“Aku berharap kamu cepat mati serta menyusul ibu mu yang pelacur itu ke neraka!"
“Sungguh pedas kata-kata mu kak, padahal aku selalu baik pada mu”
"Sampai mati pun aku tetap benci kamu!”
___________________________________________
Selama 12 tahun Rubby selalu pasrah dan diam saja di perlakukan secara kasar oleh kakak tirinya, Namun suatu insiden kecelakaan tak terduga membuatnya hilang ingatan dan merubah segalanya kini Rubby yang hilang ingatan bukanlah lagi seorang Rubby yang diam saja saat di tindas melainkan ia akan melawan dan tidak akan membiarkan kakak tirinya berbuat semena-mena terhadapnya.
Perubahan sikap Rubby juga membuat semua orang tercengang akan sikapnya yang berubah total dari cupu menjadi suhu.
Namun suatu fakta mengejutkan memaksa keduanya untuk segera menikah mau tidak mau Andre menurutinya agar balas dendamnya pada Rubby semakin lancar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon choiinha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Awasi Dari CCTV
“Om Dimas,kapan sih tante Rubby main ke sini lagi fajar kangen tau, kangen main sama tante Rubby lagi”
Sebelum membalas pertanyaan Fajar terlebih dahulu ia menatap keluarganya satu persatu saat tenga mengadakan sarapan pagi bersama.
“Ajak saja dia kemari, dan untuk kejadian kemarin mama sama sekali tak menyalahkan wanita itu”
Dimas menghela nafas, senyuman manis pun tergambar pada bibirnya.“Aku kira mama marah serta tak menyuruh Rubby datang kemari”
“Dim..Dim mana mungkin mama mu ini sejahat itu”Sahut Pa Sastro.
“Bukan kah besok kamu mau menemani Rubby periksa kesehatan mata?”Kata Kak Dania menimpali serta Dimas hanya mengangguk mengiyakan.
“Yey berarti besok tante Rubby main lagi sama Fajar hore”Teriak bocah kecil itu kegirangan.
“Kak hari ini Fajar berangkat sekolah sama aku saja yah soalnya aku akan melewati sekolah Fajar untuk pergi ke panti jompo juwita”
“Ada tugas di sana Dim?”Tanya mama.
“Iya ma,”
*******************************************
“Kamu serius Rubby, jadi kamu semalam makan bersama andre?”Kata suster Ana yang semakin tak percaya dengan penuturan yang Rubby berikan.
Rubby mengangguk seraya meminum jus mangga yang ia buat sendiri.
“Andai Andre mau sus ajak ke dokter yang biasa menangani psikolog pasti secara bertahap rasa benci nya pada mu mulai memudar semenjak kamu hilang ingatan ini”
“Mungkin itu hanya bayangan sus saja namun sepertinya dia masih benci aku”
“Iya tapi tidak separah yang dulu kan. Dulu sebelum kamu hilang ingatan dia sering loh nyakitin kamu, bully kamu terus, yah gitu deh pokoknya”
Pandangan Rubby tertuju pada dapur yang terlihat tak berpenghuni itu, sekelebat bayangan pun bermunculan di pikirannya ia mengingat-ingat moment semalam saat bersama Andre ia juga menyadari sesuatu yang aneh yang bahkan tak pernah ia alami seumur hidupnya.
Sebuah momen yang berbeda yang bahkan mampu membuat detak jantungnya be ritme tak beraturan.
Gelagat aneh yang Rubby lakukan sekarang cukup mengundang sejuta tanya bagi suster ana.“Rubby!, kamu kenapa sih!”
“Ha! tidak ada apa-apa kok sus”Ucap Rubby mengelak.
“Tidak ada apa-apa tapi ngelamun, hayo lagi mikirin apa?”
“Sus besok aku harus ke kampus sama Dimas dia mau menemani ku cek kesehatan mata”
“Oh begitu tapi kira-kira kamu kapan resmi masuk kuliahnya?”
“Dua minggu lagi Sus perkiraan”
...----------------...
Dengan langkah cepat Rubby berjalan menuruni tangga bahkan sekali-kali ia memeriksa berkas-berkas yang di butuh kan di dalam tas yang menggantung di samping tubuhnya.
Dering teleponnya terus berbunyi hingga kali ini ia pun membalas panggilan itu.
[Aku sudah di depan rumah]
[Yah Dim, tunggu lah di sana sebentar lagi aku akan keluar dan menemui mu]
BIB...
“Apa kamu semalam begadang sehingga bangun ke siangan?”Tanya Dimas pada saat melihat Rubby mulai menongolkan diri dari pagar besi yang menjulang tinggi.
“Maaf yah sudah membuat mu menunggu lama,”
“Tidak masalah, ayo masuklah”Titah Dimas seraya membukakan pintu mobilnya untuk Rubby.
Di ruang kerjanya Andre terlihat tenga santai sembari mengamati sesuatu yang berasal dari layar laptopnya.“Sepertinya aku harus memberi larangan ketat agar dia tidak berani keluar dari rumah dengan seorang pria!”Gumam Andre yang mulai mengeraskan rahangnya.
CCTV yang berada di luar pagar memang terpasang dua sehingga memudahkan bagi Andre mengawasi orang asing siapa saja yang berani berkeliaran di luar rumahnya.
Bahkan terlihat jelas wajah seorang pria yang tenga menjemput adik tirinya itu di sana saat melihat adik tirinya baru saja muncul dalam pagar.
aktivitas mengamati CCTV berhenti di lakukan oleh Andre karena mobil putih bernomor polisi DS 3376 telah berjalan meninggalkan kawasan rumahnya.