Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:133.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Alexa tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel dark romance yang ditulis oleh saudara kandungnya sendiri. Saat membaca bab terakhir, ia menggerutu karena merasa alurnya terlalu kejam dan tokoh utama perempuan diperlakukan tanpa belas kasihan. Namun, ketika tanpa sengaja terjatuh dari tempat tidur, Alexa membuka mata di dunia yang sama persis dengan novel itu. Yang lebih mengejutkan, ia bukan menjadi tokoh sampingan—melainkan Alexa, karakter utama dengan nama yang sama dengannya. Kini ia adalah istri dari Raiden Damon Alteir, seorang mafia paling berkuasa yang namanya ditakuti di seluruh dunia bawah tanah. Di balik wajah tampannya, Raiden dikenal sebagai pria yang dingin, kejam, dan tak mengenal belas kasihan. Setiap kali amarahnya memuncak, kedua matanya berubah menjadi merah, seolah memperlihatkan sisi tergelap yang bahkan para pembunuh bayaran pun takut hadapi. Dalam alur novel, Alexa hanyalah pion yang terus dipermainkan dan dikendalikan oleh sang mafia psikopat. Ia tahu bagaimana kisah itu seharusnya berakhir—tragis. Karena itulah, Alexa bertekad mengubah takdirnya dan keluar dari cerita sebelum semuanya terlambat. Namun, semakin keras ia berusaha melarikan diri, semakin Raiden Damon Alteir menolak melepaskannya. Di dunia yang dipenuhi rahasia, perebutan kekuasaan, dan bahaya di setiap sudut, Alexa harus memilih: mengubah akhir cerita yang sudah ditulis, atau tenggelam dalam takdir kelam yang menantinya bersama sang raja mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

"Tentu saja aku tidak akan membiarkanmu mati begitu saja di tangan orang lain..."

Suara Raiden mengalun amat rendah, dingin, dan berbisik tepat di samping telinga Alexa. Udara di sekitar mereka serasa membeku seketika saat pria itu memiringkan kepalanya sedikit, menatap lurus ke dalam iris mata Alexa dengan pendar mata hitam yang pekat dan membunuh.

"...karena aku sendiri yang akan membunuhmu dengan tanganku sendiri."

DEG.

Kalimat itu terucap begitu mulus dan tanpa keraguan sedikit pun.

Senyum manis dan manja yang baru saja dipasang Alexa di wajahnya seketika membeku kaku. Bibirnya yang melengkung indah mendadak kelu, dan binar percaya diri di matanya lenyap tak berbekas, berganti dengan riak horor murni. Nasihat ibu-ibu kantin tentang 'menyentuh hati nurani pria' runtuh hancur berkeping-keping di hadapan kenyataan bahwa pria di depannya ini adalah iblis tanpa jiwa.

"E-eh...?" cicit Alexa terbata-bata, suaranya tercekat rapat di tenggorokan. "M-maksudnya... gimana?"

Raiden tidak menjawab pertanyaannya. Pria itu menyapu kasar tangan Alexa yang masih menempel di lengan jasnya, lalu berdiri tegap dari kursi makan dengan keanggunan yang mengancam.

"Bawa dia," perintah Raiden datar pada dua pengawal tegap yang berdiri siaga di sudut ruangan.

"Bawa ke mana?! Eh, lepas! Jangan seret aku!" jerit Alexa panik saat kedua pengawal berbadan kekar itu langsung maju dan memegangi kedua lengannya.

Tanpa belas kasihan, para pengawal itu menyeret Alexa menyusuri koridor panjang mansion menuju pelataran depan. Kakinya yang masih lemas dan gemetaran akibat lari marathon tadi pagi terpaksa terseret-seret di atas lantai granit.

SREK!

Pintu belakang mobil sedan hitam lapis baja dibuka lebar. Pengawal memasukkan Alexa ke dalam kabin mobil dengan cukup kasar sebelum Raiden melangkah masuk dan duduk anggun di sampingnya. Pintu dibanting tertutup rapat.

