Indonesia
NovelToon NovelToon
Saat Aku Tak Lagi Menjadi Istri Gendutmu

Saat Aku Tak Lagi Menjadi Istri Gendutmu

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Putri asli/palsu / Tamat
Popularitas:34.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Delapan tahun pernikahan membuat Naura rela mengorbankan segalanya demi keluarga. Ia melahirkan dua anak, meninggalkan kariernya, dan diam-diam membantu suaminya membangun kerajaan bisnis hingga menjadi konglomerat.

Namun setelah tubuh Naura berubah gemuk usai dua kali melahirkan, Erwin justru menganggapnya sebagai aib dan memilih wanita lain.

Diceraikan, dihina, bahkan dipisahkan dari anak-anaknya, Naura memilih bangkit daripada terus terpuruk. Ia kembali pada identitas yang selama ini disembunyikan sebagai pewaris keluarga kaya. Di saat yang sama, takdir mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalunya, yang membantunya mengubah hidup sekaligus mengembalikan tubuhnya menjadi sehat dan ideal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab²⁹

Malam semakin larut ketika hujan mulai mengguyur halaman mansion Ardynata. Suara air yang jatuh di atas atap terdengar konstan, tetapi suasana di dalam ruang kerja Kakek Guntur justru semakin tegang. Beberapa berkas lama terbuka di atas meja, sementara layar laptop menampilkan hasil penelusuran mengenai riwayat kelahiran Tania, Rina, dan Sakti.

Naura berdiri di dekat jendela dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Sejak mengetahui bahwa Tania memang anak kandung ayahnya, pikirannya seolah tidak pernah benar-benar berhenti bekerja. Ada terlalu banyak bagian dari masa lalu yang selama ini ia pahami dengan cara yang berbeda. Delapan tahun lalu, ia pergi dari rumah karena yakin keluarganya telah memilih Tania dibandingkan dirinya. Ia mengira Tania adalah orang asing yang datang membawa hasil tes DNA palsu untuk merebut tempatnya.

Sekarang kenyataannya jauh lebih rumit, Tania memang memiliki darah Sakti. Namun Miranda tetap ibu kandungnya, bukan ibu Tania. Dan hasil DNA yang menghancurkan kehidupannya delapan tahun lalu, ternyata sengaja direkayasa.

"Naura."

Suara Alaska membuatnya menoleh.

Pria itu berdiri beberapa langkah darinya dengan dua cangkir minuman hangat di tangan. Ia menyerahkan salah satunya kepada Naura tanpa banyak bicara.

Naura menerimanya. "Teh?"

"Kalau kuberi kopi, kamu akan susah tidur."

Naura mengangkat alis. "Sejak kapan kau tahu aku kalau minum kopi malam-malam tidak bisa tidur?"

"Aku sudah mengenalmu cukup lama."

Jawaban pria itu membuat Naura terdiam sesaat. Ada sesuatu dalam cara Alaska mengatakannya yang membuat hatinya terasa hangat. Namun ia segera mengalihkan perhatian kepada cangkir di tangannya.

"Terima kasih."

Alaska bersandar di sisi meja. "Kamu memikirkan Tania?"

"Memikirkan semuanya." Naura mengembuskan napas. "Dulu aku marah padanya karena mengira dia merebut keluargaku. Sekarang aku tahu dia memang anak Papa, tapi tetap saja... dia dan orang dibalik semua ini sudah menghancurkan hidupku selama bertahun-tahun."

"Kamu tidak harus memaafkan mereka..."

"Aku tahu."

"Dan kamu juga tidak perlu merasa bersalah karena marah."

"Kau selalu punya jawaban untuk semuanya?"

Alaska tersenyum tipis. "Tidak. Kalau semua masalah punya jawaban, dokter tidak akan pernah mengalami pasien yang membuat stres."

Naura terkekeh. "Akhirnya kau mengaku juga."

"Aku tidak bilang pasiennya kamu."

"Jelas-jelas aku pasien paling merepotkanmu."

"Kalau soal merepotkan, kamu memang punya bakat."

Naura memukul lengan Alaska pelan menggunakan punggung tangan. "Dasar."

Alaska tertawa kecil. Setelah itu, suasana kembali tenang. Kali ini keheningan di antara mereka tidak terasa canggung. Justru ada kenyamanan yang perlahan terbentuk tanpa keduanya sadari.

Di ujung ruangan, Kakek Guntur masih membaca dokumen yang baru saja diterima dari tim penyelidikan.

"Semakin kami telusuri, semakin banyak kejanggalannya," katanya akhirnya.

Naura dan Alaska langsung menoleh.

Kakek Guntur mengambil satu lembar dokumen. "Dahlia ternyata bukan sekadar mengetahui keberadaan Tania. Dia sudah berhubungan dengan laboratorium yang melakukan tes DNA delapan tahun lalu."

Ya, akhirnya mereka mengetahui bahwa dalang di balik semua kejadian tersebut adalah Dahlia, bibi Tania.

Naura mengerutkan kening. "Kakek sudah memastikan?"

