Indonesia
NovelToon NovelToon
Penduduk Asli Dunia Lain

Penduduk Asli Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mujahid Al Fattih

Rewrite / Revisi alur dulu.

Yuno, seorang bocah laki-laki pemilik sihir yang dianggap paling lemah, yaitu sihir angin.
Dia tak memiliki keunikan lain selain mendapatkan sihirnya lebih cepat tiga tahun dari yang seharusnya.

Meski sihirnya lemah dan sering diejek, dia tak memedulikannya karena memiliki tujuan yang mulia, yaitu menjadi pahlawan. Dia juga sangat mengagumi para pahlawan.

Tapi, kekaguman itu dibuat runtuh ketika dirinya melihat sendiri bagaimana pahlawan yang dikaguminya berbuat hal yang berkebalikan dengan gelar yang disandang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mujahid Al Fattih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bantuan... atau Kehancuran?

Di waktu sore tersebut. Trio cilik masih berjalan ke toko yang dituju. Perjalanan mereka hening. Tak ada yang membuka topik sama sekali. Hingga Yuno mulai bertanya kepada Kira, datar seperti biasa, "Kira."

"Apa?" sahutnya.

"Kenapa kamu ingin kita mencuri makanan di toko roti itu? Bukannya masih banyak toko makanan lain?"

"Ohh... Itu karena rotinya enak... Eh— bukan begitu. Maksudku, karena dia telah berbuat semena-mena pada kita. Jadi ini bisa disebut balas dendam."

Karin menyahut, sambil menatap datar seolah lelah dengan jawaban kakaknya yang absurd, "Apanya yang semena-mena...? Dia cuma menjaga dagangannya. Itu saja."

"Ta-tapi.. dia tidak mau berbagi dengan anak-anak seperti kita. Dia kikir. Itu yang membuatnya pantas mendapatkan balas dendam dari kita," balas Kira, berusaha menjelaskan pada adiknya.

"Aku setuju," jawab Yuno, singkat.

"Kan?!" balasnya cepat sambil menoleh ke arah Yuno.

Ia kembali berpaling ke arah Karin, "Lihat, Karin. Yuno saja setuju denganku."

Yuno membalas, "Tidak. Sebenarnya aku setuju pada Karin."

"Ehh..?!"

Karin dengan ekspresi sedikit mengejek berkata, "Hehee.. Tuh, kamu dengar sendiri."

"Oh, ayolah..." rengek Kira.

Yuno pun berinisiatif mengajak mereka ke tempat lain, "Gimana kalo kita ke toko yang lain aja? Kalau tak salah ingat, ada toko daging di dekat air mancur."

Kira dan Karin menoleh. Mereka seperti tertarik dengan hal itu.

Karin berpikir sejenak kemudian bertanya, "Air mancur...? Maksudmu Air Mancur Nawari?"

"Bukan, yang satunya, di kota bagian barat."

"Di barat...? Oh! Air Mancur Nawada?"

"Benar. Katanya, ada daging panggang atau bakar yang lumayan terkenal di sana."

"Daging?!" sela Kira tiba-tiba. Matanya yang berbinar dan mulutnya sedikit mengeluarkan air liur menunjukkan bahwa dirinya sangat menginginkannya.

Ia langsung berucap dengan antusias, "Ayo kita ke sana!"

Mereka pun memutuskan untuk pergi ke sana. Mereka berjalan menuju tempat tersebut yang berada di bagian barat kota, jauh dari peperangan di kota bagian tenggara.

"Oh, iya. Aku juga dengar, penjaga tokonya orang yang baik. Dia kadang suka berbagi makanannya pada orang lain," ucap Yuno di sela-sela perjalanan.

Hal itu semakin membuat Kira bersemangat dan menyuruh Yuno cepat-cepat untuk membawa mereka ke sana.

Setelah perjalanan yang cukup panjang, mereka akhirnya tiba di sana. Mereka disambut baik oleh pedagang toko yang seorang ibu-ibu. Ia bahkan memberikan beberapa tusuk daging bakar pada mereka. Ia memberikannya karena melihat mereka yang lucu.