Di kursi pengemudi depan, sopir pribadi Raiden langsung menancap gas, membawa mobil melesat cepat membelah kegelapan malam kota yang sunyi.

Kabin mobil terasa teramat sempit dan menyesakkan. Pria berdarah dingin itu duduk tegap di sampingnya, memancarkan aura intimasi pekat sembari menatap lurus ke luar jendela tanpa memedulikan kehadiran Alexa.

Padahal, jantung Alexa di dalam dada sudah berdetak kencang bagaikan sedang berdisko liar! Rasa takut akan dibantai di tempat terpencil mulai menggerogoti otaknya. Namun, menyadari bahwa panik atau menangis tidak akan merubah situasi, Alexa nekat mencoba trik manja konyolnya sekali lagi demi menguji ketahanan mental sang iblis.

Alexa menggeser duduknya sedikit demi sedikit di atas jok kulit yang dingin, memangkas jarak hingga bahunya bersentuhan tipis dengan lengan tegap Raiden.

"Tuaann Raaideenn..." panggil Alexa dengan nada suara yang disengaja dibuat mengayun manja, lembut, dan sedikit menggoda—meski raut wajahnya sebenarnya agak menegang ketakutan.

Ia memiringkan kepalanya, menatap rahang tegas Raiden dari samping sembari mengedipkan matanya berkali-kali.

"Kita... kita mau pergi ke mana sih malam-malam begini? Kok mendadak banget? Kamu mau ngajak aku romantic dinner susulan ya? Atau... mau ngajak aku jalan-jalan berdua aja?" goda Alexa dengan keberanian nekat, jemari tangannya bahkan berpura-pura hendak merapikan celah kerah jas Raiden.

Namun, usaha ekstra keras Alexa sama sekali tidak mempan.

Raiden menulikan telinganya total. Pria itu bahkan tidak mengalihkan pandangan matanya dari luar jendela sedikit pun. Garis rahangnya tetap mengeras kaku, dan kedua tangannya terlipat tegap di dada benar-benar menganggap suara manis buatan Alexa tak ubahnya seperti dengungan lalat yang tidak berharga untuk ditanggapi.

Sopir di depan bahkan sampai harus memegang kemudi rapat-rapat dengan keringat dingin di pelipis, tak percaya ada wanita yang begitu nekat menggoda Tuan Muda mereka di dalam situasi yang berpotensi memicu pertumpahan darah ini.

SREEEKK!

Ban mobil sedan lapis baja itu akhirnya berhenti secara mendadak, mencengkeram tanah basah di tengah kegelapan yang pekat. Suara deru mesin perlahan mati, menyisakan keheningan malam yang mencekam dan hanya dihiasi oleh gesekan dedaunan serta cangkrik hutan yang bersahut-sahutan.

Pintu mobil terbuka lebar. Sebelum Alexa sempat memproses tempat asing apa yang ada di luarnya, dua pengawal berbadan tegap langsung menarik lengannya dengan kasar, memaksanya keluar dari dalam kabin.

"Eh, lepas! Aku bisa jalan sendiri! Nggak usah diseret-seret begini!" protes Alexa cempreng, mencoba menghentakkan kakinya yang masih lemas. "Telinga kalian pada tuli semua ya?!"

Namun, kedua pengawal itu seolah tidak mendengar sama sekali. Grip tangan mereka di lengan Alexa sekeras cengkeraman besi, menyeret langkah gontainya membelah semak-semak dan pepohonan pinus raksasa yang menjulang tinggi. Udara dingin hutan malam menyengat kulitnya, mengirimkan rasa menggigil yang hebat.

Di depan mereka, Raiden melangkah dengan tenang dan anggun, diselimuti aura membunuh yang dingin dan pekat.

Melihat pepohonan rapat di sekelilingnya dan kegelapan malam yang tak bertepi, lutut Alexa mendadak meluruh lemas. Keringat dingin meledak di seluruh permukaan kulitnya. Otaknya seketika dipenuhi ketakutan terburuk.

