Kehidupan gue mulai berubah setelah mengetahui kebenarannya.
Akan kah kehidupan gue akan lebih menyenangkan atau malah sebaliknya.
Gue bukan type orang yang akan berdiam diri ketika di bully, gue juga bukan Troublemaker yang selalu menimbulkan masalah.
Gue Vanilla Zarsya Z.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saynengg, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Benar saja, seperti biasa Sendi penuh kejutan. Kali ini dia ngajakin gue ke panti asuhan. Gue udah lama banget pengen ke panti asuhan. Karena gue suka banget sama anak kecil. Gue bisa ngerasain gimana jadi mereka yang gak punya orang tua. Beruntungnya gue masih punya papa yang selalu sayang gue.
" Thankyou Sen."
" Seharusnya gue yang bilang Thankyou sama lo, karena lo udah mau nemenin gue kesini."
" Kenapa gak bilang dari awal coba? Kalau tau mau kesini, kita bisa mampir beli beberapa barang dulu."
" Lo tenang aja, gue udah beli kok, ada di bagasi belakang."
" Tapi kan beda, itu dari lo."
" Gak ada beda nya Za. Barang gue ya barang lo juga. Lo kan pacar gue."
" Fake Boyfriend. Oke."
" Iya iya, terserah, yang beneran atau bohongan yang penting pacar. Bantuin gue angkat barang yang dibelakang yuk. Lo angkat yang ringan ringan aja."
" Oke."
Setelah itu gue dan Sendi masuk dan langsung di sambut oleh anak anak disini. Ada juga beberapa pengasuh, Sendi pamit untuk berbicara dengan pemilik panti asuhan ini dan gue memilih untuk bermain bersama anak anak disini. Anak anak disini aktif sekali, mereka gak takut menunjukkan ekspresi mereka. Mereka juga pintar pintar semua. Tak lama Sendi keluar dan bergabung bersama anak anak untuk bermain bola.
Gue melihat dari kejauhan, betapa bahagia nya mereka mendapati kunjungan seperti ini. Tapi ada salah satu anak yang duduk sendiri dibawah pohon. Gue bertanya ke pengasuh yang menemani gue, kata pengasuh itu dia adalah anak yang masuk panti ini sekitar 1 tahun yang lalu. semua teman teman nya sudah di adopsi tapi dia belum ada yang mau mengadopsinya. Semenjak teman terakhirnya di adopsi beberapa bulan yang lalu, dia mulai murung dan menyendiri. Umurnya masih 5 tahun, tapi dia adalah anak yang cerdas.
Gue mencoba untuk mendekatinya.
" Hallo, kamu namanya siapa?"
" Aldino."
" Hmm. Aldino, boleh aunty duduk disini?"
" Boleh."
" Kamu kenapa gak ikut main sama teman teman yang lain?"
" Gak papa."
Wah ni orang lebih dingin dari Sendi dulu nih.
" Gimana kalau main sama aunty aja?"
" Gak mau. Percuma main sama sama kalau nanti Dino bakalan ditinggal sendiri."
" Kok gitu sih, sini dengerin aunty, ketika kita bertemu seseorang, ada saat nya juga kita akan berpisah dengan mereka. Kita harus memiliki teman sebanyak banyak nya."
" Gak papa. Dino senang sendiri."
" Aunty tau kamu sedih karena ditinggal teman teman kamu, tapi percayalah, mereka pergi untuk mengejar kebahagiaan mereka, jadi kamu disini harus bahagia juga. Nah sekarang, yuk kita main sama teman teman yang lain."
" Iya."
Akhirnya Dino mau main bersama yang lain. Walaupun masih sedikit sungkan, tapi dengan bantuan Sendi, dia akhirnya mulai tertawa bersama teman teman nya.
" Lo hebat Za. Selama gue disini, dia gak pernah mau dengerin kata kata gue. Dan gak pernah mau diajak main bareng bareng. Tapi sama lo dia langsung nurut gitu."
" Bukan hebat, cuma terkadang kita harus mengerti sisi pandang mereka. Dia sebenarnya gak mau sendirian, tapi dia takut ditinggal oleh teman nya lagi. Jadi yang harus kita lakuin cuma memberikan pemahaman bahwa teman teman nya pergi bukan karena gak mau lagi bermain dengan dia, tapi untuk menjemput kebahagiaan lain nya diluar sana."
" Lo ngomong kayak gitu, berasa gue lagi ngomong sama nenek nenek tau gak."
" Sembarangan lo, mana ada nenek nenek cantik nya kayak gue."
" Hahaha, oke oke gue bercanda."
" Senang rasanya bisa berbagi cerita bareng mereka. Kalau ada kesempatan lain, gue bakalan datang lagi kesini."
" Sebenarnya setiap 2 bulan sekali gue datang kesini, kalau lo mau, lo bisa ikut bareng gue kesini."
" Lo serius? Mau, gue mau."
" Oke oke, muka nya biasa aja, gue pasti ngajak lo kok."
Sendi ngacak ngacak rambut gue. Deg, kenapa jantung gue deg degan elah. Ni pipi juga kok tiba tiba panas gini.
" Kok blushing gitu?"
" Enggak, siapa yang blushing, salah liat lo tu."
Ya ampun malu nya gue. Lagian ni pipi kompromi dulu ngapa, malu maluin gue aja.
" Udah sore, kita pulang yuk. Entar bokap khawatir."
" Yaudah, kita pamit sama pemilik nya dulu ya."
