Indonesia
NovelToon NovelToon
Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Roh Supernatural / Dunia Lain / Spiritual
Popularitas:27k
Nilai: 5
Nama Author: Herrscher

Yashbi memiliki kemampuan melebihi manusia lainnya selain uang yang banyak dia juga memiliki kekuatan yang dapat menolong manusia yang diganggu oleh makhluk astral atau makhluk lain karena sikap dan perilaku manusia itu sendiri. Tanpa disadari sikap dan perilaku manusia itu melahirkan pemimpin Dunia lain atau lebih dikenal disebut Satan's World.

LYashbi menolong seorang laki-laki yang sudah berkeluarga. Laki-laki yang terkena gangguan oleh seekor makhluk karena mengambil hak milik orang lain dan memakai pemikat (asihan) "wanita" ditubuhnya. Untuk menyembuhkannya melenyapkan makhluk yang berada ditubuh laki-laki itu Yashbi diharuskan menikahi anak perempuan dari laki-laki itu. Anak perempuan yang bernama Ashana.

Bagaimana kisah Yashbi dan Ashana?

Seiring berjalannya waktu Ashana memiliki rahasia yang akan membuat hidup Yashbi terasa terbalik seketika.

Ikutin kisahnya.

Mohon maaf mungkin penyampaiannya kurang mungkin tidak dapat dipahami jika dalam sekali baca 🙏😳

Dan ini 40-50% kisah nyata Author sendiri bersama suami. Termasuk makhluk-makhluk yang muncul beberapa chapter.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herrscher, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

Yashbi melakukan pengobatan dengan mengeluarkan tenaga extra karena makhluk yang dihadapinya cukup kuat. Salfa dengan wajah cemas segera bergegas keluar memikirkan di mana dia mendapatkan daun sirih hitam itu.

Salfa melajukan mobilnya berpikir keras berkali-kali menghela nafas. Dia melihat wajah Yashbi tidak pernah seserius itu.

"baru kali ini aku melihat wajahnya seserius dan sepanik itu. Apa ayah akan baik-baik saja?biasanya dia saat mengobati selalu terlihat santai dan mudah " batin Salfa

Kembali ke tempat Yashbi.

"apa yang sudah kau lakukan, pak Danu? hingga seperti ini. Aku harap setelah ini kau bicara jujur. Ternyata dunia sempit sekali anakmu adalah temanku" ucap Yashbi

Meskipun Danu memejamkan matanya dia masih bisa mendengar setiap orang yang bicara dengannya.

Yashbi sekilas teringat Ashana.

Ashana yang masih berada di dalam kelas. Langit gelap tidak ada setitik pun cahaya. Di perjalanan dalam pencarian daun sirih hitam itu Salfa teringat ada di satu sekolah yang tidak lain adalah sekolah di mana Ashana berada. Salfa menancapkan gas untuk segera sampai di sekolah Ashana.

Drrttt

Drrttt

Ponsel miliknya mendapatkan panggilan masuk dari ibunya.

"halo, ma"

"bagaimana keadaan ayahmu? ada kemajuan?"

"aku sedang mengobatinya, dia pasti pulih seperti sebelumnya. Ma, jangan khawatir"

"ayahmu sakit seperti ini sudah dua bulan. Tidak bisa melakukan apapun. Seperti bayi. Jika seperti itu terus aku akan menggugat cerai"

Deugh

"ce...cerai?apa yang kau katakan? harusnya kau menemaninya dan merawatnya" ucap Salfa kesal

"aku tidak menginginkan hal itu. Merepotkan saja. Kau tinggal pilih mau ikut denganku atau ayahmu yang cacat itu" ucap seorang wanita paruh baya di seberang sana

"hah...lakukan saja apa yang mama inginkan. Satu hal perlu aku ingatkan jika ayah sudah pulih aku tidak ingin kalian bersatu" ucap Salfa yang menutup sambungan telponnya secara sepihak

"apa-apaan sudah tua harusnya sadar dan semakin bijak bukannya seperti anak umur belasan tahun. Labil" ucap Salfa yang melajukan mobilnya semakin kencang

.

.

.

Di dalam kelas, Ashana dihampiri Indra yang menyodorkan minum dan makanan.

"sampai kapan kau akan di ruang kelas?" tanya Indra

Ashana mendongakkan kepalanya.

"kau belum pulang?" tanya Ashana balik

"aku masih di sini berarti aku belum pulang, kan" ucap Indra

Yashbi yang teringat Ashana.

"di mana dia sekarang? apa sudah pulang dari sekolah?" batin Yashbi sambil tertawa kecil mengingat dirinya bisa sedikit melupakan Clara yang selalu bersarang dihati dan pikirannya

.

.

.

"biarkan aku membantumu" ucap Indra menawarkan diri

"tidak perlu aku bisa menyelesaikannya" ucap Ashana menolak

"kalau begitu makan dan minumlah dulu" ucap Indra yang menatap lekat Ashana yang sedang pokus menulis

Indra tahu betul jika Ashana tidak suka dipaksa.

Sementara, Salfa tiba di depan pintu gerbang sekolah Ashana dan melihat belum terkunci. Dia segera bergegas masuk seperti maling celingak celinguk. Sudah hampir lima belas menit tapi belum menemukannya.

"aish... aku lupa di mana sirih hitam itu aku melihatnya?" ucap Salfa memegang kedua belah pinggang tidak mau menyerah dia mencari kembali keberadaan sirih hitam itu

"Ash, apa kau menyukainya?" tanya Indra tentang pernikahannya dengan orang asing itu

Uhuk

Uhuk

Ashana tersedak saat memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Indra dengan sigap menyodorkan air minum dalam botol.

