Instagram: lonycamajesty
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIMS OFFICIAL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku lawanmu!!
“Yahh, kami berniat membawa kembali Tsubaki” Yamaguci terlihat dengan wajah senang, “Sudah 1 bulan kita tidak bertemu, ternyata Tsubaki-kun harus pergi” ujar Azumi tertawa kecil.
“Akari, beberapa hari lalu buronanmu naik” lapor Sanoken sambil memberikan poster buronan Akari, “NANI?!!” Akari terkejut dengan jumlah buronannya itu.
“Yang lain juga” tambah Sanoken, “Wahh aku jadi 150 juta” Azumi terkekeh dengan yang dia lihat, “Wah naik, 170 juta” Misae tertawa.
“Aku jadi 320 juta” lapor Tsuzori, “Aku 430 juta” lapor Daisuke, “550 juta, tidak buruk” Asato merasa senang.
“Akari, kau berapa?” tanya Tsuzori, “EHH?!!” mereka terkejut dengan poster buronan Akari yang jumlahnya cukup tinggi.
“7-700 juta” gumam Tsuzori tanpa sadar, “Heh, aku tidak banyak melakukan kejahatan apapun. Tapi kenapa harus sebesar ini” keluh Akari dengan wajah lesu.
“Bukankah seharusnya kau senang?, aku bahkan masih 800 juta” tanya Yamaguci, “Baiklah aku akan senang” jawab Akari.
“Oi” teriak seseorang dari belakang mereka. Mereka berbalik, “Crystal 80” eja Akari ketika melihat nama kapal mereka.
Kapal itu dengan cepat memotong kapal mereka, “Nani?!” mereka bingung. Seorang gadis cantik turun, “Kau?” mereka bingung.
“Tenanglah, namaku Genryu Hajiryu” gadis tinggi berambut pink itu memperkenalkan dirinya, “Nani, wajahnya sangat mirip dengan wajah Tsubaki-san” ujar Misae.
“Tentu saja, aku adalah kakaknya” jawab Hajiryu, “Oi, Hajiryu apa kau sudah gila? kau mempermalukanku” seorang pria berambut hijau tiba-tiba muncul dari bawah laut.
“Kau sendiri yang mempermalukan dirimu, jadi jangan salahkan aku” jawab Hajiryu, “Siapa dia?” tanya Misae penasaran, “Ahh dia Dachiji” jawab Hajiryu.
Dachiji menatap kearah gerombolan gadis, “Woahhh, ternyata kalian punya gadis-gadis cantik” teriak Dachiji terbang kearah mereka.
“Hehh, jika dilihat sepertinya dia lebih muda dari Tsubaki-san” gumam Akari menebak.
“Ohh astaga, kau gadis 'Si Penyerap Energi'. Kau memakan buah iblis yang diberi nama 'Masu no Mi' bukan?” Hajiryu menyadari keberadaan Akari.
“Ahh iya, ternyata Hajiryu-nee-sama mengerti tentang buah iblis” jawab Akari tertawa kecil.
“Tunggu, gadis pemakan 'Masu no Mi'?” Dachiji tiba-tiba merasa mengingat sesuatu. Dia berbalik untuk melihat wajah Akari yang membuat dia penasaran.
“K-kau, kau..” dia begitu terkejut dengan yang dia lihat, Dachiji juga memegang poster buronan Akari yang jumlahnya mengejutkan.
“Kenapa kau mirip Ahiru-san?” tanya Dachiji heran. Fisik wajah Akari memang mirip sekali dengan wajah Ahiru— ibunya.
Akari tidak memberitahukan nama ayah dan ibunya kepada teman-temannya selama ini.
Yang tahu hanya beberapa orang saja, “Aku setuju, setelah menatap wajahmu sedikit lama, aku seperti melihat bayangan wajah Ahiru-san di dalam dirimu” Hajiryu setuju.
“Hmm, aku jadi curiga dengan pendapat Dachiji-sama. Kau tidak pernah memberitahu siapa ayah dan ibumu” ujar Asato.
“O-oi, jangan asal menebak” jawab Akari dengan gugup lalu membelakangi mereka. Dia sempat keringat dingin, “Kalau boleh tahu, siapa nama lengkapmu?” tanya Azaraya, “Akari Suyhifang” jawab Akari. Hajiryu dan Dachiji terkejut.
“Ahiru-san menikahi seorang pria asal Hoshigakure, dan pria itu memiliki klan yang sama denganmu” ujar Dachiji.
Beruntung mereka tidak menggunakan baju pangkat mereka, dan bahkan tidak menggunakan ikat kepala mereka.
