Indonesia
NovelToon NovelToon
Its You

Its You

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: tatitu

Berjuang dari nol di Paris, Jungkook dan Taehyung mendirikan studio game independen bernama HexaVerse. Di tengah kerja keras membesarkan bisnis tersebut, adik Taehyung, Mira, tiba di Paris untuk kuliah.
​Jungkook yang membantu Mira beradaptasi perlahan jatuh cinta pada gadis yang kini tumbuh mandiri dan cerdas itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tatitu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Tahun Baru dan Riuh Eiffel

Suasana kampus menjelang akhir tahun selalu dipenuhi antusiasme liburan. Di koridor fakultas yang mulai lengang, Chloe dan Yujin setengah memaksa merangkul lengan Mira saat berjalan keluar kelas.

"Mira-ya! Malam tahun baru nanti kamu tidak boleh hanya mengurung diri di apartemen!" seru Yujin antusias. "Kami dan beberapa teman lain mau berkumpul di Champ de Mars, melihat kembang api di Eiffel. Kamu harus ikut!"

"Iya, Mira! C'est magnifique! Momen tahun baru di bawah Menara Eiffel itu sangat indah, kamu pasti tidak akan menyesal," tambah Chloe semangat.

Mira sempat ragu. Ia sejujurnya bukan tipe orang yang menyukai keramaian ekstrem. Namun melihat binar penuh harapan dari kedua temannya, ditambah keinginan untuk mencoba hal baru di Paris, gadis itu akhirnya mengangguk pelan.

"Baiklah, aku ikut."

Malam pergantian tahun pun tiba. Langit Paris malam itu begitu dingin, namun atmosfer kota terasa sangat hangat dan meriah. Di apartemen, Mira tampil sangat anggun dengan memadukan sweater tebal dan coat hangat berwarna krem yang membingkai tubuh mungilnya dengan sempurna. Rambutnya dibiarkan terurai halus, memberikan kesan manis yang alami.

Sebelum pergi, Mira menghampiri ruang tengah. Di sana, Jungkook tampak santai duduk di sofa dengan kaos kasual dan celana panjang, memangku laptopnya. Pria itu sengaja menolak semua ajakan makan malam dari para staf dan karyawan perusahaannya demi menghabiskan malam tahun baru yang tenang di rumah.

"Oppa, aku pamit pergi dulu ya. Chloe dan Yujin sudah menunggu di bawah," ujar Mira pelan.

Jungkook mendongak, dan matanya sempat terpaku selama beberapa detik melihat penampilan Mira. Gadis itu terlihat teramat cantik dan mempesona malam ini.

"Rapi sekali," gumam Jungkook dengan tatapan hangat. "Ingat, jangan jauh-jauh dari teman-temanmu. Malam tahun baru di luar sangat ramai. Kalau ada apa-apa, langsung telepon aku, ya?"

"Iya, Oppa. Aku pergi dulu!" pamit Mira seraya tersenyum manis sebelum melangkah keluar pintu.

Namun, bayangan pesta tahun baru yang indah seketika sirna begitu Mira tiba di area sekitar Menara Eiffel. Lautan manusia memenuhi setiap jengkal area Champ de Mars. Suara riuh gemuruh puluhan ribu orang, desakan dari berbagai arah, serta kilatan lampu yang membingungkan membuat pandangan Mira mendadak kabur. Terlebih lagi, di tengah jubelan orang banyak itu, pegangan tangan Mira terlepas dan ia terpisah dari Chloe dan Yujin.

Rasa sesak luar biasa menghantam dada Mira. Jantungnya berdegup tak beraturan, napasnya memburu cepat, dan jemarinya gemetar hebat. Panic attack yang sudah lama tidak menyerapnya mendadak kambuh karena trauma berada di tengah kerumunan padat yang tak terkendali.

Dengan sisa kekuatan dan jemari yang gemetar panik, Mira meraba tasnya, mengeluarkan ponsel, dan menekan panggilan cepat.

"O-Oppa..." bisik Mira tercekat, suaranya sudah terbias oleh isakan tangis di tengah kebisingan.

Di apartemen, Jungkook yang baru saja menyesap minumannya langsung berdiri tegap begitu mendengar suara terengah-engah dan tangisan Mira dari balik telepon.

"Mira?! Kau di mana?! Ada apa?!" tanya Jungkook panik setengah mati. Raut santainya berganti menjadi ketegangan luar biasa.