"entahlah, dra. Pernikahan ini aku berharap hubungan dengan ibuku bisa membaik" ucap Ashana yang sedikit menundukkan kepalanya

"lalu?" tanya kembali Indra

"aku akan mencoba untuk bersikap layaknya seorang istri" ucap Ashana yang terpaksa tersenyum di depan mantannya itu

"semua ini terjadi karena kesalahanku. Andai waktu aku tidak melakukan hal itu padamu mungkin hubungan kita berlanjut dan baik-baik saja. Harapan terbesarku meskipun tidak akan terwujud" lirih Indra mata yang berkaca-kaca

"awalnya aku memang menyalahkanmu tapi sekarang tidak lagi. Ini sebagian perjalanan kita. Meski kita sudah tidak berhubungan lagi tapi aku ingin kita menjadi teman" ucap Ashana dengan pipi gembul karena mengunyah makanan yang diberikan Indra

Indra tersenyum sambil mengeluarkan air matanya.

"baiklah. Aku yakin ini pasti yang terbaik" ucap Indra

.

.

.

.

.

.

Di rumah Lani,

Doni dan Lani duduk di gazebo halaman belakang rumah. Mereka saling bicara satu sama lain.

"ada apa kau mendatangiku?" ucap ketus Lani

"tadi kau bilang kau teman masa kecilnya Yashbi?" tanya Doni

"euumphh" jawab singkat Lani

"kau menyukainya, benar?"

Lani menoleh ke arah Doni.

"aku tahu saat pertama kali tadi melihatmu. Kau tersenyum tulus untuknya. Ya, itu gambaran seseorang yang sedang merasa senang melihat orang yang disukai lebih tepatnya dicintai" ucap Doni

"aku berteman dengannya sejak kami kecil. Kita berjanji akan menikah kelak sudah cukup umur. Namun, langit berkata lain saat itu, aku mengidap penyakit yang harus melakukan pengobatan di luar negri. Karena penyakit itu mempengaruhi kondisi mentalku aku tidak ada keberanian untuk menghubunginya. Padahal mudah jaman sekarang untuk sekedar bicara dengan seseorang yang berjauhan dengan kita namun, tidak berlaku untukku saat mental dan fisikku tidak memungkinkan"ucap Lani memperlihatkan benda saat mereka kecil benda patung kecil sepasang kekasih yang berada di pelaminan. Dia juga menunjukan luka-luka bekas sayatan didekat nadi

"kau ingin bunuh diri?" tanya Doni kaget

"ya, sekitar sembilan kali aku mencoba mengakhiri hidupku. Saat bersamaan aku pun mengurungkan niatku saat mengingat laki-laki itu, menatap potonya" ucap Lani yang memeluk kedua lututnya

Doni merasa iba dengan ucapan dan ungkapan terus terang Lani terhadap orang yang baru pertama kali ditemui.

"kenapa kau menceritakannya padaku?" tanya Donu

"saat kondisi terpurukku saat itu juga aku tidak memiliki teman. Ya, aku menarik diriku keramaian" ucap Lani

"oh begitu. Teman. Kita berteman mulai saat ini" ucap Doni mengulurkan tangannya

Lani menyambut uluran tangan Doni sambil tersenyum tipis.

1
ORC
Mampir kak ....

Salam kenal dari Ry
😊
Fausta Vova: Halo salam kenal juga

Ayo ikuti terus ceritanya 🙏

Terima kasih banyak lho udah mampir 🙏😃
total 1 replies
vienkinn
Yekkk jisss, ngaca sono!! Kelakuan kek syetan gitu ya harusnya sama badak aja 🤬
vienkinn
Itu tandanya kamu kiyowokkk ♡(*´ω`*)/♡
vienkinn
Ayo omm, cemungutzz!!
vienkinn
Cwe di sini punya masalah apasih? Dikit2 bawa ortunya 😓
vienkinn
Mase, kamu telat melangkah, udah diduluin ama duda kaya nohhh
vienkinn
Nggak salah sih emaknya, cuma agak goblok ajah 😇
vienkinn
Mbak kalo nggak mau buat aku aja gpp :)
vienkinn
Ohhh dia temennya roi kimochi
vienkinn
Yah, kufikri hubungan kita spesial mas
vienkinn
Hmnnn.... bau apa ini.... bau percikan asmara?
vienkinn
Nih cewe jadi2an juga minta di tendang palanyaaa. Plisss thorrr, siksa para manusiya inih 😔✌
vienkinn
I don't like, bukan ceritanya, tapi karakter utamanya 😭
Si Ashana bucin banget deh, yakin banget si indra tampangnya cem jin tomang. Mending ngehalu mas jae bareng aku, mbak daripada ama manusia syetan begini 😤
Millena
Waahh, ceritanya bagus
jieverr
Mangats thor!
💕NARA༄𝑓𝑠𝑝⍟
kasihan sekali km ashana tapi jgn bersedih km pasti bisa membalas mereka
💕NARA༄𝑓𝑠𝑝⍟
hallo ka aku sudah mampir ya
ashana gk mau dengerin ucapan ibu nya sih kan jdi kena masalah
Araaa❣️🍭
ceritanya menarik 🤩
Araaa❣️🍭
next thor
Araaa❣️🍭
next Thor 🫠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!