Indonesia
NovelToon NovelToon
Satu Imam Dua Makmum

Satu Imam Dua Makmum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Adiba Aza hra

Bagi Azam, satu-satunya wanita yang berhak bersandar di bahunya hanyalah Aira Humaira, istri sekaligus sahabat sejatinya.Namun, sebuah kesalahan yang tak di sengaja.kini berubah menjadi hantu yang menuntut penebusan. Safira kini hidup sebatang kara dan hidup menderita akibat kelalaian Azam. Ketika uang tak lagi mampu membasuh rasa bersalah, Aira justru menyodorkan madu pernikahan sebagai jalan keluar."Aku ikhlas, Mas..." kata-kata Aira terdengar tegas, meski hatinya sendiri hancur.Terjebak di antara tuntutan istri yang dicintainya dan penolakan hatinya untuk mendua, keputusan apa yang akan diambil Azam? Siapkah Aira menyaksikan suaminya bersanding dengan wanita lain, ketika ego dan rasa bersalah bertabrakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adiba Aza hra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 Vila untuk Aira

Aira membulatkan kedua matanya. Di hadapannya kini berdiri sebuah vila megah dengan tiga lantai. Halamannya sangat luas, dilengkapi kolam ikan yang panjang serta beberapa air mancur. Ada beberapa baris bunga mawar yang ditanam rapi, sebuah kursi putih panjang di halaman, dan satu meja putih berukuran sedang.

"Sayang, kamu suka?" tanya Azam lembut.

"Mas, ini...?"

"Mulai sekarang, vila ini untuk kamu, Sayang," kata Azam lembut.

Aira menoleh ke arah sang suami.

"Kamu serius? Ini...,"

Azam mengangguk lalu mengajak Aira masuk.

"Iya, Sayang," kata Azam sembari tersenyum.

"Makasih..." kata Aira kembali menangis bahagia.

"Sama-sama, Sayang," kata Azam.

"Aku boleh keliling gak? Yuk, temenin aku," ajak Aira senang.

Azam mengangguk.

***

Aira menatap takjub ke sekeliling bagian dalam vila. Di lantai satu, ada ruang makan yang luas, bioskop pribadi, ruangan untuk olahraga, dan empat kamar pembantu yang letaknya tidak jauh dari dapur basah.

Aira berjalan ke halaman belakang. Di sana terdapat kolam renang yang cukup panjang namun tidak begitu luas, karena kolam itu memang dirancang sebagai hiasan agar vila terlihat semakin asri.

"Di belakang vila ini ada danau," kata Azam sembari menunjuk ke arah jalan yang berada di balik vila.

Aira mengangguk, lalu mereka beralih menuju lantai dua.

"Waww!" kagum Aira saat melihat taman kecil yang dilengkapi dengan air mancur di lantai tersebut.

Mereka kembali menelusuri lantai dua.

"Di sini juga ada perpustakaan pribadi untuk kamu, dapur pribadi, dan ruang privat khusus buat kamu," jelas Azam saat mereka berada di dalam ruang perpustakaan pribadi Aira.

"Oh, ya?" kata Aira takjub.

Azam mengangguk.

"Di lantai dua ini juga ada tiga kamar tidur, ruang TV, dan ruang keluarga."

***

Setelah puas menelusuri lantai dua, mereka melanjutkan langkah ke lantai tiga.

"Di sini ada kolam renang khusus untuk kamu, serta taman yang tak kalah luas dan indah. Di lantai ini hanya ada satu kamar, yaitu kamar ka...?"

"Kamar kita!" sahut Aira cepat.

Azam mengangguk.

"Ya, kamar kita," kata Azam yang tiba-tiba menggandeng erat tangan Aira.

"Ikut aku ke balkon, yuk," ajak Azam yang langsung diiyakan oleh Aira.

"Mas," kata Aira takjub.

Dari atas balkon, mereka bisa melihat danau dan indahnya alam sekitar.

"Cantik..." kata Aira takjub.

Azam membawa Aira untuk duduk di kursi dan meja yang sudah dihias dengan cantik. Di sana sudah tersedia beberapa hidangan buah, minuman, dan satu vas bunga mawar tepat di tengah meja.

"Sayang, terima kasih sudah menjadi istri yang baik. Sudah mau menjadi teman seumur hidup aku. Semoga pernikahan kita sakinah, mawadah, warahmah ya, hingga ke surga Allah kelak," kata Azam tulus.

Aira tersenyum lalu mengangguk.

"Aamiin. Makasih juga udah sabar punya istri kayak aku yang baik dan tidak sombong ini," kata Aira senang.

"Aku punya hadiah buat kamu, Sayang," kata Azam lalu mengeluarkan beberapa kotak beludru. "Lihatlah."

Aira menurut, lalu perlahan-lahan membuka satu per satu kotak pemberian suaminya tersebut.

"Cincin sama gelang tangan!" kata Aira antusias.

