WARNING 21+++
Cerita kali ini berjudul “SIMPANAN DOSEN” bercerita tentang mahasiswi cantik dan seksi bernama Sisca Morena yang terjebak cinta dengan dosen muda bernama Bobby Alvenzo yang tampan namun hyperseks.
Support aku terus agar semangat buat up cerita disetiap partnya! Thank you🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WEENA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tenaga Pagi 21+
HAPPY READING🥰
Masih AREA 21+
Keesokan harinya Andi masih memeluk tubuh polos Istrinya, Ia menatap wajah cantik Istrinya yang masih tidur terlelap. Dia mencium cium pipi istrinya itu, dan membuat Lolita mengerjapkan matanya.
“Ndiii.. jangan ganggu.. aku masih ngantuk” ujar Lolita langsung membalikkan badannya
Andi memeluk istrinya dari belakang dan meremas gunung kembar istrinya itu pelan
Lolita langsung duduk dengan kesal “aku tidur jam 3 loh ndi!!”
“Iyaudah maaf sayang, kamu boleh tidur deh sekarang” lanjut Andi
“Udah gak ngantuk!!!” Balas Lolita langsung berdiri dan masuk ke kamar mandi dengan keadaan tanpa berbusana yang membuat Andi meneguk air liurnya pelan.
“Sayang.. aku minta maaf” ujar Andi sambil mengetuk pintu kamar mandi
Namun tidak ada balasan dari Lolita
Andi mengambil kunci cadangan untuk membuka pintu kamar mandi, dan ternyata Lolita sedang berendam dalam bath up dan Ia sangat terkejut karena Andi bisa masuk ke kamar mandi.
“Lohh kok kamu bisa masuk?” Tanya Lolita
“Kan ini rumah aku sayang” balas Andi enteng juga masuk ke bath up
“Aku mau mandi.. kamu tunggu di luar dulu ndi” lanjut Lolita menghalangi Andi
“Aku harus cepat cepat sayang, ada kerjaan nanti aku terlambat.. jadi kita mandi bareng saja” elak Andi
“Ihhh.. yaudah aku keluar dulu aja deh” ujar Lolita
Andi langsung menghentikan gerakan Lolita dengan serangan ciumannya dan Itu sangat menghipnotis Lolita, Ia juga mulai merasa candu dengan sentuhan-sentuhan Andi.
Andi merapatkan badannya dan memperdalam ciumannya dan tangan kirinya bergerak menyentuh gunung kembar istrinya sedangkan tangan kanan sudah mengobrak-abrik liang inti istrinya itu, Lolita mulai hanyut dalam buaian Andi.
“Aghhhh huhhhhhhh” dezah Lolita sambil menengadahkan kepalanya keatas
Andi masih sibuk mengocok liang inti istrinya dengan jarinya hingga Lolita merasakan beberapa kali pelepasan.
“Akuhh keluar lagiii ahhh” teriak Lolita
“Andiiiiiiiiiii ahhhhhh huhhh” dezahnya menggila saat jari Andi semakin liar bergerak di intinya
“Masukinnnn milikmuhh ajahh ahhhh” lanjutnya merengek
Andi tersenyum senang karena berhasil menaikkan gairah Istrinya itu dan langsung melebarkan paha istrinya dan mengarahkan miliknya yang sudah siap bertempur ke arah inti istrinya itu.
“Ahhh huhhhh masih sempittt” ujar Andi masih kesusahan menjebol pertahanan
“Punyaa kamuhh yang gedeh aghhhh” teriak Lolita merasakan kenikmatan yang luar biasa itu
JLEB
JLEB
Milik Andi sudah masuk sempurna di Inti Istrinya itu namun Ia masih belum bergerak dan fokus memagut puncak gunung kembar yang menantang itu
“Ahhhh huhhh gerak sayangg ahh” dezah Lolita tanpa sadar memanggil Andi dengan sebutan sayang
Andi langsung mendapatkan tenaga super pagi itu, Ia memacu dengan kecepatan tinggi untuk memompa Inti Istrinya itu
“Yahhh ahhh kamu nikmat sekali sayanggh” dezah Andi kencang
PLOK PLOK PLOK
Setelah berjam-jam di kamar mandi akhirnya mereka menyelesaikan ritual itu dan kembali melakukan aktivitas.
#Di lain tempat
Akhirnya Sisca dan Bobby sudah sampai di Jakarta dengan selamat, mereka sangat lelah akibat perjalanan panjangnya dan Bobby menyarankan untuk ber istirahat di rumahnya dan Sisca menyetujuinya.
“Mas gak perlu ngojek lagi yaa” ucap Sisca
“Kenapa gitu sayang? Kamu malu punya pacar tukang ojek?” Tanya Bobby
“Bukan gitu.. aku gak mau aja Mas panas-panasan trus pasti capek juga” balas Sisca
“Yaudahh.. Mas jadi dosen aja yaa sayang” ujar Bobby sambil memeluk kekasihnya itu,
Sisca juga membalas pelukannya.
Bobby mencium bibir Sisca setelah sekian lama dan merasa sangat rindu.
