Indonesia
NovelToon NovelToon
Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise

Status: tamat
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:262.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zandzana

Sania, gadis cantik berumur 22 tahun dan baru lulus kuliah disebuah perguruan tinggi negeri jurusan pariwisata harus menjalani kehidupan yang sulit dan pahit

Hidupnya berubah seperti roda roller coaster, yang awalnya indah berubah menjadi neraka ketika dia bertemu dengan pria tampan bernama Alexander Louise.

Seorang CEO tampan yang terkenal dengan bad boy dan suka gonta ganti pacar

Akankah Sania dan Alex bisa bersatu melewati kejamnya rintangan yang menghalangi mereka??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zandzana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tinggal Di Rumah Dokter Anita

Morning sickness terpaksa membuat Sania harus terbangun dan berlari ke kamar mandi

Kembali Sania memuntahkan seluruh isi perutnya

Dokter Anita dan sang suami yang kembali dari olahraga pagi tidak menyadari jika Sania di dalam kamar mandi

Ketika keduanya duduk di teras lamat-lamat telinga dokter Anita seperti mendengar suara orang muntah

Dia dan suaminya langsung saling toleh, dan dokter Anita langsung masuk kedalam rumah, berjalan kearah kamar mandi

"San?"

Sania menyiramkan air kedalam kloset

Dokter Anita mengetuk pintu kamar mandi

"Sania?, apa kamu baik-baik saja?"

"Iya dokter" jawab Sania tertahan karena perutnya kembali bergejolak dan kembali dia muntah

Dokter Anita segera membuka kotak p3k yang ada di belakang, mengambil minyak kayu putih dan meletakkannya di atas meja.

Sania keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah basah dan tampak pucat

"Sini, saya bantu" ucap dokter Anita yang langsung membimbing langkah Sania dan mendudukkannya di kursi

Lalu dengan telaten dokter Anita menggosokkan minyak kayu putih ke punggung dan tangan Sania

Lalu dia juga membuatkan teh hangat

"Diminum, nanti siang saya akan belikan susu untuk kamu"

Sania kaget dan wajahnya langsung menegang

"Saya tahu kamu hamil"

Sania langsung menundukkan kepalanya

"Ceritakan semuanya pada saya"

"Aku sendiri tidak menyangka dokter jika karena kejadian kelam itu saya hamil" ucapnya sambil mulai terisak

Dokter menatap Sania dengan iba

"Saya dipecat dari pekerjaan saya karena temannya saya merekam percakapan saya dengan sahabat saya yang menceritakan kehamilan dan rencana saya untuk aborsi"

"Setelah dipecat saya berniat pulang tapi di tengah jalan saya ditawari kerja yang ternyata pekerjaannya menjadi pelacur, dua orang lelaki malam tadi adalah anak buah mucikari yang mau menangkap saya"

"Kamu kabur dari mucikari tersebut?"

Sania mengangguk.

"Terus saya pulang ke kampung, dan kembali kebohongan saya terbongkar, yang akhirnya mama mengusir saya"

Dokter Anita makin memandang iba pada Sania yang terus terisak

"Saya harus bagaimana dokter?, makin hari perut saya akan kian membesar, sedangkan saya tidak bersuami"

"Dan sekarang saya malah merepotkan dokter"

Dokter Anita tersenyum sambil menggenggam tangan Sania

"Tinggallah disini, di rumah ini. Saya hanya berdua dengan suami saya. Kami belum dikaruniai buah hati, padahal pernikahan kami sudah hampir lima belas tahun"

Sania memandang kaget kearah dokter Anita yang masih tetap menampilkan senyum manisnya

"Mulai sekarang jangan pikirkan bagaimana kehidupanmu dan bagaimana nanti kamu melahirkan karena mulai saat ini, itu sudah menjadi tanggung jawab saya"

Air mata Sania kembali mengalir

"Sekarang kamu mandi, dan nanti ikut saya ke rumah sakit, kita periksa"

Sania mengangguk, sekali lagi dia mengucapkan terima kasih atas kebaikan dokter Anita

Karena Sania masuk ke kamarnya, dokter Anita kembali menemui suaminya yang sedang menyiram bunga dengan selang air

"Dia kenapa ma?"

