Indonesia
NovelToon NovelToon
Menantu Tertindas

Menantu Tertindas

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Keysha_adila

Benar memang adanya roda kehidupan terus berputar, jika sekarang kau berada di atas maka, bisa jadi suatu saat nanti kau yang akan berada di bawah. Jika saat ini kau berada di bawah, maka percayalah, suatu saat akan ada masanya kau di atas. Begitu pula dengan nasib Salsa, wanita yang berusia 23 tahun ini, yang selalu direndahkan oleh mertuanya. Bahkan, bukan mertuanya saja, sang suami pun ikut merendahkannya. Tidak ada pembelaan dari sang suami ketika mertuanya, memperlakukan dirinya dengan sangat tidak baik.

Hingga suatu hari, sang suami ketahuan selingkuh dan dengan tidak tahu malu sang suami malah menyalahkan Salsa karena tidak bisa menjadi wanita karir yang modern sehingga terpincut oleh wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keysha_adila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacarku adalah perusak rumah tangga orang tuaku.

Monica menghela nafas pelan ketika Putra merayunya. Ia hanya mengangguk saat dirinya ditawari makan malam bersama. 

Putra telah sampai di tempat yang ia janjikan. Ia menunggu Monica yang belum datang juga sampai menunggu setengah  jam. 

Hatinya risau, takut bila Monica tidak datang pada malam ini. 

"Aduh, … sudah setengah jam Monica belum datang juga, apa dia masih marah terhadapku?" Tanya Putra menerka-nerka. Dia tidak enak duduk, langkahnya bolak-balik seperti setrikaan. 

Tidak lama datang sebuah mobil berwarna merah, keluar seseorang dari mobil itu. Rupanya itu Monica seseorang yang Putra tunggu-tunggu selama ini. 

Kemudian Monica menghampiri Putra yang sudah duduk di kursi yang telah dipesan Putra sebelumnya. 

"Maaf, … aku telat" ucap Monica seraya tersenyum tipis dan duduk di depan Putra. 

"Tidak apa-apa, lagian santai saja" jawabnya mengedipkan mata. 

Mereka kemudian saling berbincang-bincang. Rupanya hati Monica telah mencair terhadap Putra.

Pada Saat itu, Putra tidak mensia-siakan kesempatan itu, ia beranikan diri untuk mengungkapkan perasaannya terhadap seseorang yang sedang duduk di depannya. 

Mmm … 

Putra memulai pembicaraan.

"Monica, … sebenarnya ada yang aku harus ungkapkan terhadapmu." 

"Ya, katakan saja, apa itu? Tanya Monica melanjutkan makanya. 

"A, … aku, … aku mempunyai perasaan terhadapmu!" Ucap Putra dengan gugup. Badannya berkeringat dingin saat menyatakan perasaannya itu. 

Sontak Monica terkejut, menghentikan kegiatan makannya, dan terbelalak melihat ke arah Putra. 

"Apa …? Bagaimana mungkin?, Kita baru saja saling mengenal. Mana mungkin kamu ada perasaan terhadapku?!" jelas Monica sembari menutup makan malamnya. 

Putra menjelaskan bagaimana ia jatuh hati pada pandangan pertama.

"Waktu kamu datang ke rumahku, aku sudah jatuh hati terhadapmu!" 

"Rumah …? Rumah siapa yang kamu maksud? Aku tidak pernah datang ke rumahmu, Putra!" Monica terdiri dari kursinya mengerutkan dahinya. 

Monica bingung kenapa Putra mengatakan bahwa dirinya pernah datang ke rumah Putra. Padahal, Monica tidak tahu sama sekali alamat rumahnya.

Putra pun tidak membahas itu karena menurut dia itu tidak penting. Yang terpenting sekarang adalah, mengungkapkan perasaannya kepada Monica.

"Aku jatuh cinta dengan kamu, Monica!" terdengar suara dengan jelas ketika Putra menyatakan perasaannya.

Monica menghembuskan napas panjang, segara memalingkan pandangannya. Ia tidak menyangka kalau seseorang yang baru ia kenal, langsung memiliki perasaan terhadapnya.

"Aku jatuh cinta terhadap ketika kita bertemu di bengkel itu" 

Sekarang dua insan itu saling berdiri berhadapan dan saling memandang satu sama lain.

Putra tidak peduli masa lalu Monica, dan ia tidak ingin mencari tahu tentang kehidupan terdahulu Monica. 

Yang terpenting bagi Putra adalah dirinya yang sekarang. Yang ia lihat adalah seorang wanita baik-baik yang pantas didapatkan. 

"Aku akan menunggu jawabanmu sekarang, di sini!" Ujar Putra seraya masih menatap dan berhadapan dengan Monica.

Monic memang saat ini lagi sendiri. Tapi ia bingung harus menerimanya atau tidak sementara Monica masih tetap mencari seseorang yang membuat dirinya nyaman.

"Apa salahnya kalau aku mencoba" gumamnya Monica dalam hati.

"Oke … akan aku coba menjalaninya" 

Putra sangat senang akhirnya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi, ia harus waspada ketika di kantor. Karena, peraturan kantor jangan ada yang menjalin asmara dengan rekan sekantor.

