Indonesia
NovelToon NovelToon
Pendekar Senjata Pusaka : Turnamen Pulau Naga

Pendekar Senjata Pusaka : Turnamen Pulau Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Ahli Bela Diri Kuno / Dunia Lain / Epik Petualangan / Roh Supernatural / Pusaka Ajaib / Barat
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dwan

Turnamen Pulau Naga adalah turnamen yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali di sebuah pulau melayang, yang hanya bisa diakses melalui gerbang khusus yang berada di Kekaisaran Centra. Tujuan turnamen ini adalah untuk menemukan Tujuh Senjata Pusaka Naga. Namun selain ketujuh Senjata Pusaka Naga tersebut, ada begitu banyak senjata Pusaka lainnya yang masih merupakan target pencarian di turnamen ini. Namun untuk menemukan Senjata Pusaka tersebut bukanlah perkara yang mudah. Karena selain harus bertarung dengan sesama peserta peserta, para peserta juga di hadapkan dengan berbagai mahklul penjaga pulau tersebut. Karena itu sebagai hadiah turnamen paling bawah. “Barang siapa yang bisa bertahan selama turnamen berlangsung maka iya berhak mendapatkan 1200 keping Emas”. Hadiah itu diberikan karena melihat tingkat resiko kematian para peserta yang sangat tinggi. Meski dengan resiko yang sangat tinggi, namun tidak menghentikan keinginan Darka untuk mengikuti turnamen ini, seorang Pendekar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penerus Tombak Pusaka Geek

Lantai 3 dari bawah area inti reruntuhan kuno. Melihat situasi saat ini, Aculus dan Geek yang sedang menghadapi Typus dalam wujud manusianya, terlihat kewalahan dengan kemampuan spesial milik Typus yang dapat menerima serangan tanpa terluka di situasi tertentu. Disisi lain Reitha yang telah berhasil mengalahkan para bayangan Typus, baru saja sampai di tempat pertarungan ini. Dengan amarah yang memuncak. Rietha langsung saja menembakkan senapan apinya.

“ Thusssh Thusssh Thusssh “ Rietha menembak dari jarak 100 meter. Peluru panas dari senapan Rietha tepat mengenai kepada Typus namun.

“ Thinkkk Thinkkk Thinkkk “ peluru panas itu, dipantulkan dengan mudah oleh tubuh spesial Typus.

“ Dia sudah sampai ya!. Baiklah!!!, Teknik Siluman Ular Air, bayangan Es Kristal “ ucap Typus dan langsung memunculkan 10 bayangannya untuk membantunya bertarung. empat bayangan untuk memojokkan Rietha dan enam lainnya membantunya melawan Aculus dan Geek.

Mungkin sedikit aneh, namun sebenarnya Typus memang sengaja memisahkan mereka berlima dalam pertarungan ini. Itu karena iya ingin menghentikan pengguna senjata jarak jauh, agar mengurangi celah pada kemampuan spesialnya. Karena itu iya mengarahkan bayangannya untuk bertarung melawan Rietha dan Elisa, yah meski ternyata Dios malah ikut bersama mereka. Sedangkan dirinya bersama dua bayangan lainnya berhadapan dengan Aculus dan Geek, yang notabene adalah petarung jarak dekat. Sehingga disaat Rietha, Dios dan Elisa bertarung di depan ruangan penyimpanan senjata Pusaka, dirinya yang sedang melawan Aculus dan Geek. Mencoba menjauh ke arah seberang, disisi lain lantai ini. Namun iya tidak menduga kalau Rietha akan berhasil lolos dari serangan para bayangannya, terutama pada teknik Ruang Titik Beku miliknya. Sehingga saat ini iya harus bertarung melawan mereka bertiga dengan target utama Rietha.

“ Thankkk Thinkk Thankkk Thinkk “ Aculus dan Geek masih saja kesusahan menghadapi Typus dan kedua bayangannya, ditambah enam bayangan lagi semakin membuat Aculus dan Geek kewalahan.

“ Ayolah yang benar saja!. Dia menambah enam pasukan bayangannya lagi!!! “ ucap Geek kesal.

“ Tenang Geek!!!. Fokus kita saat ini, adalah untuk memberikan serangan yang membuat tubuh aslinya bisa terluka. Karena itu kita harus fokus untuk memberikan segala jenis serang terhadap dirinya !!! “ ucap Aculus menerangkan kembali tujuan mereka saat ini, yaitu menemukan kelemahan yang dimiliki oleh Siluman Ular Air tingkat tinggi ini yaitu Typus.

“ Thusssh “ senapan di tembakan mengarahkan ke mereka berdua. " Thesssh " melesat di samping telinganya mereka, membuat mereka sadar bahwa Rietha sedang ada di dekat sini.

“ Nona Rietha!!! “ Panggil Geek dan melihat ke sekitar.

“ Rietha! “ begitu pula dengan Aculus yang langsung menyadari sinyal tersebut.

“ Duarrr Duarrr Duarrr Duarrr “ satu dari empat  bayangan yang menargetkan Rietha berhasil iya kalahkan. Menembak dari tembok yang rubuh, berdiri di atasnya. Membuat Aculus dan Geek menemukan keberadaannya.

" Sial!, wanita ini cukup berbahaya! " ucap Typus setelah melihat empat bayangannya, yang dengan mudahnya di hancurkan di depan matanya sendiri. Kemudian iya mulai berpikir dan membuat rencana baru untuk menangkap mereka bertiga.

Disisi lain, “ Thusssh Thusssh “ Aculus dan Geek melesat ke arah Rietha berada.

“ Nona Rietha!, nona baik-baik saja kan? “ ucap Geek dan menanyakan keadaan Rietha saat ini.