Dokter Anita tersenyum sambil duduk di kursi memperhatikan suaminya yang terus menyiram tanaman

"Ihh ditanyain malah senyum-senyum" sambung suami dokter Anita sambil segera mematikan kran air dan berjalan kearah istrinya

"Pa, aku ada kabar baik" wajah dokter Anita sumringah

Suaminya mengangkat alis

"Sania hamil!!"

Raut kaget langsung terpancar dari wajah suami dokter Anita. Dan dokter Anita seperti tersadar langsung menceritakan awal mula dia bisa kenal Sania

"Jadi gadis itu korban pemerkosaan?"

Dokter Anita mengangguk.

"Mengapa mama baru memberitahu papa sekarang, coba dari dulu waktu baru kejadian, kan papa bisa memburu pelakunya"

"Tidak semudah itu pa, saat itu Sania sangat shock dan depresi, sehingga lama dirawat di rumah sakit, sampai sekarang dia belum menceritakan siapa ayah dari jabang bayi di dalam perutnya"

"Mama yakin mengajaknya tinggal di rumah ini?"

Wajah dokter Anita berubah cemberut

"Mama kan baru mengenal dia" lanjut suaminya

"Pa, hidup dia sudah terlalu kacau, jika tidak tinggal disini, terus dia mau tinggal dimana? dia dipecat dari pekerjaannya, ditawari jadi pelacur, diusir mamanya, dan dua lelaki malam tadi adalah anak buah mucikari yang mengejarnya"

"Boleh ya pa, Sania tinggal disini?"

Suami dokter Anita tak menanggapi dia masih tampak berfikir

"Pa?"

"Iya, iya boleh"

Dokter Anita langsung merangkul suaminya dari samping

"Terima kasih ya pa..."

Suami dokter Anita tersenyum seraya mengelus tangan istrinya

...----------------...

Sania duduk di ruang tamu dengan kikuk saat berhadapan dengan dokter Anita dan suaminya

"Sania, kenalkan ini suami saya, namanya Danendra, kamu bisa panggil pak Andra"

Sania mengulurkan tangannya dan mencium takzim punggung tangan lelaki yang masih muda tersebut, umurnya sekitar 40 tahunan

"Maaf Sania, saya sudah cerita semua sama suami saya, biar dia tidak kaget"

Sania langsung menundukkan kepalanya

"Kamu kenal lelaki yang memperkosa mu?"

Sania menggeleng

"San, bicaralah yang jujur, jangan takut. Kamu sudah aman sekarang" bujuk dokter Anita

Sania tetap diam dan menggeleng

"Saya kenal namanya saja dokter, dan saya juga sempat mencarinya, tapi hasilnya diluar prediksi saya"

Dokter Anita pindah duduk di sebelah Sania, menggenggam pundaknya dan menatapnya penuh selidik

"Apa dia menolak ketika kamu menemuinya?"

Sania menggeleng

"Dia sudah punya calon istri dokter, dan saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana buruknya kelakuannya. Gonta ganti perempuan, jadi bisa dipastikan jika dia memperkosa saya kemarin karena tidak ada wanita yang bisa menyalurkan hasratnya yang tiap hari bercinta dengan banyak perempuan"

Dokter Anita menarik nafas panjang sedangkan pak Danendra terus bertanya pada Sania bagaimana kronologi kejadian kelam itu

Kembali otak Sania harus diingatkan dengan kejadian memilukan malam itu.

"Jadi dia pelancong yang memakai jasamu sebagai tour guide?"

Sania mengangguk mendapati pertanyaan pak Danendra. Dia tidak tahu jika saat itu pak Danendra sedang mengorek informasi darinya

"Ya sudah, sekarang kamu baik-baik tinggal di sini, jangan keluar rumah jika tidak bersama kami"

Sania mengangguk

"Hari ini mama mau ngajak nya ke rumah sakit pa, mau periksa"

Pak Danendra mengangguk.

"Sudah siapkan semuanya?" tanyanya

Dokter Anita mengangguk, dengan segera pak Danendra mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi

Bersama dokter Anita, Sania masuk kedalam mobil dan sepanjang jalan dokter Anita selalu tersenyum bahagia karena suaminya telah berbaik hati mempersilahkan Sania tinggal bersama mereka

Ketika sampai di rumah sakit, Sania langsung disambut pelukan hangat dari suster Maria yang dulu pernah merawatnya

"Bagaimana keadaan kamu San?"

