Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Bai Xuan, Sang Kultivator Misterius Bertopeng Emas
Namun baru selesai tetua itu berbicara dia mendapat serangan mendadak dan terlempar dari udara lalu jatuh ke semak belukar, mulutnya bahkan tersumpal dedaunan.
"Bajingan,"
Tetua itu sangat marah dan langsung meleset dari semak belukar dangan pedang terhunus. Siring lebar tercipta di tanah, debu mengepul. sepertinya dia tidak main-main kali ini.
HARIMAU MENERKAM MANGSA
tetua itu mengeluarkan jurus-jurus tingkat menengah yang telah di kuasainya.
Mendengar nama jurus tetua itu, Xuan juga mengeluarkan jurus-jurus yang pernah ia pelajari sewaktu pertama berlatih.
MONYET MENGELABUI HARIMAU
Xuan melompat-lompat dan menangkis serangan tetua itu dengan tongkatnya dan dia memukul pantat tetua itu puluhan kali.
Melihat tetua mereka di siksa pengemis bertopeng perak itu, puluhan orang yang menonton tertawa terbahak-bahak. Hal itu membuat tetua itu semakin marah dan malu.
Setalah puas bermain-main dengan tetua itu, Xuan menendang pantatnya dan tetua itu kembali terlempar dan menabrak beberapa vas bunga dan menghancurkan bunga-bunga tersebut.
Pertarungan itu semakin lama semakin gempar hingga ratusan anggota klan Bai datang ketempat itu karena penasaran siapa yang telah berani mengacu di klan mereka!
Seorang pria gagah dengan kapak berlian tiba-tiba muncul di udara. Dari awal memang dia sudah menyaksikan pertarungan itu.
"Tetua Bai Chi telah datang, mampus lah pengemis bertopeng itu."
"Kali ini pengemis bertopeng itu akan merasakan kesialan."
"Aku belum pernah melihat Tetua Bai Chi kalah saat pertarungan."
"Aku menyaksikan bagaimana tetua Bai Chi mengusir kelompok tengkorak hitam bersama leluhur waktu itu."
Para anggota klan Bai berbicara satu sama lainya. Mereka sudah melihat pengemis bertopeng perak itu babak belur dan tergeletak di tanah dengan tulang-tulang yang hancur.
"Untuk apa kamu membuat kekacauan di wilayah kami," Tetua yang bernama Bai Chi itu kelihatan jauh lebih tenang. Dia memandang dari sudut yang berbeda karena sejauh ini anggota klannya tidak ada yang terluka. Seperti seorang guru yang memberi pelajaran kepada murid-muridnya.
Mendengar ada seseorang yang bertanya dari udara, Xuan langsung terbang ke udara. Dia memperhatikan orang yang berbicara dengannya.
"Apakah kamu bertanya kepadaku pak tua?"
Wajah Bai Chi langsung berubah menjadi jelek setelah Xuan memanggilnya pak tua, padahal dia masih gagah. Namun dia merasakan bahwa pria bertopeng perak itu adalah bukan kultivator sembarangan.
"Ayo kita bermain-main sebentar."
Dia menarik kapaknya dan menyerang terlebih dulu.
Ting
Kapak yang mengandung energi itu hanya di tahan oleh Xuan menggunakan tongkat kayunya. Bahkan tongkat kayu itu sudah kering dan terlihat agak rapuh.
"Apa"
Bai Chi sangat geram kerena dia merasa kekuatannya di remehkan, dia meningkatkan serangannya, namun hasilnya sama saja tetap tidak ada perubahan. Pertarungan itu perlahan-lahan semakin intens. Mereka sudah bertarung dan mengeluarkan ratusan jurus namun belum ada tanda-tanda siapa pemenangnya.
Xuan menaikan sedikit kekuatannya dan beberapa kali memukul pantat Bai Chi. Membuat pria itu kalang kabut dan malu karena di tertawakan anggota klannya.
"Sebenarnya, apa yang kau inginkan datang berkunjung ke tempat ini?" Tanya Bai Chi.
Dia kembali menguasai dirinya dan tidak terbawa emosi setelah dia tidak bisa menyentuh baju Xuan dengan kapaknya.
"Panggil ketua klanmu, jika tidak, aku akan mempermalukan mu!"
"apa?"
Wajah Bai Chi berubah, dia merasa di remehkan dan merasa belum kalah, sehingga ketua klan tidak perlu turun tangan. Dia menghunuskan kapaknya kembali, namun baru ingin berniat menyerang dia merasakan serangan mendadak dari belakangan. Saat akan menangkis serangan itu, dia terlempar ke semak belukar. Mulutnya juga tersumpal dedaunan.
