Seorang perempuan yang ahli dalam ilmu berpedang, berkuda, menembak serta lain nya dan memiliki jabatan penting di sebuah instansi militer di dunia modern tiba tiba terkejut saat terbangun dan masuk ke dalam tubuh seorang Permaisuri yang lemah.
Go Hae Ri masuk kedalam tubuh permaisuri yang lemah di dalam sebuah novel yang pernah dia baca.
Bagaimana perjalan Go Hae Ri saat menjadi permaisuri yang lemah, mampukah dia merubah dirinya sendiri saat menjadi Permaisuri dan menaklukkan musuh musuh nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasan`•, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rapat Pertukaran Pulau
"Tuk ! Tuk ! Tuk !" Suara hentakan jari di atas meja terdengar nyaring di dalam ruangan yang hening dan suasana yang begitu tegang para petinggi kerajaan mencoba membantu Kaisar Jin-Woo untuk mempertahankan pula yang ingin di dapatkan oleh Kaisar Gwang-Ho.
"Ekhm ! Kaisar Gwang-Ho kami tidak bisa memberikan anda Pulau naga, karena pulau itu masih belum kami teliti kami tidak tau di sana ada apa saja entah itu minyak bumi, emas, berlian, atau sesuatu berharga lain nya" Salah seorang petinggi kerajaan mencoba angkat suara di dalam rapat antara Kaisar Gwang-Ho dan Kaisar Jin-Woo.
"Apa kalian akan menyia nyiakan tawaran luar biasa dari ku ? Aku memberikan kalian tawaran begitu luar biasa, kalian boleh memilih pulau mana saja yang kalian inginkan jika kalian mau, asalkan kalian memberikan pulau naga kepada ku" Sahut Kaisar Gwang-Ho dengan tenang dan senyum remeh dari sisi bibir nya.
"Seingat ku dulu pulau naga memang menyimpan sebuah peti yang berisi emas tapi itu tidak sebanding dengan tanah gersang yang ada di Kekaisaran Selatan, di bawah tanah tersebut tersimpan emas yang berlimpah dan juga minyak bumi bahkan ada sedikit hutan di daerah tersebut yang menyimpan begitu banyak tumbuhan obat langka" Permaisuri Haneul tenggelam dalam pikiran nya, lalu dia kembali fokus kepada rapat antara Kaisar Jin-Woo dan Kaisar Gwang-Ho.
"Bagaimana menurut anda Yang Mulia Kaisar Jin-Woo, kita tidak mungkin memberikan pulau naga kepada Kaisar Gwang-Ho, selain tanah itu subur saya mendengar di sana ada sebuah peti emas Yang Mulia Kaisar" Ucap salah seorang petinggi yang mencoba membujuk Kaisar Jin-Woo.
"Maaf menyela Yang Mulia Kaisar, tapi menurut saya tawaran Kaisar Gwang-Ho begitu bagus dan sayang untuk dilewatkan" Permaisuri Haneul akhir nya menyuarakan suara nya dalam rapat kali ini.
Orang orang yang mendengar pernyataan Permaisuri Haneul semakin bingung dan sebagian ada juga yang ingin menyingkirkan Permaisuri Haneul karena menurut mereka Permaisuri Haneul hanya akan menjadi penghalang di dalam pemerintahan.
"Permaisuri Hanuel sebaik nya Permaisuri menjaga ucapan Permaisuri, sudah bagus anda kemarin duduk diam dan patuh mengapa anda harus ikut dalam rapat pemerintahan" seorang Petinggi kembali menyuarakan suara nya dan mempermalukan Permaisuri Haneul.
"Seperti nya kau yang harus menjaga ucapan mu Perdana Menteri ! Ucapan Permaisuri sama dengan Ucapan Kaisar jadi kau yang harus menjaga ucapan mu !" Sahut Permaisuri Haneul dengan wajah nya yang datar dan tatapan nya yang dingin tertuju kepada seseorang Perdana Menteri yang sedari tadi mempermalukan Permaisuri Haneul.
