Kisahku berawal dari pertemuan pertama yang tak sengaja di rumah temanku, pertemuan singkat yang membawa ku kedalaJm sebuah rasa yang di sebut "cinta".. Yaa bagaimana tidak, aku yang merasa dia adalah perempuan desa yang selalu nyambung di ajak bercanda, membuatku nyaman saat di tertawa.. Wanita itu adalah Victoria.. Ya, nama yang indah selaras dengan wajah nya yang ayu..
Kisahku ini based on true story ku ketika aku memutuskan untuk mengeyam pendidikan sekolah menengah di suatu daerah terpencil, yang dimana segala sesuatunya menjadi terbatas, karena akses ke kota aja, memakan waktu yang berjam jam.. Selain itu juga, disini tidak seperti di tempat asalku yang segala sesuatunya bisa di dapat dengan cepat, fasilitas pemerintah pun memadai, ya apa mau di kata, aku di haruskan melanjutkan sekolah ku di tempat ini, karena selain murah, juga aku tidak perlu membayar tempat tinggal, karena pamanku punya rumah yang di jadiikan gudang bisnisnya di tempat ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dimas prayoga59, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29.liburan panjang
Aku terbangun di pagi hari ketika ayah juga ibuku hendak beraangkat ke tempat kerjanya.. Hari ini adalah hari pertamaku di rumah untuk liburan panjang.
Aku senang bisa bertemu dengan sanak saudara, juga teman teman sekampungku.
Hari hari dirumah, pekerjjaan hanya membantu orang tua ku untuk menjaga adikku juga mencari kayu bakar, karena peralatan masak kami belum secanggih di kota kota besar pada umumnya.. Kami masih berkutat dengan kayu bakar bukan gas LPG.
"Gimana sekolah mu dim? " Tanya ayahku yang sudah pulanh dari kerja nya.
"Baik baik aja pah..malah aku di dua semester ini juga, nilai mata pelajaranku stabil, juga kemarin dapat juaara umum juga di sekolah. " Jawabku
"Baguslah kalo gitu dimas.. Kalo kamu sih, nggak diragukan lagi.. Tapi kok nggak dapat beasiswa loh" Kata ayah terheran heran
"Nggak tau tuh pa... Aku juga nggak nanya soalnya.. " Jawabku
"Nggak apa apalah pa.. Toh uang sekolah dimas juga nggak seberapa kan..dimas juga ntar lagi tamat". Sela mamaku yang lagi membuatkan kopi untuk ayahku.
"Kapan mulai sekolah lagi dim?? " Tanya bapakku
" Masih lama pa.. Tgl 18 bulan depan. " Jawabku
"Oh iya ma, aku lupa . Kemarin aku dititipin kopi sama keluarga helen" Kataku baru mengingat titipan dari ayah helen.
Kemudian segera mengambilnya, dan menyerahkan ke ibuku.
"Loh.. Kok banyak sekali dim.. Tapi, helen itu siapa?? Teman kamu?? " Tanya mama setelah menerima kopi dariku
"Iya teman ma" Jawabku berbohong
"Teman apa pacar?? " Sela bapakku
" Pacar sih pa.. Hehehe" Jawabku akhirnya jujur sambil cengengesan
"Ya udah dim.. Bilang makasih ya ke keluarganya" Kata mamaku
Aku kemudian menelpon helen..
"Haloo yank... " Sapa suara helen
" Iya yank... Btw, ini mama mau ngomong" Kataku sambil menyerahkan hp ku ke mama
"Halo nak helen" Sapa mamaku
"Halo tante.... Gimana kabarnya ?? " Tanya helen
"Baik nak helen.. Kamu gimana kabarnya?? " Jawab mama sambil menanyakan kabar helen
"Baik juga tante" Jawab helen
"Oh iya syukurlah.. Makasih ya titipan kopinya.. Tante udah terima.." Kata mamaku
"Iya tante... Sama sama tante... Maaf cuma sedikit" Kata helen
"Nggak kok nak helen.. Malah kebanyakan ini kopinya.. Sekali lagi makasih ya.. Salam juga buat keluarga di rumah" Kata mamaku
"Iya tante... Salam balik kata ayah" Jawab helen menyampaikan salam dari ayahnya
Setelah mengobrol lama dengan helen, akupun kembali mengobrol bersama bapa juga mama ku,banyak hal kami ceritakan mulai dari kegiatan ku di sekolah hingga cerita tentang helen yang kehilangan sosok ibu beberapa waktu lalu,sembari meneguk secangkir kopi bersama di meja makan keluarga ku.
"Kasihan sekali nak helen juga adik adiknya ya... Masih kecil udah di kasih cobaan segitu beratnya" Kata mamaku setelah mendengar ceritaku
"Ya gitulah ma..aku juga kasihan" Kataku
"Nanti kalo balik kesana, mama juga mau nitip kacang tanah buat helen.. Kan disana nggak ada kacang tanah kan dim?? " Tanya mamaku
"Nggak ada ma... Pernah coba nanam disana , tapi nggak berbuah.. Mungkin tanahnya nggak cocok kali ma" Kataku mengingat ketika kami bercocok tanam kacang tanah, tumbub subur sih, tapi nggak berisi dan berbuah.
