawan jenderal Claude yang angkat suara. Di sini ia bertugas sebagai pemandu.
“Tentang kelahiran kami,” jawab Orvel dan Theon secara bersamaan.
Dua purnawirawan yang menjadi lawan bicara mereka kompak dibuat terdiam ketika melihat tekad si kembar.
“Bukankah sudah jelas kalian dilahirkan dari pernikahan yang sah antara Elang Muda Kekaisaran dengan Miss Kayena?” purnawirawan jenderal Cassadin mendekati si kembar. Raut wajahnya tampak dipenuhi tanda tanya.
“Kami sudah ada di perut Ibu sebelum pernikahan terjadi.”
Pernyataan yang baru saja diucapkan oleh Orvel tentu saja membuat dua pria tua itu semakin kebingungan.
“Singkatnya, kami bukanlah darah daging Ayah Kaizen,” tambah Theon. “Melainkan pria brengs*k yang saat ini menguasai tahta kekaisaran Robelia.”
Purnawirawan jenderal Cassadin dan purnawirawan jenderal Claude sama-sama tersentak hebat. Mereka hampir saja terkena serangan jantung dadakan setelah mendengar pernyataan tersebut.
“Bagaimana bisa kalian ...” Purnawirawan jenderal Cassadin sampai-sampai kehilangan kata-kata ketika kembali menatap si kembar secara bergantian. “ ... pantas saja kalian sangat mirip Matahari Kekaisaran ketika masih muda.”
“Hm, alih-alih mirip Elang Muda Kekaisaran,” tukas purnawirawan jenderal Claude.
Orvel dan Theon sempat saling tatap untuk beberapa waktu. Rupanya mereka benar-benar seperti kloningan pria itu. Kira-kira, bagaimana perasaan ibu mereka selama 16 tahun ini? Membesarkan dua anak yang begitu mirip dengan penyumbang luka terbesar di hidupnya. Pasti sangat menyulitkan.
Tanpa sadar, perubahan emosi si kembar dapat ditangkap oleh dua orang pria tua yang telah menganggap mereka seperti cucu sendiri.
“Jadi, apa lagi yang ingin kalian ketahui?” tanya purnawirawan jenderal Cassadin seraya menyentuh bahu Orvel. Membuat pemuda itu langsung menatapnya.
“Hm. Kebenaran itu tidak akan mengubah apapun. Kalian tetaplah anak-anak Sir Kaezar sekaligus cucu kami.” Kini giliran purnawirawan jenderal Claude yang bersuara seraya menyentuh bahu Theon.
“Terima kasih, Kakek.”
Orvel dan Theon berucap secara bersamaan. Tindakan tersebut berhasil membuat dua pria tua yang masih terlihat gagah di hadapannya menyunggingkan senyum tipis.
“Sekarang apa yang ingin kalian cari terlebih dahulu? Catatan kerajaan?” tanya purnawirawan jenderal Claude yang kini memimpin jalan.
“Kami butuh banyak informasi serta data-data konkret terkait pernikahan Ibu kami bersama pria itu,” kata Orvel dengan raut wajah serius. “Kami sudah tahu pria itu memiliki wanita idaman lain, tidak lama setelah menikahi Ibu. Akan tetapi, Ibu tetap mempertahankan pernikahannya hingga melahirkan mendiang saudara laki-laki tertua kami.”
Dua pria tua yang kini menjadi penghubung mereka menuju kebenaran menganggukkan kepala dengan ringan secara bersamaan. Walaupun tidak dekat dengan mantan Ratu, mereka dekat dengan Raja Robelia serta Elang Muda Kekaisaran. Peristiwa besar yang terjadi di istana pun tidak pernah luput dari perhatian mereka.
“Lalu, apa alasan yang akhirnya mendorong Ibu untuk berpisah dengan orang itu?” Kali ini Theon yang mau dan buka suara. Raut wajahnya juga tidak kalah serius. “Ibu bahkan menyembunyikan keberadaan kami.”