Merasa di permalukan, Dia kembali meleset ke udara dan ingin mengeluarkan jurus terkuatnya, namun langsung di tahan oleh seseorang.
"Tetua, tenangkan diri anda." Seorang pria gagah berwibawa tiba-tiba muncul dan menenangkan Bai Chi.
"Baik Ketua."
Bai chi ingin sekali menghukum semua anggota klan Bai karena telah mempermalukannya. Dia juga adalah Tetua di bidang hukum, dia merasa mereka tidak memandangnya lagi sebagai tetua hukum.
"Apa yang anda inginkan dari klan kami?" kenapa harus membuat kekacauan tanpa alasan yang tidak masuk akal."
"Bawa Bai Yang kesini sekarang juga, aku ingin bertemu dengannya."
"Tidak ada yang bernama Bai yang di klan kami."
"Aku katakan sekali lagi, Bawa Bai Yang kesini sekarang juga."
"Jangan melampaui batas, aku sudah mengatakan tidak ada yang bernama Bai Yang di klan kami."
"Aku baru menggunakan lima persen kekuatanku, jangan membuatku marah."
"Apa?"
"Tidak mungkin!"
"Apakah kamu membual?"
Suara-suara dari anggota klan Bai muncul satu-persatu. Mereka merasa di permalukan. Anggota klan Bai seakan-akan ingin mencincang pengemis bertopeng perak itu.
"Ini yang terakhir, Bawa Bai Yang kesini sekarang juga."
"Kamu pikir kamu siapa? Jangan seenaknya di wilayah orang lain."
"Baik, kalian semua menjauh. Jika tidak ingin mati." Xuan mengusir anggota klan Bai yang lemah.
Dia ingin memberikan sedikit pelajaran kepada klan Bai.
Xuan mengeluarkan aura spritual dengan perlahan, awalnya biasa aja namun lama-kelamaan beberapa bangunan bergetar. Siapapun yang ada di lokasi pertarungan segera menjauh.
Getaran itu lama-kelamaan berubah menjadi getaran hebat, Aura spritual terlihat sudah berubah menjadi pisau pisau kecil dan keluar dari tubuhnya keberbagai arah dan beberapa atap bangunan beterbangan hingga beberapa bangunan lainnya runtuh. Bahkan pintu gerbang meleset dan memotong satu bangunan di kejauhan hingga bangunan itu runtuh.
Ketua klan Bai dan beberapa tetua yang baru datang menyemburkan darah dari mulut mereka. Mereka bahkan tidak sanggup menahan aura pengemis bertopeng perak itu.
Xuan menarik auranya ketika beberapa pria tua berjenggot panjang tiba-tiba muncul entah dari mana.
"Bawa Bai Yang ketempat ini sekarang juga." Salah satu dari leluhur itu memberi perintah.
"Baik leluhur." Kami akan membawanya kesini.
Ketua klan Bai ketakutan setalah kemunculan semua leluhurnya. Dia merasakan tubuhnya hampir saja meledak dan sekarang hampir saja dia meledakkan diri.
Semua tetua yang ada di tempat itu merasa ngeri. Jiwa mereka hampir saja kabur dan akan meninggalkan tubuh mereka.
"Apakah kamu sudah selesai, anak muda?"
Salah satu leluhur klan Bai bertanya.
"Sudah kek, Aku cukup puas, aku akan mengganti kerusakan yang aku timbulkan."
"Bai Lang!"
"Ia leluhur."
"Apakah perkataanku sudah tidak berlaku lagi di klan ini?" kata-kata leluhur itu seperti mengandung kemarahan.
"Ini salah saya leluhur, saya siap menerima hukuman."
Suara bergemerincing menghentikan pembicaraan mereka di udara. Seorang pria terlilit rantai seperti kerangka berjalan dan mengeluarkan air liur bercampur darah dari sudut mulutnya, berbagai luka terlihat di seluruh tubuhnya. Pria itu berjalan sempoyongan, sepertinya rantai itu terlalu berat membuat dia bisa tumbang kapan saja. Pakaian pria itu bahkan hanya terlihat seperti benang yang lepas dari gulungannya. Pria itu di kawal oleh beberapa orang menuju lokasi pertarungan.