Karena jika mereka menggunakannya, Hoshigakure jadi incaran. Itulah kenapa mereka tidak tahu mereka dari mana.
“Hmm, seingatku Asahi-sama pernah menyebutkan tanda segel orang-orang yang berasal dari klan Hamari” ujar Daisuke.
“Nante itai, aku lupa aku punya tanda segel milik Okaasan. Dan tanda segel itu ada di dahi yang selalu kututupi perban ” pikir Akari semakin berkeringat dingin.
“Benar, Otoo-sama pernah menceritakan hal itu padaku. Akari-san, kau kan selalu menutupi wajahmu dengan poni panjang, bisakah kah kau menyingkirkannya sebentar?” tanya Azumi bijak pada Akari yang membalikkan badannya.
“H-hai” jawab Akari tersenyum paksa pada mereka. Akari menyingkirkan poni panjangnya, “Perban?” Tsuzori terkejut melihat dahi Akari yang ditutupi perban.
“Anu, ini lukaku saat perang. Jadi ini bisa kusebut aib karena tidak bisa melawan musuh” jawab Akari berbohong.
“Akari, kau memang pandai berbohong. Tapi untukku itu tidak bekerja” ujar seseorang dari dalam tubuhnya, “Urusai Akira, beruntung kau di dalam tubuhku. Kalau tidak aku bisa saja menghajarmu didunia nyata” balas Akari melalui batinnya.
“Ahh sudahlah, kami harus pergi. Tsubaki sebentar lagi akan menikah, jadi kami harus menyiapkan segala sesuatu” Hajiryu mengembangkan sayap kupu-kupunya.
“Chottomattekudasai, menikah?!” tanya Odara terkejut, “Benar, itulah kenapa kami menjemputnya” jawab Dachiji.
“D-dia tidak mengatakan itu pada kami” gumam Araya sedikit ragu, “Kalian memang bangsawan yang ahli teknologi, kuat karena teknologi” simpul Daisuke.
“Hajiryu-sama” panggil Akari. Dia mendekat lalu membisikkan sesuatu pada Hajiryu. Setelah itu Hajiryu mengangguk tanda mengerti. Hajiryu dan Dachiji kembali berlayar menuju lautan lain.
“Kita menuju Negri Sakura, kembangkan layar” perintah Yamaguci, “Sebaiknya sebelum sampai disana, kita buat strategi” ujar Akari pada mereka.
Mereka berkumpul.
“Aku tidak yakin Tsubaki-san akan mau kembali pada kita. Karena semenjak awal aku melihat wajahnya, dia mempunyai masalalu buruk yang berhubungan dengan kebencian yang mendalam” ujar Akari.
Mereka terkejut, “Yamaguci-san, apa pertemuan pertama kalian ada di restoran pulau pohon?” tanya Akari, “Bagaimana kau bisa tahu?” Kenzo terkejut, “Itu rahasia” jawab Akari memejamkan matanya.
“Lalu apa yang akan kita lakukan?” tanya Kirara, “Biar aku, Kirara-neesan, dan Yamaguci-san yang menjemputnya. Ingat, Asato dan Daisuke menyusup keistana mereka. Yang lain kalian tunggu di kapal” jelas Akari dengan tegas.
“Kenapa begitu?” tanya Azumi, “Asato dan Daisuke ke istana itu bukan untuk mencuri melainkan menguping pembicaraan yang ada. Tentang pernikahan ini, dan di lakukan dengan siapa” jawab Akari.
“Jadi kenapa kita juga harus mencari Tsubaki-kun?” tanya Kirara, “Lihat saja nanti” jawab Akari tersenyum simpul.
“Tepat ketika malam, aku mau kalian berkumpul di tempat ini” Akari menunjuk ke peta yang ada dimeja.
“HAI” jawab mereka serentak.
Sementara Tsubaki...
“Aku akan kembali kepada teman-temanku setelah pesta teh itu selesai” ujar Tsubaki sambil mengelak serangan ayahnya, “Kalau kau bertindak seperti itu, kau sama dengan mengkhianti keluarga Mother” jawab ayahnya marah.
“Aku tidak peduli” bentak Tsubaki. Ayahnya yang bernama Genryu Haroji, “Kau adalah anakku yang telah kembali, dan aku tidak akan membiarkanmu pergi” tegas Haroji.
“Berhenti mengakuiku sebagai anakmu, kau bahkan tidak pernah menganggapku sebagai anakmu” jawab Tsubaki marah.
