Indonesia
NovelToon NovelToon
Six Weapons Of Doom

Six Weapons Of Doom

Status: tamat
Genre:Evolusi dan Mutasi / Reinkarnasi / Dunia Masa Depan / Mengubah Takdir / Light Novel / Tamat
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dajo Gunz

Reinkarnasi jiwa senjata senjata intelegence dan terkutuk dari dunia lain menjadi manusia di dunia modern.

Kisah enam orang pemuda dan pemudi yang merupakan senjata intelengence terkutuk di kehidupan sebelum nya di dunia lain.

Bumi, tahun 4030 AD, manusia hidup di dalam kota yang di lindungi oleh dome karena bumi sudah tidak bisa di huni akibat perang dunia di tahun 3950 AD sd 4000 AD. Radiasi memenuhi seisi planet. Binatang binatang dan makhluk hidup lainnya yang berada di luar dome, bermutasi menjadi monster radiasi yang menjijikkan.

Kehidupan di dalam dome terbagi menjadi dua kaum, yaitu kaum elit dan kaum kumuh. Enam anak muda yang ingin hidup senang dan bahagia di tempat kaum elit, harus berjuang mati matian demi mendapatkan tiket untuk tinggal di sana. Padahal mereka semua adalah keturunan dari kaum elit yang di singkirkan. Dengan mengingat jati diri mereka, bisa kah mereka mencapai impian nya ?

Genre : Action, fantasy, sci fi, 100% fiksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dajo Gunz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Unexpected meeting

Kira dan Momo masuk ke dalam ruangan setelah menunggu Makoto, Nanako, Tetsuo, Kana, Ryoma dan Reina tenang. Keduanya memberikan berkas hasil penelitian mereka. Hasil yang tertulis di berkas berdasarkan penelitian dari cairan lelehan tubuh dan gambar milik Ryoma, makhluk itu positif berasal dari luar dome. Makhluk itu adalah hasil mutasi dari virus yang berkembang menjadi organisme baru.

Mereka berkembang biak dengan membelah diri dan dapat hidup di kondisi alam ekstrim. Makhluk itu bersifat sebagai parasite yang menempel pada makhluk hidup dan menguasainya. Karena kadar radiasi yang tinggi dan bisa berkembang biak dengan cepat, tubuh yang di masuki oleh makhluk itu akan berubah mengikuti perkembangan makhluk itu. Makoto dan lainnya yang membacanya bergidik, sebab kalau sampai makhluk itu menyebar bisa menjadi pandemik yang mengerikan.

“Bagaimana mereka bisa masuk ke dome ?” Tanya Makoto kepada Kira.

“Itu yang kita belum tahu, biasa nya makhluk seperti virus bisa menyebar lewat udara atau air, tapi untuk yang ini, kemungkinan ada yang membawanya masuk ke dalam dome.” Jawab Kira.

“Hmm…berarti benar ada yang membawa mereka masuk. Kita benar benar perlu tau apa tujuan mereka.” Gumam Ryoma.

“Ya, kita harus kunjungi salah satu dari dua keluarga itu.” Tambah Tetsuo.

“Aku ada ide, ingat kan Tetsu, gadis yang kemarin itu loh….dia kan tau kita lolos waktu pembataian terjadi di gudang….” Kana menoleh kepada Tetsuo.

“Ah ya…yang kemarin berbuat…ah malas aku jelaskan nya.” Balas Tetsuo.

“Berbuat apa ?” Tanya Reina.

“Panjang ceritanya, dia bertunangan dengan anak dari Takano.” Jawab Kana.

“Kalau sudah sekolah kita dekati saja dia….” Usul Nanako.

“Nah, aku baru mau bilang begitu….” Tambah Kana.

“Tapi kenapa kalian bisa yakin kalau ada sesuatu di balik peredaran pil pil itu ?” Tanya Momo.

“Siswa kemarin yang kita temui waktu makhluk ini menguasai teman nya, mereka ketakutan, berarti mereka belum pernah melihatnya, padahal mereka tau jalan rahasia berarti mereka anggota geng juga kan dan kalau anggota geng pasti tau soal pil pil itu.” Makoto menjawab pertanyaan Momo.

“Oh aku mengerti kalau begitu.” Balas Momo.

“Jadi, sekarang kita ngapain ?” Tanya Reina.

“Istirahat, aku cape…..” Jawab Nanako.

“Hmm hari ini libur dan kita tidak tahu sampai kapan libur, gimana kalau kita jalan jalan, sekalian mempelajari kawasan elit ?” Usul Ryoma.

