Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Pilihan Kedua Orang Tuaku

Istri Pilihan Kedua Orang Tuaku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:27.3k
Nilai: 5
Nama Author: rosshie

Abian Syah, seorang CEO sebuah perusahaan terkemuka di Jakarta. Pria tampan yang digandrungi banyak wanita. Berkali-kali Bian menjalin hubungan dengan seorang wanita, berkali-kali juga putus di tengah jalan.

Hingga suatu hari, Sang Papa meminta Bian untuk menikah, sesuatu hal yang bahkan tak pernah Bian pikirkan. Menikah? sesuatu yang Bian pikir tak akan pernah dirinya lakukan, mengingat masa lalunya dengan seseorang.

Bian yang tak ingin melihat kedua orang tuanya bersedih, akhirnya menerima perjodohan itu, meskipun terpaksa. Hingga pertemuannya dengan Kinara yang tak lain calon istrinya.

Pernikahan seperti apakah yang akan Bian dan Kinara lalui setelah mereka menikah? Sanggupkah Bian menyembunyikan masa lalu kelamnya dari Kinara? Apakah Kinara sanggup menerima keadaan dirinya setelah rahasia besarnya terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rosshie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Eza.

POV AUTHOR.

Kinara terkejut saat melihat layar ponselnya yang tertera nama Mas Eza.

Kenapa Mas Eza menghubungiku? Apa ini ada hubungannya dengan Mas Bian?

Mau tak mau Kinara akhirnya mengangkat panggilan itu. “Assalamualaikum, Mas,” sahutnya saat panggilan itu mulai tersambung.

“Waalaikumsalam, Ra. Maaf aku mengganggu kamu.”

“Ada apa ya, Mas? Kenapa Mas Eza menelpon aku?”

“Apa kita bisa bertemu? Ada sesuatu yang ingin aku berikan untuk Bian. Tapi, kamu tau sendiri, hubungan persahabatan aku sama Bian sedang tak baik.”

Kinara memang sudah tau, jika hubungan Bian dan Eza sudah mulai renggang. Tapi dia tidak tahu apa penyebab renggangnya persahabatan mereka.

“Tapi Mas. Aku gak bisa pergi menemui Mas. Aku...”

“Sebentar aja kok. Ini sangat penting. Aku harus segera memberikan ini untuk suami kamu. Jadi aku mohon, temui aku di restoran dekat kantor suami kamu.”

Kinara bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Tapi, dia juga tak bisa mengabaikan permintaan Eza begitu saja, jika itu ada sangkut pautnya dengan suaminya.

“Ra, please. Aku janji gak akan lama kok. Setelah kamu menerima barang ini, kamu bisa langsung pergi.”

Kinara menghela nafas. “Baik, Mas. Aku akan temui Mas sekarang.”

“Terima kasih ya, Ra. Aku akan menunggu sampai kamu datang.” Eza lalu mengakhiri panggilan itu.

Kinara menatap jam di pergelangan tangannya. Sudah mendekati jam makan siang. Dia berniat untuk sekalian membawakan bekal makan siang untuk Bian seperti biasanya.

Kinara keluar dari kamar, dia langsung menuju dapur. Tapi kali ini, Kinara membawakan bekal makan siang yang dimasak oleh asisten rumah tangganya, karena dia tak akan punya waktu untuk memasak.

Setelah memasukkan semuanya ke wadah bekal makan siang. Kinara lalu memasukkan bekal makan siang itu ke dalam paper bag.

“Bi, saya pergi dulu ya. Assalamualaikum,” pamitnya.

“Waalaikumsalam, Non. Hati-hati di jalan ya, Non.”

“Iya. Bi. Saya pergi dulu.”

Kinara membawa paper bag itu dan melangkah keluar dari dapur. Seperti biasa, Kinara selalu diantar oleh supir pribadinya.

“Paman, kita mampir ke restoran dekat kantor Mas Bian ya. Saya ada urusan sebentar disana,” pintanya.

“Baik, Non.” Supir pribadi Kinara langsung melajukan mobilnya keluar dari pintu gerbang rumah sang majikan.

Setelah sampai di restoran, Kinara meminta supir pribadinya untuk menunggu sebentar. Dia lalu keluar dari mobil dan masuk ke dalam restoran. Dia melangkah menghampiri Eza yang melambaikan tangan ke arahnya.

"Assalamualaikum, Mas." Kinara mengucapkan salam kepada Eza.

"Waalaikumsalam."

Eza menyuruh Kinara untuk duduk, setelah itu memanggil pelayan dan memesankan minuman untuknya.

“Mas Eza. Maaf, aku gak bisa lama-lama disini. Aku harus ke kantor Mas Bian untuk mengantarkan bekal makan siang. Jadi, lebih baik kita langsung aja. Apa yang ingin Mas Eza berikan kepada Mas Bian,” ucap Kinara yang sebenarnya merasa tak nyaman duduk dalam satu meja dengan pria yang bahkan bukan muhrimnya.

Tapi, Kinara juga tak punya pilihan lain saat Eza memintanya untuk datang menemuinya. Apalagi Kinara masih menganggap Eza sebagai sahabat baik suaminya.

