menyisakan tentang aku yang anak kandung terasa seperti anak tiri.
Aku awalnya menerima dengan ikhlas perlakuan keluargaku yang tidak adil, namun disaat usiaku 20 tahun aku mulai berubah dan menutup diriku. Aku yang awalnya berhijab sekarang ku lepas hijabku.
Semua karena ketika aku putus asa, ku kira lelaki yang akan membuat aku bahagia nyatanya malah berkhianat dengan sahabatku.
keluargaku berlibur saja aku tidak pernah di ajak, dan mereka tidak menyadari ada anggota keluarga yang kurang. Ya...sebegitu tidak pentingnya aku didalam keluarga ini.
Sampai akhirnya Aku dijodohkan dengan pria yang dulu mencintai adikku. aku sudah mulai berubah bukan menjadi wanita yang selalu menurut.
apakah mereka tahu selama 27 tahun ini hidupku penuh dengan air mata? penuh kesedihan? haus akan cinta dan kasih sayang yang tulus untukku?
apakah mereka menyadarinya?
mau tau kelanjutan kisahnya? ayo baca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelsal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 28
Ali tengah berada disalah satu cafe bersama dengan Bagas.
"Gue tau gue ini bajingan." ali hanya mendengarkan apa yang akan Bagas katakan kepadanya.
"Gue ngehamilin sahabat pacar gue sendiri. Tapi sebenarnya gue cinta banget sama Anggi. Tapi kejadian ini terjadi gitu aja, gue gak bisa ngendalilin ini. Lo tau kan maksud gue?" ia hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah kehilangan keberadaan Anggi, Bagas dipindah tugaskan ke luar Jawa. Dia memegang rumah makan yang Cakra miliki disana. Dia pergi bersama dengan Dewi.
"Aku memilih Dewi, meninggalkan Anggi yang dulu selalu ada ketika aku susah. sangat berat sebenarnya. Tapi aku harap ada seseorang yang akan bahagia ketika mendapatkan Anggi."
"Dia perempuan yang sangat hebat. Dia menjadi payung bagi orang-orang disaat dia sendiri sebenarnya juga butuh payung."
"Dia tidak pernah berlindung kepada siapapun." tambah ku. sebenarnya aku pun merasakan rindu kepada majikan ku yang hilang itu.
"Sampai sekarang pencarian nona Anggi masih belum di temukan. Tuan Cakra tidak henti-hentinya mencari. Bahkan dia berniat mencari ke luar negeri. tapi instingku dia masih berada di sini."
************************************
tiga tahun berlalu, selama itu Anggi pergi meninggalkan semua kenangan buruk. Dia menganggap semua orang yang dulu berperan dalam hidupnya adalah masa lalu.
walaupun selama tiga tahun dia menghilang, tapi dia tau akan kabar dari orang masa lalunya.
Saat ini dia tengah berada di bandara new york, setelah satu bulan tinggal new york dia putuskan untuk pulang hari ini dengan di antar oleh Xavier.
"Kabari aku jika sudah sampai." aku menganggukkan kepalaku.
Ku peluk Xavier untuk salam perpisahan, "Aku pulang...." berjalan masuk dan melambaikan tangan ku kepada Xavier.
seseorang berjalan didepanku, wajahnya tampak terkejut namun aku hanya memberikannya senyum kecil lalu berbalik dan melangkah memasuki bandara.
**********************************
Ali diperintah oleh Cakra ke new york untuk menghadiri acara dari kolega bisnisnya, Cakra tidak bisa datang karena kehamilan Sheila yang sudah tua, jadi dia mengirim Ali untuk menghadiri acara tersebut.
Selama 5 hari Ali disini, sudah saatnya dia pulang. liburan gratis keluar negeri sudah menjadi hal biasa yang dia lakukan semenjak bekerja bersama Cakra.
Sebenarnya keluarganya cukup terpandang, kedua orang tuanya adalah seorang dosen dan adiknya perempuan bersama Elise akan menjadi seorang dokter.
Namun, karena dia tidak suka pekerjaan yang stay di situ-situ saja dia memilih menjadi Sekertaris sekaligus tangan kanan Cakra. karena gaji yang ditawarkan sangat besar dan tekanan dalam bekerja juga tidak main-main. Dia menikmati pekerjaan yang dia miliki ini. terlebih jika bosnya bepergian kesana sini dia akan mengikuti dan gratis.
Namun liburan nya kali ini sepertinya membawa berkah, dia bertemu dengan mantan majikannya dibandara.
Disaat dia tertegun karena bisa bertemu setelah 3 tahun. Majikannya malah tersenyum dan langsung berbalik badan seakan mereka berdua adalah orang asing.
Dengan langkah lebar dia mengejar Anggi, "Nona Anggi...." aku berlari mengejarnya yang berjalan sudah jauh dariku.
Tak ku sangka dia berhenti dan menatap ke arahku, "Ada apa-"
"Sekertaris Ali?"
Deg......
mendengar suaranya yang lembut membuatku terpaku, tak sadar aku menggenggam tangannya. Ku akui dia semakin cantik saat ini. rambutnya yang semakin panjang dan style yang sangat mencerminkan wanita berkelas.
"Nona kemana saja? Kami semua mencarimu selama 3 tahun ini." ucapku dengan penuh emosi yang bercampur aduk. Senang, terharu dan marah bercampur menjadi satu.
"Aku di Indonesia. Kalian kurang hebat dalam mencari ku." dia mencondongkan tubuhnya dan agak berjinjit ke arah. Menyentuh daguku dan satu tangannya lagi memegang pundakku.
"Bagaimana kabarmu sekertaris Ali?" tanyanya di depan bibirku dengan sensual. Aku terkejut dengan perilakunya yang tidak biasa ini, sontak aku memundurkan tubuhku.
"Nona, apa yang anda lakukan?" tanyaku kaget dengan perilakunya yang sangat vulgar kepadaku.
Dia melipat tangannya, menatapku remeh, "Ku pikir Cakra akan menemukanku dalam waktu satu hari, nyatanya selama 3 tahun pun dia tidak bisa menemukan ku."
"Selamat tinggal sekertaris Ali, lain waktu kita berjumpa lagi."