“Ide bagus, kita bisa tau apa yang terjadi di sini. Sekalian beristirahat.” Tambah Makoto.

“Ok setuju….aku ingin ke game center.” Tambah Tetsuo.

“Karaoke…..” Tambah Nanako.

“Dah kemana aja ok, yuk jalan….” Ajak Kana.

Mereka langsung berdiri, sebelum pergi mereka membersihkan diri dulu karena baru bangun. Setelah itu mereka berjalan keluar dengan meminjam mobil yang ada di mobil. Karena baru pernah melihat kawasan elit, mereka sangat senang. Selain itu mereka juga mengamati kebiasaan orang orang di sana dan hal hal yang sedang menjadi tren di sana. Mereka mengunjungi sebuah mall di wilayah shibuya kota elite. Karena baru pernah melihat banyak toko pakaian dan makanan, mereka sedikit lupa menahan diri. Di dalam ada game center, mereka langsung masuk.

Makoto mengambilkan sebuah boneka untuk Nanako yang malu malu menerimanya. Mereka ber enam juga sempat foto bersama dalam photobox. Setelah puas bermain mereka keluar dari game center. Kemudian mereka makan di family resto yang ada di dalam mall. Selagi menunggu makanan mereka datang, sepasang muda mudi masuk ke dalam restoran. Muda mudi itu duduk di depan mereka persis. Tetsuo dan Kana mengenali muda mudi itu. Mereka adalah gadis yang di lihat Tetsuo dan Kana di rumah besar kemarin dan pria muda yang datang ke kamarnya. Ke enam nya mulai mendengarkan pembicaraan sepasang muda mudi itu.

Pembicaraan mereka hanya berisi kegiatan sekolah dan rayuan rayuan yang membuat ke enam nya agak mual. Gadis itu di panggil ‘Asa chan’ dan pria itu di panggil ‘Saito oni san’. Ke enam nya berpikir paling tidak tahu dulu nama panggilan mereka. Tiba tiba, di luar dugaan ke enam nya, gadis itu berdiri dan langsung menuju meja mereka. Sepertinya dia melihat mereka saat mengambil minuman di counter.

“Halo….kalian anak kelas 2 kan ?” Tanya gadis itu.

“Eh ada senpai, iya benar senpai….” Jawab Makoto dengan yakin.

“Kalian makan di sini juga ? lagi kencan ya ?” Tanya gadis itu.

“Iya benar senpai….maklum libur.” Jawab Kana.

“Wah jadi ganggu kalian, aku kembali ke tempat ku dulu ya. Dadah.”

“Iya senpai…dadah.” Balas Reina.

Ke enam nya langsung bersikap biasa saja sambil menyantap makanan mereka di meja makan, tapi mereka berdiskusi di kepala mereka.

“Pria yang bernama ‘Saito oni san’ itu sibuk mengirim pesan, sepertinya dia kesini untuk mengalihkan perhatian kita.” Ryoma berbicara melalui telepati.

“Ya benar bro, aku di sebelah mu tau…..” Tambah Tetsuo.

“Sepertinya bakal rame nih….” Reina bebicara melalui telepati.

“Mereka mau pergi….” Nanako melihat keduanya berdiri.

Tak lama kemudian, pasangan itu ke meja mereka lagi dan pamit. Kemudian mereka keluar dari restoran. Makoto, Nanako, Tetsuo, Kana, Ryoma dan Reina langsung menghabiskan makanan mereka dan keluar menyusul pasangan itu. Mereka masih bisa melihat pasangan itu berjalan jauh di depan mereka. Pasangan itu mulai meninggalkan mall dan keluar berjalan di trotoar. Ke enamnya tentu langsung mengikuti mereka. Karena hari masih sore, banyak sekali orang sedang berjalan di trotoar. Mereka masih bisa melihat pasangan itu dari posisi mereka. Tiba tiba pasangan itu berbelok dan masuk ke sebuah jalan di sana.

Ke enamnya mengikuti pasangan yang berbelok itu, ketika melihat jalan itu, wajah mereka ber enam menjadi merah, ternyata jalan itu adalah distrik merah di kawasan elit, berisikan love hotel dan beberapa club eksekutif sepanjang jalan.

“Uh…mereka ke sini….benar benar deh….” Keluh Kana.

“Lihat, mereka masuk ke dalam salah satu hotel….” Nanako menunjuk ke depan.

