Aluna dan Bara saling mencintai satu sama lain, namun mereka memiliki problema yang sangat pelik tapi mereka mampu untuk bertahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ervina Dwiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Jalan
Mama baru aja dapat telepon dan langsung mengiyakan tanpa harus menanyakan kepada Rizky secara langsung. "Siapa Mah? Reva? Mau ngapain dia?"
"Ngapain buat deket kayak begini? Udah jelas-jelas aku tuh nggak ada rasa cinta sedikitpun sama Reva tapi kenapa sih memaksakan kayak begini nggak tahu banget perasaan anaknya seperti apa!"
"Kamu gak usah drama ya, kamu itu harus bisa sadar kalau Reva yang baik untuk kamu. Kamu harus buka mata lebar-lebar dan kamu harus sadar kalau kamu sebentar lagi bakalan kuliah jadi kamu harus bisa jadi orang yang membanggakan orang tua, oke? Kamu tau gak sih kalau misalnya masa depan kamu itu di tangan kamu sendiri bukan di tangan Aluna."
"Mama kok ngomong kayak begitu sih? Aku gak pernah dipengaruhi sama Reva, Mama gak suka sama Reva kenapa sih?"
"Mama gak mau tau kamu harus sukses dulu ya itu saja yang Mama pinta sama kamu."
Mama terus saja memaksa Bara untuk bisa dekat dengan Reva apalagi seperti yang beliau tahu kalau misalkan Reva itu dari kalangan orang kaya dari kalangan orang yang punya jadi ibaratnya rasa-rasanya nggak mungkin banget kalau nggak ada sesuatu hal yang cocok sama mereka disia-siakan.
"Hem, aku pengen bilang kalau misalkan sampai kapanpun aku tuh nggak akan pernah mau sama Reva sampai kapanpun aku akan tetap sama Aluna jadi aku harap jangan pernah menyatukan kita berdua kalau kita nggak ada rasa cinta sedikitpun Mah."
"Apa yang ada di dalam pikiran kamu sih jadi tiba-tiba aja kamu ngomong kayak begini? Kalian tuh masih kecil kamu belum tahu aja kehidupan itu begitu sangat susah untuk dijalani jadi Mama harap kamu nggak usah berpikirnya aneh-aneh."
Bahkan Mama mengatakan kalau misalkan udah sampai di rumah Reva harus bisa memasang senyum yang sangat lebar nggak usah jutek atau kayak gimana bikin malu orang tua aja, tapi tetep aja namanya seorang anak yang cinta sama seseorang yang kalau misalnya dipaksakan ya nggak akan pernah bisa karena cinta itu karena dari hati.
Akhirnya mereka pun turun dari dalam mobil dan segeralah mereka bertemu dengan keluarganya Reva yang udah siap banget untuk jalan-jalan hari ini. Ya namanya seorang laki-laki pastinya punya harga diri dong walaupun mungkin banyak banget hal-hal yang harus dijalani.
"Kamu kenapa sih kok jutek banget kayak begitu?"
Bara menggelengkan kepala dengan sangat cepat. "Gak papa kok aku cuma gak enak badan."
Mereka pun segera berangkat karena udah siap untuk berangkat. Kali ini Reva dan mamanya masuk ke dalam mobil Bara.
"Gimana kalau kita makan-makan dulu aja?"
"Makan-makan dulu seru juga karna perut lapar sekali nih."
"Iya pokoknya kita harus sering-sering ya jalan kayak begini kalau misalkan kita nggak jalan bareng kayak begini kita tuh nggak saling mengenal satu sama lain."
Rizky lebih memilih diam dan mainkan ponselnya dan ia pun merasa nggak penting banget membahas sesuatu hal yang sama sekali nggak nyaman.
"Kamu kenapa sih diem aja ayu udah ngobrol nggak boleh diem-diem doang kalau misalnya nggak mood ceritain aja."
Rizky menggelengkan kepala dengan sangat cepat dan ia pun santai-santai aja sesuatu yang nggak penting ya udah santai aja.
Udah sampai.
"Rizky kamu ajakin Reva dong untuk beli sesuatu masa kamu nggak mau sih ngajakin dia?"
"Ya udah emang mau ke mana sih lo Reva?"
Reva begitu sangat excited banget untuk mengikuti saran dari orang tuanya dan ini adalah sesuatu yang sangat ia tunggu-tunggu bahkan dia sudah mengkodekan sebelumnya sebelum berangkat dan rasanya bahagia luar biasa.
Reva pada deket-deket dan menggandeng Rizky, Rizky mencoba untuk melepaskan karena yang rasa nggak enak dan gak nyaman aja apalagi ini tempat umum. "Ya ampun gandengan doang nggak boleh sih, gue itu cuma sekedar pengen gandeng doang nggak ada maksud apa-apa pacar lo juga nggak bakalan marah kok!"
"Hei lo sadar nggak sih kalau misalkan gue itu nggak suka sama lo dan gue udah punya pacar jadi gue harus menjaga kepercayaan pacar gue, lo kan udah dewasa udah bisa berpikir yang nggak mungkin banget kan lo tiba-tiba aja hilang di mall ini?"
"Hei lo nggak boleh ngomong kayak begitu gue cuma sekedar pengen baik sama lo doang apalagi kan orang tua kita saling mengenal satu sama lain jadi gua harap lo nggak usah berpikirnya aneh-aneh!"
Reva menggelengkan kepala dengan sikap Rizky yang begitu sangat setia banget dengan pasangannya tapi seharusnya jadi pasangan itu ya sama-sama sadar aja nggak boleh orang yang bikin kita nggak suka.
Masuklah ke salah satu tempat yaitu toko boneka dan Reva pun memilih boneka yang ia pilih bahkan malah menawarkan diri kepada Rizky untuk dibelikan atau enggak ke Rizky menggelengkan kepala mengatakan kalau misalkan nggak usah.
"Hem apaan sih lo beli aja kalau misalkan lo suka nggak usah gue itu cowok gue nggak suka boneka kayak begini tapi gue ada sih dikasih sama Aluna."
"Iya bagus banget apalagi sama orang yang lo cintai ya, ternyata lo bucin juga jadi cowok!"
Dia pun langsung aja menuju ke arah kasir dan minta bantuan lagi untuk minta carikan kunci karena udah lama banget nggak kepakai. "Hei lu kenapa sih udah pilih aja gue nggak apa-apa gue nggak suka juga bukan urusan lo, ayo buruan nanti nyokap gue sama nyokap lo bakal marah-marah kalau misalkan kita terus bersama kayak begini!"
Reva terus aja menggandeng satu sama lain dan yang gak peduli juga bakalan marah-marah terus si Rizkynya.
"Kalian kenapa sih lama banget tapi nggak papa juga sih itu kan ibaratnya kalian saling mengenal satu sama lain saling tahu satu sama lain,"
"Iya soalnya dia milih-milih gitu dan dia nawarin aku padahal aku sama sekali nggak suka namanya kan aku seorang cowok masa aku suka sih gitu-gitu."
"Tapi kan kamu suka dikasih boneka sama pacar kamu masih dikasih boneka sama Reva nggak mau sih? Nggak boleh lah kayak begitu kamu nggak boleh pilih kasih."
"Ah kenapa sih kayak begitu ya gak papa juga sih. Aku kalau misalnya sukai bakalan suka tapi kalau misalkan nggak suka aku bilang nggak suka."
"Iya udah udah nggak usah dibahas masalah kayak begitu yang paling penting kita jalan hari ini ya."