Indonesia
NovelToon NovelToon
Jangan Berhenti Mencintaiku

Jangan Berhenti Mencintaiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wiwin Andewi

Pernikahan yang Sofia hindari harus terjadi. Banyak hal yang mendorongnya untuk melakukan pernikahan itu. Awalnya ia menolak. Karena, Arfa. Yang akan dijodohkan dengannya adalah mantan sahabatnya. Tetapi, demi keselamatan banyak orang. Ia rela berkorban.

Pernikahan mereka berjalan dengan tidak baik. Apalagi Arfa yang membenci Sofia. Semakin hari Sofia merasa tidak sanggup untuk menjalankan pernikahan paksa itu.

Namun, dibalik semua kejadian. Banyak peristiwa masalalu yang belum terjawab. Terjawab saat mereka telah menikah. Ceritanya insyaaAllah seru. Jadi, tolong follow, like dan comment ya. 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiwin Andewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Thai tea boba

Setelah pembicaraan tadi pagi dengan Ferdi. Sofia memutuskan untuk pindah kamar. Ia tidak mau satu kamar lagi dengan suaminya. Ya. Dia akan pergi secara perlahan.

Ferdi sudah berjanji. Tanpa dia membuat Arfa jatuh cinta pun. Pria itu tidak akan menggusur yayasan Alam. Disisi lain, ia sangat bahagia dengan kebebasannya. Namun, perasaan sedih juga sangat terasa. Saat akan meninggalkan suaminya. Walau selama menikah, hanya kesedihan yang ia terima.

Dengan cepat ia membersihkan kamar tamu dari debu - debu karena sudah lama tidak ditempati. Selesai dengan kamarnya. Segera ia angkut barang - barang miliknya dari kamar Arfa. Lalu membereskannya. Menatanya dengan rapi.

Masih ada waktu sampai Arfa kembali dari kerjanya. Cctv yang ia beli waktu itu. Masih tersisa dua. Dengan cepat ia pasang ditempat tersembunyi. Bukan hal mudah melupakan kenangan yang beberapa hari baru terjadi. Ia pasti akan merasa sangat rindu. Dan memonitor Arfa dari cctv akan menjadi obatnya dikala rindu itu melanda.

Semua sudah terpasang dengan benar. Ia memasang cctvnya mengarah tempat tidur suaminya. Karena hari - hari kedepan. Dia tidak akan bisa memeluk suaminya lagi. Ia mencoba disambungkan dengan hp.

"Sempurna." ujarnya tersenyum, ia duduk dipinggiran tempat tidur.

Tidak ada pergerakan. Ia terdiam merenung dengan air mata yang dibiarkan mengalir begitu saja. Memikirkan kemana ia akan pergi. Setelah surat gugatan cerai yang Ferdi buat diberikan kepadanya.

Rasa cinta kepada suaminya tidak berkurang. Ia juga tidak menyesal dengan keputusan menggugat cerai orang yang dia cintai. Kenapa? Karena dia sudah berusaha. Berbicara dengan jujur akan membuat suaminya jatuh cinta. Mencoba menyatukan hati mereka. Namun, jika hanya dia yang berjuang untuk apa? Percuma. Karena pujaan hatinya hanya tetap memilih Gladis. Dan lebih baik kembali melupakan ksatrianya dari pada saki hati selamanya. Yang terpenting dia sudah mencoba.

"Ya rabb! Mudahkanlah." Do'anya, lalu ia keluar dari kamar itu.

*

*

Dengan tak sabar Arfa menunggu waktu jam pulang kerja. Walau ia menjabat sebagai CEO dan kepala direksi diperusahaan itu. Ia tidak mau seenaknya. Ia akan memberikan contoh terbaik untuk semua karyawannya. Karena majunya sesuatu itu terlihat dari bagaimana atasan dan karyawannya bekerjasama.

Entah kenapa hati dan pikirannya tertuju terus kepada istrinya. Padahal baru tadi pagi mereka tidak bertemu.

"Lama sekali." ujarnya tidak sabar. Ia berdiri tengah bersiap dengan tas dan hpnya. Berjalan mondar mandir. Sampai waktu yang ditunggupun akhirnya tiba. Sedikit berlari ia melangkah kearah lift.

Ia kembali mengemudikan mobil sendiri. Karena beberapa hari kedepan Denis masih sibuk. Dan ia tidak keberatan. Karena ia lebih suka menyetir mobil sendiri.

