Indonesia
NovelToon NovelToon
The Secret Of Love'S Destiny

The Secret Of Love'S Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dunia Lain / Romansa / Masuk ke dalam novel / Chicklit
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: TIANG_MANIS_2602 KY💀❤️

Chahna Dhipa seorang gadis berparas cantik yang berprofesi sebagai penulis dan pelukis terkenal. Suatu hari ia terbangun di tengah hutan yang tak ia ketahui.
Ketersesatannya membawanya pada seorang pria dengan kutukan di tubuhnya dan mempertemukannya dengan tokoh utama pria yang kejam.
Akankah Chahna dapat keluar dari dunia novel ini? dan siapa pria dengan kutukan itu? Baca cerita ini sampai tamat ya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TIANG_MANIS_2602 KY💀❤️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"Ajari Aku Sihir!"

Nara yang mendengar pertanyaan dari Chahna membelalak kaget, dengan wajah panik ia menoleh kearah lain menatap udara kosong. "Sebenarnya..." Pemuda itu mengusap bagian belakang kepalanya kebingungan dengan apa yang harus ia jelaskan pada gadis itu. "...saya tidak bisa melihat," sambungnya membingungkan.

Chahna memiringkan kepalanya tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Nara, karena selama ini ia merasa Nara melakukan segalanya dengan mulus tanpa masalah sedikit pun. Pertanyaan yang awalnya ia ajukan karena iseng yang seharusnya ia menyambungkan pertanyaan itu dengan jawaban yang lucu justru ditanggapi Nara dengan serius, membuat gadis itu panik sekaligus penasaran dengan maksudnya.

"Maksudku, saya tidak bisa melihat sesuatu yang tidak mengandung sihir. M-maksudnya...akh!! Mengesalkan! Gimana caranya aku menjelaskan?" Tanyanya bergumam sambil memegang jidatnya dan memalingkan wajahnya kearah lain menghindari tatapan gadis itu.

Chahna yang melihat kebingungannya pun membuka mulut, "maksud anda, anda tidak bisa melihat sesuatu yang tidak dipengaruhi sihir karena anda hanya bisa melihat sihir saja?" Imbuh Chahna berbisik, ia terdiam sejenak sambil memperhatikan Nara yang menoleh dengan cepat kearahnya dan menatapnya dengan tatapan yang mengatakan "darimana anda tahu?", gadis itu terkikik pelan lalu melirik kembali kearah pemuda itu. "Saya hanya pernah mendengarnya," ucapnya menjawab pertanyaan yang belum diujarkan tersebut. Sebenarnya ia pernah meminta Dhidhi menceritakan sekilas tentang pangeran pertama kerajaan Insantaraina, dan di kisah yang diceritakan oleh Dhidhi dikatakan bahwa pangeran pertama memiliki masalah gangguan penglihatan sepertinya sekarang Chahna tahu apa yang dimaksud dengan masalah gangguan tersebut. Gadis itu menghela nafasnya kemudian mengambil selembar kain selendangnya dan mengikatkannya pada tangan Nara.

Pemuda itu menunduk melihat selendang yang diikatkan pada tangannya itu, "ini untuk apa?" Tanyanya kebingungan yang menatap selendang itu.

"Agar tuan tetap aman, saya akan memegang selendang ini agar tuan bisa berjalan tanpa terluka," jawab gadis berambut hitam panjang itu lalu berjalan maju sambil menarik selendang tersebut.

Nara tersenyum menahan tawa yang hampir keluar dari sudut bibirnya. "Padahal aku bisa melihatnya dengan jelas," batin pemuda itu yang masih menahan tawanya.

Chahna menuntun Nara menyusuri jalanan desa dengan hati-hati, ia berusaha menghindari orang-orang menabrak pemuda yang sedang ditariknya itu sambil sesekali melirik sekelilingnya. "Kalau begini aku jadi bingung harus mengajaknya kemana. Dia gak bisa lihat yang tidak ada sihir, aku harus bawa dia kemana. Tempat yang ada sihir disini...dimana?" Tanyanya kebingungan dalam hati, ia terus menatap sekelilingnya mencoba memikirkan kearah mana ia akan pergi.

Nara yang melihat gadis itu tampak kebingungan dari belakang merasa sedikit bersalah, ia pun berhenti dengan sendirinya sehingga membuat Chahna yang masih memegang selendang itu tersentak dan hampir tertarik kebelakang. Gadis itu menoleh menatapnya keheranan, Nara menghela nafasnya lalu memalingkan wajahnya. Ia kemudian membalikkan tubuhnya dan lanjut berjalan, kini menarik Chahna dibelakangnya.

"T-tuan? Anda mau kemana?" Tanyanya yang berusaha menyeimbangkan besar langkah kakinya dengan langkah kaki pemuda itu.

"Pulang. Menyerahlah, memang tidak ada yang bisa kulihat ditempat ini." Pintanya dengan nada yang datar sambil terus menarik gadis itu.

