Kinara Kirei Maheswari, gadis cantik primadona sekolah bukan hanya cantik namun juga memiliki bentuk tubuh proporsional bak model.
Gadis cantik yang akrab disapa Kinar itu harus mengalami pahitnya kehidupan. Karena di usianya yang masih duduk dibangku SMA Kirana harus menikah dengan laki laki yang dijodohkan kakeknya sewaktu masih kecil.
Awalnya Kinara menolak perjodohan itu, dalam bayangan Kinara laki laki yang akan dijodohkan dengannya adalah laki laki berumur, jelek dan gendut.
Namun siapa sangka jika ia dijodohkan dengan pemuda tampan kaya raya pewaris perusahaan Aditama Group perusahaan terbesar di Asia.
Yang tak lain adalah guru baru di tempatnya menuntut ilmu yang menjadi idola para guru dan murid khususnya perempuan.
Bagaimana kisah perjodohan Kinara?
Akankah Kinara bahagia dengan pernikahanya?
Ikuti kisahnya ya gaesss..!!🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septialina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuat kesepakatan
Kinar sudah selesai berganti baju dan mengoleskan skincare malam di wajahnya tak lupa Liptint yang selalu menjadi andalannya.
"Kinar..apa kamu sudah memakai baju?" tanya Kenzo di balik pintu kamar
"Sudah kak, masuk aja." teriak kinar dari dalam. Kenzo pun lantas masuk dan duduk di sebelah kinar yang sedang menyisir rambut.
"Kakak dari mana?"
"Nggak dari mana-mana kakak dari tadi di luar nunggu kamu berganti baju. Sini biar aku yang sisir."
"Tidak usah sudah selesai."
"Ya udah ayo makan sudah aku bawakan."
"Ni orang emang rada-rada deh kayaknya sebentar baik sebentar nyebelin, sebentar nyakitin. bikin gedek aja." Batin amara
Lalu mereka menuju sofa panjang yang berada di dalam kamar.
Kenzo mengambilkan nasi untuk kinar
"Segini cukup?"
"Sudah kak segitu aja."
"Oke mau makan pake apa?"
"Semuanya juga boleh."
"Sepertinya kamu kelaparan."
"Iya terserah."
"Ayo buka mulutnya aku suapi."
"Nggak mau aku makan sendiri saja."
"Ets..sama suami harus nurut, mau kamu jadi istri durhaka."
"Iya..ya..udah cepet ceramah Mulu."
"Kak Ken nggak makan?"
"Aku sudah makan, kelamaan nunggu kamu aku jadi kelaparan."
"Cie..kak Ken nunggu aku, kenapa kangen ya.." ledek kinar. Kenzo hanya diam
"Kinar aku mau tanya, kenapa kamu selalu bertengkar dengan siska?"
"Tidak tahu." Jawab kinar dengan mulut yang penuh makanan
"Mana mungkin kamu tidak tahu kamu selalu membuat masalah dengannya."
"Kalau nggak tau nggak usah sok tau."
"Makanya aku tanya biar aku nggak sok tau terus."
"Dasar kepo! Sebenarnya aku tidak punya masalah apapun dengannya kenal aja nggak boro-boro bikin masalah."
"Terus kenapa kamu…"
"Stop! Sekali lagi aku bilang aku tidak pernah membuat keributan dengannya, emang dasar dia tukang fitnah."
"Apa soal dia menamparmu itu juga fitnah?"
"Ya."
"Kamu mendorong dia itu juga fitnah?"
"Ya." Kenzo manggut-manggut benar dugaanya Siska lah yang sebenarnya si tukang pembuat masalah yang sebenarnya.
"Terus kenapa kamu diam saja saat difitnah."
"Diam kamu bilang, aku sudah berusaha membela diri tapi apa?? nggak ada satupun yang percaya denganku kecuali kak Darrel."
Seketika raut wajah Kenzo berubah, ia merasa bersalah karena tidak mempercayai kinar, dan kesal mendengar kinar menyebut nama Darrel.
"Tadi kamu pergi sama siapa?"
"Kenapa, kepo ya…"
"Aku suami kamu kemana dan dengan siapa kamu pergi aku harus tau, dan juga kenapa tidak minta izin, kamu tau kan seorang istri harus selalu meminta izin kepada suami jika hendak pergi."
"Aku nggak tau, lagian handphone aku kan kakak bawa gimana coba aku bisa minta izin sekarang mana handphone ku??" Kenzo lupa jika handphone kinar ia sita.
"Iya habiskan dulu makannya baru aku berikan."
"Kaya bocah aja harus habisin makannya dulu."