" Iya."
Setelah pamit sama pemilik panti asuhan gue dan Sendi pulang.
-------------------------------------
Mulai hari ini sampai seterusnya gue bakal menjalani kehidupan ya super sibuk. Karena hari ini gue mulai masuk kuliah. Gue kuliah sambil ngurus perusahaan.
" Morning pa."
" Morning too Za. Gimana siap buat ke kampus?"
" Hehe, siap dong pa. Papa Arza ini mau kuliah, bukan masuk SD. Jadi santai aja."
" Haha, iya iya. Kamu mau bawa mobil atau diantar mang Ujang?"
" Diantar aja deh pa."
" Yaudah kalau gitu kamu cepetan sarapan, habis itu berangkat. Papa juga udah nyuruh maid untuk nyiapin bekal untuk kamu. Takut kamu lupa makan."
" Thankyou papa, sayang papa. Kalau gitu Arza berangkat dulu ya."
Gue kuliah di SAM University. Karena Univ ini adalah milik tante Tasya. Jadi gue lebih gampang untuk ngurus perusahaan. Papa bilang disini juga banyak anak anak pengusaha yang kuliah disini. Sebenarnya gue kurang suka, karena bakalan susah untuk mencari teman yang benar benar Real.
Gue sampai di kampus dan mengikuti acara penerimaan mahasiswa baru. Disini ospek udah gak berlaku, jadi gue gak harus berpenampilan seperti orang gila. Gue ngeliat ke sekeliling, kenapa Sendi gak keliatan? Bukan nya dia juga kuliah disini ya. Setidaknya gue punya teman yang gue kenal. Setelah acara selesai, gue rencana mau ke kantin kampus, gak sengaja gue nabrak orang. Perasaan gue nabrak mulu deh.
" Maaf maaf, aku gak sengaja, maaf."
Lah ni orang kenapa suara nya ketakutan gitu sih? Perasaan gue yang nabrak dia deh.
" Lo gak papa?"
" Gak... gak papa, maaf maaf maaf, aku beneran gak sengaja."
" Lo gak usah takut, gue gak marah kok. Nama lo siapa?"
" Me... Meriska."
" Gue Vanilla Zarsya. Lo bisa panggil gue Arza. Lo jurusan apa?"
" Jurusan bisnis. Nama kamu kayak nya gak asing. Kamu jurusan apa?"
" Jurusan bisnis juga. Senang nya gue bisa ketemu teman satu jurusan. Sekarang lo temenin gue yuk ke kantin."
" Tapi, emang kamu gak malu temenan sama aku? Aku kayak gini, nanti kamu di jauhin sama yang lain."
" Hey, apa beda nya gue sama lo? Lo makan nasi, gue juga. Jadi gak ada beda nya dong. Pokoknya sekarang lo harus temenin gue ke kantin. Habis itu temenin gue keliling kampus."
" Iya udah. Tapi beneran, aku kayak pernah dengar nama kamu deh. Nama kamu mirip sama pewaris ZEn's Group."
" Haha, kebetulan aja kali."
" Oo, aku kirain kamu pewaris ZEn's. Soalnya dia itu hebat banget, gak sombong juga. Terus aku dengar dia pacaran sama CEO Samuel Group."
Ya berita tentang gue dan Sendi pacaran memang udah lama kesebar. Belum lagi foto foto yang menunjukkan kalau kami sering keluar berdua. Semenjak Valdi tau gue pacaran sama Sendi, dia udah jarang gangguin gue. Dia bilang, dia hobi gangguin gue supaya gue gak ngurusin kerjaan mulu. Niat nya baik, dia mau gue berteman kayak remaja pada umum nya.
" Hmm. Sekarang lo tunjukin ke gue dimana kantin nya."
Sesampai dikantin gue liat banyak banget yang ngeliatin gue, ada yang salah sama penampilan gue, kayak nya biasa aja deh. Sambil nyari tempat duduk, gue dengar mereka bisik bisik.
" *Itu siapa sih yang sama anak kampung itu?"
" Dih, kok mau sih dia temenan sama si cupu."
" Duh sayang banget, padahal cantik, tapi malah temenan sama di cupu."
" Kayak majikan sama babu deh*."
Setelah dapat tempat duduk, gue bilang sama Meriska untuk gak dengarin kata kata mereka. Tiba tiba ada yang gebrak meja gue
Brakkkk..........
udah rate, boom like nih
Mampir yuk ke Fur Therese ❤
Jangan lupa like, rate, and vote, klik fav karena bakal up everyday 🐇
Mampir yah keceritaku
SORRY MY HEART
jgn lupa
LIKE, COMENT, RATE 5 & VOTE
Mampir di ceritaku juga ya kak "BERI AKU KEBAHAGIAAN" terimakasih. Like, komen, dan vote juga ya hehe :)
aku menunggu chapter selanjutnya thor. Semangat. Mampir yha 🤗
msa arza awalnya deket sma vivaldi trus sendi dn trakirnya sma rendi...aku kira arza jadian sma vivaldi
jangan lupa ya mampir novel saya
1.Pacarku Artis Sekolah
2.Human and Aliens
3.Pangeran Biawak
klo malas nyari, cek profil aja langsung!
Good luck
izin ya thor, buat kalia yg suka cerita happy teen kuy baca novelku EPIPHANY masih baru loh:)
makasih yaa
pokoknya aku mau arza sama valdi aja.
oke thor?