Bulan gadis pintar di sekolahnya. Ia mempunyai teman-teman yang sangat peduli dan menyayanginya. Bulan juga memiliki keluarga yang lengkap dan harmonis.
Di lain sisi ada Bintang yang merupakan cowok yang urak-urakan. Ia juga seorang ketua geng motor. Dan keluarganya selalu aja menempatkannya pada posisi terbelakang. Bintang punya keluarga yang lengkap. Tapi seperti hidup sebatangkara. Hal itu juga yang membuatnya mendirikan geng motor yang dapat mengisi kekosongan hatinya. Geng motornya itu bagaikan rumah kedua yang di milikinya.
Lalu bagaimana jika dua orang dari kondisi yang sangat bertolak belakang bertemu? apakah akan ada cinta di antara mereka? atau hanya permusuhan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali
Bulan berbalik dan menatap bintang dengan tatapan bertanya.
"Ada apa?" Tanyanya.
"Hm, makasih ya buat hari ini" ujar bintang tersenyum.
"Ya, sama-sama"
"Kalau gitu gw balik dulu"
"Oke, hati-hati"
Setelahnya bintang meninggalkan rumah bulan. Dan bulan ia juga segera memasuki rumahnya.
Sampai di rumah, bintang langsung di kejutkan dengan beberapa sepatu yang ada di depan pintu.
"Sepatu siapa ini?" Pikir bintang. Ia kemudian memasuki rumah untuk mengecek siapa yang datang.
"Bintang, kamu udah pulang nak" sapa seorang wanita paru baya yang langsung mendekap bintang kedalam pelukannya.
"Mama kangen sama kamu, kamu baik-baik aja kan?" Tanyanya sembari melihat kondisi bintang.
"Aku baik-baik aja" balas bintang seadanya.
"Gimana sekolahnya?" Tanya pria paru baya yang tak lain adalah papa bintang.
"Baik"
"Hm, baguslah"
"Kak" panggilan dari seorang cowok yang lebih muda darinya satu tahun membuat bintang menoleh. Dia adalah galaksi adik bintang yang sangat di banggakan oleh kedua orang tuanya.
Galaksi adalah anak yang berprestasi dan selalu mendapatkan penghargaan. Beda halnya dengan dirinya yang selalu mendapatkan masalah setiap harinya.
"Apa kabar?" Ujarnya.
"Baik" singkat bintang. Ia kemudian berlalu meninggalkan ketiganya dan menuju kamar.
Di kamar ia langsung mengunci pintu dan melemparkan asal tas nya.
"Kenapa mereka harus kembali?" Rutuk bintang kesal.
Selama ini bintang sudah terbiasa hidup sendiri di rumah ini. Kembalinya mereka membuat bintang merasa canggung.
***
Malam harinya mama, papa, dan galaksi tengah berkumpul di meja makan. Mereka sedang menunggu kedatangan bintang, tapi sayangnya bintang tak juga datang untuk makan malam.
"Kak bintang kenapa belum datang ma?" Tanya galaksi.
"Mungkin sebentar lagi" balas mama.
"Kak bintang gak suka ya, galaksi ada disini?"
"Gak gitu galaksi, kakak lagi capek aja! Biar mama panggil kakak dulu!" Ujar mama, ia bangkit dan menuju kamar bintang.
Di depan pintu, beberapa kali mama mengetuk pintu sembari memanggil nama anaknya.
"Bintang!"
"Makan malam dulu yuk nak!"
"Galaksi sama papa udah nungguin di meja makan!"
Sementara di dalam kamar, bintang masih terdiam di tempat tidurnya.
"Aku gak laper!" Singkatnya.
Mendengar itu, mama bintang paham betul jika bintang masih perlu waktu dengan kehadiran mereka kembali di rumah ini.
Setelah semua yang terjadi. Wajar saja sikap bintang jadi seperti ini. Ia pasti kecewa karena perhatian orang tuanya lebih tercurah kepada adiknya. Sedangkan dirinya di abaikan.
Tapi orang tuanya punya alasan yang tidak bisa di jelaskan kepada bintang. Kerena mereka sudah berjanji pada galaksi tidak akan memberi tahu bintang tentang hal tersebut.
Mama kembali ke meja makan. Ia kembali duduk bersama anak dan suaminya.
"Gimana bintang?" Tanya papa.
"Dia ketiduran, sebaiknya kita makan sekarang. Keburu makanannya dingin" ujar mama.
Sementara galaksi ia hanya menatap namanya. Ia yakin jika bintang tidak ketiduran. Tapi ia memang tidak mau ikut makan bersama dengan mereka.
"Gara-gara galaksi ya ma?" Lirih galaksi sembari menundukkan kepalanya.
"Bukan galaksi, kamu gak boleh ngomong gitu. Sekarang lebih baik kamu makan! Kemudian kamu istirahat, besok kamu udah mulai sekolah kan di sekolahnya kak bintang"
"Iya ma"
***
Pagi harinya, bintang sudah siap dengan seragam sekolahnya. Ia hendak pergi ke sekolah, namun saat menuruni tangga ia mendapati mama, papa dan galaksi tengah sarapan di meja makan.