Pagutan-pagutan dan hisap-hisapan itu membuat mereka hilang kendali.
Bobby menarik tangan Sisca menuju kamarnya dan meminta Sisca memilih lingerie dan memakainya
“Pilih dan pakai kostum ini untuk Mas” pinta Bobby
“Aku gak cocok Mas pakai beginian” ujar Sisca
“Cocok kok.. kamu gak pake apa-apa aja cantik” ujar Bobby menyeleneh
Sisca langsung meminta Bobby untuk keluar sebentar dan datang lagi setelah Ia selesai memilih Lingerie itu. Ia memilih Lingerie berwarna merah terang, bahannya sunguh tipis dan membuat tubuh Sisca terlihat sangat jelas.. Ia yakin bahwa Bobby menyukai penampilannya itu.
KREK
Pintu kamar terbuka dan Bobby terpana melihat kemolekan tubuh dan kecantikan kekasihnya itu
Tanpa aba-aba Ia menggendong Sisca ala Bridal menuju cermin besar dipojok kamarnya, Bobby melepaskan seluruh pakaiannya dan mulai mencium bibir Sisca pelan dan mereka saling membalas
Bobby menghadapkan Sisca ke arah cermin “lihat.. kamu sangat cantik sayang”
Sisca tersenyum malu
Bobby menarik tali b r a lingerie itu dan membuat gunung kembar kekasihnya itu langsung terlihat jelas dan menantang
Ia juga menarik tali c d kekasihnya itu sehingga mereka sama-sama tak berbusana lagi.
Bobby menyentuh inti Sisca pelan dengan jari-jarinya dan membuat Sisca merinding geli, hanya dengan kocokan 2 jari sudah membuat Sisca merasakan pelepasan berkali-kali
Bobby mengangkat kaki kanan Sisca dan mengarahkan Bursis ke inti Sisca, Ia menyodok keras inti kekasihnya itu
“Ahhhhh huhhh sayangggg” dezah Bobby
“Intimu nikmat ahhh, bursis di pijit pijit ahh” lanjutnya
“Ahhhh mashh yang kenceng mass” dezah Sisca menggila
Bobby menambah kecepatannya dan meminta Sisca untuk melihat kearah cermin bagaimana tubuh mereka bisa bersatu dengan begitu indah
“Sayangg lihatlah ituhh” ujar bobby masih aktif menghentak-hentakkan badannya
Sisca melihat penyatuan mereka dan langsung ******* bibir kekasihnya itu dengan penuh gairah
“Ahhhhh mas enakkk ahhh huhh” dezah Sisca merem melek.
Bobby melingkarkan tangan Sisca ke lehernya dan memperdalam ciuman mereka dan melilitkan kaki kekasihnya itu dipinggulnya, Ia menempelkan tubuh mereka di tembok dan menghentak-hentakkan tubuhnya keras dan membuat tubuh Sisca juga berguncang.
“Huhhhh ahhhh” dezah Sisca menggila
Bobby belum merasakan puncak kenikmatannya dan memutuskan mencari gaya lain, Ia meminta Sisca untuk menungging dan Ia akan menyodok intinya dari belakang
“Ahhhhh ayo sayang jepit Bursis lagi” teriak Bobby tak terkontrol sambil meremas gunung kembar Sisca.
“Huhhhh penuh mash akuu” balas Sisca merasakan Bursis yang semakin gila itu.
“Mashhh aku cape mashh stopp” ujar Sisca yang sudah sangat lelah.
Bobby membalikkan tubuhnya dan menindih Sisca, Ia tak menghiraukan perkataan Sisca dan masih menghentak-hentakkan miliknya masuk dan keluar sambil menyedot puncak gunung kembar itu.
Setelah keduanya merasa lelah akhirnya mereka tertidur pulas sambil memeluk satu sama lainnya.
PANAS PANAS PANAS🥵🥵🥵
ok lah cusss🚴
gantilah kalimatnya ,jangan menggunakan kalimat seolah" Bobby tau kebenarannya.
begini lebih baik " aku gak tau sayang apa yg terjadi saat itu..apakah aku bener melakukannya atau tdk."
gitukan enak bacanya, jangan buat bobbynya seolah tau pdhl Lo aja menggambarkan Bobby mabuk berat belum lagi tanpa busana.
bukti pertama, Bobby sangat mabuk sampai gak ingat apa"
kedua.. itu adalah kesempatan Mita
ketiga Bobby tdk mekaia busana.
jadi menutur ceritanya..logika lah yg menang dan benar
gw seperti orang bodoh dengan beberapa part dinovel ini..astagaaaa/Bye-Bye/
maaf aja thor
GAK NYAMBUNG..TAU GAK?
makanya kasih klu atau penasaran jangan langsung inti kalo Bobby emng sdh melalakukannya. BUAT READERS PENASARAN BUKAN MALAH DIBUAT CERITA BOBBY SDH MELAKUKANNYA BARU DIPART SELANJUTNYA MALAH DIELAK. KELIATAN LAH GAK NYAMBUNGNYA./Facepalm//Drowsy/