Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir

Status: tamat
Genre:Badboy / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / One Night Stand / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:16.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lizaa Zarina

Ayahnya adalah seorang penjudi, sedangkan ibu tirinya adalah wanita yang hanya tahu menyenangkan diri sendiri. Dia dan adiknya yang menderita dan menjadi pencari nafkah untuk kedua orang tua nya

Hingga, suatu petaka terjadi padanya saat malam itu. Dia terpaksa menikah dengan seorang pria yang tidak dikenalnya karena telah merenggut kesuciannya

"Aku akan bertanggung jawab dengan menikahimu. Tapi, jangan berharap dengan cintaku, karena aku tidak tertarik dengan wanita malam seperti mu."

"Jaga bicara anda tuan, akulah pihak yang dirugikan disini. Kesucian yang aku jaga seumur hidupku, kau renggut dengan tidak manusiawi. Bahkan, ciuman pertamaku kau ambil secara paksa."

"Banyak bicara! Cepat tanda tangan kontrak pranikah ini atau aku akan mempermalukan keluargamu!"

Dan diusia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lizaa Zarina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKU ISTRI MISKIN

"Lebih baik kau tidak usah ikut campur. Atau, setelah aku menjadi Nyonya Wirastama, aku akan membuatmu pergi dari rumahmu sendiri." ucapnya pada Belle

"Audrey!" suara bariton Bara mengejutkan Audrey yang namanya disebut

"Kenapa, Sayang?" tanya Audrey, wajahnya sudah pucat karena takut Bara mendengar apa yang diucapkannya barusan

"Ayo, kita pergi sekarang! Aku sudah siap." jawab Bara

Seketika Audrey langsung menghela nafas lega. Audrey langsung berjalan menghampiri Bara dan menggandeng lengan laki-laki itu dengan mesra

"Berhenti!" pekik Embun, Embun menghadang jalan mereka dengan menggunakan kedua tangannya

"Apa-apaan kau ini? Menyingkir lah!" teriak Bara

"Aku berhak memberhentikanmu. Aku adalah istrimu, aku tidak mengizinkanmu untuk pergi bersama wanita lain." ucapnya menatap Bara tajam

"Awas! Aku tidak akan mengulangi perkataanku. Segeralah untuk menyingkir."

"Bara, istrimu tidak mengizinkan kamu menemani aku pergi. Kalau begitu, biarkan aku pergi sendiri saja." ucap Audrey, dia melepaskan lilitan tangannya yang tadi menggandeng Bara

"Tidak. Aku akan pergi bersamamu. Jangan pedulikan wanita ini." Bara kembali menarik tangan Audrey untuk memeluknya dan menolak Embun hingga tersungkur di lantai, kemudian berlalu pergi begitu saja

Belle berlari untuk membantu Embun berdiri. Embun menangis tersedu-sedu karena sikap Bara seperti itu terhadapnya. Dia juga merasa malu kepada semua orang yang berada di rumah itu, karena Bara lebih memilih orang lain dari pada dirinya yang berstatus istri sahnya di mata hukum dan agama

"Kamu tidak apa-apa kan, Kak?" tanya Belle

"Aku tidak apa-apa. Terima kasih sudah menolongku. Setidaknya, masih ada kamu yang begitu baik, aku masih bisa menguatkan diriku sendiri." Embun kembali memasang wajah senyumnya untuk menutupi luka yang semakin hari kian menambah rasa sakitnya

DRRT DRRT DRRT

Ponsel Embun bergetar, tertera nomor yang tidak dikenal di benda berlayar pipih itu. Tanpa ragu, dia mengangkat panggilan itu

"Embun!" teriak seorang wanita diujung telepon tanpa basa-basi

"Bagaimana, apakah dia mau mengangkat telepon darimu?" ucap seorang pria yang tampak seperti berjarak sedikit lebih jauh

Ibu dan Ayah? Kenapa mereka meneleponku, sudah lama sekali aku tidak mendengar suara mereka. Akhirnya orang yang aku rindukan dapat menghubungiku, batinnya

Belle hanya memperhatikan raut wajah kakaknya yang tampak senang sekaligus sedih. Namun ia tak berani untuk bertanya sebenarnya ada apa. Dia hanya memilih diam dan melihat saja

"Halo, Embun. Apakah kamu mendengarkan aku?" ucap Mika, ibu tiri Embun. Suaranya dapat menyadarkan Embun dari lamunannya

