Indonesia
NovelToon NovelToon
EROTOMANIA

EROTOMANIA

Status: tamat
Genre:Horor / Diam-Diam Cinta / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dosen / Keluarga & Kasih Sayang / Hantu / Tamat
Popularitas:60.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Hari itu adalah hari yang cerah tapi mendung, dengan matahari yang bersinar di antara awan. Pagi itu embun dingin panas menempel di daun-daun hijau. Hani dari kejauhan melepaskan kepergian saudara laki-lakinya ke tempat peristirahatan terakhir.

Hani dianggap gadis pembawa sial oleh keluarganya. Pria yang dekat dengan Hani, akan mati. Sepupu dan Kakak kandungnya adalah korbannya.

Apakah Hani adalah gadis pembawa sial?
Mengapa setiap pria yang dekat dengannya selalu saja dekat dengan kematian?

Ikuti jalan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Tanah Kuburan

"AAAAAAAAAAAAA!" Hani melempar kotak yang baru saja dia temukan di luar rumah.

Revaz dari lantai dua berlari menuruni anak tangga menuju halaman rumah. Begitu juga Valdi yang tanpa menghiraukan pinggangnya yang sakit berlari menghampiri Hani.

"Ada apa? Apa yang terjadi?" Revaz panik.

"Itu Kak?" Hani menunjuk kotak yang baru saja dia lempar.

Valdi tiba, langsung duduk di teras rumah sambil memegang pinggang menahan nyeri. Valdi sempat melihat seseorang yang mengintip dari balkon kamar Hani.

"Kak Revaz, ada orang di sana. Weeeiiii, siapa lu!" teriak Valdi.

Revaz keluar dari rumah Valdi dan masuk ke halaman rumah Hani. Revaz membuka pintu depan dan tiba-tiba saja seseorang keluar dari rumah Hani. Orang itu mendorong tubuh Revaz dan lari meninggalkan rumah Hani.

"Jangan lari lu!" Revaz mengambil balok yang ada di sampingnya dan melempar kuat ke arah orang itu.

BUGH!

Balok itu mengenai punggungnya, orang itu terjatuh. Revaz kembali mengejar tapi orang itu berhasil melarikan diri. Revaz memeriksa dalam rumah Hani. Siapa tahu orang itu perampok. Revaz memasuki seluruh ruangan. Tidak ada tanda-tanda barang hilang, semua terlihat rapi.

Revaz naik ke lantai dua masuk ke dalam kamar Hani. Dan betapa terkejutnya Revaz saat melihat cermin rias yang ada di dalam kamar Hani. Di cermin itu ada tulisan yang ditulis menggunakan lipstik berwarna merah.

"Gadis Pembawa Sial," Revaz mengambil ponselnya dan melakukan panggilan video.

Valdi mengangkat panggilan video dari Revaz. Valdi dan Hani sangat terkejut setelah membaca tulisan yang ada di cermin rias. Valdi yakin orang yang kabur dari rumah Hani tadi ada hubungannya dengan semua ini. Revaz kembali mencek seluruh rumah Hani. Revaz mengunci rapat semua pintu rumah dan kembali ke rumah Valdi.

"Kak, siapa sih yang dendam terhadap ku?" tanya Hani.

"Kami juga sedang menyelidikinya. Kamu tetap tinggal di sini. Kita gak tahu apa yang akan dilakukan orang itu," kata Valdi.

"Hani, ini semua baju yang ada di dalam lemari," Revaz membawa 2 koper besar dan 1 tas ransel yang dia ambil dari kamar Hani.

"Kak, aku kan cuman sementara tinggal di sini. Mau pindahan?" Hani mengambil 1 kopernya.

"Iya, siapa tau kamu akan jadi Nyonya di rumah ini," sahut Valdi.

"Nyonya?" Hani mengernyitkan keningnya.

"Sini Kak Revaz bantu bawa kopernya. Kamar Hani di mana?" Revaz menatap Valdi yang lagi tersipu.

PLAK!

Revaz menepuk dengan keras pundak Valdi.

"Di lantai atas," jawab Valdi sembari mengusap pundaknya.

"Kok...." Revaz kembali melotot ke arah Valdi.

"Hmmmm, Kak Revaz. Aku takut ketemu setan. Kalo ada apa-apa aku bisa langsung minta bantuan Kak Valdi," Hani menjawab pertanyaan Revaz.

"Ok, Kak Revaz juga akan tinggal di sini," Revaz membawa koper Hani ke lantai dua kamar Hani.

"Kerjaan Kakak gimana? Apa gak cape bolak-balik ke kantor? Bukannya kerjaan Kak Revaz banyak?" sahut Valdi.

"Kak Revaz dipindah ke kantor pusat. Puas lu?" Revaz menjulurkan lidahnya.

Valdi kesal, Revaz rupanya tidak memberikan kesempatan untuk Valdi dan Hani berduaan. Valdi juga tahu, Revaz menyukai Hani. Mengapa mereka menyukai orang yang sama. Beberapa waktu lalu mereka dijodohkan dengan gadis yang sama. Tapi gadis itu memilih Valdi. Tidak terlihat kekecewaan di wajah Revaz. Malah Revaz bahagia lepas dari perjodohan. Tapi kali ini sepertinya Revaz tidak akan melepas Hani.

Hani kembali ke teras depan membantu Valdi berdiri. Tidak lama Revaz menyusul.

"Hani biar aku saja yang bawa Valdi. Katanya mau sarapan bareng. Ayo sudah lapar ini," Revaz meletakkan tangan dan memutar-mutarnya di atas perut.

"Mari Kak, sudah aku siapin," Hani tersenyum.