"Belum seratus persen. Tapi tim menemukan bukti transaksi lama menuju rekening seseorang yang bekerja di laboratorium tersebut."

"Dan uangnya berasal dari Dahlia?" tanya Alaska.

"Belum langsung, transaksinya melalui dua rekening perantara."

"Kalau begitu, kita harus mencari bukti yang menghubungkan Dahlia secara langsung," ujarnya.

Kakek Guntur mengangguk. "Itulah yang sedang dilakukan."

Sakti yang sejak tadi duduk diam di sofa akhirnya berbicara. Wajah pria itu tampak jauh lebih tua dibanding beberapa hari lalu. Fakta bahwa ia memiliki seorang anak dari Rina yang tidak pernah diketahuinya selama puluhan tahun menjadi pukulan berat.

"Aku ingin bertemu Dahlia."

Naura menoleh kepada ayahnya.

"Kita belum tahu bagaimana reaksinya," ujar Miranda dengan suara lembut. "Jangan lakukan sesuatu yang membuat penyelidikan terganggu."

Sakti mengangguk pelan, tetapi rasa bersalah terlihat jelas di wajahnya.

"Aku hanya ingin tahu satu hal. Mengapa dia melakukan semua itu?"

Tidak ada yang menjawab, karena mereka semua tahu jika pertanyaan itu belum memiliki jawaban.

...*****...

Di tempat lain, Dahlia juga belum tidur.

Wanita itu duduk di ruang tengah rumahnya dengan beberapa berkas tersebar di meja. Ponselnya tergeletak di samping tangan. Wajahnya tampak jauh lebih tegang dibanding biasanya.

Tania berjalan keluar dari kamar dan menghampirinya.

"Mama belum tidur?"

Dahlia mengangkat wajah. "Kamu juga belum?"

"Aku tidak bisa tidur."

Tania duduk di hadapannya. "Apa mereka sudah menemukan bukti?"

"Belum."

"Tapi Mama terlihat panik."

Dahlia langsung menatap putrinya tajam. "Aku tidak panik."

"Kalau begitu kenapa tangan Mama gemetar?"

Dahlia terdiam.

Tania mengembuskan napasnya. "Aku tahu situasinya buruk, tapi kita masih punya waktu."

"Kamu tidak mengerti." Dahlia merendahkan suara. "Kalau mereka menemukan bukti pembayaran kepada orang laboratorium itu, semuanya selesai."

"Kalau begitu bukti itu harus hilang."

Dahlia menggeleng. "Jangan bertindak gegabah."

Tania menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Mama sendiri yang mengajarkan aku untuk tidak menyerah."

"Aku mengajarkanmu bertahan, bukan menghancurkan dirimu sendiri."

"Kalau aku menyerah sekarang, apa semua yang Mama lakukan selama ini akan sia-sia?"

Tania menatap tantenya itu dengan mata yang mulai berkaca-kaca, tetapi di balik ekspresinya tersimpan ambisi yang jauh lebih besar.

"Delapan tahun lalu Mama sudah mempertaruhkan semuanya untukku. Mama membuatku diterima keluarga Ardynata. Mama membuat semua orang percaya aku adalah anak kandung mereka. Aku mendapatkan nama itu, kasih sayang itu, semuanya. Jangan sia-siakan semua usaha Mama dan pengorbanan yang sudah Mama lakukan."

"Aku tidak akan membiarkannya sia-sia." Ucap Dahlia penuh ambisi.

Tania tersenyum tipis.

Namun setelah Tania kembali ke kamar, Dahlia tetap duduk seorang diri. Senyum wanita itu perlahan menghilang. Ia sadar, rencana yang dulu dibuat untuk membuat Tania mendapatkan tempat di keluarga Ardynata kini telah berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya.

Keesokan paginya, Naura datang ke Ardynata Group lebih awal. Ia sengaja menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum menghadiri pertemuan dengan tim hukum keluarga.

Begitu masuk ke ruangannya, Bastian sudah menunggu.

"Naura, ada perkembangan."

Naura meletakkan tasnya. "Tentang Dahlia?"

"Bukan. Tentang rekening yang digunakan untuk membayar orang laboratorium delapan tahun lalu."

Bastian menyerahkan sebuah map, Naura membukanya dan membaca laporan tersebut dengan serius.

"Rekening ini atas nama perusahaan?"

"Perusahaan kecil yang sudah tidak aktif sejak enam tahun lalu."

"Siapa pemiliknya?"

Bastian menatapnya. "Seorang pria bernama Reza ."

Naura mengerutkan kening, nama itu tidak dikenalnya.

"Hubungannya dengan Dahlia?"

"Belum jelas.“

"Cari dia."

"Sudah, tapi ada masalah." Bastian menghela napasnya. "Dia menghilang..."

"Sejak kapan?"

"Enam tahun lalu."

Naura menyandarkan tubuh ke kursi. "Terlalu kebetulan."

"Menurutmu dia kabur?"

"Belum tentu. Tapi orang yang terlibat dalam rahasia sebesar ini biasanya tidak menghilang tanpa alasan."