Mereka resmi menjalin hubungan. Namun, Putra masih belum siap untuk menceritakan hal ini kepada orang tuanya. Hingga akhirnya ia bersembunyi untuk menjalin hubungan dengan Monica. 

"Terima kasih aku janji akan menjaga kamu, Monic!" Ucap Putra kepada Monica.

Setelah makan malam selesai, Putra dan Monica segera pergi untuk pulang, karena jam menunjukkan pukul 11 malam.

"Aku pulang duluan ya sudah malam!" ujar Monica.

"Ya, aku juga mau pulang!" jawab Putra.

Mereka Pulang dengan kendaraan masing-masing.

Setelah sepuluh menit mengendarai kendaraannya, Putra melamun memikirkan Monica yang pulang sendirian. Hatinya cemas terhadap Monica yang sekarang jadi kekasihnya itu.

Tik … tik …

Suara klakson mobil terdengar dari arah belakang mobil Putra. Rupanya mobilnya menghalangi pengendara lain dari arah belakang. Sehingga, terjadi kemacetan.

"Kalau nyetir yang bener dong … jadi macet tuh di belakang, kalau mau melamun minggirin mobilnya, dasar bodoh!"

Terdengar suara teriakan seorang pria yang marah dari dalam mobil, ia begitu marah lalu mencaci Putra dari dalam mobil. Pria itu membuka kaca Mobil melotot ke arah Putra dan menyelip mobil Putra.

Putra melihat ke arah belakang dan benar saja, terjadi kemacetan gara-gara ia menyetir mobilnya tidak benar.

"Ya ampun, apa yang aku lakukan membuat kemacetan di jalan raya"

Tik … tik …

Suara klakson terus terdengar dan ditunjukkan ke arahnya.

Ia segera menyetir mobilnya dan melaju begitu cepat. Karena dia takut ada amukan masa di Sana.

Tuk … tuk …

Putra mengetuk pintu rumahnya.

Ada Edro di dalam yang sedang terduduk menunggu kedatangan anaknya.

Krek ..

Pintu dibuka oleh Edro.

"Eh, Nak dari mana saja, kok jam dua belas malam baru pulang?" Tanya Edro-ayahnya.

"Oh, Putra tadi reunian sama teman-teman SMA" jawabnya seraya pergi menuju ke kamarnya.

Edro pun heran tidak biasanya Putra pulang malam seperti ini. Kalaupun ia nongkrong pasti jam 10 sudah pulang ke rumah.

Disusul ayanya, Edro juga pergi menuju kamarnya.

"Sudahlah, yang penting Putra sudah pulang ke rumah" gumamnya dalam hati dan berjalan menuju kamar.

"Ah … cape sekali hari ini" ujar Putra, sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.

"Tapi, … rasa cape ini terbayar karena Monica sekarang sudah jadi pacarku" tubuh bangun dan berdiri, lalu melompat-lompat di atas kasur, Karena ia sangat gembira bukan main.

Terdengar suara berisik dari arah kamar Putra, Rahmi-Nenek Putra menghampiri kamarnya, dan berkata,

"Putra … buka pintunya!"

"Eh, Nenek. Kenapa nek?" Tanya Putra bingung kenapa malam-malam nenek menghampiri ke kamarnya.

"Kamu yang kenapa, … kenapa kok malam-malam di dalam kamar berisik sekali, ini waktunya tidur Nenek terganggu!" Tanyanya pada Putra.

"Oh, … iya, mohon maaf nek, tadi Putra sedang berakting untuk tugas kantor Putra" jelasnya berbohong.

Putra masih menyembunyikan rahasia ini kepada neneknya, dan belum bisa berbicara tentang hal ini terhadap siapapun.

"Ya, sudah jangan berisik ya! Nenek gak mau istirahat nenek terganggu."

"Siap nenekku cantik" manja Putra sambil mendekap tubuh neneknya itu.

Kemudian ia kembali ke kamarnya dan menutup matanya. Namun, saat hendak tidur, di pikirannya selalu terlintas wajah Monica-kekasihnya.

Baru saja berpisah beberapa jam, ia sudah merasakan rindu melebihi rindu kepada orang tuanya.

"Hai, Monica apakah kamu sudah tidur?" Tanyanya dalam pesan kepada Monica.

Tut …

Suara pesan masuk dalam ponsel Putra. Rupanya, itu balasan dari Monica.

"Iya, aku baru mau tidur." Balas Monica.

Setidaknya rindunya telah terbayar karena Monica membalas pesannya.

Kemudian Putra melanjutkan tidurnya.

1
Evvy Agus
mending salsa pergi, tinggalkan suami yg namanya endro begitu begonya, karma pasti ada, tunggu z endro
Zahran_karunia
dari cerita ini bisa d lihat trnyata bukan ibu tiri yg jahat tp anak tirinya yg gk tau diri😂
ari ambarwati
Sangat bagus,dan menarik alur cerita nya..👍
Asep Prayoga
bukan ibu tiri yang jahat, melainkan anak tiri..kebalik
Asep Prayoga
kenapa si Edro kaya bukan lelaki.
Asep Prayoga
bagus baik, ceritanya menarik dan greget
Asep Prayoga
ceritanya bagus, greget kenapa si salsa tidak pergi saja dari rumah itu dari pada tekanan batin, ya kan Thor?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!