"Kenapa? Gak suka?" lagi-lagi Revaz menjulurkan lidahnya.

"Ih, gak suka liat orang senang," Valdi meletakkan tangannya di pundak Revaz.

Mereka duduk di ruang makan. Revaz sangat menikmati bubur ayam buatan Hani. Valdi memandangi kotak yang ada di tangannya. Kotak yang ditemukan Hani. Isinya kain putih yang diikat dan di dalam kain itu ada sesuatu tapi Valdi tidak berani membukanya.

"Kak, apa Kakak punya kenalan orang pintar yang mengerti hal beginian?" Valdi mengangkat kain putih itu.

"Apa itu yang Hani temukan di depan?" tunjuk Revaz.

"Iya Kak. Waktu tadi aku buka kotaknya tangan ku seperti kesetrum listrik," jawab Hani.

"Sebentar, Kakak mau nelpon Om Irfan."

Revaz menghubungi Om Irfan. Revaz kembali meminta bantuan Om Irfan. Dan kebetulan beliau ada di Kota B. Revaz mengirim lokasi rumah Valdi. Valdi mendengar notifikasi pesan dari ponsel lama Hani. Valdi meminta bantuan Hani untuk mengambil ponsel yang ada di atas lemari sudut ruang makan.

"Kak, ada SMS masuk," Hani menyerahkan ponselnya kepada Valdi.

"SMS? Biasanya dari operator seluler kan? Atau juga paling iklan. Zaman sekarang mana ada orang yang ngirim SMS," Revaz ketawa kecil.

"Dari Fans gila Hani," Valdi menyerahkan ponsel Hani kepada Revaz.

Revaz membaca SMS yang berisi ancaman kepada Hani dari seseorang. Nomor kontak yang diprivasi.

"Banyak sekali SMS. Oh pantes kamu dengan mudah menemukan kita. Rupanya dari SMS ini? Lho kok kamu bisa balas SMS?" Revaz mengernyitkan keningnya.

"Justru itu Kak, hanya di ponsel Hani yang bisa balas SMS itu. Nomor kontaknya tidak dapat dilacak."

"Ada mobil di depan rumah," kata Hani.

Revaz ke teras depan menyambut kedatangan Om Irfan. Om Irfan melihat ke rumah Valdi dan ke rumah sebelahnya.

"Rumah kalian sepertinya ada yang melindungi. Tapi sekarang perlindungannya terbuka," Om Irfan memperhatikan sekeliling rumah Valdi.

"Mari Om masuk," ajak Revaz.

Di ruang tamu mereka sudah ditunggu Valdi dan Hani. Om Irfan memperkenalkan diri kepada Valdi dan Hani. Revaz memberitahu Hani bahwa Om Irfan lah yang menolongnya sewaktu di teror bus setan beberapa hari yang lalu.

Om Irfan melihat kotak yang diberikan Revaz. Om Irfan membuka lilitan tali dari kain itu. Ternyata isinya adalah tanah.

"Ini adalah kain kafan dan tanah kuburan," kata Om Irfan.

"Apa maksudnya Om?" Revaz, Valdi dan Hani merinding.

"Ini adalah media santet. Ada orang yang ingin mengirim guna-guna kepada penghuni rumah ini. Kalian semua harus berhati-hati. Entah apa maksud dan tujuannya. Yang jelas ini tidak baik."

"Apa maksud Om tadi bilang, rumah kalian seperti ada yang melindungi? Apa sekarang rumah kami tidak aman?" tanya Revaz.

"Ada kekuatan ghaib di rumah ini dan rumah sebelah. Om melihat ada tali merah yang mengelilingi dua rumah ini. Tapi tali itu putus, mungkin karena benda yang ada kotak ini."

"Bisakah benda ini dihancurkan Om?" kali ini Valdi yang bertanya.

"Bisa, Om akan bantu. Besok dini hari Om akan berusaha menghancurkannya. Tolong carikan garam kasar," ucap Om Irfan.

Revaz segera mencari garam kasar yang di maksud Om Irfan. Baru saja Revaz keluar dari pintu depan hendak masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba saja rumah Valdi berguncang hebat.

"Gempaaaaaaaaaa!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Sarah
bagus bangettt ❤❤❤❤❤❤❤
Sarah
Karyanya keren thor, ceritanya unik dan menarik!
kukasih bintang 5! 😍🤩
Yenny Een: Mksh 🙏. Semangat juga ya bikin karyanya 🤗😘🥰.
total 1 replies
Sarah
Revaz sama Fani dong 😮
Sarah
bukannya bendera kuning yah? apa karena beda daerah? 🤔
Yenny Een: Iya, mungkin beda daerah beda tradisi 🤗
total 1 replies
Sarah
bagus, mereka emang cocok ❤
Sarah
Di ganggu setan Arash tau rasa lu /Speechless/
Sarah
Episode ditutup lagi-lagi dengan jeritan 😁
Sarah
aahhh yang Arash nanya : Siapa kau?
terus di jawab : malaikat maut
itu ya? /Smile/
Queen
Ditunggu karya berikutnya. Ttp semangka 💪
Queen
Revaz menikahi Fani. Wawwwww
Fang
Jodohku di mana? 😁
Fang
Cinta buta
Anang
Ditunggu karya berikutnya 💪😘
Al!f
Mantap
Al!f
Fani Revaz Nikah 😱
Queen
Utg sadar, drpd gak sama sekali
Queen
baru tau? kemana az lu
Queen
benar kh? kayaknya mereka berjodoh 😁
Queen
mantap 💪
Queen
bisa dipanggil rupanya 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!