"Iya, Bu. Aku mendengarkan mu." jawabnya

"Embun, aku dan Ayahmu membutuhkan uang. Kau harus mengirimkannya malam ini juga." seru Mika

"Uang apa, Bu?" tanya Embun kaget

"Uang nafkah darimu sebagai seorang anak. Kau kan sudah menikah dengan orang kaya, sudah pasti uangmu sangat banyak sekarang. Jika aku meminta dua puluh juta, tidak masalah, kan?" ucap Mika tanpa tahu diri dan tak punya hati

"Tapi, Bu. Aku tidak punya uang sebanyak itu." jujur Embun

"Bohong! Kau sudah menjadi Nyonya terkaya nomor satu di negeri ini. Tidak mungkin kau tidak mempunyai uang yang sedikit itu." bantah Mika

"Aku tidak berbohong, Bu. Bukankah Rena juga selalu memberikan kalian uang?" ujarnya

"Kamu jangan kurang ajar, ya! Uang yang dia berikan untuk kami tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan kami. Apalagi, Ayahmu selalu saja berjudi dan menghambur-hamburkan uang." ucapnya berteriak marah

"Kau jangan selalu menyalahkan aku. Aku hanya bermain judi saja, itukan sama saja dengan pekerjaan ku. Aku hanya belum beruntung karena belum menang. Jika aku menang, aku pasti akan memberikan uangnya untukmu juga!" jawab Ayah Embun dibalik telepon. Mereka tampak bertengkar

"Memangnya salah apa yang aku katakan? Kau hanya tahu berjudi saja. Laki-laki tidak berguna." sahut Mika ketus

"Kau juga hanya tahu berjalan-jalan, berbelanja, dan main arisan tidak jelas itu saja!" sahut Pras, Ayah Embun

Kelakuan mereka tidak berubah. Mereka hanya memanfaatkan ku untuk memberikan mereka uang saja. Aku memang menikah dengan orang kaya, Bu. Tapi, aku adalah istri yang miskin, aku tidak pernah dinafkahi oleh suamiku

"Bu, aku tidak punya uang sebanyak itu." jawab Embun lagi berharap kedua orang tuanya mau mengerti

"Jika kau tidak punya uang, kau kan bisa meminta kepada suami kaya mu itu. Aku mau uangnya segera di antar malam ini. Jika tidak, kau tidak usah pulang ke rumah lagi." ucap Mika dan langsung mematikan sambungan teleponnya

Air mata embun lolos keluar. Dia semakin bingung bagaimana jalan kehidupannya saat ini, mengapa jalan hidupnya penuh dengan drama dan air mata. Kapan, kapan hidupnya akan dihampiri dengan kebahagiaan seperti yang diinginkan dan diimpikan

Salahkah, jika kita hanya ingin kebahagiaan, salahkah jika kita hanya menginginkan sebuah keluarga yang bahagia. Yang dapat menghargai keberadaan kita, yang dapat mencintai kita dengan tulus tanpa mengharapkan sebuah imbalan. Itulah yang diinginkan Embun dalam hidupnya

Dia seketika terdiam, otaknya terus berputar-putar mencari solusi dan berpikir dimana dia bisa mengambil uang yang diinginkan oleh ibunya itu. Sudah lama ibunya tidak meminta uang padanya, dia berpikir kalau kedua orang tuanya sudah berubah. Tapi, ternyata bertambah parah

"Kak, kamu kenapa?" tanya Belle. Dia memperhatikan gerak-gerik Embun yang menjadi lebih diam sedari tadi

"Aku tidak apa-apa, hanya merasa sedikit pusing saja." jawabnya seolah-olah tidak mempunyai masalah apapun

"Yang benar? Jika kakak mempunyai masalah yang berat, kakak bisa menceritakannya pada orang lain. Mungkin, orang lain bisa membantu." ujarnya

Embun berpikir sejenak. Dia juga membenarkan apa yang dikatakan oleh Belle, dan dia juga berpikir, mungkin Belle bisa membantunya untuk meminjamkan uang

"Belle, apakah aku boleh meminta sesuatu?" tanyanya perlahan

"Boleh. Kakak ingin apa? Aku akan membantu jika aku bisa." jawabnya dengan senang hati

"Apakah kamu, kamu memiliki uang sebesar dua puluh juta? Kalau ada, aku ingin meminjamnya padamu." ucapnya terbata-bata

Belle awalnya sempat terkejut, namun sebisa mungkin dia menutupi keterkejutannya agar Embun tak tersinggung. Dia memaklumi dan juga tahu, untuk apa Embun meminjam uang. Karena dia juga sudah tahu bagaimana keluarga Embun bersikap padanya

"Ada. Kapan kakak memerlukannya?"