Chahna yang tidak bisa terima untuk menyerah pun berusaha membuat pemuda itu berhenti, "gak bisa! Bagaimana mungkin?! Pasti ada yang bisa anda lihat!! Pasti ada!!" Sanggah gadis itu bersikeras. Ia lepaskan selendang itu dan membiarkan Nara berhenti dengan sendirinya sambil memandanginya yang tidak melanjutkan langkahnya. "Tuan...bisa lihat tumbuhan? Mereka ada sihir, kan? Iya, kan?" Tanya Chahna bergetar. Rasanya ia ingin menangis sangking frustasinya, ia telah membuat seorang karakter menderita tanpa ia sadari tapi yang kini bisa dia lakukan hanya kebingungan dan terlihat lemah. Itu sungguh menyedihkan.

Dengan sorot mata yang dingin, Nara memperhatikan Chahna dengan seksama, mata biru kristalnya yang berkaca-kaca membuat kristal dimatanya itu tampak seperti air danau yang berkilau, tubuh yang bergetar karena berusaha untuk tidak menangis itu hampir membuatnya sedikit merasa iba, Nara mendengus dingin lalu menyodorkan ujung selendangnya pada gadis itu. "Tuntunlah aku. Cepat." Serunya datar.

Chahna melirik ujung selendang itu lalu tersenyum, ia kemudian kembali memegang ujung selendang itu dan menarik pemuda itu menuju taman bunga terdekat yang diketahuinya.

Setibanya disebuah taman bunga yang indah dan berwarna, Nara melepaskan topengnya dan melihat sekelilingnya itu, sihir-sihir yang berada didalam bunga itu baik gelombang sihir berwarna merah, merah muda, putih, kuning, dan warna terang lainnya terlihat sangat indah dengan latar hitam gelap didaerah yang tidak terkena sihir. Matanya terpaku melihat pemandangan itu, bunga yang ia tidak ketahui bagaimana bentuknya selama ini setidaknya kini ia dapat melihat siluet sihirnya, wangi semerbak dari bunga-bunga ditaman itu membuatnya merasa tergoda sehingga dia membungkuk dan mencium lebih dekat aroma bunga itu, tangannya menyentuh mahkota sebuah bunga Lily yang indah, dengan gumaman sedikit yang hanya dapat didengar oleh dirinya ia menoleh kebelakang melihat Chahna yang tersenyum lebar menatapnya. "Gadis itu misterius," batinnya sembari terus menjelajahi pelosok taman bunga itu.

Chahna yang melihat sedikit perasaan senang dan bahagia dari Nara merasa senang, ia tersenyum lebar dengan pipi yang merona merasa bangga karena dapat menunjukkan indahnya kota pada pemuda itu. "Walau mungkin aku bisa dapat masalah karena taman ini dekat dengan taman kerajaan. Tapi tidak masalah asal bisa menebus rasa bersalahku," gumamnya yang kemudian menghampiri Nara yang masih terus terpaku pada bunga-bunga itu.

"Tuan, anda bisa melihatnya, kan?" Tanya Chahna yang memiringkan tubuhnya ke depan pemuda itu.

Nara mengangguk pelan kemudian mengusap dagunya, "sebenarnya tidak terlalu jelas. Tapi...ini bisa jadi jelas," ia mengangkat tangannya dan menebarkan percikan-percikan sihir yang keluar dari tangannya ke arah bunga-bunga yang ada disana. Sihir-sihir yang keluar dari tangannya itu menyatu dengan seluruh bunga yang ada ditaman itu, Nara kemudian melihat sekelilingnya, kini ia dapat melihat dengan jelas lekukan tanaman menawan itu dan dapat membayangkan betapa indahnya bunga itu melalui siluet yang semakin jelas itu.

Sementara itu melalui sudut pandang Chahna, bunga-bunga yang dipercikkan sihir oleh Nara terlihat lebih indah dari sebelumnya, bunga-bunga yang dipercikkan itu memancarkan cahaya kecil yang indah bagai permata mengkilap sehingga membuat mata siapa saja terpaku melihatnya.

"Saya ingin belajar sihir juga! Anda bilang saya sedang mengalami ledakan sihir, kan? Jadi saya pasti bisa mengeluarkan sihir, kan?" Tanya gadis itu penuh harap. Ia mengepalkan tangannya didepan dadanya dan menatap Nara dengan tatapan penuh harap, seolah tersihir Nara hampir saja luluh dan menerima tawaran mengajarkan itu.

Pemuda berjubah itu menggeleng cepat kemudian berjalan kembali menyusuri taman bunga.

"Tidak. Mana ada manusia yang belum bisa menggunakan sihir. Bahkan anak ingusan setidaknya bisa menggunakan sihir mengangkat barang. Anda pasti anak susah diajar," Tuduhnya yang berusaha untuk tidak mempedulikan gadis itu.

