Tidak ada istilah Pelakor jika pihak pria tidak membuka pintu selamat datang untuk wanita lain.
Jadi jagalah pria kalian baik baik, sebelum pria kalian mendapat kenyamanan dari wanita lain...😉
Hanya cerita novel jangan terbawa emosi karena novel ini di baca sebagai hiburan bukan untuk hujatan ❌
Ikuti ceritanya...
Selamat membaca 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bu'e Bilal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apes Lani, Untung Andrian
Ian menyusuri jalanan kota dengan mobilnya yang sengaja ia pelankan, di parkiran tadi Ian tidak menemukan Lani.
Ia mencoba menghubungi ponsel Lani tapi tidak aktif, ini pertama kalinya Ian menghubungi Lani sekian lama ia mempunyai nomor ponsel ART-nya itu.
Sampai mobil yang ia kendari sampai depan gerbang rumahnya sendiri tapi tidak menemukannya, Ian berfikir mungkin Lani sudah di sampai di rumah lebih dulu. Gerbang Ian buka sendiri kemudian masuk mobil kembali, memasukan mobil dalam garasi.
" Lan.." teriak Ian yang sudah masuk dalam rumah
"Lani..." teriaknya lagi lebih kencang
Tak ada jawaban sama sekali dari samping dapur, membuat Ian melanjutkan langkahnya lebih masuk dalam dapur.
ceklek
Ian membuka pintu kamar Lani yang ternyata kosong, Ian panik kemana perginya Lani.
Saat Ian ingin memutar tubuhnya, tiba tiba pintu kamar mandi depan kamar Lani terbuka. Keluarlah sosok gadis yang ia cari dari tadi,
Glek...
Ian menelan ludahnya dengan susah, penampilan Lani abis mandi berhasil menyita pandangannya.
Lani keluar dengan hanya memakai handuk berwarna putih dengan rambutnya tergerai basah habis pakai shampo yang di iklankan di TV biasanya.
" ada apa mas Ian ?." tanya Lani membuyarkan pandangan mesum Ian.
Ian segera sadar, dan bersikap biasa.
" aku cari kamu dari tadi."
" maaf tadi Lani pulang duluan naik taxi mas." jelas Lani
" ponsel kamu gak aktif."
" dari mana mas tau nomor ponsel Lani ?" tanya Lani pemasaran
" lah kamu sendiri yang kasih gitu."
" kapan ?" Lani memastikan karena lupa
" waktu kita nonton dulu, masak kamu lupa sih."
" masak mas ? Lani lupa kayaknya." jawab Lani sok cuek.
" kamu lapar gak ?" tanya Ian yang mencari topik lain.
" udah tengah malam mas masak mau makan."
" ya gak apa kalau lapar."
" gak mas." jawab Lani yang berjalan melewati Ian masuk kamarnya.
Entah setan mana yang menyuruh tangan Ian untuk mencegah Lani masuk, tapi apesnya Lani malah handuk yang ia pakai malah lepas dari lilitannya.
Apes si Lani, untung buat Ian, itulah kata yang pas untuk kondisi saat ini.
Mata Ian terbelalak bulat dengan sempurna, Lani yang sadar akan kondisinya segera mengambil handuk yang lepas tadi dan melilitkannya kembali.
Ian masih tertegun dengan rejeki yang berupa pemandangan kemolekan tubuh Lani yang telanjang bulat di depan matanya.
" Dasar mesum." bentak Lani kemudian membanting pintu kamarnya dengan kasar.
Ian berjingkat kaget karena suara yang timbul dari pintu itu.
" terima kasih dewa bokep, engkau telah memberikan pemandangan yang indah di tengah malam seperti ini." ucap rasa syukur Ian sambil mendongakkan kepalanya.
Sementara dalam kamar Lani terlanjur malu, tubuh telanjangnya di lihat jelas oleh majikannya tanpa bayar secara gratis.
" apes banget gue." gumam Lani menepuk keningnya.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
Malam telah berganti dengan senyum sinar mentari di pagi hari ini, entah kenapa Ian merasa senang hatinya bangun pagi ini.Ian merenggangkan ototnya.
" semalam pagi Indonesiaku, apa Indonesiaku bahagia seperti aku sekarang." gumam Ian yang beranjak dari ranjangnya ingin ke kamar mandi.
Harinya sekarang di penuhi senang senang, Ian sudah tidak memikirkan perubahan istrinya. Rasa cintanya yang dulu 100 persen kini telah sirna secara berlahan, entah tinggal berapa sekarang. meskipun hatinya sekarang di penuhi dengan wanita penghibur tapi ia tidak akan lupa akan statusnya yang telah beristri.
Bersenang senang boleh yang penting ia masih ingat kalau ia berstatus suami orang, begitulah moto-nya saat ini. Tidak ada larangan dari Ayah Bundanya, mereka diam saja yang terpenting Ian masih niat bekerja membantu ayahnya di perusahaan. Selain ketidak sukanya pada Nina, Kusuma dan Sarah ingin Ian merasa bahagia meskipun tanpa bersama Nina.
30 menit sudah Ian melakukan ritual mandinya, kini ia sudah siap ke kantor dengan stelan jas kantornya. Tinggal menyisir rambutnya saja, kini Ian berdiri depan kaca rias dan bermonolog sendiri.
" aku tampan, kenapa harus berlarut dalam kesedihan karena tingkah istriku. Suatu saat nanti pasti ia sendiri yang akan menyesal menyia nyia-kan suami tampan dan serba guna seperti diriku ini."
ke PD-an Ian kembali keluar, jiwa lajangnya kembali menyusup pada dirinya sekarang. Sikap narsis Ian memang tidak perah berubah meski sikap itu pernah hilang karena kehadiran Nina, perempuan yang masih berstatus istrinya sekarang.
Setelah rambut sudah terlihat rapi, Ian melangkah keluar kamar ingin ke dapur.
Ke dapur untuk apa ? mau masak ? untuk siapa Ian masak ? istri juga gak di rumah.
Terus mau apa ? mau sarapan ? emang ART sangkleknya bisa masak ? kan dari awal Bundanya sudah jelaskan kalau tugas Lani hanya membantu ia bersih bersih saja.
...💛...
...💛...
...💛...
...Jangan lupa Like Komen dan Vote nya yaaa...
...Ungkapkan rasa cinta kalian pada novel ini dengan cara memberikan hadiah Bunga 🌹 Hati ❤️ atau Kopi ☕...
...Jadikan novel ini sebagai favorit agar bisa tau up date-nya dan juga sebagai dukungan di karya receh Bu'e BiLaL ini...
...Terima kasih yang buaaanyaaak yaaa 😘😘😘...
sehat² ya bue sukses always wat km, terus berkarya, imajinasi tanpa batas..
sehat² ya bue... biR semangat LG...😍🥰😘
semangat terus ya bue😍🥰😘
moga cepet bisa di selesaikan yaaa
semangat ya bue
semangat bue, sehat² yaa dan sukses selalu😍 🥰😘😘
coba aja si malik mau jadi saksi dlm sidang cerai pasti mantapp
aku hadir lg bue.....
makasih upnya yaaaaa😍😘😘😘😘
moga urusan Ian cepet selesai biar mati kutu tuh si nina.....
semangat² bue... 😍🥰😘😘
apik yo...
kasih tau aja siapa keluarga lani sebenernya