Seorang gadis polos yang belum mengerti tentang kerasnya hidup dipaksa menikah dengan laki laki dewasa sang penguasa
Bagai mana nasib Ara kala terkekang dalam sarang emas yang memiliki segalanya namun kehilangan kebebasanya
penasaran dengan kisah Ara dan Uzail
jangan lupa baca kalau suka like,komen,dan favoritkan ya
ig:hanzah1005
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahra', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Didalam kamar Uzail tengah menidurkan Ara layaknya seorang ayah dan anak sambil bersenandung kecil
Jangan harap Uzail yang seperti ini akan ditemukan saat bersama orang lain karna itu tak mungkin terjadi hanya Ara lah pawang sang raja singa
"Aku sudah besar bukan anak kecil lagi yang harus dinyanyikan dan dibacakan dongeng sebelum tidur"Ara memanyunkan bibirnya kala Uzail menyanyikan nina bobo untuknya saat akan tidur
"kau selalu kuanggap seperti bayi yang sangat menggemaskan kenapa ada bayi sepertimu didunia ini anfai saja aku mengetahui mu dari dulu tak kan kubiarkan kau keluar dari kamar"tanganya tak berhenti menepuk nepuk pan*at Ara seperti menidurkan bayi
"kalau kak Zail menganggap ku bayi berarti aku anak nya bukanya istri jadi aku aku akan memanggilmu ayah"Uzail terdiam mendengar jawaban Ara dia malah terjebak oleh perkataanya sendiri
"Ehh mana bisa begitu kau istriku semua yang ada di dirimu semua milik ku tak ada yang bisa merubahnya"
Ara yang merajuk mencoba membalikkan tubuhnya agar tak berhadapan dengan Uzail marahnya tadi karna dibohongi soal suntik belum hilang sekarang dia malah digoda dan itu membuat Ara jengkel dengan suaminya
"Baby jangan banyak bergerak kou membuat yang dibawah bangun "Ucap Uzail seraya berbisik ditelinga Ara
Ara yang memang tidak mengerti malah mencari apa yang dimaksut auaminya bangun,memang otaknya belum terkontaminasi meskipun sudah menikah Uzail yang melihat Ara mencari sesuatu pun bingung dan bertanya
"Apa yang kau cari Baby kenapa kau semakin bergerak gerak aku sudah tidak tahan"Uzail sudah memposisikan tubuhnya diatas Ara yang belum mengerti maksud dan sorot mata suaminya yang dipenuhi nafsu
"Kak Zail bingang yanh dibawah bangun,siapa? Disini bukanya ada Ara sama kak Zail aja"tanya Ara sambil menatap Uzail yang hanya berjarak satu jengkal darinya
"ahh kakak kenapa di atas Ara tidurnya kan berat ayo turun"Ara memcoba mendorong dada Uzail bukanya menjauh malah semakin dekat
"kenapa kau mendesah sayang aku sudah tidak tahan nikmati saja dan jangan berontak agar cepat selesai"
Uzail melancarkan aksinya dari jam 09.00 Sampai tengah malam.Kedua manusia yang bercucur keringat setelah olah raga tersebut membaring kan tubuknya yang polos tanpa sehelai benangpun saling berpelukan
"makasih baby love you"
Yang diajak bicara hanya mengguman tidak jelas karna terlalu lelah dan tertidur dengan kepala yang
.
.
.
.
.
\*Di SMA kebangsaan\*
Hari ini Ara sudah bisa sekolah seperti bisa dengan Novi dan Dinda yang berada dikanan kirinya mereka tidak mau berlian yang berada ditengah tergores walau seujung kukupun
"Nona hari ini akan ada upacara untuk pelantikan ketua osis baru apa nona mau ikut upacara atau diruang pribadi tuan Uzail saja"tanya Novi yang memberikan pilihan karena tak ingin jika nona mudanya kelelahan
"aku akan ikut upacara saja kak Novi nanti aku dihukum dan tak ada yang mau berteman denganku"jawab Ara dengan polosnya dia lupa bahwa suminyalah pemilik sekolahan ini jadi tak ada yang akan berani menghukumnya jika mereka masih sayang nyawa dan kedudukan mereka
"eh Bina mana ya dari tadi tidak terlihat apa Ara berangkat terlalu pagi"Ara bertanya pada diri sendiri namun yang ada disana tetap akan mendengarnya
"kakak ipar sepertinya temanmu sedikit terlambat aku akan kebarisan kelasku dulu ya kak Novi akan berjaga dibelakang barisan kelas kakak kalau kak Ara merasa pusing atau lelah cepat beritau kak Novi oke"Ucap Dinda yang lebih bijak sana padahal umurnya ada dibawah Ara
"Iy aku mengerti lagipula aku sudah besar kenapa kalian semua selalu memperlakukan ku seperti anak kecil yang tak tau apa apa"Ara memanyunkan bibirnya kedepan dan itu malah membuat Dinda tertawa dan mereka berdua menjadi pusat perhatian siswa yang akan meNDikuti upacara
"hahahaha kak Ara kau itu berlian kami yang begitu polos dan bersih kami tak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengan mu baiklah aku akan pergi kalau tidak semua akan tetap memandang kearah kita,tidak tidak lebih tepatnya kearah mu kau begitu menggemaskan andai saja aku laki laki akan ku makan kau sekarang juga hahahaha"Dinda tak henti hentinya tertawa melihat raut wajah kakak iparnya yang tak dapat disia siakan untuk dilihat
Setelah kepergian Dinda Ara hanya sendiri karna Bina belum datang dia tidak menyadari bahwa sedari tadi ada seorang siswa yang memperhatikanya
'Andai saja aku menyatakan perasaan ku lebih awal mungkin kau akan jadi milik ku namun aku bukan apa apa jika dibandingkan dengan keluarga Anggara.Aku akan selalu menunggumu Bianka azahra putri jika dia menyakitimu aku akan merebutmu darinya'
Ucap siswa itu dalam hati sambil terus memandang Ara
"Val lo liatin siapa sih serius amat kayak guru kimia yang ngasih nilai nggak bisa kedip"ucap salah satu temanya ya dia adalah Nauval ketua kelas dikelas Ara
"eh enggak
Gue lagi mikir hari ini makan berapa butir nasi "jawab Nauval asal dan temanya hanya melongo mendengar jawaban Nauval
Sementara ditempat Ara tengah mendengarkan dengan serius pidato dari ketua osis yang baru dia tidak menyadari dan begitu terkejut saat ada tangan yang memegang pundaknya Ara membalik kan badan....
masih nyimak...😁
bye:tintahitam