Nara, seorang gadis desa yg beralih ke kota dengan tujuan mencari ilmu, tidak begitu lugu dan sedikit berani.
Apakah dia gadis yg polos? tentu tidak, diluar dugaan jauh sebelum tinggal di kota kehidupannya sudah mengenal banyak hal.
Lalu bagaimana kehidupan dia di kota? yuk ikuti terus alurnya;)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuwi_ast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
"Kenapa?" Tanya Nara.
Angga masih terdiam dalam pelukannya.
"Yauda ke dalem dulu yuk, nanti cerita" Ucap Nara.
Nara mengajak Angga masuk ke dalam, tidak lupa ia langsung menutup pintu kostnya.
Duduk bersila dan berhadap-hadapan, masih belum ada pembicaraan.
"Katanya kamu ke sini pas weekend, kok sekarang udah ke sini sih. Mana malem-malem lagi" Ucap Nara.
"Aku lagi males di rumah, jadi aku ke sini" Jawab Angga yg baru mengeluarkan perkataannya.
"Tumben, kenapa?" Tanya Nara.
"Papa aku nyuruh buat kuliah di luar negeri" Jelas Angga.
"Bagus dong kalo gitu" Ucap Nara.
"Tapi aku gamau sekarang, maunya nanti aja pas lanjut S2" Jelas Angga sekali lagi.
"Apa salahnya? Papa kamu pasti berpikir yg terbaik buat kamu" Tutur Nara.
"Iya aku tau, tapi buat sekarang aku ga bisa jauh-jauh dari kamu" Ucap Angga sambil cemberut.
"Ko alesannya gitu sii, jelek banget" Ucap Nara.
"Ahh kamu ga ngerti banget sii, kita kan baru beberapa bulan pacaran, nanti kalo pisah kan kangen" Penjelasan Angga yg dianggap sangat polos oleh Nara.
Di situ Angga bercerita kenapa dia tidak mau kuliah di luar negeri dengan jawaban yg logis tentunya. Sekarang Nara tahu kenapa Angga ingin tetap teguh pada pendiriannya. Bukan semata-mata Angga tidak mau jauh dengan Nara.
Dari kecil, Angga selalu dituntut untuk menjadi apa yg papa dan mamanya inginkan. Dia tidak pernah menjadi Angga yg sebenarnya. Maka dari itu, dia tidak mau seterusnya terus seperti itu. Dia ingin mandiri dan hidup dengan keinginannya sendiri, tidak ingin bergantung dari pada ucapan dan keinginan orang tuanya.
Meskipun anak memang harus berbakti kepada kedua orang tua, tapi bukan itu jalan yg Angga
Inginkan untuk memenuhi baktinya itu.
Setelah mencurahkan semua keluh kesah hatinya kepada Nara, Angga tertidur di pangkuan Nara.
Nara tidak tega membangunkannya, tapi Angga pasti tidak nyaman tertidur dengan posisi seperti itu pikir Nara.
Nara pun perlahan memposisikan tidur Angga dengan benar, kemudian Nara ikut membaringkan tubuhnya dan tertidur di samping Angga.
—————————
Pagi hari Angga terbangun lebih dulu.
Melihat di sampingnya gadis cantik yg menjadi pacarnya itu masih tertidur pulas.
Angga mendekatkan tubuhnya, memeluk tubuh Nara lalu mengenup keningnya perlahan dan Angga menutupkan kembali matanya, tapi dia tidak tertidur.
Tidak berapa lapa, Nara pun membuka matanya. Kemudian di ikuti oleh Angga.
"Kenapa udah bangun?" Tanya Angga.
"Ini kan udah pagi, ya bangun lah" Ucap Nara.
"Iya masih pagi, bobo lagi aja" Ucap Angga dan mengeratkan pelukannya.
Nara hanya menghembuskan nafas pasrah. Tapi dia segera bangkit karena ingat dia harus pergi ke kampus.
Nara mengangkat tangan Angga dari tubuhnya, dan beranjak berjalan menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, Nara sudah selesai membersihkan tubuhnya.
"Hari ini aku masih ada kelas jadi harus ke kampus, kamu tunggu di sini aja ya" Ucap Nara sambil merias tipis wajahnya.
"Gausa kuliah aja, temenin aku di sini" Timpa Angga memelas.
"Ga bisa gitu lah Anggaa, aku tetep harus kuliah" Ucap Nara.
"Yauda deh, abis beres kuliah langsung pulang yaa jangan kemana-mana dulu" Ucap Angga.
"Iya iyaa, aku langsung pulang ko" Ucap Nara.
Setelah selesai bersiap diri, Nara langsung menyiapkan makan untuknya dan Angga.