Leluhur itu memuntahkan beberapa kali darah dari mulutnya. Dia merasakan sakit yang teramat sangat setelah melihat keturunannya, disiksa oleh sesama keturunannya sendiri.
"Bai chi, Bai Lang. Apakah sudah waktunya aku di hukum mati? Lakukanlah!"
Air liur menetes dari mulut pria yang terlilit rantai itu hingga mengalir sampai ujung jari kakinya.
Pria itu tersenyum dan berdiri tegak tanpa ada keraguan. Tidak heran bahwa dia adalah mantan seorang Jendral besar. Hal semacam itu bukanlah masalah besar baginya. Sudah ratusan kali nyawanya di ujung tanduk membuat mentalnya benar-benar tidak goyah.
" Ay....!" suara itu tersangkut karena menahan amarah.
Melihat ayahnya di buat seperti binatang. Aura spritual dari tubuh Xuan perlahan-lahan melonjak drastis. Api kekacauan berkobar dari tubuhnya bahkan sudah terlihat mengamuk.
Ia terbang dengan kecepatan tinggi menuju sebuah bukit tinggi dan menghancurkannya. Ledakan keras tercipta saat dia meninju bukit tersebut. Api dan asap membumbung kelangit seperti jamur.
Goncangan hebat terjadi. Hembusan angin yang menyatu dengan api kekacauan dari ledakan tersebut bahkan menghanguskan hutan beberapa hektar sampai menggetarkan seluruh bangunan klan Bai.
Semua anggota klan Bai yang menyaksikan peristiwa itu seolah-olah sudah berada di gerbang neraka. Meraka merasa Dewa kematian merentangkan tangannya dan menyambut kedatangan mereka. Kaki-kaki meraka seolah-olah dipaku di lantai. Mereka yang ada di udara satu-persatu terjatuh akibat jiwa meraka ingin keluar dari tubuh Meraka.
Xuan masih ingin memukul beberapa bukit lainnya untuk meredakan amarahnya. Dia melihat seekor landak keluar dari lobang di samping pukulannya. Landak itu membawa beberapa ekor anaknya yang sudah mati membuat amarah pemuda itu mereda.
Xuan membuka pakaian lusuhnya lalu membuangnya. Ia menyimpan topeng peraknya dan menggantinya dengan topeng emas.
Ia kembali ke klan Bai dan berdiri disamping salah satu leluhur. Ia melihat semua anggota klan Bai yang telah berkumpul diatas tanah, dan ayahnya ada ditengah tengah semua orang. Seperti mengelilingi ayahnya. Tidak ada lagi yang terbang di udara.
Xuan berdiri tegak lalu membuka topeng emasnya. Lalu berjalan ke tengah-tengah semua Leluhur klan. Kemudian mengangkat tangan kanan kelima leluhur itu dan meletakkan diatas kepalanya.
"Jika bukan karena darah klan Bai yang mengalir di nadiku, aku sudah menghancurkan klan ini menjadi reruntuhan, bahkan tanpa satu kehidupan. Aku adalah Bai Xuan, putra Jendral Bai Yang. Orang orang memanggilku, kultivator misterius bertopeng emas."
Tubuh para petinggi klan Bai bergetar hebat, mereka memuntahkan darah berkali kali dari mulut mereka. Lima leluhur klan Bai seolah olah bertambah tua lima puluh tahun atas kejadian tersebut .
Semua tangan leluhur klan, yang memegang kepala Xuan bergetar hebat, lalu memuntahkan darah dari mulut meraka kembali atas kesalahan sesama keturunannya.
Seorang leluhur teringat, bagaimana dia mati-matian menyelamatkan Bai Yang dari kelompok tengkorak hitam. Saat dia pergi ke lembah siluman untuk menjalankan misi, ternyata ketua klan saat ini malah menyiksa Bai Yang selama leluhur itu tidak kembali ke klannya.
Sepertinya Leluhur lainya juga tidak tau bahwa Bai Yang di siksa oleh Bai Lang di penjara. Mata mereka terlihat ingin sekali membunuh Bai Lang.
"Leluhur, maafkan aku, aku harus pergi sekarang,"
Xuan memeluk leluhurnya itu satu-persatu
"Pergilah An'er. Kamu memang keturunanku paling hebat yang bisa mengontrol emosi dengan sempurna, Maafkan leluhurmu ini yang tidak bisa berbuat adil." jawab leluhur itu sedih. Dia merasa sudah kehilangan segalanya. Dia merasa hidupnya telah sia-sia selama empat ratus tahun.