"Perdana menteri alangkah bagus nya jika kita mendengarkan Permaisuri Haneul terlebih dahulu, Aku ingin mendapatkan solusi bukan menambah permasalahan" Kaisar Jin-Woo akhir nya membuka suara dan membela Permaisuri Haneul.
"Baiklah Yang Mulia Kaisar" dengan ekspresi kesal nya yang terlihat begitu jelas di wajah Perdana Menteri, membuat Permaisuri Haneul tersenyum tipis.
"Terimakasih Yang Mulia Kaisar ! Kaisar Gwang-Ho ambilah Pulau naga jika kau mau, tapi kami juga akan mengambil salah satu pulau mu dan kami akan mengajukan beberapa syarat agar kau bisa mendapatkan pulau tersebut" Permaisuri Haneul mulai memberikan serangan nya secara perlahan kepada Kaisar Gwang-Ho.
"Baiklah pertama tama kau tanda tanganlah dulu sebagai kepemilikan pulau naga ini Yang Mulia Kaisar Gwang-Ho" Pinta Permaisuri Haneul yang masih menyiapkan persyaratan nya untuk Kaisar Gwang-Ho.
Karna keinginan dan keserakahan Kaisar Gwang-Ho akhir nya dia menandatangani surat kepemilikan pulau naga tersebut, di satu sisi Kaisar Gwang-Ho merasa senang tapi di satu sisi para petinggi kerajaan merasa kesal dengan Permaisuri Haneul, sedangkan Kaisar Jin-Woo hanya terdiam dan melihat Permaisuri Hanuel bertindak untuk saat ini.
"Baiklah karena kali ini Permaisuri Haneul yang membantu ku mendapatkan pulau naga apapun yang kau minta akan ku berikan Permaisuri Haneul" Ucap Kaisar Gwang-Ho Dengan perasaan bangga di diri nya.
"Sebaik nya jangan terlalu percaya diri dulu Kaisar Gwang-Ho biar saya jelaskan beberapa hal dalam perjanjian kali ini, yang pertama jika sebuah kerajaan melakukan pertukaran pulau dengan kerajaan lain maka mereka harus memberikan pulau mereka minimal satu pulau dan paling banyak dua pulau. Karena Kaisar Gwang-Ho sudah mendapatkan pulau naga dari Kerajaan Barat maka saya sebagai Permaisuri kerajaan Barat juga ingin mendapatkan salah satu pulau dari kerajaan Kaisar Gwang-Ho" Jelas Permaisuri Haneul secara perlahan dengan rasa percaya diri nya yang tinggi.
"Jangankan satu atau dua pulau kau minta seluruh tanah di Kekaisaran Selatan pun akan ku berikan Permaisuri Haneul" Sahut Kaisar Gwang-Ho yang membuat Kaisar Jin-Woo merasa kesal mendengar nya.
Permaisuri Hanuel kembali tersenyum tipis lalu tiba-tiba wajah nya dalam seketika berubah menjadi datar dan tatapan dingin nya kembali keluar dari sorot mata nya.
"Kaisar Gwang-Ho seperti nya anda tidak tau peraturan di Kekaisaran Barat ini. Jadi biar saya beritahu yang pertama jika pulau yang di minta belum ada penelitian maka orang yang meminta pulau tersebut tidak boleh mengikrarkan peperangan selama 30 tahun lama nya artinya kedua belah pihak harus berada dalam keadaan damai dan rukun, ke dua pihak yang sudah melakukan tanda tangan dan menjadi pemilik dari pulau tersebut tidak bisa mengembalikan pulau tersebut jika ternyata pulau tersebut tidak ada benda berharga dan hanya sebuah pulau kosong tempat bagi satwa liar hidup, Itu saja yang ingin saya sampaikan kepada Kaisar Gwang-Ho jadi tolong untuk Kaisar Gwang-Ho menjaga perdamaian selama 30 tahun kedepan terimakasih" Jelas Permaisuri Haneul dengan senyum tipis di bibir nya dan memberikan serangan telak kepada Kaisar Gwang-Ho.