Naura menutup map. "Terus cari, aku ingin tahu siapa yang menghubungkan Dahlia dengan laboratorium itu."

Bastian mengangguk.

Setelah ia pergi, Naura berdiri di depan jendela. Kota terlihat sibuk di bawah sana. Dulu, ia tidak pernah membayangkan dirinya akan berdiri di ruang kerja ini. Ia bahkan sempat percaya bahwa hidupnya akan berakhir sebagai wanita yang hanya dikenal sebagai mantan istri Erwin.

Ponselnya berdering.

"Ya?"

"Kamu sudah sarapan?" Suara Alaska terdengar dari seberang.

Naura memejamkan mata sebentar. "Kenapa setiap kali menelepon aku pertanyaanmu selalu soal makanan?"

"Karena kalau aku tidak bertanya, kamu bisa lupa."

"Aku sedang bekerja."

"Justru itu."

Naura tersenyum tanpa sadar. "Aku sudah sarapan."

"Apa?"

"Roti."

"Hanya roti?"

"Alaska...“

Alaska terkekeh. "Aku cuma memastikan kamu tidak kembali ke kebiasaan lama."

Naura mendengus. "Aku sudah berubah."

"Aku tahu."

Jawaban pria itu membuat Naura terdiam sejenak.

"Aku juga tahu kamu sedang menghadapi banyak hal. Kalau hari ini terlalu berat, jangan merasa harus menyelesaikan semuanya sendirian." Ucap Alaska kembali, kali ini suara pria itu terdengar sangat lembut dari biasanya.

Naura menatap layar ponselnya, lalu tersenyum. "Alaska, terima kasih sudah ada untukku."

"Aku hanya memastikan, setidaknya sampai pasienku benar-benar bisa menjaga dirinya sendiri."

Naura mendengus, meski senyum kecil tetap muncul di wajahnya. "Dasar dokter menyebalkan!"

"Kerja yang baik hari ini." Alaska tertawa kecil.

Panggilan keduanya pun berakhir.

Naura masih memandangi layar ponselnya beberapa saat. Ada sesuatu dalam ucapan Alaska yang terasa berbeda. Ia belum tahu apa, tetapi kehadiran seorang pria tidak membuatnya merasa harus membuktikan sesuatu. Alaska tidak meminta apa pun darinya, pria itu hanya selalu ada di sampingnya. Dan mungkin, justru itu lah yang paling Naura butuhkan untuk saat ini... cinta yang hangat.

1
Rohmi Yatun
akhirnya sampai tamat.. makasih Thor.. sukses terus ya👍🙏..
Rere💚: Iya kak, makasih jg♥️
total 1 replies
tenny
makasih Thor, akhirnya tamat juga walaupun nunggu updatenya lama 😄😄
Rere💚: Maaf kak, nuhun ya😘♥️
total 1 replies
Watini Salma
terimakasih kak udah tamat in cerita ini, aku kira tidak diteruskan cerita nya 🙏👍 ditunggu kisah novel selanjutnya, semangat kakak author 👍💪💪💪🙏
Rere💚: Hatur nuhun kk 😘♥️
total 1 replies
Fey mldn
bagus 👍👍👌
tenny
sy kasih vote ya Thor, biar tambah semangat updatenya 😍. sehat sehat yaa
tenny
seru ceritanya
tenny
akhirnya update juga Thor
Ratih Tupperware Denpasar
devina ni bener2 menggali kuburnya sendiri
Watini Salma
aku kira sudah nggak diteruskan LG cerita nya Thor! terimakasih udah up lg👍🙏
Rere💚: Maaf ya kak, aku terkendala sakit kmrn, smpat up karya baru aku hapus malah 🙏
total 1 replies
Ratih Tupperware Denpasar
secangkir kopi unt kakthor
Ratih Tupperware Denpasar
hore akhirnya kisah naura dan alaska up juga. mks ya kak thor.... semangat ya kak
Rere💚: Maaf ya kak 🙏 makasih kopinya 😍
total 1 replies
Rohmi Yatun
lama banget baru nongol Thor..
Rere💚: Iya kak, banyak rehat biar sembuh. Eh sekalinya nulis agak lupa alurnya 🤭
total 1 replies
Ratih Tupperware Denpasar
kapan ya kelanjutqn cerita ini?
Ratih Tupperware Denpasar
kak thor kok ga ada lanjutan cerita ini?
Ratih Tupperware Denpasar: ya ditungguin semangat ya kak
total 3 replies
Fey mldn
Naura..........👍👍👍👍👍
Fey mldn
awal ceritanya sungguh menyakitkan dan bikin emosi tapi suka sama karakternya Naura tangguh dan nggak gampang ditindas
aleena
syukurin kamu kalah
🤭🤭
The Way
smga sehat slalu ka
Muft Smoker
ooow berarti bukan salah sakti yg tdk ngurus Tania ,,
krn ibu ny Tania sendiri yg gx kasih tau klo dy lgi hamil ank ny sakti ,,
Nata Abas
cepat sembuh kak... semangat💪💪💪
Rere💚: Nuhun kk🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!