Chahna yang kesal dengan jawabannya pun menyeringai sambil menahan sorot matanya agar tetap lembut. "Saya mohon, tuan," ucapnya dengan nada yang lembut namun terasa begitu dingin dan tajam ditelinga Nara.

Pemuda itu menoleh dan dikejutkan dengan wajah Chahna yang tampak sedikit menyeramkan, alis yang tampak dipaksakan agar tidak berkedut, gertakkan gigi yang disembunyikan dibalik senyuman yang manis, serta sorot mata yang membuat merinding. Ia menelan ludahnya dan mencondongkan tubuhnya kebelakang dengan tangan yang memasang sikap waspada, "gadis gila. Bahaya jika kakinya terus menginjak rumahku," batinnya semakin merinding saat Chahna memelototinya. "Akh!! Baiklah! Akan kuajarkan. Berhenti memelototiku!!" Sergah Nara dengan cepat.

"Hah?! Benarkah?! Yes!!" Sorak gadis itu bahagia sambil melompat-lompat sedikit, sementara Nara hanya menatapnya heran kebingungan dengan arti kata 'yes'. "Jadi, bagaimana caranya?!" Tanyanya ketika lompatannya berhenti tepat dihadapan pemuda itu.

Nara memiringkan kepalanya lalu melemparkan topengnya dari wajahnya dan menampakkan dengan jelas ekspresinya dibalik topeng itu. "Apalagi? Tentu saja melepaskan sihirmu," katanya dengan santai kemudian mengangkat salah satu tangan Chahna. Tangan kecil nan putih itu tampak sangat rapuh ditangannya, Nara sempat terpaku mengamati tangan kecil gadis itu sebelum akhirnya ia tertegun kebingungan. "Eh?! Keluar! Keluar!! Uuuukkkhhh!!" Pemuda itu menggoyangkan tangan Chahna ke atas dan ke bawah ketika dia menyadari tidak ada satupun percikan sihir yang keluar dari jari jemari gadis itu.

"Aawww!! Tangan saya bisa patah!!" Teriak Chahna yang menarik tangannya menjauh darinya. "Sakit!! Anda tidak tahu sakit, ya?!!" Tanyanya dengan bibir yang manyun kedepan dan wajah yang berkedut.

"Eehh...lalu saya harus apa. Lagipula kenapa tidak ada satupun percikan sihir dari jarimu, gadis nakal?!" Tanya Nara yang menyibakkan jubahnya dan meletakkan tangannya di pinggangnya, memasang gaya gagah dan tegas untuk mengomeli gadis itu.

"Hah? Gadis nakal, dasar kurang ajar! Umurku sebenarnya lebih tua darimu ya!! Dasar berand*l menyedihkan!!!" Umpatnya dalam hati lalu menggertakkan giginya dan menarik hidung Nara. "Mana saya tahu. Saya belum pernah menggunakan sihir!!" Balas Chahna memekik.

Pemuda itu tertegun lalu mengusap dagunya, ia kemudian kembali menarik tangan Chahna yang diukur oleh hena. "Sedikit sakit tapi perhatikan," bisiknya dengan suara yang berat, ia lalu menekan kuat pergelangan tangan gadis itu dengan jempolnya. Chahna meringis kesakitan sembari menatap hena ditangannya yang mengeluarkan cahaya terang sebelum akhirnya ukiran hena itu memudar dan menghilang.

"Apa-apaan itu?" Tanya Chahna dalam hati dengan mata yang membelalak kaget.

"Sudah. Coba jentikkan jarimu." Suruh Nara begitu tangannya melepaskan tangan Chahna.

Gadis itu pun mengangguk, ia menjentikkan jarinya ke udara. Seketika diiringi dengan suara jentikan jari, sebuah percikan sihir memercik dari jari-jarinya dan itu membuat matanya terpukau kagum. Ia membelalak dengan kagetnya sebelum akhirnya tersenyum dengan lebar lalu menoleh menatap Nara dengan senyum yang mekar diwajahnya.

"Tuan! Lihat! Anda lihat kan?! Wwwwaaaahhhhh!! Keren!!" Serunya kegirangan lalu menjentikkan jarinya lagi dan lagi.

Pemuda berjubah itu menatap gadis itu, ia membeku ketika melihat senyum yang mengembang dengan indah di wajah kecil itu, mata terang yang indah yang memancarkan cahaya matahari, rambut yang begitu halus sehingga berterbangan tertiup angin, tangan yang kurus yang terus bergoyang-goyang mengikuti percikan sihir. Semua hal yang ada digadis itu membuatnya membeku, ia bagai melihat sekuntum bunga yang bergoyang dengan indah di iringi dnegan hembusan angin yang perlahan. "Jadi...ini yang namanya bunga?" Gumamnya masih dengan mata yang terpaku pada Chahna.

1
meow kiyowo
lanjuttt
TIANG_MANIS_2602 KY💀❤️: lanjutannya mungkin habis ujian. 💀😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!