"Sial ! Aku ingin berperang dengan Kaisar Jin-Woo untuk mendapatkan Permaisuri Haneul, seperti nya aku sudah terlalu gegabah tadi. Pantas saja waktu itu Permaisuri Haneul bilang aku tidak akan pernah bisa melakukan peperangan dengan Kaisar Jin-Woo, ternyata ini yang di rencanakan oleh Permaisuri Haneul ! Hmph, tapi aku tidak perduli semakin kau menunjukkan kecerdasan dan kepintaran mu serta kelihaian mu aku semakin menyukai mu Permaisuri Hanuel. Bagaimana pun caranya aku akan merebut mu dari Kaisar Jin-Woo" Gumam Kaisar Gwang-Ho dalam hati nya yang semakin tergila-gila dengan Permaisuri Haneul.
"Ekhm, Kami akan menuruti persyaratan yang di berikan oleh Permaisuri Haneul. Kalau begitu ambilah pulau mana yang kalian inginkan sebagai pertukaran kali ini" Seorang mentri dari Kaisar Gwang-Ho yang peka saat melihat ekspresi wajah Kaisar Gwang-Ho langsung berbicara dan memberikan tawaran nya.
Banyak dari petinggi Kaisar Jin-Woo yang menginginkan tanah yang subur dan penuh dengan emas, tapi menurut Permaisuri Haneul tanah yang mereka pilih adalah tanah yang akan menjadi gersang dalam jangka waktu dua tahun kedepan saat musim kemarau tiba.
"Bagaimana Permaisuri Haneul, aku sudah terlalu sakit kepala untuk mendengarkan debat mereka lebih baik kau saja yang pilih" Ucap Kaisar Jin-Woo yang duduk tersandar di kursi singgasana nya.
"Karena Kaisar Jin-Woo memberikan tugas nya untuk memilih pulau yang harus di ambil maka saya sebagai Permaisuri ingin meminta sebuah Pulau yang bernama Pulau gersang" Ucap Permaisuri Haneul yang langsung mengundang banyak kontroversi.
Sesuai nama nya Pulau gersang adalah pulau yang begitu gersang dan pulau yang tak berpenghuni hanya ada sedikit dari bagian pulau tersebut yang subur dan di tumbuhi oleh pohon.
"Permaisuri Hanuel apakah anda benar benar ingin mengambil pulau tersebut, di sana hanya ada tanah yang tandus, gersang dan kering, di sana bahkan wilayah nya sangat panas hanya ada sedikit dari bagian pulau tersebut yang di tumbuhi oleh pepohonan" Sahut petinggi dari Kaisar Gwang-Ho.
"Yaaa saya ingin mengambil pulau tersebut, karena sebenar nya jika bertukar pulau maka kita harus bertukar yang sama, pulau naga adalah pulau yang belum di teliti begitu pula pulau gersang setau saya adalah pulau yang juga belum di teliti" Balas Permaisuri Haneul dengan senyum palsu yang terukir di wajah nya.
"Baiklah kalau begitu, ini adalah surat surat nya sekarang anda adalah pemilik dari Pulau gersang" Sahut Petinggi Kaisar Gwang-Ho yang menganggap Permaisuri Haneul bodoh dan tidak tahu apa apa, padahal Kaisar Gwang-Ho sudah memberikan tawaran terbaik nya.
Permaisuri Hanuel akhirnya menandatangani surat kepemilikan dan menyimpan nya di bawah wewenang nya, para petinggi merasa kesal dan tidak terima mereka berpikir untuk tidak mengikut sertakan Permaisuri Haneul lagi dalam rapat berikut nya. Akhirnya rapat pertukaran pulau pun selesai dengan keadaan suasana yang tegang dan rasa kesal di hati para petinggi serta rasa kemenangan dalam hati pihak Kaisar Gwang-Ho.
"Tersenyumlah untuk saat ini tapi jangan pernah berharap tersenyum untuk kedepan nya Hmph" Gumam Permaisuri Haneul dalam hati nya sambil tersenyum tipis dan penuh dengan taktik di wajah nya sambil mata nya yang memandangi orang orang Kaisar Gwang-Ho.