"Aku tidak pernah menyesal memilihmu untuk memiliki cintaku ,walaupun pada akhirnya kamu melupakan cintaku padamu",
Isvara.
Dexano menangis setelah melihat vidio yang ditinggalkan Isvara untuknya di hari pernikahan dexano .
"Maafkan aku Vara ,aku tidak pernah melupakan cintamu untukku ,cintamu selalu ada di dalam hatiku sampai jantungku berhenti berdetak ,aku hanya milikmu Vara,tunggu aku " .
Bagaimana kisah cinta Isvara dan dexano pada akhirnya........
HAPPY READING
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Bibi doroty berlari kecil ke arah isvara dari arah dapur . "Nona ,nona baik baik saja ,bibi sangat khawatir pada nona " ucap bibi doroty sambil menangis .
Isvara merubah raut wajahnya menjadi bahagia ketika melihat bibi doroty ,"Bibi ,Vara baik baik saja ,lihat Isvara sehat saja kan" ucap Isvara sambil memutar tubuhnya di depan bibi doroty.
Bibi doroty menutup mulutnya dengan air matanya yang tidak berhenti mengalir ,"Bibi benar benar minta maaf pada nona ,bibi tidak bisa melakukan apa apa untuk membantu nona ,maafkan bibi " ucap bibi doroty.
Isvara langsung memeluk bibi doroty ,"Bibi jangan menyalahkan diri bibi ,ini bukan salah bibi kenapa bibi yang meminta maaf ,lagipula Isvara tidak apa apa kan ,bibi jangan khawatir ,Isvara sudah besar ,Isvara bisa menjaga diri sendiri " ucap Isvara menenangkan bibi.
Bibi doroty mengangguk ,"Mari nona ,bibi antarkan ke kamar nona ,pasti nona sudah lelah " ucap bibi doroty diangguki Isvara.
Bibi doroty berjalan di depan Isvara ,sedangkan Isvara berjalan mengikuti bibi doroty.Sampai di lantai atas ,Isvara mengerutkan dahinya ,"Loh bibi ,kok kita ke kamar ini ,kamar Isvara bukan di sini tapi di pojok sana " ucap Isvara gugup.
Bibi doroty tersenyum ,"Ini adalah kamar yang disiapkan tuan besar untuk nona " ucap bibi doroty.
Isvara kaget ,"Tapi bukankah kamar ini digunakan kak Asmita untuk meletakkan barang barangnya ,apakah tuan Birendra menyuruhku tidur dengan tumpukan barang barang milik kak Asmita" tanya Isvara bingung.
Bibi doroty tersenyum kecil ,"Bukalah kamar ini dulu nona " ucap bibi doroty.
Isvara pun membuka kamar itu dengan perlahan ,hingga ,mata Isvara kaget tak percaya dengan apa yang dilihatnya ,"Bibi ini beneran ,ini kamarku ,ibu" ucap Isvara sambil tergugu menahan tangisnya.
Bibi doroty ikut menangis melihat Isvara yang menangis karena terharu.
Isvara langsung masuk ke dalam kamarnya lalu melihat photo ibunya dengan Isvara saat masih bayi terpajang di dinding kamarnya ,"Ibu" lirih Isvara sambil memegang photo ibunya.
"Bibi terima kasih ,kamar ini akhirnya kembali seperti semula ,aku sangat berterima kasih pada bibi ,aku sangat senang ,tapi bagaimana dengan kak Asmita jika tahu kamar ini sudah diubah " ucap Isvara .
Bibi doroty mengelengkan kepalanya ,"Jangan berterima kasih padaku nona ,berterima kasih lah pada tuan besar ,jika bukan karena perintah dari tuan besar kamar ini tidak akan diubah menjadi seperti semula,memang dari awal kamar ini adalah milik nona ,masalah nona Asmita biar menjadi urusan tuan besar " ucap bibi doroty.
Isvara terdiam ,"Pasti karena masalah hotel milik kak Asmita ,pasti tuan Birendra ingin membujukku lewat kamar ini agar aku mau menerima permintaannya ,aku tidak akan terpengaruh lagi " batin Isvara.
Isvara menatap photo ibunya lalu mengambilnya dari dinding ,bibi doroty kaget ,"Loh nona kok photonya diambil ?" tanya bibi doroty .
"Aku akan tetap pindah ke kamar lamaku di pojok ,tapi aku akan membawa photo ALM .ibuku ,bibi aku minta tolong bawa barang barang lamaku ke kamar pojok " ucap Isvara.
Bibi doroty kaget ,"Loh kenapa harus pindah nona ,ini kamar yang tuan besar berikan untuk nona ,bagaimana jika tuan besar marah nanti " ucap bibi doroty.
"Tuan Birendra tidak akan marah bibi tenang saja " ucap Isvara sambil berjalan keluar dari kamar itu.Bibi berusaha menghentikan Isvara namun Isvara masih berjalan meninggalkan kamar itu .
Saat isvara sampai di luar ,isvara melihat ibu tirinya yang berdiri di depan pintu kamar itu.
"Ternyata kamu cukup tahu diri ya ,bagus ,aku tidak harus membuang tenaga untuk mengusirmu ,sejak awal ini adalah kamar milik putriku ,kamu tidak boleh mengusiknya " ucap ibu tiri Isvara penuh penekanan.
Isvara yang sedang malas berdebat pun berlalu meninggalkan ibu tirinya dengan membawa photo ibunya di tangannya dan berjalan ke arah kamar di pojok.
Ibu tiri Isvara mengepalkan tangannya ,"Awas ya kamu ,jika bukan karena ayahmu aku sudah lama membunuhmu dengan tanganku sendiri" ucap ibu tiri Isvara sambil menatap Isvara tajam .
Bibi doroty yang sedang membawa barang barang lama milik Isvara kaget melihat ibu tiri Isvara yang terlihat marah marah di depan kamar.
"Nona besar " sapa bibi doroty sambil berlalu meninggalkan kamar itu dan ibu tiri Isvara.
"Dasar ,bawa barang barang milik anak pelac*r itu dari kamar putriku ,bawa jauh jauh ,jangan sampai tersisa sedikitpun " ucap ibu tiri Isvara.
Isvara yang ingin membuka pintu kamar di pojok seketika membeku mendengar perkataan ibu tirinya ,Isvara menatap ibu tirinya dengan tajam ,lalu mendekat ke arah ibu tirinya .
Bibi doroty yang merasakan keadaan akan memanas pun berusaha menghentikan Isvara ,Isvara yang sudah kehabisan kesabaran pun langsung melayangkan tamparan di wajah ibu tirinya ,hingga ibu tirinya jatuh tersungkur ,"Arghhh dasar anak tidak tahu diri ,anak biadap" teriak ibu tiri Isvara .
Isvara menginjak telapak tangan ibu tirinya ,hingga berbunyi krekkkk (suara retak) , ibu tiri Isvara berteriak kesakitan."Kamu menjelekkan nama ibuku sekali lagi ,aku akan membalas rasa sakit yang lebih dari pada ini ,Justru yang pelac*r itu bukan ibuku tapi kamu ,kamu adalah pelac*r yang sangat rendahan " ucap Isvara sambil menginjak tangan ibu tirinya lebih keras lagi.
"Arghhhhhh" teriak kencang ibu tiri Isvara.
"Isvaraaaaa" teriak seseorang dengan sangat kencang