Setelah menjalani sekali kematian, Dara kembali berinkarnasi dan menjadi gadis yang berbeda. Menyadari jika dia masih punya kesempatan, ia membalas dendamnya dan mencari kebenaran yang selama ini tak ia ketahui.
Tapi semua harapan Dara tak semudah air mengalir, siapa sangka tubuh yang dia pinjam malah memiliki masalah yang lebih rumit darinya.
Sanggupkah dia menyelesaikannya?
Yuk baca sampai selesai ☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Abas murka
Di kediaman keluarga Teddy, semua orang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing, seperti pagi biasa.
Hari ini Nayara akan melakukan ujian kelulusan yang terakhir kali. Setelah ini mungkin dia akan terbebas dari tempat menyeramkan baginya itu.
“Apa kamu sudah siap?” Teddy bertanya dengan lembut, “Ayah harap kamu bisa menyelesaikan hari terakhir ini dengan baik. Seperti pagi biasanya, Papa yang akan antar kamu ke sekolah.”
“Tentu saja, Papa. Ayo berangkat,”
Hari ini Nayara sangat bersemangat. Bukan hanya karena tentang sekolah, tapi ada satu hal baik yang mungkin akan dia dengar dari seseorang.
Sedangkan di sisi lain, Abas sedang mengamuk dikantornya. Sekretarisnya bahkan tak bisa menghentikan Abas yang mengila. Karena beberapa investor menarik dananya, membuat perusahaan dia terguncang. Jika terus begini tentu saja dia bisa bangkrut.
Tapi apa ini... Saat dia berharap istri dan anaknya akan membatunya di keadaan sulit ini, tapi ternyata dia malah mendapatkan kabar yang semakin membuat pria tua itu mengila.
“Bagaimana bisa Putri yang selalu aku bagaimana bisa se Brengsek itu! Aku bahkan tidak sadar telah menghidup ****** di dalam istanaku sendiri!” Abas berteriak marah. Membanting semua foto dan juga kertas yang ada di atas meja kerjanya.
Beberapa foto Ayunda yang sedang bercinta dengan beberapa pria di kirimkan oleh seseorang yang tidak dikenal. Tidak itu saja, bahkan tak lama dari itu, beberapa Video juga dikirimkan oleh seseorang yang tidak di ketahui siapa pelakunya.
Putrinya yang begitu dia manja, dia anggap seperti gadis berhati malaikat ternyata semuanya hanya kebohongan. Abas tidak bisa menerima ini, ia benci dengan sebuah kebohongan.
Dulu dia membiarkan anak dan istrinya pergi karena mendengarkan kata-kata istri mudanya. Sekarang rasa sesal membuat Abas merasa tertampar. Mangkinkah ini karma?”
“Filip, apakah ada pengeluaran yang mencurigakan dari nyonya dan nona?” Abas menatap sekretarisnya dengan tajam, meminta bawahannya itu berkata jujur.
“Itu... Sepertinya... Sepertinya nyonya melakukan pengeluaran yang cukup besar, Tuan.” Filip terlihat bergetar saat mengataknya, “Tidak itu saja... Akhir-akhir ini saya juga mendapat laporan dari pelayan di rumah Anda jika nyonya sering keluar.”
Pada titik ini Abas benar-benar telah tertipu oleh istrinya. Selama ini di Berpikir wanita selugu Salsa tak akan berbohong padannya, tapi apa ini?
Dia bahkan bisa sampai tidak tahu apa yang di perbuat wanita itu di belakangnya?
“Selidiki! Saya ingin besok laporan tentang Salsa sudah ada di meja saya!”
Filip hanya bisa mengangguk patuh, setelah itu ia izin keluar dari ruangan yang membuatnya sesak dan ketakutan itu. Sekarang bertambah lagi pekerjaannya, selain menjadi sekretaris dia juga merangkap menjadi asisten pribadi Abas beberapa waktu terakhir. Karena asisten Abas yang dulu memilih mengundurkan diri.
Filip mengusap dadanya, ia lega karena bisa menghindari Sang bos gila. Filip tahu, jika Abas Sudah marah itu akan buruk untuk keselamatannya. Pria tua itu tak akan segan-segan melempar benda apapun pada karyawan, dan itu sudah menjadi hal yang menakutkan di kantor ini.
"Kamu kenapa? Apa bos besar marah lagi?" Rani langsung bertanya dengan cemas. melihat wajah Filip baik-baik saja dia bisa menarik nafas lega.
"Kamu tidak perlu kawatir. Bos tidak lagi marah pada karyawan, tapi pada istrinya." Filip kembali ke mejanya yang di belakang di ikuti Rani.
"Apa yang bisa aku lakukan untuk membatu mu dalam masalah kali ini?" Rani tersenyum Kecil, dia tahu kali ini filip pasti akan butuh bantuannya.
"Apa kamu serius?"
"Iya... Aku juga sudah gatal ingin melakukan sesuatu Yang berbeda. Bekerja di kantor sangat membosankan, jika ada sesuatu yang menarik pasti akan aku dengan senang hati akan membatu."
Filip tersenyum simpul. Dia sudah punya rencana, dan jika Rani siap membantu mungkin itu akan semakin baik hasilnya.
*****
lanjut semangat
lanjut semangat