Selama liburan juga, aku menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga ibuku, sembari menjenguk kakek dan nenekku juga..
"Wahh.. Cucu kakek udah gede aja.. " Kata kakekku ketika suatu hari aku mengunjungi mereka
"Iyalah kek.. Kan udah kelas tiga SMA dia" Sela nenekku
Disana aku bertemu dengan pamanku yang rumahnya aku tinggali di tempat ku sekolah.
Sementara itu, dua hari lagi adikku yang kembar juga akan libur..namun berbeda dengan adikku yang setiap libur juga setelah liburan selesai, mereka selalu diantar jemput dengan mobil yayasan mereka.
Dulu semasa SMP, aku juga bwrsekolah di tempat yang sama dengan mereka.. Kehidupan sekolah yang ketat, juga menuntut kedisiplinan menghasilkan aku yang sekarang.. Setiap orang percaya bahwa , setiap kali kita keluar dari lembaga tersebut, udah di pastikan kita akan lebih berprestasi dari yang lain. Ya aku juga percaya karena aku merasakannya.
Dua hari menunggu, akhirnya akupun bertemu kedua adikku.. Suasana rumahpun menjadi ramai lagi.
Singkat ceritaaaa........
Hari ini aku begitu sibuk dengan berbagai macam kesibukan.. Maklum lah, sehari lagi aku akan kembali ke tempatku sekolah.
Keesokan harinya aku diantar bapakku ke terminal tempat dimana mobil yang menuju ke tempatku sekolah, menunggu penumpangnya.
Setelah berpamittan sama ibuku, aku dan bappaku berangkat menggunakan mobil umum seperti biasanya.
Sesampainya aku di terminal, bapak kemudian pulang.
Kami akhirnya berangkat..
Setelah menempuh perjalanan panjang juga menguras tenaga, aku akhirnya tiba di kosa ku.. Namun ternyata pamanku belum kesini juga mengambil motor. Aku kemudian mengabari helen, kalo aku udah nyampe..
"Yank aku udah nyampe.." Kataku
"Syukurlah yank... Btw, kapan jemput aku nya??? " Tanya helen
"Ntar lah yank.. Sorean dikit" Jawabku
"Wokeeee yank... Kabarin kalo udah nyampe ntar ya. " Ujar helen mengingatkan
"Siap bosqueee" Jawabku
.
Aku kemudian beristirahat sebentar, melepas lelah, tak lupa juga aku mengabarka keluarga ku.
Sore hari, aku segera mandi untuk segera menjemput helen. Tak lupa membawa serta oleh oleh yamg di titipkan mama untuk keluarga helen.
Setibanya di rumah helen, aku segera memarkirkan motor ku dan tanpa mengabari helen,.
Tok... Tok... Tok...
Terdengar suara helen membuka pintu setelah aku mengetuknya..
"Loh yank... Udah nyampe??? Kok ngggak ngabarin sih.. ? " Tanya helen dengan muka cemberutnya
"Maaffff... Sengaja nggak ngabarin, mau bikin surprise gitu rencananya" Kataku mengeles
"Nak dimas kapan nyampe? " Tanya ayah helen yang baru terbangun dari tidurnya
" Tadi om... Om gimana kabarnya?? " Tanyaku
"Baik nak dimas... Cuma tadi ketiduran, kecapekan, baru pulang dari kebun" Kata ayah helen dengan wajah lesunya
"Jangan terlalu kecapekan terus om... Tetap istirahat juga.. " Kataku sok ngasih tau
"Udah aku bilangin juga kak.. Cuma ayah ya gitu.. Susah di bilangin" Gerutu helen
"Bikinin kopi buat nak dimas dong len" Kata ayah helen
"Iya yah.. Lagi proses. Sabar yah" Kata helen
" Oh iya, ini ada sedikit oleh oleh dari rumah buat om sekeluarga... " Kataku sambil menyerahkan oleh oleh dari rumahku
"Wahhhhh... Ngapain repot repot bawa oleh oleh nak dimas... Tapi makasih ya.. " Kata ayah helen
"Iya om.. Maaf adanya itu aja" Kataku
"Udah lebih dari cukup nih nak dimas. Lagian disini juga jarang makan kacang tanah.. Susah soalnya disini nyari kacang tanah" Kata ayah helen
"Iya om .. Kok bisa gitu ya... Padahal tanah disini paling subur daripada di kampung ku" Kataku mengiyakan perkataan ayah helen.
Kami pun mengobrol hingga akhirnya kami pun menikmati santapan malam bersama di rumah helen.. Setelah makan, aku bersama helen kemudian berangkat pulang , karena emang tujuanku kesini untuk menjemput helen.
Nexttt..... •••••••>>>>