Tak butuh waktu lama. Akhirnya ia sampai diparkiran apartemen. Melangkah ketempat dimana istrinya berada. Bibirnya terus menyunggingkan senyum. Entah kenapa rasa rindu terasa sangat menggebu.

Dengan cepat ia membuka sandi apartemennya. Waktu telah menunjukan pukul delapan malam. Tidak terlihat istrinya diruangan lain. Ia pun bergegas masuk kekamar.

Ia mengernyitkan dahi. Karena istrinya tidak ada dikamar juga. Iya yakin itu. Karena pintu kamar mandi sedikit terbuka. Dengan cepat ia merogoh hp dikantung celananya.

"Dimana? Kenapa belum pulang?" tanyanya ketus saat panggilan telah terhubung dengan istrinya. Iya yakin gadis yang dirindukannya masih bersama pria kurang ajar itu.

"Aku diapartemen kamu. Mulai malam ini aku tidak akan tidur bersama kamu lagi. Aku akan tidur dikamar ini." jelas istrinya.

Deg

Jantung Arfa berdenyut nyeri. Padahal ia kira. Setelah malam kemarin hubungan mereka akan membaik. Kenapa malah bertambah buruk. Pikirnya. Dengan kesal ia berjalan kekamar tamu. Menggerakkan gagang pintu. Dikunci.

"Buka!" teriaknya. Sambil memukul pintu dengan sangat keras. Sofia terkejut. Dengan cepat ia memakai keudungnya. Mulai malam ini. Ia tidak akan memperlihatkan kecantikkannya lagi kepada suaminya. Ia akan membuka pintu dengan memakai kerudung lebarnya. Menutupi tubuhnya yang hanya memakai gaun tidur pendek.

"Cepat buka!" teriak Arfa lagi tidak sabar. Menunggu tiga menitpun terasa sangat lama baginya

"Iyaaa tungguuu!" teriak istrinya dari dalam.

Ceklek

Pintu terbuka. Namun istrinya hanya memperlihatkan kepalanya saja. Melongok lewat pintu. Dengan kerudung menutupi rambutnya.

"Lama banget! Jangan pernah mengunci pintu ini. Paham!" bentak Arfa. Istrinya hanya mengangguk. Ia mendorong pintu agar terbuka. Namun Sofia menahannya.

"Jangan masuk." ujar istrinya.

"Kenapa? Ini apartemenku. Jadi aku bebas melakukan apapun yang aku mau." ujarnya.

"Aku tidak memakai baju." Sofia beralasan. Memang benar. Ia tidak memakai baju gamis. Hanya memakai gaun pendek.

"Bahkan jika aku melihat seluruh tubuhmu tanpa memakai apapun juga diperbolehkan." ujar Arfa. Dengan kuat ia mendorong pintu sampai terbuka. Dan istrinyapun terdorong kebelakang.

"Siapkan aku makan!" titahnya. Istrinya mengangguk. Lalu melangkah keluar. Arfa merasa risih dengan kerudung yang istrinya pakai. Karena ia tidak bisa melihat kecantikkan istrinya. Dalam hitungan detik kerudung itu ia lepaskan dari istrinya.

Jreeeng

Tadinya ia berpikir jika istrinya hanya memakai handuk, karena ditutupi kerudung. Ternyata istrinya sudah memakai gaun tidur berwarna merah maron, yang membuat istrinya terlihat sangat cantik. Melihat itu, ia merasa dibohongi. Dengan kasar ia mengikis jarak diantara mereka. Menarik dagu istrinya. Lalu menatap matanya dengan tatapan tidak suka.

"Jangan pernah memakai ini dihadapanku. Karena ini tidak pantas untukmu. Kamu terlalu licik untuk memakai ini." ujar Arfa kembali menyakiti hati istrinya.

Sofia tersenyum tidak percaya menatap suaminya. Siapa disini yang licik? Dia atau dirinya. Bukankah yang berbuat curang agar dia meminta cerai itu suaminya.

"Lepas Ar! Aku mau siapin makan." ujar Sofia menyentuh tangan suaminya. Dengan kasar suaminya pun menghempaskan dagunya. Lalu ia masuk kekamar yang ditempati istrinya.

"Beraninya ia membohongiku. Belum tahu saja dia siapa aku jika sudah kesal." gumamnya.

Ia berjalan kesana kemari. Menelisik setiap sudut ruangan. Rapi dan harum. Membuka lemari pakaian. Dan ternyata semua pakaian istrinya sudah ada disana. Ia merekatkan giginya. Lancang istrinya pindah kamar tanpa meminta izin darinya.

