"Aku tidak pernah menyesal memilihmu untuk memiliki cintaku ,walaupun pada akhirnya kamu melupakan cintaku padamu",
Isvara.
Dexano menangis setelah melihat vidio yang ditinggalkan Isvara untuknya di hari pernikahan dexano .
"Maafkan aku Vara ,aku tidak pernah melupakan cintamu untukku ,cintamu selalu ada di dalam hatiku sampai jantungku berhenti berdetak ,aku hanya milikmu Vara,tunggu aku " .
Bagaimana kisah cinta Isvara dan dexano pada akhirnya........
HAPPY READING
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Siang harinya......
Isvara turun dari lantai atas untuk bekerja .Isvara melihat pelayan yang sedang membersihkan pecahan kaca di ruang keluarga ,dan Isvara melihat ayahnya yang terlihat sedang menahan amarah.
Namun Isvara tidak peduli dan tetap melanjutkan jalannya, Ayah Isvara yang melihat Isvara berjalan keluar tanpa berpamitan padanya pun hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
"Atau jangan jangan rumor saat putriku di hutan bersama seorang pria itu hanya sebuah kesalahpahaman saja ,arghhh ,kalau sampai selama ini aku salah paham aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri" ucap ayah Isvara.
Ayah Isvara lalu mengambil handphone miliknya dan mulai menelphone seseorang.
Saat telephone sudah tersambung ,ayah Isvara langsung berbicara pada seorang diseberang.
"Aku punya tugas untukmu ,cari informasi tentang rumor putriku dengan seorang pria di hutan dulu ,cari kebenarannya dengan cepat dan tepat ,aku tunggu" ucap ayah Isvara langsung menutup handphone nya.
"Maafkan ayah Vara ,jika ayah salah paham padamu ,walaupun kamu bukan putri kandung ayah ,tapi ayah masih sangat menyayangimu ,ayah hanya ingin mendidik mu agar menjadi perempuan yang kuat dan berjalan di jalan yang benar" ucap ayah Isvara .
Beberapa menit kemudian........
Isvara telah sampai di hotel milik kakak tirinya ,Isvara melihat pintu masuk hotel itu terlebih dahulu lalu menghembuskan nafasnya kasar dan langsung masuk ke dalam .
Di dalam hotel ,semua karyawan kaget melihat kedatangan Isvara di hotel itu .
"Nona Isvara ,benarkan itu anda" ucap seorang cleaning service yang sedang membersihkan di sekitar pintu masuk , Isvara tersenyum pada cleaning service itu ,"Halo bibi ,bagaimana keadaan bibi ?" ucap Isvara.
Cleaning service itu langsung menjatuhkan pelnya dan langsung memeluk Isvara hingga dirinya menangis .
"Bibi kenapa bibi menangis ,jangan menangis bibi ,kita menjadi pusat perhatian ,nanti mereka kira aku apa apain bibi lagi " ucap Isvara sambil mengelap air mata bibi itu.
"Nona sudah sangat lama bibi tidak melihat nona ,nona baik baik saja kan,bibi sangat khawatir dengan nona" ucap bibi.
Isvara tersenyum ,"Vara baik baik saja bibi ,bibi bisa lihat sendiri kan ,Vara berdiri di depan bibi dengan tubuh yang sehat " ucap Isvara.
Bibi itu tersenyum kecil ,Isvara ikut tersenyum "Bibi bagaimana keadaan hotel saat ini ,aman kan?" tanya Isvara.
"Bibi tidak tahu dengan pasti nona ,tapi bulan belakangan ini banyak masalah yang berdatangan dari penurunan pengunjung ,hingga gaji yang tertunda selama beberapa bulan belakangan ini ,banyak karyawan yang memilih resign" jawab bibi.
Isvara kaget ,"Astaga separah itu ,terus manager ngapain ,dan kak Asmita malah memilih bekerja di perusahaan besar padahal kondisi hotel sudah separah ini " batin Isvara.