"Kamu kan memang bocah."
"Iya makanya jangan marah-marah terus sama bocah ngalah dong. Udah cukup aku udah kenyang."
"Kamu itu harus makan yang banyak biar makin kuat buat pidato."
"Pidato..maksudnya."
"Ini kamu nggak bisa diam, ngomong Mulu dari tadi."
"Asli ngeselin banget sih jadi orang. Kak.."
"Hem.."
"Kayaknya hubungan kita harus dibicarakan dengan jelas deh."
"Maksud kamu?"
"Kak Ken suka nggak sama aku?"
"Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu?"
"Ya wajar dong aku tanya gitu tadi kak Ken cium aku."
"Tidak sengaja."
"Apanya yang tidak sengaja, jelas-jelas kak Ken sangat menikmati." jelas kinar tanpa sensor
bluss wajah Kenzo bersemu merah
"Cih..wajahnya merah, malu ya??"
Goda kinar Kenzo semakin malu
"Oke aku ganti deh pertanyaannya, kak Ken punya pacar nggak atau nggak, ada yang kak Ken suka??"
"Ada."
"Aku juga ada."
"Terus?"
"Em..kita buat kesepakatan, nggak ada yang boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing, boleh jalan sama orang yang kita suka dan satu lagi boleh pacaran. gimana setuju nggak??"
Kenzo sejenak berpikir sebelum akhirnya setuju.
"Oke aku setuju tapi jangan pulang malam-malam dan selalu memberi kabar kemanapun kamu pergi."
"Dill!" Kinar menjawab dengan kencang dan semangat
"Tapi ingat orang tua kita jangan sampai tahu, dan satu lagi hubungan kita cukup kita yang tau."
"Pasti dong."
"Ngomong-ngomong kenapa kamu tiba-tiba mengajukan kesepakatan seperti ini?"
"Yakin kakak nanya gitu??"
"Iya aku tau, maksudku kenapa baru sekarang kamu mengajukan kesepakatan?"
"Karena jatuh cinta tidak ada yang tau kapan. Udah ya aku mau tidur aku mau mimpi yang indah…sama dia."
Kinar senyum-senyum sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Sepertinya dia benar-benar sedang jatuh cinta tapi sama siapa?" Gumam Kenzo memperhatikan kinar
Setelah kinar tidur Kenzo kemudian pergi ke ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya. Semenjak menjadi guru pekerjaan Kenzo di kantor sering menumpuk. Dulu Kenzo menjadi guru karena ingin memata-matai kinar tapi entah kenapa setelah kinar menjadi istrinya Kenzo justru enggan meninggalkan profesi barunya itu.
Berulang kali Johan meminta Kenzo untuk resign dari sekolah dan fokus pada kantor tapi Kenzo selalu mengulur-ulur waktu. Pun papa handoko meminta hal yang sama dan jawabannya pun sama. Papa handoko ingin menyerahkan tanggung jawab kantor kepada Kenzo sepenuhnya karena Kenzo sudah mempunyai tanggung jawab sekarang sedangkan papa handoko akan fokus mengurus bisnis restorannya yang ada di luar kota.
Kenzo menyelesaikan pekerjaannya hingga larut malam setelah semua pekerjaannya selesai Kenzo lantas menyusul kinar di kamar.
Kenzo lantas membersihkan diri sebelum akhirnya menyusul kinar merebahkan dirinya di samping kinar.
Kenzo menatap wajah kinar yang sangat imut dan polos ketika tidur. pandangan Kenzo tertuju pada bibir kinar. Bibir yang tadi telah ia Cicipi.
Kenzo menyentuh bibir kinar menggunakan ibu jarinya, tanpa sadar Kenzo menelan ludahnya. Kenzo masih ingat manis dan lembutnya bibir kinar dan keinginan itu muncul kembali dalam benaknya tapi Kenzo mencoba untuk menepisnya.
"Nggak, aku nggak boleh melakukan itu lagi. Kendalikan dirimu Kenzo." Batin kenzo.
Kenzo pun akhirnya tidur membelakangi kinar.
🌺🌺🌺Bersambung🌺🌺🌺
💗💗Hay gaess my besti nityku tercinta yang sudah selalu mendukung karya-karyaku aku kasih bonusss sepesial nih pakek telor Lima.
tapi jangan lupa like komen vote dan kasih rate juga ya.
bonusnya apa??? ini dia bonusnya 👇👇👇
Kinara kirei Maheswari
Kenzo Aditama
Darrel
Kamila kirei Maheswari
💗💗Udah ya gaeess visualnya empat aja. semoga suka ya