"Cepet ke kamar mandi, abis itu kita makan" Ucap Nara.
Angga pun dengan langkah berat segera beranjak ke kamar mandi.
Setelah selesai makan, Nara langsung saja bergegas berangkat ke kampus. Tentu saja Nara diantar oleh Angga.
—————————
"Siapa tuh?" Tanya Sarah penasaran setelah melihat Nara turun dari motor Angga.
Nara yg langsung menghampiri Sarah hanya membalas dengan senyuman saja.
"Ihh senyum-senyum. Ooh aku tau, pasti itu pacarnya yaa?" Ucap Sarah mengejek Nara.
"Udah ahh yuk ke kelas" Ucap Nara mengalihkan ucapan Sarah tadi.
Seperti biasa Nara mengikuti perkuliahan dengan sangat rajin. Dari awal hingga kelas berakhir, Nara hanya fokus pada apa yg disampaikan sang dosen.
Hingga tiba waktunya pulang, Nara hendak bergegas keluar kelas dan langsung ke kostan pikirnya karena Angga pasti sudah menunggu.
Tiba-tiba saat di depan gedung kuliah, dia tidak sengaja bertemu dengan seniornya di organisasi UKM yg ia ikuti.
"Ehh Nara ya?" Tanya senior tersebut.
"Iya" Jawab Nara simpel.
"Ayo ke sekre sekarang kan ada techmeet, kamu daftar kan?" Ucap senior itu.
"Hahh, ahh iyaa ka" Jawab Nara.
Nara sebenarnya lupa bahwa ia hari ini harus menghadiri technical meeting Ukm untuk mengetahui kapan dilaksakan ospek Ukm tersebut dan apa saja yg harus dipersiapkannya.
Berpikir sebentar Nara pun mengikuti senior tersebut menuju sekretariatnya. Di sana sudah banyak peserta lainnya yg menunggu di mulai, Nara pun bergabung bersama mereka.
Hingga tidak terasa, ternyata technical meeting itu dilaksanakan cukup lama dan Nara masih mengikutinya hingga selesai.
Di sisi lain, di kost Nara.
Angga sedari tadi menunggu kepulangan Nara, tapi Nara tak kunjung pulang. Sudah hampir petang, langit sore sudah berubah menjadi gelap.
Angga sangat khawatir karena Nara belum juga pulang, dia berinisiatif untuk menjemputnya. Takut jika sesuatu terjadi pada Nara.
Sesampainya di kampus Nara, Angga menyusuri sekitaran kampus tapi tidak menemukan Nara.
Hingga akhirnya dia sampai di depan gedung yg bertuliskan students centre.
Angga berhenti di situ, entah kenapa hatinya ingin sekali berdiam di situ.
Angga berusaha menghubungi Nara, tetapi tak kunjung di angkat.
Setelah lama berdiam di sana hingga hari sudah sangat gelap, Angga melihat ke arah pintu gedung tersebut. Angga melihat Nara keluar dari gedung itu.
Tapi, Nara tidak sendiri. Dia berjalan berdampingan bersama seseorang, laki-laki tentunya. Itu adalah senior yg tadi menyapa Nara.
Angga berusaha melihat secara detail dengan siapa Nara berjalan. Sedikit cemburu, tapi dia berusaha menahannya. Mencoba berpikir positif agar tidak salah paham.
Kemudian Angga menelpon Nara kembali, barulah kali ini Nara mengangkat telepon dari Angga.
"Iyaa, kenapa?" Tanya Nara di telepon.
"Kamu dari mana aja?" Tanya Angga kembali.
"Ohh aku abis ada kegiatan dulu tadi, maaf ya ga ngabarin kamu. Ini sekarang langsung pulang ko" Ucap Nara.
"Tengok ke samping deh" Ucap Angga, yg sedang memperhatikan Nara dari sebrang gedung.
Nara pun melihat ke arah samping, dia kaget melihat Angga ternyata ada di sana. Langsung saja Nara menghampirinya, dan dia berpisah dengan seniornya itu.
"Ko ada di sini? Dari kapan?" Tanya Nara.
"Hmm dari tadi mungkin" Jawab Angga.
"Eeee sorry yaa, pasti lama ya nungguin?" Ucap Nara. Yg merasa bersalah
"Yauda gapapa ayo pulang, udah malem. Aku laper kita makan dulu yuk" Ucap Angga dengan sabar.
Nara mengiyakan ajakan Angga, berpikir bahwa Angga akan marah melihatnya tadi berjalan bersama seorang laki-laki dan tidak memberitahu Angga terlebih dahulu. Ternyata Angga sesabar itu.
Mereka berdua pun beranjak pergi dari kampus.