Indonesia
NovelToon NovelToon
Hutang Harta Berujung Cinta

Hutang Harta Berujung Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Bad Boy
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Green_Rose

Ia dijodohkan dengan anak orang kaya di kampungnya. Pria lumpuh dengan latar belakang yang tak enak di dengar. Anak tunggal dari orang terkaya di kampung itu. Cap play boy yang suka mempermainkan wanita melekat sangat kuat di nama si cowok.

Namun, Aulia tetap menerima pernikahan itu karena hutang ayahnya yang besar. Iya. Singkatnya, pernikahan itu karena hutang keluarga yang besar, yang tidak bisa ayahnya kembalikan.

Namun, siapa sangka kalau hidup akan berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode *24

Zihan begitu gencar membujuk si wanita tua dengan susah payah. Tak ia pikirkan lagi harga dirinya sebagai pria yang berpunya. Hingga akhirnya, si wanita tua itu luluh karena mendengar cerita Zihan.

Iya, cerita masa lalu Zihan yang sempat Zihan keluarkan. Karena cerita inilah, si wanita langsung luluh. Yang ternyata, dia mempertahankan tanah kosong itu juga karena cinta. Atas dasar cintanya pada mantan suami yang sudah tiada. Karena itu, lahan kosong itu ia pertahankan.

Tapi, setelah mengetahui Zihan adalah pemuja cinta yang dulunya seorang pemain cinta yang insyaf, maka si perempuan tua itupun memberikan tanah tersebut dengan harga yang lumayan rendah dari yang Zihan tawarkan. Dan, begitulah jalan Zihan untuk membangun taman ini buat Aulia.

Sementara itu, Aulia yang masih belum tahu apa kejutannya pun masih berpikir tak karuan. Karena dia masih menunggu kejutan yang cukup menguras waktu. Rasa penasaran pun semakin kuat saja.

Diani yang tahu akal semua itu, tidak akan menyia-nyiakan keadaan. Dia berencana untuk merusak semuanya. Termasuk, merusak usaha Zihan yang sudah dengan susah payah Zihan lakukan. Dia juga akan merusak kepercayaan Aulia dengan kejutan yang masih Zihan sembunyikan saat ini.

Rencana Diani dan Lula pun akan dijalankan mulai dari saat ini. Mulai dari waktu yang hanya tinggal sedikit saja lagi buat Zihan menyiapkan kejutan untuk Aulia. Karena Lula akan muncul di sana sekarang. Muncul sebagai seseorang yang bisa membantu Zihan dalam menyelesaikan masalah besar yang sedang Zihan hadapi. Yaitu, kehancuran taman yang hampir saja selesai.

"Apa!? Bagaimana bisa rusak separah ini?" Zihan kaget bukan kepalang saat taman yang sudah susah payah ia bangun, kini rusak entah karena apa.

"Entahlah, Den. Kata Pak Bahar, tadi malam turun angin dan hujan yang cukup ekstrim. Karena itu, keadaan taman ini sangat tidak baik-baik saja sekarang." Mang Mamat menjelaskan dengan rasa sedih dan cemas.

"Tidak. Ini tidak masuk akal, Mang. Bagaimana mungkin bisa ada hujan dan angin yang sangat ekstrim sampai bisa merusak taman separah ini. Aku tidak percaya kalau ini dikarenakan oleh alam. Aku curiga ada campur tangan manusia di dalamnya."

"Ya Tuhan ... bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Jika kita membangun ulang, maka akan butuh waktu yang cukup lama, Mang. Bagaimana dengan Aulia yang sudah lama menunggu?" Zihan terlihat sangat sedih dan kecewa sekarang.

"Sabar, Den Zihan. Bagaimana jika Den Zihan jujur saja sama Non Aulia. Mang yakin kalau Non Aulia akan memahami semua ini, Den."

"Tidak, Mang. Jika aku jujur, berarti aku akan mengatakan kalau kejutannya gagal. Aku tidak ingin hal itu, Mang. Aku ingin membuat Aulia bahagia. Bukan malah sebaliknya. Kecewa karena kejutan yang ia nantikan tidak bisa ia dapatkan."

"Lalu ... apa yang harus kita lakukan sekarang, Den Zihan? Tidak ada cara yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki taman ini dalam waktu singkat, bukan?"