“Apa kau terus mengingat masalalumu?” teriak Haroji marah, “KAU SELALU MEMBENCIKU, BAHKAN SAMPAI OKAASAN MENINGGAL KAU BAHKAN TIDAK MENYAYANGIKU. AKU BAHKAN LEBIH BAHAGIA BERSAMA TEMAN-TEMANKU DIBANDINGKAN BERSAMA KALIAN!!” Tsubaki tidak kalah marah.
“Aku lebih senang jika yang dinikahkan bukan aku” gumam Tsubaki.
Sementara Akari...
“Akari, aku mendengar mereka akan menikahkan Tsubaki-san dengan salah satu putri anggota bajak laut Mother ” lapor Asato melalui alat penghubung di lehernya.
“Pemilik restoran di Pulau Pohon adalah sandera ayahnya, jika Tsubaki-sama tidak menurut maka pemilik restoran itu akan dibunuh” tambah Daisuke.
“Aojin-sama, bisakah kau menuju pulau pohon itu bersama Kuuja-neesan. Gunakan kemampuan tangan Kuuja-neesan untuk terbang sampai kesana” ujar Akari yang terus berlari menuju Kerajaan Crystal.
“Apa tidak ada orang lain yang menjadi rekanku ?” tanya Aojin, “Kuuja-neesan bisa membentuk kemampuan tangannya menjadi sayap, jadi itu mungkin bisa menjadi sayap” jawab Akari berpura-pura bodoh.
“Yah, baiklah. Beri kami waktu untuk sampai kesana sekitar 1 jam, pulau Pohon cukup jauh ” jawab Kuuja pada Akari.
“Hai” mereka terus berlari menuju Istana. Perjalanan dari Dermaga ke Istana memakan waktu 2 jam perjalanan.
“Kirara, apa benar ini jalan yang benar?” tanya Yamaguci sambil berlari, “Ini jalan yang benar dan sesuai di peta” jawab Kirara dengan yakin.
“Akari sekarang mereka menaikki kereta kuda, aku tidak tahu tujuan mereka kemana ” lapor Asato melalui alat penghubung.
“Arah?” tanya Akari, “Mereka menaikki kereta kuda itu arah jarum jam 3 dari Istana ” jelas Daisuke dengan lengkap.
“Berhati-hatilah Akari, Tsubaki-san kelihatan berubah. Aku tidak tahu apa yang direncanakan oleh keluarganya, namun wajahnya kelihatan seperti membenci nama 'Bajak Laut' ketika seorang penjaga menyebutnya ” pesan Asato memperhatikan apa yang tadi terjadi.
“Hai” jawab Akari, “Aku yakin dia seperti itu, bukan karena perasaannya tapi demi menyelamatkan kami ” pikir Akari.
Beberapa saat setelah itu...
Mereka sudah hampir sampai di depan Istana, namun kereta kuda milik kerajaan Crystal 80, “Oi, Tsubaki” teriak Yamaguci senang ketika melihat kereta kuda itu.
Tsubaki mendengar suara itu, “Sungguh temanmu itu memang keras kepala” ujar kakaknya bernama Noji, “Mengejutkan sekali” balas ayahnya yang duduk di depan mereka.
“Berhenti!!” perintah Tsubaki. Karena kereta itu berhenti, Kirara dan Yamaguci tentu saja ikut berhenti.
Tsubaki turun, “Pergi, dasar kalian bajak laut rendahan” usir Tsubaki dengan kasar, “TIDAK!!” teriak Yamaguci marah.
“Aku sudah muak” jawab Tsubaki, sementara saudaranya Dachiji, Noji, dan Hanji menatap wajah Kirara yang cantik.
“AKU BILANG PERGI” Tsubaki menendang Yamaguci, dia tidak berhenti. Kirara terkejut, “Tsubaki-kun hentikan!!” teriak Kirara terkejut.
“PERGI!!”, “AKU MENOLAK!!” Yamaguci tidak membalas segala serangan Tsubaki. Yamaguci merupakan manusia karet, jadi dia tidak akan membalas serangan itu.
“CUKUP TSUBAKI-KUN” teriak Kirara menangis. Ketika Tsubaki hendak menendang Yamaguci, kilat hitam dengan cepat menghantam Tsubaki.
Tsubaki terlempar, “Apa kau tidak dengar yang Kirara-neesan katakan?” tanya suara itu. Ternyata itu Akari yang meninggalkan mereka sebentar untuk menemui Asato dan Daisuke yang sudah menyusup tadi.
“A-Akari-chan” Tsubaki terkejut. Saudara-saudara Tsubaki semakin bersemangat melihat wajah cantik Akari.
