Indonesia
NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat

Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:602.2k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Demi melindungi harga diri suaminya yang mandul, Larissa rela menanggung caci maki sebagai wanita mandul. Namun, pengorbanannya dibalas dengan surat cerai dan pengusiran kejam setelah sang suami memalsukan hasil medisnya demi bersanding dengan wanita lain.

Tiga tahun berlalu, dunia terguncang ketika Larissa bangkit sebagai istri dari CEO terkaya dan melahirkan dua anak yang sehat. Saat kebohongan masa lalu mulai terbongkar, giliran Larissa yang memegang kendali untuk membuat mantan suaminya merangkak dalam penyesalan seumur hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 - Perbedaan

Sepanjang lift meluncur turun menuju lobi utama, Larissa bersandar pada dinding lift yang dingin, memejamkan matanya rapat-rapat.

Benaknya berputar hebat, memutar kembali rekaman percakapan krusial yang terjadi beberapa menit lalu di ruangan sang CEO Megah Corp.

Flashback on.

"Saya ingin Anda menjadi asisten pribadi sekaligus pendamping emosional khusus untuk putra saya, Elang. Sebutkan berapa pun angka nominal gaji yang Anda inginkan, dan Megah Corp akan mentransfernya ke rekening Anda dalam hitungan detik."

Larissa tertegun, menatap lekat-lekat pada manik mata Bayu yang tajam dan penuh perhitungan.

“Tawaran Anda sangat luar biasa besar, Pak,” suara Larissa terdengar tenang saat itu, menolak untuk terlihat silau oleh nominal angka gila yang baru saja disebutkan sang miliarder.

“Tapi, saya mohon maaf. Saya tidak bisa langsung menerimanya hari ini. Saya adalah perwakilan resmi dari PT Laju Utama yang baru saja menandatangani kontrak kerjasama dengan anak perusahaan Anda. Saya tidak ingin profesionalitas kerja saya terganggu atau dinilai bias oleh jajaran dewan direksi lainnya jika saya mengambil posisi privat di lingkaran keluarga Anda dalam waktu sesingkat ini.”

Larissa melepaskan cengkeraman jari Elang dengan lembut, “Elang, anak pintar... Tante janji akan datang menemui Elang lagi minggu depan saat mengurus dokumen pengiriman barang di sini. Elang harus jadi anak baik dan penurut dulu bersama Papa.”

Mendengar janji tulus Larissa, Elang perlahan melonggarkan cengkeramannya meski bibir mungilnya masih cemberut.

Bayu yang berdiri tegap menyaksikan penolakan itu tidak merasa tersinggung. Sebaliknya, binar rasa kagum di matanya kian pekat, “Baik," sahutnya

“Saya menghormati prinsip Anda. Saya berikan waktu untuk memikirkannya hingga jadwal kunjungan Anda berikutnya minggu depan. Namun perlu Anda ingat, pintu penawaran ini tidak akan pernah tertutup untuk Anda.”

Flashback off.

Begitu dia tiba kembali di kantor, pemilik perusahaan dan seluruh jajaran internal langsung menyambut Larissa dengan pandangan yang penuh rasa kagum.

Larissa menyerahkan berkas kontrak triliunan tersebut, menyelesaikan sisa laporan administratif manifes hariannya dengan teliti, dan memastikan seluruh tanggung jawab pekerjaannya hari itu tuntas tanpa celah.

Tepat pukul lima sore, bel tanda pulang kantor akhirnya berbunyi. Setelah berpamitan dengan Pak Joko, Larissa melangkah keluar dari ruko perusahaan, menembus sore yang mendadak berubah menjadi gelap gulita.

Butuh waktu hampir dua jam membelah kemacetan Jakarta yang lumpuh akibat genangan air sebelum Larissa akhirnya tiba di depan gang sempit menuju kos sederhananya pada malam hari.

Pakaiannya sedikit basah di bagian pundak, dan flat shoes yang ia pakai basah kuyup karena genangan air.

Dia melangkah masuk ke dalam kamar kosnya, mengunci pintu kayu itu dari dalam lalu menyalakan lampu.

Di belahan kota yang berbeda, di dalam kompleks perumahan elit, atmosfer yang kontras sedang mendominasi rumah milik Bram.

Pria itu duduk di kepala meja makan dengan gumpalan amarah yang siap meledak dari dalam dadanya. Setelan jas Tom Ford-nya sudah dilepas asal ke atas kursi, menyisakan kemeja abu-abunya yang kusut dengan dasi yang dilonggarkan kasar.