Pasangan itu masuk ke salah satu hotel yang berada di sana. Hotel itu di kelola oleh Gondo group. Akhirnya setelah berdebat, mereka memutuskan masuk ke dalam berpasangan. Pertama Makoto dan Nanako, mereka bertanya kemana pasangan yang barusan masuk kepada petugas dan mereka minta di tempatkan di kamar sebelah nya. Petugas counter memeberikan kuncinya kepada mereka. Tak lama kemudian, Tetsuo dan Kana masuk meminta kamar di sebelah kamar pasangan yang pertama masuk. Awalnya petugas curiga, tapi karena Kana bilang padanya kalau dia mendapat rekomendasi dari pasangan di awal, petugas hotel memberikan kunci di sebelah nya juga. Ryoma dan Reina langsung masuk dan minta kamar di seberang mereka semua.

Setelah semua masuk kamar, mereka mulai mendengarkan kegiatan di kamar sebelah. Karena dinding nya tidak terlalu tebal, maka suara di kamar sebelah terdengar jelas. Ternyata tujuan pasangan itu ke sana bukan buat berbuat yang tidak tidak, melainkan sudah ada orang yang menunggu di dalam sebelumnya. Mereka medengarkan percakapan mereka. Saito oni san mulai menjelaskan maksud nya untuk mencoba menyebarkan lagi pil pil di kawasan elit dan menanyakan status ekspedisi di luar dome. Orang di dalam yang sepertinya anak muda juga, menjelaskan soal ekspedisi. Mereka mendapat beberapa sampel baru dan berhasil mengambil beberapa teknologi yang hilang.

Saito oni san memberikan briefing singkat mengenai ekspedisi. Kemudian seseorang wanita mengatakan, sudah berhasil mengembangkan serum dengan formula yang sudah di sempurnakan dan lebih sempurna dari pil yang sudah ada. Dia menyuruh seseorang yang ada di sana mencobanya di depan Saito oni san dan Asa chan. Tiba tiba di kepala mereka terdengar suara.

[Warning…unknown life form detected]

Untuk berjaga jaga, Makoto menghubungi yang lain nya untuk berubah, semuanya setuju dan langsung berubah ke wujud weapon mereka. Kemudian mereka mendengar kan lagi. Wanita di kamar itu mengatakan, setelah berubah mereka bisa berubah kembali menjadi manusia dan tidak perlu mengkonsumsi pil lagi untuk berubah. Terdengar oleh mereka, pasangan itu bertepuk tangan menyaksikan perubahan orang yang menjadi monster itu. Kemudian mereka juga menyaksikan kalau monster itu kembali ke wujud manusianya. Kemudian dia mencoba berubah kembali ke wujud monster nya dan kembali ke wujud manusia untuk menegaskan.

“Hebat…hebat…berarti sekarang cukup sekali di suntik serum saja ya.” Komentar Saito sambil bertepuk tangan.

“Hebat oni san, kamu berhasil….dia bisa berubah sesuka hati.”

“Sekarang kita sudah sama dengan monster monster yang membunuh gang di gudang itu.”

“Iya benar oni san, tapi apa kita perlu hal semacam ini ?” Tanya Asa chan.

“Sebenarnya tidak, tapi tidak apa apa lah, toh kita bisa memerintah mereka sesuka hati. Dok, di mana kamu simpan formula ini.”

“Hanya ku simpan di komputer kantor bos….”Jawab wanita itu.

Tiba tiba, terdengar suara pistol berkali kali di kamar sebelah. Sepertinya oni san menembak seseorang di sana. Dia menyuruh orang yang berubah tadi untuk beruban menjadi wujud monsternya. Kemudian dia berbicara kepada orang sebelum nya mengenai ekspedisi keluar dome, dia juga meminta orang yang bisa berubah itu ikut dalam tim ekspedisi. Setelah itu, orang orang yang di dalam keluar semua kecuali pasangan itu. Mereka langsung membuka pintu sedikit dan melihat dua orang pengawal membawa seorang wanita paruh baya yang sudah tewas di tembak di bagian kepalanya.

Kemudian di belakang orang yang membawa jasad wanita tadi, ada seseorang anak muda berjalan di belakang nya. Reina langsung gemetar melihat orang itu, mulutnya menganga dan tidak bisa bergerak.

“Eijiri oni chan…..”

Reina ingin keluar tapi di cegah oleh Ryoma. Tanpa ragu lagi, Reina langsung berubah dan keluar kamar, Ryoma mengejar di belakang nya. Reina langsung mendekati kakak nya dari belakang dan menyentuh pundak nya.

“Siapa kamu ?” Tanya Eijiri.

“Oni chan, kamu ga kenal aku, ini aku Reina…..”

