lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25_ luna punya pacar?
Haruna sedang bersiap untuk pulang kerja. Selama foto dan video dia bersama kai viral kehidupannya jadi tidak tenang. Kemana mana harus memakai masker agar fans nya kai tidak mengusik nya.
huft!
Haruna menghela nafas berat kala hendak memakai masker nya. Dia bukan tipe orang yang suka pakai masker. Menurut nya memakai masker itu repot, panas dan tidak sesak.
dreet
Ponsel Haruna bergetar, refleks Haruna segera mengambil ponselnya berfikir yang menghubungi nya adalah Alaska. namun raut wajahnya langsung berubah kala melihat nama kai tertara di sana.
" ngapain dia nelpon? " gumam haruna heran.
Padahal yang Haruna tunggu tunggu adalah notif dari Alaska. semenjak hari itu, Alaska tidak pernah lagi mengirimkan dia pesan apa lagi menelponnya. saat di grup pun Alaska terus mengabaikan nya menganggap dia tidak ada.
Rindu? Jelas saja. Haruna sangat rindu, dia merasa ada yang hilang dari hidupnya. Kehidupannya yang sepi kini semakin sepi. Tanpa notif dari Alaska, tanpa kehadiran Alaska dan tanpa perhatian pria itu.
Padahal biasanya Alaska selalu datang ke apartemen nya, selalu mengirimkan dia pesan dan selalu menghubungi nya saat pria itu rindu. dan kini? Semua itu hilang.
Dreet
Kai kembali menelepon, Haruna kembali mengabaikan nya memilih untuk segera pergi dari perusahaan.
" hy..."
" AAA!" pekik Haruna terkejut kala keluar dari pintu perusahaan dan kai tiba tiba muncul di depannya dengan wajah di tutup masker dan juga topi hitam. Namun Haruna tetap mengenal suara itu.
" ngapain kamu disini?" tanya Haruna
" menjemput mu, ayo" ujarnya lalu tanpa izin dia menggenggam lembut tangan Haruna membawa Haruna menuju ke mobilnya.
" lepas kak! Jangan bikin orang orang semakin salah paham!" ujar Haruna melepaskan tangan nya dari genggaman kai.
" sorry" ujar kai melepaskan tangan Haruna " ayo masuk" ujarnya setelah membuka kan pintu mobil untuk Haruna.
" maaf kak, aku sudah memesan taxi" ujar Haruna menolak secara halus.
demi apapun, Haruna sungguh tidak nyaman dengan tatapan orang orang kantor yang juga hendak pulang. terjebak rumor dengan orang yang figuran publik sungguh tidak ada dalam list hidupnya.
" batalkan saja, sekaligus untuk berhemat " ujar kai " masuk lah, kamu mau orang orang semakin lama melihat kita? "
Haruna menghela nafas muak. Dengan terpaksa dia masuk ke mobil kai. jika dia terus menolak dan kai tidak ingin mengalah maka semakin lama mereka di sana dan menjadi Tontonan.
Kai tersenyum puas di balik maskernya. dia memutari bagian depan mobil dan masuk kedalam mobilnya.
" mau makan dulu? Aku yang traktir. Sebagai tanda maaf ku karena rumor itu" ujar kai terdengar tulus.
Maklum, perkejaan nya adalah aktor. bermain di banyak drama dan film. jadi wajar jika kemampuan aktingnya luar biasa. Ketulusan pun bisa di palsukan.
" aku tidak lapar kak" tolak Haruna.
" belum lapar? Bagaimana nanti malam saja? Aku akan menjemputmu " ujar kau lagi lagi tidak menyerah begitu saja.
" kak...!" ujar Haruna lelah dan menatap kai dengan tatapan capek dan memohon agar kai berhenti.
" oke oke" ujar kai terkekeh melihat reaksi Haruna. Seakan akan reaksi gadis itu lucu di matanya " tapi kita tetap makan malam berdua nanti malam" ujar kai tidak menerima penolakan.
Haruna tidak punya tenaga lagi untuk berdebat. dia menghela nafas berat lalu menatap ke luar jendela " terserah kakak" ujarnya pasrah.
lagi, kau tersenyum puas. sikap Haruna yang gampang menyerah dan mengalah membuat kai lebih mudah mendekati gadis itu.