"Nona semenjak kakak tiri anda menjadi pemilik hotel ini ,bibi rasa hotel ini semakin menuju kehancuran bukan menuju pada kejayaan ,bibi takut kalau lama kelamaan hotel ini akan bangkrut,jika hotel ini bangkrut bibi bekerja di mnaa lagi non ,jarang yang mau menerima umur bibi yang sudah hampir tua ini" ucap bibi pada Isvara.
Isvara tersenyum pada bibi ,"Bibi tenang saja ,Vara sudah ada di sini ,Vara akan menyelesaikan masalah ini hingga bibi tidak akan pernah merasa khawatir untuk dikeluarkan dari hotel ini" jawab Isvara menenangkan bibi.
Bibi tersenyum senang ,"Jadi nona akan menjadi pemimpin di hotel ini mulai sekarang?" tanya bibi antusias.
Isvara tersenyum kecil ,"Tidak bibi ,aku hanya sementara di sini ,jika kak Asmita sudah kembali mungkin hotel ini akan diambil alih kembali padanya ,karena hotel ini memang milik kak Asmita ,aku tidak punya hak" ucap Isvara .
Mata bibi berkaca kaca ,"Padahal jika nona yang memimpin hotel ini ,bibi yakin hotel ini akan menjadi hotel yang paling berjaya diantara hotel lainnya" lirih bibi menahan tangis.
Isvara menggeleng ,"Vara tidak bisa memegangnya terlalu lama bibi ,tapi jika bibi ingin melihat Vara sukses bibi bisa datang ke butik Vara ,bibi bisa doakan Vara di sana nanti" ucap Isvara.
Bibi mengangguk.
"Vara masuk dulu ya bi ,nanti kita ngobrol lagi ,Vara mau bekerja dulu" ucap Isvara.
"Iya nona ,semangat nona kerjanya" ucap bibi.
Isvara tersenyum ,"Bibi juga semangat kerjanya ,ok" ucap isvara sambil berjalan ke dalam meninggalkan bibi.
Isvara disambut oleh resepsionis hotel itu , "Tunjukan padaku ruang manager " ucap Isvara tegas .
Resepsionis itu mengangguk ,"Baik nona ,lewat di sini" ucap resepsionis itu.
Tak lama Isvara telah sampai di depan ruang manager ,Isvara menyuruh resepsionis itu pergi ,"Kamu kembali bekerja ,terima kasih sudah menunjukkan jalannya" ucap Isvara.
Resepsionis itu mengangguk ,"Sama sama nona saya permisi dulu" jawab resepsionis lalu pergi meninggalkan Isvara.
Isvara mengintip di jendela samping pintu ruang manager ,mata Isvara membola ,"Apa yang orang itu lakukan di tempat kerja ,benar benar menjijikan ,bagaimana kak Asmita bisa merekrut karyawan seperti ini ,aku akan memfotonya untuk bahan bukti " ucap Isvara.
Saat Isvara ingin membuka pintu ruang itu ,tidak sengaja Isvara menyenggol vas bunga di samping pintu. Pyarrrrr(suara benda pecah).
Manager yang ada di dalam yang sedang melakukan hal mesum dengan salah satu karyawan pun menghentikan kegiatannya dan langsung memakai pakaiannya dengan benar juga dengan karyawan perempuan yang sedang gugup sambil mengancingkan kemejanya .
Manager itu langsung berjalan cepat ke arah pintu dan langsung membuka pintu itu dengan kasar."Siapa yang mengangguku" teriak marah manager itu.
Saat manager itu melihat ke arah depan ,manager itu langsung terdiam ,"No nona Isvara" ucap manager itu tergagap.
"Hay ,apakah sudah selesai ,jika sudah tolong langsung masuk ke ruangan pemimpin ,saya tunggu kamu di sana ,oh iya bawa juga laporan keuangan ,jangan sampai lupa ,ini perintah" ucap Isvara tegas dan langsung berjalan menjauh dari manager itu.
Manager itu mengepalkan tangannya lalu menghantamkan tangannya ke dinding ,"Arghhh sial ,bagaimana kalau nona Isvara tahu kelakuanku tadi ,kok bisa lupa sih aku kalau nona Isvara akan memegang hotel ini untuk sementara,aghtttt sial sial sial" ucap kesal manager itu.