"Bintang ayo sarapan dulu nak!" Pinta mama.
"Aku sarapan di sekolah aja" balasnya.
"Aku pergi dulu!" Ujar bintang.
"Bintang tunggu!" Ujar papa.
Bintang kembali berhenti dan menoleh.
"Galaksi berangkat bareng kamu ya! Papa ada rapat gak bisa nganterin dia"
"Gak bisa pa, aku mau jemput bulan"
"Bulan? Siapa dia?" Tanya mama.
"Teman sekolah"
"Kalau gitu kamu bawa mobil papa aja! Ini kuncinya" ujar papa sembari melemparkan kunci mobil pada bintang.
Bintang menangkapnya, kemudian ia melirik pada galaksi yang sedang makan roti.
"Udah siap kan? Ayo!" Ujar bintang.
"Iya kak" galaksi langsung mengambil tasnya dan menyalami orang tuanya. Ia sangat senang saat bintang mau berangkat bersamanya ke sekolah.
Sepanjang perjalanan menuju rumah bulan tak ada pembicaraan yang terjadi antara kedua bersaudara itu.
Hingga mereka sampai di depan rumah bulan.
"Mau ikut?" Tanya bintang.
"Boleh kak?"
"Ya"
Pada dasarnya bintang tak pernah membenci galaksi. Ia hanya kesal karena perhatian orang tuanya yang tidak adil pada kedua anaknya.
Galaksi membututi bintang memasuki pekarangan rumah bulan. Bintang mengetuk pintu rumah beberapa kali.
"Udah sam_" ucapan bulan terputus ketika melihat ada cowok lain bersama bintang.
"Dia siapa?" Tanya bulan.
"Adik gw"
"Oh adik Lo? Kenalin gw bulan" ujar bulan.
"Galaksi kak"
"Belum sarapan kan? Kita sarapan dulu yuk!" Ajak bulan.
"Boleh deh"
Mereka memasuki rumah. Di meja makan ayah dan bunda yang sedang sarapan di kejutkan dengan kedatangan galaksi.
"Eh bintang, ayo duduk kita sarapan dulu!" Ujar bunda.
"Ini siapa bin?" Tanya ayah.
"Adik ku om"
"Oh adik kamu" balas ayah manggut-manggut.
Usai sarapan mereka langsung menuju sekolah setelah berpamitan pada ayah dan bunda.
"Lo duluan aja ke kelas! Gw mau nganter galaksi ke ruangan kepala sekolah dulu"
"Oke"
Bintang langsung menuntun galaksi menuju ruangan kepala sekolah.
"Ini ruangannya, bisa sendiri?" Tanya bintang.
"Iya kak"
"Kalau gitu gw tinggal"
"Iya kak, makasih ya"
"Hm"
Bintang meninggalkan galaksi di ruangan kepala sekolah. Ia kembali ke kelas karena takut terlambat masuk dan ia akan kena masalah lagi.
Sampai di kelas ia langsung menghampiri gevan dan Gilang yang sedang asyik ngobrol.
***
Istirahat makan siang, bintang, bulan, gevan, dela, Gilang dan Nara. Mereka berkumpul di satu meja di kantin.
Di tengah keasyikan obrolan keenamnya. Suara gaduh di kantin membuat fokus mereka teralihkan.
"Ini tempat gw! Ngapain Lo disini!"
"Ada apaan tuh?" Ujar dela penasaran.
"Kayaknya ada yang di bully tuh" ujar Gilang.
"Seru kayaknya nih" timpal gevan tertarik dengan tontonan langsung di depan matanya.
"Minggir Lo!" Sentak cowok dengan dasi di lilitkan di kepalanya. Dengan sarkas ia mendorong cowok dengan kaca mata hingga ia terjatuh.
"Maaf aku gak tau" balasnya.
Amarah bintang tidak bisa lagi di bendung. Saat ia mengenali suara itu dengan baik. Itu suara adiknya galaksi.
Bintang langsung bangkit dan menghampiri cowok yang telah membully adiknya.
"Berani banget Lo dorong dia!" Sentak bintang menarik kerah baju cowok itu.
"Ka_kak bintang" ujarnya gagap.
"Udah bosen hidup Lo!"
"Ma_maaf kak"
"Sekali lagi gw liat Lo gangguin adik gw! Abis Lo!" Ancam bintang.
"A_adik, ja_jadi dia adik kak bintang. Ma_maaf kak, aku gak tau"
Bintang melepaskan kasar cengkraman nya pada kerah baju cowok itu.
"Kali ini gw lepasin Lo, tapi lain kali jangan harap Lo bisa lepas dari gw!"
"I_iya kak"
Cowok itu pergi dari sana bersama dengan teman-temanya. Bintang beralih menatap galaksi yang masih duduk di lantai.
"Sampai kapan Lo duduk di situ?" Bintang memberikan tangannya untuk membantu galaksi.
Galaksi menggapainya.
"Makasih ya kak"
"Gw gak suka orang lemah kayak Lo!" Ujarnya tajam kemudian peegi.
Sementara itu, galaksi terus menatap punggung kakaknya dengan senyum yang mengembang.
"Dia masih sama seperti dulu" batin galaksi.
Mampir thor..🙋🙋