“Maaf aku tidak kenal, jangan ganggu kalau masih mau hidup.” Jawab Eijiri.

Eijiri langsung berbalik dan meneruskan berjalan turun menuju lantai 1. Reina yang mendengar perkataan Eijiri mengejarnya.

“Oni chan, ini aku Rei chan….masa kamu lupa ? kita tinggal berdua kan ?”  Reina memegang lengan Eijiri dari belakang. Eijiri langsung mengibaskan tangannya dan mencabut pistol dari balik jasnya. Dia langsung menodongkan pistolnya ke wajah Reina dan mengancam nya.

“Sudah aku bilang aku tidak kenal, mundur, atau peluru akan bersarang di kepalamu.” Eijiri mengancam Reina.

“Oni chan…..” Reina mundur dengan terpaksa.

Hati Reina sangat sedih, karena satu satunya kakak dan keluarga nya mencampakkan nya begitu saja. Ryoma langsung keluar kamar dan memeluk Reina dari belakang. Reina langsung berbalik dan menangis tersedu sedu di dada Ryoma. Takut karena pasangan di seberang curiga, Ryoma mengajak Reina yang menangis kembali ke kamar. Ryoma menceritakan semuanya kepada yang lain melalui telepati tanpa memberitahu Reina, sebab semua bertanya kepada Ryoma secara pribadi.

Mereka ber enam sekarang mengetahui kalau yang melakukan ekspedisi keluar dome untuk mengumpulkan sampel dan mengambil teknologi adalah kakak dari Reina. Sepasang demi sepasang, mereka meninggalkan hotel dan kembali ke mobil mereka di mall. Setelah itu mereka pulang ke rumah. Sepanjang jalan Reina menangis di pelukan Ryoma. Nanako dan Kana tidak bisa bicara apa apa dan hanya mengelus punggung Reina. Makoto dan Tetsuo yang menyetir juga diam dan tidak berkata apa apa.

Setelah sampai ke rumah, Ryoma langsung membawa Reina ke kamar dan menemani nya. Makoto, Nanako, Tetsuo dan Kana duduk di teras samping rumah. Makoto memeluk Nanako sambil merenung, begitu juga Tetsuo yang memeluk Kana. Saat ini mereka belum tahu harus bertindak apa, tapi sudah jelas kalau kedua keluarga itu mengadakan ekspedisi keluar dome dan mereka menciptakan serum yang sudah sempurna.

“Musuh kita sudah jelas, merekalah biang keladi nya….dua keluarga biadab….” Gumam Tetsuo.

“Ya, untuk masalah ekspedisi kita tangguhkan dulu, kita harus hancurkan data serum yang katanya ada di kantor mereka. Serum itu sangat berbahaya kalau sampai di produksi masal.” Balas Makoto.

“Mereka membunuh wanita itu untuk tutup mulut dan memonopoli datanya…” Tambah Nanako.

“Sepertinya untuk serum kita tidak bisa menunda lagi, kita harus hancurkan data data serum itu secepatnya..” Ajak Makoto.

“Setuju, tangan ku sudah gatal….” Balas Kana.

“Aku juga setuju……” Reina menjawab di belakang mereka.

Semua nya langsung menoleh dan melihat Reina yang sedang di rangkul Ryoma di belakang mereka.

“Kamu tidak apa apa Reina chan ?” Tanya Makoto.

“Sudah tidak apa apa, aku sekarang hanya punya kalian dan Ryoma….” Reina tersenyum sedih.

Nanako dan Kana langsung berdiri dan memeluk Reina. Makoto dan Tetsuo juga langsung berdiri dan merangkul Ryoma sambil melihat Nanako, Kana dan Reina berpelukan sambil menangis. Setelah tenang kembali, mereka langsung menemui Kira dan minta tolong Kira untuk mencari lokasi kantor Takano dan Gondo.

“Hari ini kita istirahat, besok kita frontal…..” Ujar Makoto.

“Ya….” Balas Nanako.

“Yoshaaaa…ini yang aku tunggu.” Teriak Tetsuo.

“Sip, tangan ku sudah benar benar gatal hehe…..” Kana memukul kan tinjunya ke telapak nya.

“Setuju, besok kita hapus datanya, kalau perlu sekalian dua keluarga itu kita hapus. Benar kan Rei ?” Tanya Ryoma.

“Benar Ryo, kita akan membuat perhitungan dengan mereka besok.” Jawab Reina.

Wajah mereka ber enam di penuhi tekad dan mata mereka berapi api, besok mereka akan menyerang secara frontal ke kantor kedua keluarga itu.

1
Natcat
ramekan bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!