" Hay sayang, mommy really Miss you" ujar gizel menatap wajah putranya yang terlihat di layar ponselnya. Yaa, saat ini mereka sedang melakukan panggilan video.
" *hmm*" gumam alendra bahkan tidak menatap ibunya. sampai sekarang dia masih marah pada gizel.
" sorry baby, mommy ada pekerjaan mendadak di Indonesia. Kalau libur nanti mommy akan kembali kesana untuk menemani alendra, yaa?" ujar gizel membujuk agar alendra tidak lagi marah padanya.
" *mommy jahat, mommy ingkar janji* " ujar alendra lirih namun suaranya bergetar. Air matanya ikut menetes dari sudut matanya. Menandakan dia benar benar kecewa pada ibunya.
Hati gizel benyut perih. Dia ingin sekali memeluk putranya. Ingin menenangkan nya, ingin berada di sisi nya setiap saat. namun dia tidak bisa melakukan itu.
" maaf kan mommy, mommy benar benar minta maaf" ujar gizel ikut meneteskan air matanya.
Alendra masih terlalu kecil untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Setelah mengingat semuanya, gizel langsung membatalkan niatnya untuk membawa alendra ke sini. dia tidak mau Kevin mengambil alendra darinya.
Kevin bukan orang sembarang yang bisa dua remehkan. Kevin bisa membayar hukum dengan mudah dan gizel tidak dapat melakukan itu karena uangnya dan uang Kevin jelas tertinggal jauh.
" mommy jangan menangis" ujar alendra khawatir melihat ibunya malah ikut menangis. Meskipun dia marah, dia tetap tidak suka melihat ibunya menangis.
" alendra jangan marah lagi sama mommy ya?" ujar gizel memohon.
" *aku harus sukses, aku harus punya banyak uang biar bisa melawan Kevin. Maafkan mommy nak*" batin gizel merasa sangat bersalah.
" oke mommy, alendra tidak marah lagi. Sekarang mommy jangan nangis lagi ya?"
" thanks you baby, i love you" ujar gizel merasa terharu pada putranya yang masih kecil namun sudah pintar.
" *i love you too mommy*" balas alendra.
Mereka berbincang selama setengah jam. Setelah panggilan mati gizel kembali merasa sunyi. Dia hanya sendirian di apartemen yang luas itu. Jika ada alendra disini pasti akan sangat menyenangkan.
" aku suruh Luna saja kesini bersama anaknya " gumam gizel lalu menghubungi Luna.
tidak butuh waktu lama, panggilan langsung tersambung.
" lagi apa? sibuk nggak? Kerumah dong, bawa Azka dan Lisa juga "ujar gizel
" *nggak El, Azka lagi demam. Kamu tahu sendiri kalo dia demam dia rewel banget* "
" kalau gitu aku saja yang ke\_"
" *jangan El! " potong Luna cepat*.
Gizel heran, kenapa Luna langsung memotong ucapannya? Dan terdengar panik gitu. kenapa dia tidak boleh datang? Padahal katanya pintu rumah nya selalu terbuka untuk gizel.
" kenapa nggak boleh? Aku cuma mau nginep semalam doang. Kesepian soalnya" ujar gizel
" *sorry El, alendra nggak mau di ganggu. dia cuma pengen sama aku. Maaf banget ya. Kamu hubungi Haruna saja*"
Kening gizel berkerut bingung. Dia memang kurang peka, tapi kalo keanehan nya terlihat jelas seperti ini dia jelas curiga. tapi apa?
" kenapa sih lun? kamu sembunyikan sesuatu ya?" tanya gizel curiga.
" *mama..... Om a\_" tut*
Panggilan terputus begitu saja. Gizel semakin yakin. Ada sesuatu yang Luna sembunyikan. Dan tadi dia mendengar azka menyebut om. sejak kapan Azka punya om?
" Luna pasti punya pacar, curiga pasti pacarnya kerumah. Iiih dia ngelarang gw datang karena mau tidur sama pacarnya? Mesum banget itu janda satu" ujar gizel.
jika iya Luna punya pacar, gizel ikut bahagia. Suka lama Luna menjadi janda sekaligus singel mom. tentu saja gizel senang jika ada pria yang mau menemani Luna.