Wajahnya merah padam, dan giginya bergemelatuk menahan rasa malu yang luar biasa akibat insiden penolakan di lobi Megah Corp tadi pagi, terutama karena tamparan realita melihat Larissa yang dijemput secara terhormat oleh tangan kanan Bayu.

Vera duduk di sisi kiri meja makan dengan wajah yang tidak kalah tegang. Riasan wajahnya tampak kaku, dan jemarinya yang dihiasi cincin berlian baru berulang kali meremas sapu tangan satin di pangkuannya.

Sementara itu, di ujung meja yang lain, Ibu Maya sedang sibuk menuangkan sup ayam ke mangkuknya dengan gerakan yang sengaja dibuat kasar, menciptakan dentingan porselen yang memekakkan telinga.

"Jadi, Bram... bagaimana hasil pertemuanmu dengan direksi Megah Corp hari ini?" Ibu Maya membuka suara mengabaikan ketegangan yang terpancar dari wajah putranya.

"Ibu sudah bilang ke teman-teman arisan kalau Baskoro Konstruksi sebentar lagi akan menandatangani proyek subkontraktor triliunan rupiah dengan perusahaan raksasa itu. Ibu mau pamer kalau menantu baru kita ini membawa hoki besar bagi bisnis keluarga, tidak seperti si mandul pembawa sial dulu."

Brak!

Bram tiba-tiba menggebrak meja makan dengan telapak tangannya, membuat mangkuk sup Ibu Maya dan gelas kristal Vera bergetar hebat.

"Jangan bahas Megah Corp malam ini, Ibu! Aku sedang muak!" bentak Bram dengan raungan yang penuh dengan nada frustrasi.

Egonya yang terluka parah siang tadi membuatnya kehilangan kendali atas emosinya sendiri di depan keluarganya.

Ibu Maya tersentak kaget, wajah paruh bayanya berkerut tidak suka. "Lho, kamu kenapa membentak Ibu, Bram? Ibu kan hanya bertanya! Memangnya kenapa dengan proposal kita? Perusahaan sekelas kita mana mungkin ditolak!"

"Kita memang ditolak, Ibu! Jangankan bertemu direksinya, proposal kita diminta dilempar ke kotak vendor kelas teri di lantai dasar!" teriak Bram lagi, urat-urat di lehernya menegang hebat.

Pria itu melirik tajam ke arah Vera yang langsung menundukkan kepalanya ketakutan.

"Dan itu semua karena draf analisis operasional dan perhitungan biaya yang disusun oleh tim pemasaran kita sangat amatir dan berantakan! Kebocoran dana internal yang dilaporkan tim auditor kemarin membuat nilai kelayakan perusahaan kita jatuh di mata kurator Megah Corp!"

Bram sengaja menekankan kata "kebocoran dana", karena dia mulai mencurigai adanya manipulasi keuangan yang dilakukan Vera sebelum pernikahan mereka resmi digelar.

Vera yang merasa tersindir langsung mendongakkan kepalanya, mencoba membela diri dengan gaya manipulatifnya yang biasa.

"Mas Bram... kenapa kamu menyalahkan tim pemasaran dan melihatku seperti itu? Aku kan sudah tidak mengurus bagian administrasi itu lagi sejak menjadi istrimu. Lagipula, sukses atau tidaknya proyek itu kan tergantung dari bagaimana caramu melakukan lobi di atas, bukan salahku—"

"Diam kamu, Vera!" potong Bram dengan bentakan yang luar biasa kasar, matanya membelalak lebar penuh kilat kemurkaan yang mengintimidasi. "Kamu tidak tahu apa-apa tentang apa yang terjadi di lobi itu tadi siang! Jangan sok menasihatiku tentang cara melobi!"

Melihat pasangan pengantin baru itu mulai saling membentak, Ibu Maya tidak melerai, melainkan justru mengalihkan fokus kemarahannya pada masalah yang paling menjadi obsesinya saat ini.

"Sudah! Sudah! Jangan ribut soal proyek di depan makanan!" Ibu Maya menyela dengan suara yang melengking tinggi, menatap Vera dengan sorot mata yang dipenuhi rasa muak yang mendalam.

"Bram, proyek itu urusan nomor dua. Yang paling penting sekarang adalah urusan rahim istrimu ini! Vera, hari Kamis besok pokoknya tidak ada alasan menunda lagi. Ibu sudah membuat jadwal dengan Profesor Subroto, kamu harus ikut Ibu untuk periksa fertilitas."