Purnawirawan jenderal Cassadin dan purnawirawan jenderal Claude sempat saling tatap, sebelum salah satu di antaranya pergi ke arah rak-rak kayu berisi arsip-arsip penting. Sedangkan satunya lagi tinggal untuk menjawab pertanyaan si kembar.
“Kebenaran yang sebenarnya mungkin hanya diketahui orang tua kalian serta beberapa orang terdekat mereka. Di sini Kakek hanya akan memberikan informasi yang Kakek ketahui.”
Purnawirawan jenderal Cassadin yang tinggal bersama si kembar akhirnya buka suara. Ia mungkin tidak merangkum semua kebenaran tentang peristiwa bersejarah di masa lalu, tetapi setidaknya ia bisa memberikan beberapa informasi penting.
“Awalnya hubungan Yang Mulia Raja Kaizen dengan Miss Kayena baik-baik saja. His Majesty memang mengangkat wanita lain sebagai Selir Agung, tetapi tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang suami. Setidaknya itulah yang dilihat semua orang. Hanya saja selama masa kehamilan anak pertama, His Majesty terlalu sibuk dengan selirnya hingga melupakan Miss Kayena.” Purnawirawan jenderal Cassadin mulai bercerita. Sorot matanya tampak menerawang jauh.
“Pukulan paling menyakitkan yang diterima Miss Kayena adalah ketika Pangeran Carcel menghembuskan napas terakhirnya. Di saat-saat krusial seperti itu, His Majesty tidak ada di sisinya. Dari pernyataan para pelayan, Kapten Kaelus harus pergi ke istana Barat terlebih dahulu untuk menjemput His Majesty yang tengah bersama Selir Agung Katarina. Jika malam itu Kapten Kaelus tidak pergi, mungkin His Majesty tidak akan mengetahui kepergian putranya.”
Orvel dan Theon yang terikat secara batin, sama-sama merasakan gejolak emosional yang menyesakkan dada. Mendengarnya saja, mereka sudah bisa membayangkan rasa sakit yang dirasakan ibu mereka.
“Semenjak kematian sang pangeran, kehidupan Miss Kayena berubah drastis. Selama satu tahun masa berkabung, Miss Kayena menjauh dari kehidupan sosial dan lebih sering menghabiskan waktunya di katedral. Di sisi lain, His Majesty semakin terang-terangan memberikan kewenangan pada Selir Agung Katarina. His Majesty bahkan menyelewengkan noblesse oblige demi memeringati hari kelahiran selirnya, padahal hari itu adalah peringatan satu tahun kematian Pangeran Carcel.”
Gila. Orvel dan Theon setuju jika pria yang merupakan ayah kandung mereka adalah pria gila. Menyelewengkan noblesse oblige yang merupakan kewajiban para bangsawan dan biasanya telah diperkuat oleh undang-undang kerajaan. Seorang pemimpin negara, kekaisaran, lembaga-lembaga negara, partai politik, sampai kemasyarakatan biasa disebut Noble man. Bagaimana mungkin seorang Noble man sepertinya menyelewengkan noblesse oblige demi kegiatan yang tidak penting? Orvel dan Theon benar-benar tidak habis pikir.
“Bagaimana bisa Ibu kita menikah dengan pria brengs*k yang tidak bertanggung jawab seperti pria itu, Kak?” tanya Theon, setengah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
🌞🌞
TBC
Note : karena Kaezar & Kayena bukan bangsawan Robelia lagi, maka mereka hanya boleh dipanggil dengan embel-embel Mr/Sir atau Mrs/Miss.
Semoga suka. Jangan lupa dukung Author dengan cara tonton iklan sampai habis, like, rate 5 bintang, komentar & follow Author supaya tidak ketinggalan informasi 🥰
Sukabumi 23-02-24
makannya wajar klo orang pasti salah paham( apalgi anaknya)