“Kau menganggap kami bajak laut rendahan, tapi kalian para bangsawan lebih rendahan” Akari menyindir dengan keras walau nada bicaranya dingin dan penuh permusuhan.
Akari membantu Yamaguci yang babak belur, “Kalau kau memang ingin bersama mereka, tidak perlu memperlakukan kapten kami dengan kasar” Akari menuturkan nasihat-nasihat menyakitkan.
Wajah Tsubaki berubah. Kirara mendekatinya lalu, “PLAK” Kirara menampar Tsubaki dengan marah, “Maafkan kami karena sudah membiarkan kapten kami ceroboh” Kirara menitikkan air matanya karena merasa sakit hati.
“Dan untuk anda, Haroji-sama” panggil Akari pada ayah Tsubaki yang sedari tadi hanya membiarkan Tsubaki memukuli kaptennya.
“Anda sangat memalukan, Ahiru-sama sudah pernah memperingatkan anda untuk mengajarkan anak anda bersikap sopan” ledek Akari dengan nada dingin.
Tentu saja Haroji terkejut. Pesan dari Ahiru merupakan pesan pribadi yang tidak pernah orang ketahui, “Tsurazumi-sama sangat sedih ketika melihat putra ketiganya bersikap seperti ini pada orang yang sudah melindungi dirinya” tambah Akari.
Tsubaki hanya bisa menyesal dalam hati. Dia melakukan itu bukan karena keinginannya, tapi karena dia ingin melindungi teman-temannya itu.
Akhirnya Tsubaki masuk ke kereta, lalu kereta itu kembali berjalan. Yamaguci masih memiliki tenaga untuk berteriak, “Oi Tsubaki, jangan dengarkan kata-kata mereka. Aku akan tetap menunggumu disini” teriak Yamaguci sambil tersenyum.
Sementara saudara-saudara Tsubaki hanya tertawa melihat hal itu, “Yamaguci, Kirara-san, Akari-chan, gomenasai ” batinnya menitikkan air matanya.
Beberapa menit setelah itu...
Dari kejauhan terlihat pohon raksasa super besar beserta beberapa orang-orang aneh lainnya mendekat kearah mereka.
“Sepertinya ada yang tidak beres” ujar Akari. Beruntung Asato dan Daisuke ada disitu untuk membantu, “Aku setuju” balas Asato.
“SERANG” teriak pohon itu, “Aoi inazuma” gumam Akari mengeluarkan petir ditangannya, “HIKEN” teriak Asato meninju beberapa orang itu dengan tinju apinya.
“Gomu” gumam Yamaguci meniup tangannya sampai membesar, “Inazuma no uzu” Kirara menyiapkan tongkat petirnya.
“Akari urus pohon, kita urus orang-orang tinggi ini, jangan ada yang terluka” perintah Yamaguci dengan bijak.
“Tumben sekali Yamaguci-san bertindak bijaksana, biasanya selalu menyusahkan. Nante itai ” pikir Akari terkekeh.
Satu persatu musuh mereka tumbang, jumlahnya cukup banyak. Bisa dikatakan mereka sebanyak 1000 orang sedangkan Yamaguci dan krunya di tempat itu hanya berlima. Lebih parahnya, badan mereka berukuran raksasa dan sangat tinggi.
“Kalau terus begitu, tidak akan ada habisnya” ujar Akari mulai kesal. Dia menggunakan segel di telapak tangannya, yang dipercaya merupakan segel Otsunamiki.
“Akutibu” gumam Akari. Sekitar bagian kanan tubuhnya, dipenuhi tato hitam yang bergelombang, “ĀSUSHĪRU” teriak Akari mengaktifkan segel terlarang.
Segel ini memanfaatkan dataran bumi. Datarannya akan terbelah menjadi 2, dan belahan dataran itu akan mengisap targetnya, lalu mengunci kembali.
Namun, mengaktifkan segel ini memerlukan energi sangat banyak, dan yang mengaktifkan segel ini hanya orang-orang yang memiliki segel Otsunamiki.
“JANGAN AKARI” teriak Asato khawatir, namun itu sudah terlanjur. Seluruh musuh mereka masuk ke dalam belahan dataran itu.
“KĪ” teriak Akari, lalu datarannya tertutup. Ini pertama kalinya Akari menggunakan teknik itu. Teknik ini berbeda dengan teknik penghangcur alam, penghancur alam berasal dari klan Suyhifang. Sedangkan Segel bumi khusus keturunan Otsunamiki.
maklum biasa lihatnya cuman yg chibi maruko chan yg udah dialih bahasa 🤣🤣🤣