"Oppa... aku terpisah dari Chloe dan Yujin... ramai sekali di sini, aku... aku tidak bisa bernapas, Oppa... Transportasi umum juga sudah berhenti beroperasi..." bisik Mira penuh keputusasaan.

"Tenang, Mira! Dengarkan aku, bernapas pelan-pelan!" tegas Jungkook seraya secepat kilat meraih kunci mobil dan coat tebalnya. "Tetap di tempatmu yang aman, jangan bergerak kemana-mana. Aku datang sekarang!"

Jungkook memacu mobilnya menembus kemacetan malam tahun baru Paris dengan jantung yang terus berdegup kencang. Setelah berjuang mencari celah di antara kerumunan dan kemacetan, Jungkook akhirnya menemukan sosok mungil ber-coat krem yang sedang meringkuk ketakutan di dekat sebuah sudut bangunan yang agak sepi tak jauh dari area Eiffel.

Jungkook melompat keluar dari mobil, berlari menghampiri Mira, dan langsung merengkuh tubuh gemetar itu ke dalam dekapannya.

"Ssst... tidak apa-apa, aku di sini. Kau aman sekarang," bisik Jungkook lega luar biasa, mengusap punggung Mira yang menempel erat di dadanya.

Setelah emosi dan napas Mira perlahan lebih stabil, Jungkook membimbingnya masuk ke dalam mobil yang hangat. Melihat raut wajah Mira yang masih pucat dan belum makan malam sama sekali, Jungkook memutuskan untuk membawanya menjauh dari pusat kota, menuju sebuah kedai restoran kecil yang tenang di pinggiran Paris.

Kedai itu tampak hangat dengan nuansa kayu dan lampu kekuningan yang syahdu. Jungkook memesankan sup hangat dan hidangan utama untuk menenangkan Mira.

"Sudah merasa lebih baik?" tanya Jungkook lembut seraya mengusap punggung tangan Mira di atas meja.

"Sudah jauh lebih baik, Oppa... Terima kasih banyak dan maaf selalu merepotkanmu," cicit Mira tulus.

Namun, baru saja makanan mereka disajikan, suara riuh gelak tawa terdengar dari arah pintu masuk restoran.

"Lho? Bukankah itu... Sajangnim?"

Jungkook dan Mira kompak menoleh. Di pintu masuk, berdiri jajaran staf inti dan karyawan perusahaan Jungkook! Dan di paling depan, berdiri Sekretaris Han dengan kacamata dan senyum bahagianya. Mereka ternyata memilih kedai langganan itu untuk melanjutkan acara makan malam tahun baru di kedai itu setelah Jungkook menolak undangan awal.

Sekretaris Han membelalakkan mata, lalu mengukir senyum penuh godaan dan arti yang sangat jahat ketika melihat sosok Mira yang duduk anggun di depan atasannya.

"Ooww! Sajangnim!" seru Sekretaris Han heboh seraya melangkah mendekat tanpa ragu.

"Ternyata ini alasannya Anda menolak makan malam bersama kami tadi? Demi menemani Nona Kim makan malam romantis di sini?"

Wajah Jungkook yang biasanya tegas seketika memerah karena tertangkap basah, sementara Mira di depannya sudah menunduk dalam-dalam dengan pipi yang membara bagaikan kepiting rebus.

"Sekretaris Han, jangan bicara sembarangan—" tegur Jungkook berusaha mempertahankan wibawanya.

"Ah, tidak ada alasan lagi, Sajangnim!" potong Sekretaris Han sambil tertawa renyah, lalu menoleh ke arah rombongan karyawan di belakangnya.

"Teman-teman! Karena kita bertemu Sajangnim dan Nona Kim di sini, bagaimana kalau kita semua bergabung saja menyatukan meja untuk merayakan tahun baru bersama?!"

Para karyawan bersorak gembira dan langsung mengangguk setuju, membuat malam tahun baru yang tadinya penuh kepanikan berubah menjadi malam pergantian tahun yang riuh, hangat, dan dipenuhi godaan manis untuk Jungkook dan Mira.

Mobil sports sedan berwarna hitam itu terus melaju membelah jalanan kota Paris yang dihiasi pendar lampu-lampu jalan. Kebisingan pesta tahun baru di pusat kota kini terasa begitu jauh, tergantikan oleh denting melodi musik jazz lembut yang mengalun tipis dari sistem suara kabin mobil. Udara hangat dari pendingin ruangan perlahan mengikis sisa-sisa rasa dingin yang menempel di pakaian mereka.