Meskipun mereka sangat jarang mandi, tapi mereka selalu menjaga penampilan mereka, khususnya wajah. Biasanya Yuno membantu untuk membersihkan dari debu dengan sihir anginnya.

Beberapa orang terkhususnya perempuan memang tidak ikut dalam perang di perbatasan, itu sebabnya masih ada beberapa orang yang tinggal di beberapa tempat.

Namun, mereka tetaplah khawatir akan masa depan yang tidak bisa ditebak. Perasaan gelisah selalu muncul, rasa takut akan kematian selalu mengganggu, pikiran pun dipenuhi dengan berbagai tanda tanya.

Dari semua hal itu, mereka telah memutuskan untuk berusaha hidup seperti biasa, meskipun dunia mengingatkan bahwa mereka masih dalam bahaya.

Tak terasa. Malam mulai mengintai, perasaan takut kembali memenuhi langit-langit pikiran. Dan trio cilik, setelah makan, mereka berterima kasih dan akhirnya memutuskan untuk segera pulang. Karena pada akhirnya, bagi semua orang, rumah adalah tempat paling aman dan nyaman.

Namun sebelum mereka pulang, dari arah tembok barat kota, beberapa orang berlarian. Perempuan dan anak-anak berlari secepat yang mereka bisa, dan para orang tua berusaha sekuat tenaga. Sebagian memang terlihat menangis dan ketakutan, namun kebanyakan dari mereka terlihat pucat. Bukan karena kelelahan, melainkan ketakutan dan kekecewaan yang benar-benar jadi kenyataan.

"Apa yang terjadi..?" tanya Yuno pelan, "Apakah ada monster iblis dari sana?"

"T-tidak..." jawab Karin yang mulai takut dengan suara gemetar, "Seharusnya... Tidak ada monster iblis di sana, karena itu jalur tercepat menuju kerajaan..."

Kira berucap setelah sesuatu terlintas di pikirannya, ia juga ketakutan, "K-kalau begitu... itu berarti..."

"Bohong..." gumam Yuno, "Tidak mungkin, kan...?"

Meskipun Yuno juga mulai merasa takut, namun aneh, wajahnya tetap tanpa ekspresi.

Ketakutan memeluk erat ketiganya. Dada terasa sesak, napas pun tertahan, seakan satu detik saja cukup untuk meruntuhkan keberanian yang tersisa. Pandangan mereka saling bertaut tanpa kata, namun pikiran tertuju pada kesimpulan yang sama. Sebuah kemungkinan yang tak ingin mereka akui.

Sesuatu telah terjadi. Sesuatu yang seharusnya tidak terjadi.

Dalam hati, seolah terhubung tanpa perlu suara, kata yang sama terpikirkan oleh mereka, "Apakah itu... Pahlawan…?"

1
UpinSugma
Nah, ini baru kerasukan setan perpus🗿😂
UpinSugma
Diroasting depan muka🤣
UpinSugma
Wkwk, dah ngantuk sebelum pergi🗿
UpinSugma
Remaja? Wali kelas?
UpinSugma
Apa-apaan ini rek?🤣🗿
UpinSugma
Momen langka lagi😌
UpinSugma
G-Gaara?! Dan... kutukan keabadian?!💀😏
UpinSugma
What?! Jadi... apa dia abadi?!💀😏😁
UpinSugma
Noooo...! Sedih banget...!
UpinSugma
No... Paman Owen...
UpinSugma
😂😂😂
UpinSugma
Masih aja😂🤣
UpinSugma
Kuatin lagi gapapa. Biar balas dendam🤣🙏
UpinSugma
Kalo mau jujur ya pilih-pilih kata juga lah, jangan asal ceplas-ceplos gitu😂🙏
UpinSugma
Soan sekali Anda wahai Kira🤣🤣
UpinSugma
😂😂😂
UpinSugma
Tadi ketakutan, pas denger makanan langsung berubah😂🤣
UpinSugma
Dunianya lagi di ambang kehancuran? Wah, bikin penasaran gak sih?🤭😏
UpinSugma
Miralyn: Maaf kalo ayangmu gw pukul lagi🤣🤣🤣🙏
UpinSugma
malah nambahin kata tu Ryuto🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!