Azam hanya tersenyum. Laki-laki tampan itu diam sembari terus memperhatikan raut wajah bahagia istrinya.

"In... ini... kalung berlian?" kata Aira dengan tangan gemetaran.

Azam mengangguk.

"Semua ini berhak untuk kamu miliki, Sayang," kata Azam tulus. "Sama satu lagi ini."

Azam menyodorkan sebuah dokumen penting ke arah Aira.

"Mulai sekarang, vila ini resmi menjadi milikmu, Sayang."

Mata Aira kembali berkaca-kaca. Perempuan itu tidak pernah menyangka jika suaminya akan memberinya hadiah sebesar dan seindah ini.

"Maaf..." lirih Aira yang tiba-tiba teringat jika dirinya belum menyiapkan kado pernikahan sama sekali untuk suaminya.

"Gak apa-apa, Sayang. Jangan sedih gitu, kan kado untukku bisa diganti dengan cara lain," kata Azam dengan nada penuh misteri.

Aira cemberut mendengarnya. Perempuan itu tahu betul ke mana arah pembicaraan suaminya yang mulai menggoda itu.

***

"Sayang, bangun. Sudah siang," dengan lembut Azam membangunkan Aira yang masih tertidur pulas.

"Ah, masih ngantuk, Sayang..." kata Aira dengan suara serak.

"Hari ini hari terakhir kita di Surabaya, loh. Kamu gak mau jalan-jalan dulu sebelum kita balik ke Jakarta? Apa mau kita lanjutin yang tadi malam...?" goda Azam.

Aira yang kesal langsung melemparkan bantal bonekanya ke arah Azam.

"Aku capek, Mas! Aku kayak gini juga gara-gara kamu!" omel Aira dengan kedua mata yang masih terpejam erat.

Azam terkekeh geli melihat tingkah gemas istrinya.

"Ya sudah, kamu lanjut tidur saja. Biar aku yang masak sarapan, ya," kata Azam lembut.

Laki-laki itu lalu mengecup kening Aira sebelum melangkah keluar kamar untuk memasak hidangan sederhana bagi sarapan mereka berdua.

1
Adiba Azahra
waaaah makasih kakak semoga makin suka nih yha sama cerita nya 🌸
Adiba Azahra
Halooo 😍
Saddam Husein
👍
Mimin Ridwan
Kaakkkkkk aku mampir lagi nih 😍👍
mey
Meoowww🐱
Adiba Azahra: 😂 😂 😂 🌸🌸🌸😁😁😁😍😍😍😊😊😊🙏🙏🙏
total 1 replies
Mimin Ridwan
Ceritanya Bagus dan penuh kejutan 😁😘🥰 terus lanjut kak 👍🌸❤️
Adiba Azahra: Siap kaka 🙏😊😍🌸👍😁 😍😍😍
total 1 replies
Mimin Ridwan
Maaf kak jadi jarang baca sampe sampe udah bab 74 aja 🙏😍👍 terus semangat kak setiap ada waktu pasti aku sempatkan buah simak bagus banget soalnya 😍👍
Adiba Azahra: Makasih banyak kaka udah suka sama cerita aku gak papa yaa kak kalau baca pas ada waktu luang aja 😊 makasih banget karena kaka suka itu aja udah bikin aku makin semangat loh 😊🙏😍🌸
total 1 replies
Nadia Hendriana
Vito kampret
Adiba Azahra: 👍😁😍🌸😊 halo kaka
total 1 replies
Nadia Hendriana
Wowwww lanjutkan thor
Nadia Hendriana
🤣🤣🤣🙏
Nadia Hendriana
Nah nah kok udah naruh bawang aja thor
Nadia Hendriana
Plis bikin romantis plus bucin tingkat akut Thor 👍😍🤭
Nadia Hendriana
Pengen dong punya suami kyk azam haha🤣🤣🤣🤣
Nadia Hendriana
Pengantin baru mah bebas 🤣
Nadia Hendriana
👍😍
Redmi
Lanjut kan boskuu👍😎
mey
kak, jangan lupa mampir ya di karya aku, si dingin jatuh cinta
Adiba Azahra: Siap kaka aku makasih ya udah mampir 🙏😍🌸
total 1 replies
mey
uwaaa😍, Azam nya ga mau bilang dia lagi cemburu kah itu? 😍🤭
Adiba Azahra: Makasih yha kaka udah mampir semoga suka sama ceritanya semangat terus juga buat kakaknya 🙏😍🌸
total 1 replies
mey
halo kak aku mampir nih😍
Adiba Azahra: Halo kaka Makasih yaaa 🙏🌸😍
total 1 replies
Redmi
Kalau sampe perempuan kyk Aira dendam berarti emng udh kelewatan jahat bener sh pdhl. dia jg perempuan 😡
Redmi: Lagi seru seru nya nih kak 👍😎 lanjut terus pokoknya kak 👍😎
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!