Ibu Maya mengetuk-ngetuk meja makan dengan jarinya yang keriput. "Ibu tidak mau tahu, kalau masalah bisnismu goyah, itu bisa dicari jalannya. Tapi kalau rahim istrimu ini yang bermasalah dan ternyata menipu kita seperti si Larissa dulu... Ibu tidak akan tinggal diam! Ibu mau cucu laki-laki secepatnya untuk mengembalikan aura keberuntungan rumah ini!"

Wajah Vera yang dilapisi bedak mahal seketika memucat pasi, nyaris kehilangan seluruh pasokan darahnya. Vera tahu betul bahwa jika mereka pergi ke Profesor Subroto, rahasia paling mengerikan tentang kemandulan total Bram akibat akan terbongkar di depan Ibu Maya.

"I-Ibu... Vera mohon, jangan Kamis besok," ujar Vera dengan suara yang bergetar hebat, mencoba menyusun kebohongan baru di sela kepanikannya.

"Vera... Vera sedang merasa kurang sehat beberapa hari ini. Bagaimana kalau kita tunda bulan depan? Mas Bram juga sedang stres menghadapi masalah perusahaan..."

"Kurang sehat apa?! Kamu setiap hari kerjaannya cuma belanja barang mewah dan foto-foto untuk dipamerkan di internet!" sembur Ibu Maya tanpa memedulikan perasaan menantu barunya.

Wanita paruh baya itu berdiri dari kursinya dengan wajah ketus. "Pokoknya Kamis besok jam sepuluh pagi! Kalau kamu menolak lagi, Ibu akan meminta Bram untuk

mengevaluasi kembali pernikahan kalian! Keluarga Baskoro tidak butuh pajangan cantik yang tidak bisa memberikan penerus!"

Ibu Maya melangkah pergi meninggalkan ruang makan dengan bantingan pintu yang keras, menyisakan Bram dan Vera dalam keheningan yang luar biasa mencekam.

Bram menatap Vera dengan pandangan mata yang dipenuhi rasa muak. Pria itu berdiri, menyambar jasnya dengan sentakan kasar, lalu berjalan keluar menuju area garasi untuk pergi meninggalkan rumah di tengah hujan deras, mengabaikan Vera yang mulai menangis histeris.

Bersambung

1
Herlina Niputu
kayaknya Larissa terlalu kejam,masak sampai tanah kuburan diambil
Ninik Rochaini
males bc lht org oon n goblok
Ninik Rochaini
sek goblok ae
Ninik Rochaini
msh jg goblok
Deni marvianawati
kapan unboxingnya kok tiba² udah hamidun 😄 padahal yg di tunggu part unboxingnya
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
say't
wow mau dong 1 kyk bayu #halu 🤭
say't
🤣 karma burukmu sdh berjalan vera si bram pst lg cari cwek buat bersenang2 tanpa ikatan 🤪 mabok n making lope itu yg akan dilakukan si bram 🤣
say't
bram istri keduamu akan mmbuatmu jatuh sejatuhx bhkn gelandangan lbh terhormat dari dirimu bram
say't
tenang hbs gelap trbitlah terang pisah dari batu kali(sungai) hbs ni dpt batu berlian permata jamrud dsb kau lar
say't
kutunggu karmamu bram n famiily pst nanti kecewa bhwa anak yg dikandung vera bkn anakmu cz hasil "tabungan bersama" ibumu mati krn serangan jantung n loe bram dipenjara n mati bunuh ke diri 🤪 sebel aq 😤
siska nirmala
kok bodoh banget sie karakter larissa disini
pipin rezky1010
harrys nya Bayu dan Larisa kena karma dulu atas kekejaman nya baru di tamatin
pipin rezky1010
dari ratusan novel yg pernah sy baca,baru ini Nemu novel yg begitu kejam dan tidak. berbelas kasih PD sesama manusia apa yg. di lakukan Bayu dan Larisa itu lebih kejam dari figur2. mafia yg pernah sy baca/tonton,tidak ada kata ampun,terlalu sombong
pipin rezky1010
terlalu kejam...katanya Larisa ga marah,ga dendam,tapi smpy segitu kejam nya,smpy benar2 menghancur leburkan jiwa dan raga bram dan ibu nya
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
oh mungkin kepleset ya namanya😎
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
lana siapa ya.. perasaan namanya Larissa deh😎
Wirda Wati
Rasain
Emi Widyawati
bagus ceritanya.... kejam? kurasa enggak yaa, pembalasan yang sepadan dengan kejahatan nya. 👍👍
MiMi Chan
nice story teach for all woman not giving up even in hard time👍😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!