"Kalau boleh, aku memerlukannya sekarang." jawab Embun yang sudah bisa bernafas lega namun masih saja merasa malu

"Boleh. Kakak juga tidak perlu memikirkan kapan harus membayarnya. Kakak hanya perlu membayarnya dengan menjadi istri dan kakak ipar yang baik untukku dan Brandon!" ujarnya

"Mana bisa seperti itu. Menjadi istri dan kakak yang baik untuk kalian adalah sebuah keharusan. Namun, utang tetaplah utang yang harus dibayarkan. Aku tetap akan membayarnya. Tapi, saat aku mempunyai uang yang cukup, ya!" jelasnya. Dia tidak ingin mendapatkan belas kasihan orang lain untuknya

"Baiklah, baiklah. Terserah kakak saja." ucap Belle mengiyakan

"Belle, katamu Audrey itu adalah mantannya, Bara. Tapi kenapa mereka seperti masih mempunyai hubungan? Apakah Bara masih mencintai Audrey sehingga dia tidak bisa menjauhi wanita itu, atau mereka sebenarnya belum memutuskan hubungan mereka?" tanya Embun. Dia memang butuh kejelasan sekarang, dia tak ingin kehadirannya terus saja dianggap menjadi pengacau dalam hubungan orang

Belle hanya terdiam, sejujurnya dia juga bingung ingin menjelaskan jawaban yang ditanyakan Embun dari mana. Dia tidak ingin salah menjelaskan dan membuat wanita yang berada di hadapannya, yang berstatus sebagai istri dari kakaknya itu menjadi berkecil hati

Hai....

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar, berikan gift, dan kebetulan besok hari Senin berikan vote mingguannya untuk karya author ini, ya! Agar author semakin semangat. Hehe

Jangan lupa masukkan ke list karya favorit kamu ya

Terima kasih karena sudah mau mampir di karya remahan kerupuk sepertiku ini ❤️❤️❤️❤️

1
Lisa Halik
lanjut saja sini thor brandnon
Lisa Halik
kenapalah embun masih juga ingin bersama bara
Lisa Halik
kalau saya macam embun,saya pergi saja dari bara&cari kebahagian sendiri..huhuh
Lisa Halik
kenapa bara masih saja tak sadar
Lisa Halik
keterlaluan sekali bara
Wahyu tampan sempurna
embun bego
embun oon
embun Tolol
embun lemah
embun cuma bisa mewek
embun bloon
embun
embun
embun
embun
embun
embun
embun
embun
embun mati aja Sono gak guna juga jadi tokoh utama
Wahyu tampan sempurna: aku belum baca itu mah


ini aja coba baca ' di buang suami di nikahi ' om suami
total 1 replies
Wahyu tampan sempurna
ternyata embun bego bin oon sontoloyo


jujurlah
Rahma Lia
Luar biasa
Yana
kk aurora Jagan ter lalu kejam kk. bara y sama embun kasian dia kk
Kurnaesih
Alhamdulillah selesai... tetap semangat Thor semoga selalu sehat.dan sukses 🤲🥰🥰 mo lanjut baca Bungsunya Bara Ama Billy 💪💪👍
Kurnaesih
aku begadang Thor saking kangen nya5 Ama bara embun 🥰🥰🥰
Lizaz: maacih kakak sayang😍
total 1 replies
Kurnaesih
mampir Thor ini aku baca yang ke 2 lagi kangen Ama embun/barra🥰🥰👍🙏
Lizaz: 😍😍😍
mungkin udah lama banget, saya baru liat komentar kakak💋
total 1 replies
Mazree Gati
stop,,end .sorii tor ngak lanjut
Agnesya
Lah dia tlp ke adiknya utk bertya kabar itu pake apa ya???
Rusnawati Rusdi Rusdi
ok
Nur Aidi Athi
Buruk
Bang Sule
sikap Rey tidak profesional...laki2 goblok....!
Rostin Dawi
klw Albert punya pistol kenapa tidak membaki embun kenapa mala melemparnya pakai pisau
Mischa Chantika
Luar biasa
Ian Nver Win: 9u8 de556
total 1 replies
Mischa Chantika
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!