“ Tenang saja aku baik-baik saja ! “ Jawab Rietha menenangkan Geek.

“ Bagus lah!!!, tapi dimana yang lainnya? “ tanya Geek, menayangkan keberadaan Dios dan Elisa.

“ Me...” Rietha mencoba menjawab namun di hentikan oleh Aculus.

“ Tidak apa!. Kakak mengerti ! ,lebih baik saat ini kita fokus untuk mengalahkan Siluman Ular di depan kita ini !!! “ ucap Aculus mengerti bahwa Rietha saat ini sedang terpukul atas apa yang terjadi terhadap Dios dan Elisa. Bukan karena tidak ikut merasa kehilangan, namun saat ini ada yang lebih penting. Yaitu mengalahkan Typus.

“ Baik kak!!! “ ucap Rietha dan dibarengi oleh anggukan Rietha dan Geek.

“ Baiklah waktunya kita tentukan strategi mengalahkan Siluman Ular Air di depan kita!!! “ ucap Aculus memberikan semangat ke mereka berdua.

“ Pertama-tama, Siluman Ular ini memiliki kebiasaan yang cukup aneh. Karena ketika di serangan iya memiliki keanehan dalam menanggapi serangan tersebut. Entah mengapa di setiap serangan yang kita lancarkan yang merupakan serangan kejutan. Siluman Ular ini entah bagaimana tubuhnya akan menjadi sangat keras, walaupun seharusnya senjata Pusaka apapun dapat membuat goresan meski sedikit pada tubuhnya. Tapi tubuh Siluman Ular ini benar-benar tidak menerima goresan sedikitpun. Terus apa bila iya menyadari serangan akan mengenainya, iya akan sekuat tenaga menghalaunya. Dan lebih anehnya lagi!!!, ketika iya tidak membawa senjata. Seluruh serangan yang iya terima tidak akan membuatnya terluka. Malah sebaliknya, kita yang menyerangnya mendapatkan luka yang seharusnya mengenai dirinya “ terang Geek kepada Rietha saat rapat cepat mengenai Typus yang telah iya lawan sedari awal.

“ Ini benar-benar rumit!, jika benar seperti itu!. Ini akan menjadi pertarungan yang menguras pikiran dan tenaga!!! “ ucap Rietha benar-benar tidak menyangka dengan kemampuan Typus sang Siluman Ular Air Atas.

“ Iya itu tepat sekali!!!, saat ini aku dan ketua benar-benar kewalahan untuk menentukan serangan yang tepat, yang bisa melukaimu Siluman Ular ini!!! “ terang Aculus.

Namun sebelum mereka selesai dengan pembicaraan mereka. Dari arah belakang dua Bayangan Typus sudah bersiap melancarkan serangannya.

“ Teknik Siluman Ular Air, Ruang “ ucap kedua bayangan itu. Dan seketika Rietha tersadar dengan teknik tersebut dan langsung berteriak...

“ Kakak!, Geek!, lari!!! “ teriak Rietha.

“ Apa !?? “ Ucap Geek kebingungan.

“ Thusssh “ Aculus langsung merangkul Rietha dan melesat menjauhi tempat tersebut.

“ TItik Beku “ ucap kedua bayangan tersebut dan mengaktifkan teknik miliknya.

“ Crackkkkk “ ruang beku yang lebih besar tercipta. Geek yang lambat menghindari teknik tersebut, terpaksa kehilangan kedua bagian bawah lututnya yang terjebak di Ruang Titik Beku tersebut.

“ Chassh “ Meluncurkan dengan kecepatan tinggi membuat kakinya terpotong di pinggir Ruang Titik Beku tersebut.

“ Aaaa “ meluncur dengan muka yang tergerus lantai dan berakhir menabrak dinding dengan sangat Keras. " Duaarrr " kepulan asap memenuhi dinding tersebut. Aculus dan Rietha langsung menghampirinya. Muka berdarah- darah dengan kaki yang mengalirkan darah membuat dirinya tidak bisa bertahan lama.

“ Geek!!! “ panggil mereka berdua benar-benar khawatir.

“ Ugh “ Geek memuntahkan Darah dan berkata.

“ Maafkan aku Nona Rietha dan Ketua!!!, ini akhir perjalananku!. Maaf aku yang tidak bisa berjuang lebih lama lagi!. Tapi meski begitu ini!!! “ ucap Geek dan menyerahkan Tombak Pusakanya kepada Rietha dan lanjut berkata.

“ Dengan ini Tombak Pusakaku akan ku serahkan kepadamu Nona Rietha Gloridas !!!, sebagai sang penerus Senjata Pusaka Leluhur, Tombak Anemos, Geek Anemos!!! “ ucap Geek lalu terbaring tak bernyawa di pangkuan Rietha.

Seketika Tombak Pusaka Geek bersinar. Kemudian esensi kehidupan Geek yang telah keluar dari tubuhnya masuk ke dalam Tombak Pusakanya, membuat tombak Pusaka tersebut terbang melayang dan bersinar terang. Lalu berhenti seperti bersiap menerima perintah dari pemilik barunya, " Rietha Gloridas.

1
B aja
lanjut Thor /Smirk//Good/
Gin taro2812
Menarik!!!, meski ada beberapa kata yang salah ketik di beberapa bab. Tapi Thor updatenya jangan 3 hari sekali lah, karena sayang ceritanya bener-bener buat saya ke hook.
Hunt
Yang Sedang mencari bacaan penuh aksi novel ini menurut saya pantas untuk dicoba. Walaupun sedikit membingungkan dengan sistem di dunianya. Tapi saya sangat rekomendasikan novel ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!