Sementara itu. Didapur. Tak butuh waktu lama. Makanan yang Sofia siapkan tengah siap. Dia pun bergegas memanggil suaminya.

"Arf! Makannya sudah siap. Ayuk." ajaknya.

"Bawa kesini. Aku malas jalan kesana." ujar suaminya. Sofia menghembuskan nafasnya pelan. Lalu membawa makan untuk mereka kekamarnya.

Merekapun makan dalam diam disopa yang ada dikamar itu. Sofia cepat - cepat menghabiskan makannya. Karena suaminya terus menatap tajam dirinya yang hanya memakai gaun tidur pendek dengan bagian dadanya sangat rendah.

Saat keduanya telah selesai makan. Sofia pun membereskan piring dan gelas. Mencucinya lalu kembali kekamarnya. Terlihat suaminya masih ada disana. Dia pun ikut duduk disopa.

"Kamu belum mau tidur?" tanya Sofia lembut. Takut menyinggung suaminya.

"Kenapa? Aku akan tidur disini. Malas berjalan keluar." ujar suaminya.

"Kamu mau nginep?" tanyannya. Arfa hanya membalas dengan deheman. Karena ia sedang memainkan hpnya. Dan malas menjawab pertanyaan istrinya.

Sofia mengangguk. Sedikit kesal karena suaminya akan tidur kembali bersamannya. Ia beranjak kekamar mandi. Menggosok gigi lalu tidur.

Melihat istrinya yang sudah berbaring ditempat tidur. Arfa bangkit dari duduknya. Lalu ia melangkah kekamar mandi. Menggosok gigi dengan sikat gigi milik istrinya. Tidak merasa jijik dengan itu. Karena ia sudah beberapa kali bertukar ludah dengan istrinya.

Selesai dengan urusannya. Ia ikut berbaring disamping istrinya. Berpura - pura tidur untuk menunggu pelukkan istrinya. Namun, bukannya mendapat pelukkan. Justru ia dibuat menunggu karena tidak kunjung dipeluk.

Ia bangkit. Perlahan ia melihat istrinya. Benar dugaannya. Istrinya telah tertidur. Seringai licik muncul dibibirnya. Dengan lembut ia mencium bibir istrinya. Cukup lama ia melakukan itu. Sampai sesuatu terjadi. Ya. Istrinya membalas ciumannya dengan rakus. Ia tersenyum disela aktifitasnya. Awalnya dia yang berada diatas. Namun karena terdorong istrinya, kini ia berada dibawah istrinya.

"Awwsssh! Annaaaa!" teriaknya. Karena tiba - tiba istrinya menggigit kuat lidahnya. Sepertinya membuat luka.

Sofia yang sedang tidur terbangun. Lalu membuka matanya. Ia terkejut karena kini tubuhnya berada diatas suaminya. Ia melebarkan matanya. Menutup mulutnya yang terbuka karena syok.

"Kenapa mengigit lidahku?" teriak Arfa.

"Apa? Aku tidak mengigit lidahmu." ujar Sofia. Lalu ia mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. Ia bermimpi. Perlahan ia mendekati suaminya. Lalu menangkup wajah suaminya.

"Tadi aku mimpi minum thai tea boba. Mungkin tanpa sadar. Malah mengigit lidahmu. Maaf Arf! Aku tidak sengaja." ujar Sofia jujur. Walau bingung. Kenapa dirinya sampai mengigit lidah suaminya. Padahal untuk mendapatkan lidah itu. Ia harus melewati mulut suaminya dulu. Apa mungkin suaminya tadi tidur dengan posisi melet. Lidah keluar.

Arfa menatap kesal istrinya.

"Sia*! Aku kira dia membalas ciumanku. Ternyata dia sedang bermimpi minum ice. Hah. Panas sekali lidahku." gumam Arfa dalam hati. Ia mengibas - ngibaskan tangan didepan mulutnya.

Sofia yang merasa bersalah. Segera mengambilkan air minum. Lalu memeriksa lidah suaminya. Berada dekat seperti itu dalam keadaan sadar. Membuat jantungnya berdebar - debar. Tak dipungkiri. Suaminya memang sangat tampan jika dilihat dari jarak dekat.

"Maaf yah!" ucapnya lagi.

1
Winny Anpooh
Luar biasa
viota
suka crtanya lnjut dong
Seni Septiani
suka ceritanya
Ig @ siska.myi
Bagus. sedikit diperbaiki saja hihi
Shen月呀: mampir yuk kak ke YUE AND AIDEN 😄
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!