Eza tersenyum. “Baiklah. Aku akan langsung pada intinya.”

Eza lalu mengambil paper bag yang tadi dibawanya, meletakkan diatas meja. “Berikan semua ini pada suami kamu,” ucapnya.

Kinara tak langsung mengambil paper bag itu. “Apa itu, Mas?” tanyanya penasaran.

“Semua itu adalah barang-barang Bian yang ada di rumah aku. Barang-barang yang Bian berikan pada adikku saat kami mereka masih berhubungan dulu.”

Kinara belum bisa memahami maksud dari kata-kata Eza.

Hubungan? Apa maksud kata-kata Mas Eza? Apa hubungan persahabatannya dengan adiknya Mas Eza?

“Kalau kamu penasaran, kamu bisa melihatnya. Gak apa-apa kok, hanya barang-barang biasa aja. Hanya beberapa foto dan juga barang seperti jam tangan, cincin, dan juga kaos,” lanjutnya.

Eza lalu mengambil sebuah foto dari saku celananya, lalu memperlihatkan foto itu kepada Kinara.

“Aku hanya menyimpan satu foto ini aja. Bolehkan? Karena aku gak mau sampai adikku menanyakan soal foto ini,” ucap Eza dengan tersenyum tipis.

Kinara menatap foto yang ada di tangan Eza. Dimana foto itu memperlihatkan kemesraan antara Bian dan adiknya Eza. Seketika kedua mata Kinara membulat dengan sempurna.

“Apa maksud semua ini, Mas?” tanya Kinara yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Ra. Aku minta maaf, harus memberitahukan semua ini sama kamu. Kamu pasti sudah tau apa maksud dari foto tadi,” ucap Eza dengan raut wajah dibuat seakan-akan merasa tak enak hati.

Padahal dalam hatinya, Eza merasa sangat puas saat melihat keterkejutan di wajah Kinara.

Bian, aku gak akan tinggal diam. Aku gak akan membiarkan kamu bahagia bersama dengan istri kamu. Sekarang aku akan mengatakan semuanya kepada Kinara, dengan begitu, Kinara lah yang akan pergi meninggalkan kamu.

Kinara menggelengkan kepalanya berkali-kali. Ia tak percaya begitu saja dengan apa yang tadi dilihatnya.

Eza menatap foto yang ada di tangannya. “Foto ini Bian yang mengambilnya. Saat itu dia sedang liburan ke puncak untuk merayakan tahun baru bersama dengan adikku--Cintya. Malam tahun baru yang hanya mereka lewati berdua waktu. Waktu itu Bian dan adikku juga melewati malam yang ....” Eza sengaja menggantungkan ucapannya.

“Gak! Aku gak percaya! Mas Bian bukan pria seperti itu!” teriak Kinara.

“Aku gak memaksamu untuk percaya dengan apa yang aku katakan. Tapi, setelah kamu melihat apa yang ada di dalam paper bag itu, kamu akan tau apa yang sebenarnya telah suami kamu sembunyikan dari kamu selama ini.”

Eza lalu memasukkan foto kembali ke dalam saku celananya.

“Adik ku dan Bian sudah lama berhubungan. Bahkan setiap malam mereka selalu melewati malam bersama. Aku tau, selama ini Bian belum pernah menyentuhmu kan? Apa kamu pernah bertanya, kenapa dia sampai sekarang belum menyentuhmu?”

Eza tersenyum sinis. “Itu karena Bian belum bisa menerima kamu, karena bayang-bayang adikku masih memenuhi pikirannya. Bian memang pernah berhubungan dengan banyak wanita sebelum adikku. Bahkan Bian juga pernah mengajak wanita-wanita itu untuk naik ke atas ranjangnya. Bian tak sebaik seperti yang kamu kira, Ra. Bian bahkan menghamili adikku," lanjut Eza membuat Kinara semakin tercengang.

“Bohong!” teriak Kinara keras sambil menutup kedua telinganya yang sudah tertutup oleh kerudung yang dipakainya.

“Kamu boleh bertanya sama Bian. Aku ingin tau, apa Bian akan terus merahasiakan semua keburukannya di depan kamu? Apa dia akan terus menyembunyikan kebenaran ini selamanya dari kamu? Hubungi aku kalau kamu sudah mendapatkan jawabannya.”

Eza lalu beranjak dari duduknya, melangkah mendekati Kinara, sedikit mencondongkan tubuhnya.

“Ra, apa kamu yakin masih mau mempertahankan pernikahan kamu dengan Bian? Bian tak seperti yang kamu pikirkan selama ini. Dia itu seorang pria yang sudah menyentuh banyak wanita. Aku tak perlu menjelaskan secara mendetail, karena aku tau, kamu pasti tau betul dengan apa yang aku maksud,” lirihnya.

Eza kembali menegakkan tubuhnya. “Maaf, aku gak bisa lama-lama, karena aku masih ada janji lain. Jangan lupa sampaikan salamku kepada suami kamu. Katakan padanya, kalau aku dan adikku menunggu kedatangannya,” ucapnya dengan tersenyum.