Zihan terdiam. Sepertinya, dia sedang berpikir sangat keras untuk menemukan cara agar bisa memperbaiki taman tersebut. Mang Mamat yang berada di samping Zihan pun ikutan terdiam. Karena tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini. Baginya, tidak mungkin untuk mengembalikan keadaan taman yang hancur berantakan. Dan, akan lebih baik jika Zihan jujur saja pada Aulia. Meskipun itu akan sedikit mengecewakan Aulia. Tapi, itu akan lebih baik dari pada mengulur waktu lebih lama lagi.

Namun, bagaimanapun, keputusan terakhir ada di tangan Zihan. Karena ini adalah kehidupan si majikan yang tidak bisa ia ikut campuri sesuka hati. Tugasnya hanya mengikuti apa yang Zihan katakan. Dan, sesekali memberikan nasehat. Jika Zihan ingin mendengarkan, maka itu akan bagus. Sedangkan jika tidak, maka Mang Mamat tidak punya kuasa untuk memaksa.

Sementara Zihan yang sangat berharap untuk membuat Aulia bahagia, kini lupa akan resiko yang akan dia dapatkan. Obsesi yang terlalu besar pasti akan menyusahkan diri sendiri. Begitulah yang akan Zihan rasakan selanjutnya.

"Mang Mamat. Carikan aku satu orang pekerja lagi. Aku ingin mereka mengembalikan lahan ini dengan cepat. Dan, Mang Mamat juga bisa membantu di sisi agar pekerjaan itu bisa diselesaikan dengan cepat."

"Tapi, Den. Bagaimana dengan Den Zihan? Jika Mang membantu di sini, maka Den Zihan siapa yang akan menjaga?" Mang Mamat berucap dengan nada khawatir akan keputusan Zihan saat ini.

"Jangan cemas soal aku, Mang. Ada Pak Toha yang akan selalu berada di sampingku. Untuk sementara, Pak Toha saja yang ikut bersama aku."

"Tunggu! Ikut ke mana maksud, Den Zihan? Apa mengambil tanaman yang sudah tumbuh di toko bunga itu akan tetap dilakukan?"

"Iya. Akan tetap aku lakukan. Karena kejutan ini harus tetap aku selesaikan meskipun harus mengulur waktu lagi. Kebahagiaan Aulia, adalah prioritas buat aku sekarang, Mang."

Mang Mamat hanya bisa melepas napas berat saja. Baginya, ini bukan soal kebahagiaan yang sedang Zihan prioritaskan. Melainkan, soal obsesi saja. Walau begitu, Mang Mamat tidak punya cara lain selain mengikuti apa yang Zihan katakan. Meskipun dengan hati yang sangat berat sekalipun.

Begitulah ambisi Zihan untuk membuat taman tetap kembali berjalan meskipun taman itu sudah rusak berantakan akibat ulah Diani. Ya, taman itu dirusak oleh Diani. Entah bagaimana cara ia melakukan, yang jelas, dia sudah berhasil melakukan apa yang ingin ia lakukan.

Maklum, Diani itu perempuan yang terlalu ambisius. Uang bukan halangan bagi dia untuk melakukan apapun yang ia inginkan. Karena itu, dia begitu mudah untuk mengeluarkan uang dengan nominal tinggi asal usahanya berhasil.

Sementara itu, Zihan yang tidak tahu apa-apa soal rencana Diani pun terus berusaha keras untuk melanjutkan pekerjaannya. Hingga dia juga ikut turun tangan melakukan apa yang bisa ia lakukan. Seperti, dia yang seharusnya menunggu di lahan itu, kini turun tangan sendiri untuk pergi menjemput bunga di toko.

Kesempatan inilah yang tidak akan Lula sia-siakan untuk lebih dekat dengan Zihan. Bahkan, berada di sisi Zihan dan membuat pikiran Aulia akan Zihan langsung rusak.

Setelah mendapatkan arahan dari Diani, maka Lula langsung bergerak. Ya, semua ini tak lepas dari Diani. Semuanya Diani yang menyusun. Lula hanya bertugas melakukan apa yang Diani katakan saja. Singkatnya, dia adalah wayang yang Diani dalangkan.

"Aaak ...!"

Ciiit ... brak! Mobil yang Pak Toha kendarai langsung menabrak sepeda seorang perempuan yang sedang penuh dengan tanaman bunga hidup. Hasilnya, si perempuan jatuh dengan kaki yang tertindih oleh sepeda dan tanaman yang berserakan.

1
sunaryati jarum
Sadar diri namanya buruk,takut jika usahanya tidak dilirik masyarakatnya karena citramu buruk.Cerdik juga.
sunaryati jarum
Baru mampir
Green_Rose: yuhu... moga betah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!