Sania menggeleng sambil menarik nafas berat

"Sabar, saya sudah lebih dulu ada diposisi kamu, tapi kamu lihat bagaimana saya sekarang?, saya bisa melewatinya" hibur suster Maria yang membuat mulut Sania ternganga

"Jika banyak waktu, kita bisa berbagi cerita" sambungnya sambil menggandeng Sania masuk menuju ruangan dokter Anita

"Dokter kandungannya sudah datang belum sus?" tanya dokter Anita ketika dilihatnya suster Maria masuk bersama Sania

"Sepertinya belum dok, karena biasanya beliau datang tengah hari"

Dokter Anita manggut-manggut

"Kalau kamu nggak keberatan, bisa tolong saya ambilkan susu khusus ibu hamil di bagian apotek?"

Suster Maria mengangguk sambil segera berdiri

"Langsung diseduh dok?"

Dokter Anita mengangguk sambil tersenyum

Setelah mendapat jawaban dari dokter Anita, suster Maria langsung keluar

"Sebentar ya San, saya buatkan susu dulu untuk kamu"

Sania mengangguk, dan suster Maria langsung keluar, Sania lalu menatap dokter Anita dengan mata berkaca-kaca

"Jangan melow..., kita disini semuanya keluarga" ucap dokter Anita yang makin membuat Sania terharu

1
⁂▪▪Əuryzāā ₘₒₘₑₑₙₐ▪▪⁂
jangan bilang nanti alexander cabul ketemua sania pas jadi wanita malam 👀 binggun sm konsep ceritanya.
Zandzana: lanjut aja ya sayang Kuuu.... semoga suka sama ceritanya walau kamunya rada bingung and yaaaa mungkin ga suka🤭
total 2 replies
⁂▪▪Əuryzāā ₘₒₘₑₑₙₐ▪▪⁂
amit amit kalo sania berjodoh sm maniac kaya alexander, biaya rmh sakit sania di tanggung orang lain eh dia enak" sm lonteh.
smg sania gak sampai hamil dr pria maniac kaya gitu
Uly Ringo
kok Alex sama bapaknya bodoh ya,,, sama perempuan aja kalah,,,
Diana
ternyata sad ending😭😭 sania oh sania...nasibmu begitu tragis😩
Uly Ringo
aku suka dengan ceritamu thor,,, tak ada perempuan yang mau menjadi kupu-kupu malam, tapi semua ibu akan melakukan apapun untuk membuat anaknya bahagia. semangat untuk semua ibu didunia ini, semoga selalu diberi kesehatan 💪💪
Diana
makin ruwet sj. dahlah bikin satu lg adek junior biar gak jd rebutan😤
Zandzana: 🤣🤣🤣 maunyaa
total 1 replies
Diana
ikut mumet kepalaku, thor, kena baling² bambunya tuan anton🤭
Diana
kenapa jd berat begini? bacanya jd gak nyaman, thor😭
Diana
jd ngebayangin othor nya ngetik sambil gemes sama sania😂
Zandzana: bener🤭
total 1 replies
Diana
pikirku mau terjadi perang dunia ke tiga eh ternyata cuma dagelan🤣
Zandzana: prank😁
total 1 replies
Diana
jangan mau, sania, kl cuma bunga buat apa?!🤭
Zandzana: kalo bunga bank baru boleh🤣
total 1 replies
Diana
orang kaya butuh heli kayak ngadang ojek. tinggal lambaikan tangan datang, deh🤣
Zandzana: 🤣🤣 ikut ngakak saya
total 1 replies
Diana
keren, thor👍👍👍
Zandzana: makasih😍
total 1 replies
Diana
dasar preman² yg cuma mengandalkan otot dari pd otak.
uukais
mbulettt
uukais
kalah sm peremouan 1..mbulettt
Dila Ferdianti
gedek sama Sania, egois banget jadi orang
Diana
ternyata deno garangan berhati emas🤣🤣
Diana
kenapa cobaanmu begitu berat, sania?
Diana
masih setia dgn ceritamu, thor. halunya gak lebay, bahasanya sederhana dan enak di baca. tetap semangat dgn karya²mu, othor👍
Zandzana: terima kasih kakak♥️♥️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!