Eza lalu melangkah pergi meninggalkan Kinara yang saat ini pastilah tengah menangis setelah mendengar kenyataan pahit tentang suaminya. Bagaikan tersambar petir disiang bolong, hati Kinara benar-benar hancur.

Kinara tak tau, siapa yang harus dipercayai saat ini. Keraguan kini mulai menghinggapi hatinya. Dia lalu menatap paper bag yang sengaja Eza tinggalkan di atas meja. Mengambilnya, melihat apa yang ada didalam paper bag itu.

Kinara mengambil album foto dari dalam paper bag itu. Dengan hati yang hancur, dengan jantung yang berdebar-debar, karena takut dengan apa yang dipikirkannya ternyata benar.

Kinara mulai membuka album foto itu. Kedua matanya membulat dengan sempurna, saat melihat satu demi satu foto suaminya bersama dengan seorang gadis muda di dalam album foto itu.

Bian dan Cintya terlihat sangat mesra di foto itu. Bahkan ada beberapa foto yang memang sengaja Cintya ambil setelah mereka melakukan hal yang tak seharusnya dilakukan oleh pria dan wanita yang tak terikat ikatan pernikahan di dalam sebuah kamar hotel.

Hati Kinara semakin remuk redam, dia benar-benar tak menyangka, pria pilihan ayahnya, pria yang dinikahinya, pria yang berstatus sebagai suaminya, pria yang dicintainya, adalah pria yang seperti itu.

Kenapa? kenapa Mas Bian menyembunyikan hal sebesar ini dari ku? aku kira hubungan aku sama Mas Bian bisa dimulai dari awal lagi. Aku kira Mas Bian mulai mencintaiku setelah aku memberikan hak nya padanya?

Air mata Kinara masih terus mengalir, dia bahkan tak peduli dengan orang-orang yang saat ini menatapnya dengan rasa heran.

Ayah, apa Ayah tau? Untuk pertama kalinya, aku meragukan keputusan Ayah. Ternyata Mas Bian gak seperti yang Ayah ceritakan selama ini. Dia memang pria yang baik, tapi dia dengan tega telah membohongi aku, Yah. Sekarang, apa yang harus aku lakukan?

Kinara menghapus air matanya dengan hijap yang dipakainya. Beranjak dari duduknya setelah merasa lebih tenang. Tak lupa membawa paper bag yang diberikan Eza, sebelum melangkah keluar dari restoran.

Kinara masuk ke dalam mobil. “Paman, kita kembali ke rumah,” pintanya.

“Apa Non Kinara tidak jadi pergi ke kantor Den Bian?” tanya pria paruh baya itu.

Karena seingatnya, tadi majikannya itu memintanya untuk mengantarnya ke kantor suami majikan.

Kinara menggelengkan kepalanya. “Gak jadi Paman. Saya merasa sedikit tidak enak badan. Jadi, lebih baik sekarang kita kembali ke rumah. Saya akan memberitahu Mas Bian, kalau saya tak jadi pergi ke kantornya untuk mengantar bekal makan siang,” ucapnya dengan menepiskan senyumannya.

Pria paruh baya itu menganggukkan kepalanya. Dia memang melihat wajah majikannya yang sedikit pucat. Mungkin benar, majikannya itu sedang tak enak badan. Dia lalu mulai melajukan mobilnya keluar dari area parkir restoran itu.

1
lovely
s bian cocoknya ma jalang jangan ma cewek Sholeha
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thor semangat
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thour
Rosshie
siap kak 😍
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thour
Devi Sihotang Sihotang
semangat thor utk up nya jangan pernah lelah...
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thour..
Rosshie: siap, Kak 😍😍
total 1 replies
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thour
Devi Sihotang Sihotang
lebih baik jujur kamu biar sama kinara
Devi Sihotang Sihotang
masa lalu nya apa ya thor
lovely: pling c bian penjahat kelamin kali ya dulunya takut Kinara yg Sholeha kna penyakit kelamin amit² deh masa ga adil cewek baik dapat cowok rongsokan dunia haluuu gakk masuk akal 🥵
total 1 replies
alchemyworks
Iiiii ditunggu kelanjutannya! *baru kali ini aku ninggalin jejak nih uwuwuwu
Kasna Wati
lanjut thor masih ditengah dah jeda
margoandme
Katanya galau itu obatnya cuma satu thor. Tungguin aja lanjutan cerita author. Kamu segalanya untukku, Thor *uhui
SoftMambo
Yuk lanjut yuk Thor!! Aku susah nelen air putih nih kalau belum ada kelanjutannya :(
Rosshie: Bantu like dan komen ditiap bab ya kak 😁😁 besok aku up kok 😉😉🙏🙏
total 1 replies
adalahdarling
Lihat aku disini, pembaca yang selalu setia menanti~~
𝐈𝐬𝐭𝐲
lah gmn mau tau klo Kirana bisa nerima apa gak klo kamu aja gak mau jujur
𝐈𝐬𝐭𝐲
knp bian gak coba jujur aja, siapa tau ara mau menerima kekurangan dan kelebihan bian
𝐈𝐬𝐭𝐲
penasaran punya rahasia apa sih🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!