Mira bersandar di kursi penumpang, memeluk tasnya erat-erat. Ketegangan dari serangan kepanikan di Menara Eiffel serta rasa canggung di tengah para karyawan Jungkook perlahan-lahan menguap, menyisakan rasa lelah dan lega.

Jungkook mengemudi dengan santai menggunakan satu tangan, sementara tangan kirinya beristirahat di atas konsol tengah. Sesekali matanya melirik ke arah Mira untuk memastikan gadis di sampingnya itu baik-baik saja.

"Masih merasa pusing?" tanya Jungkook memecah keheningan.

Mira menoleh, lalu menggeleng pelan seraya tersenyum tipis. "Tidak, Oppa... Aku sudah jauh lebih baik. Maaf ya, gara-gara aku, acara makan malam Oppa dengan para karyawan jadi terganggu."

Jungkook terkekeh pelan. "Terganggu bagaimana? Justru aku sengaja menolak ajakan mereka sejak awal karena tidak ingin berada di keramaian. Lagi pula, tugas untuk menjaga adikku ini kan lebih penting."

Mira tersenyum mendengar jawaban itu. Mengumpulkan keberaniannya, ia mengulurkan tangan dan menyentuh serta menggenggam tangan Jungkook yang berada di atas konsol tengah selama beberapa detik, sebuah gestur murni penuh rasa terima kasih yang tulus.

"Terima kasih banyak ya, Oppa... Karena sudah datang menyelamatkanku tadi," ujar Mira lembut sebelum perlahan menarik tangannya kembali ke pangkuannya.

Jungkook melirik tangannya sejenak, lalu mengangguk dengan senyum tipis yang hangat. "Sama-sama, Mira. Sudah kewajibanku menjaga adik temanku sendiri."

Tak lama kemudian, mereka tiba di apartemen. Setelah menyimpan coat dan tas masing-masing di ruang tengah, suara dentuman kembang api malam tahun baru kembali terdengar dari luar, menggelegar menembus dinding kaca.

"Mau lihat kembang api dari balkon? Dari atas sini pemandangannya sangat jelas," tawar Jungkook seraya melangkah menuju pintu kaca geser.

"Mau, Oppa!" sahut Mira antusias.

Jungkook membuka pintu kaca geser yang menghubungkan ruang tengah dengan balkon luas lantai atas apartemen mereka. Sebelum melangkah keluar, ia mengambil sebuah selimut tebal dari sofa dan menyerahkannya pada Mira.

"Pakai ini, di luar sangat dingin," kata Jungkook santai.

"Terima kasih, Oppa," balas Mira seraya menyampirkan selimut itu di bahunya sendiri.

Mereka berdua berjalan keluar dan berdiri berdampingan di dekat pagar pembatas balkon, memberi jarak yang canggung namun nyaman di antara mereka. Udara dingin malam musim dingin Paris seketika menyapa, namun pemandangan di depan mata benar-benar memukau.

Dari ketinggian lantai atas, panorama Kota Cahaya terhampar luas. Menara Eiffel berdiri megah di kejauhan, dikelilingi oleh ribuan pijar cahaya kembang api berwarna merah, emas, dan perak yang meletup-letup membakar langit malam.

"Wah... indah sekali, Oppa," ujar Mira memecah keheningan, matanya berbinar menatap langit. "Jauh lebih bagus daripada harus berdesakan di bawah sana."

Jungkook bersedekap dada di sampingnya, ikut menatap ke arah Menara Eiffel dengan kedua tangan terlipat santai di depan dada. "Sudah kubilang, kan? Di sini jauh lebih aman."

Suara dentuman kembang api utama bersahut-sahutan menandai bergantinya tahun. Pijaran cahaya warna-warni menerangi wajah mereka berdua yang berdiri berdampingan menikmati momen tersebut dalam diam.

"Selamat tahun baru, Mira," ucap Jungkook pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari langit.

Mira menoleh ke arah Jungkook, mengukir senyum lega dan tulus di wajahnya. "Selamat tahun baru juga, Jungkook Oppa."

Di atas balkon yang dingin malam itu, mereka berdua menikmati pertunjukan kembang api tahun baru di Paris secara sederhana sebagai dua orang yang saling menjaga dan mendukung satu sama lain.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!