'Gila... aku beneran mau dibunuh di tengah hutan?!' jerit Alexa histeris dalam batinnya, napasnya mulai tersengal-sengal panik. 'Iblis ini beneran mau mengeksekusi aku di tempat terpencil biar mayatku nggak bisa ditemukan siapapun?!'

Langkah mereka mendadak terhenti di tengah-tengah rindangnya pepohonan pinus raksasa. Tidak ada bangunan, tidak ada rumah kayu, hanya ada tanah lapang berumput basah.

Namun, salah satu pengawal maju dan menekan sebuah tombol tersembunyi di balik batang pohon pinus paling besar.

GGGRRRKKK!

Suara gemuruh mesin hidrolik yang berat bergema di bawah tanah. Alexa membelalakkan matanya lebar-lebar, melongo kaget saat menyaksikan permukaan tanah berumput di hadapannya terbelah perlahan, mengungkapkan sebuah pintu besi tempa raksasa yang membuka ke bawah, memperlihatkan tangga beton melingkar dengan penerangan remang-remang lampu neon.

'Hah?! Di tengah hutan ada pintu bawah tanah begini?!' batin Alexa shock berat.

Mereka menuruni puluhan anak tangga beton dingin tersebut. Saat mereka mencapai dasar, mulut Alexa makin terbuka lebar. Di balik pintu besi tebal lainnya, terhampar sebuah kompleks bangunan bawah tanah yang sangat megah dan raksasa—sebuah markas dan penjara rahasia klan Alteir yang tersembunyi sempurna di bawah akar-akar pohon hutan!

Arsitekturnya didominasi dinding semen tebal bernuansa kelabu dingin, pendingin udara industri bertiup kencang membawa aroma zat kimia, racun, dan bau tembaga darah yang tajam menusuk hidung.

TAP... TAP... TAP...

Langkah sepatu kulit Raiden menggema nyaring saat menyusuri lorong utama yang diapit oleh puluhan sel tahanan berjeruji besi tebal.

Alexa, yang diseret mengekor di belakangnya, menatap sekeliling dengan selimut ketakutan yang kian mencekik tenggorokannya. Suasana di dalam sel-sel itu tak ubahnya bagaikan neraka di atas bumi.

Di sel pertama, seorang pria paruh baya terikat di kursi besi dengan wajah yang sudah tak berbentuk, babak belur dipenuhi luka memar kebiruan dan darah segar yang terus menetes ke lantai. Di sel berikutnya, beberapa tawanan mengerang kesakitan di atas lantai semen yang kotor, pakaian mereka robek-robek bersimbah darah.

Bahkan saat menyusuri sel yang lebih dalam, pandangan Alexa menangkap pemandangan yang jauh lebih mengerikan. Di dalam salah satu sel berdinding kaca tebal, terbaring sosok tawanan dengan kondisi tubuh yang sudah tidak utuh lagi—beberapa bagian jemari dan organ tubuhnya telah terpotong akibat proses interogasi penyiksaan yang teramat kejam.

Glek.

Alexa menelan ludahnya dengan susah payah, wajahnya memucat pasi bagaikan mayat. Seluruh persendian di tubuhnya gemetaran hebat. Bau darah yang hanyir dan jeritan tertahan para tawanan membuat perutnya mual luar biasa.

Ia sadar sepenuhnya sekarang. Tempat ini bukan sekadar penjara... ini adalah tempat penyiksaan berdarah dingin milik Raiden Damon Alteir—tempat di mana iblis itu menghabisi siapa saja yang berani menantang kekuasaannya.

1
Maminya Thania
apa sih,,kalo Indonesia y Indonesia aja,ga usah layar belakang luar negeri. ngga nyambung. kebiasaan para author kek gini,,ga ingat ceritanya latar belakangnya dimana. mana ada di Eropa manggil neng. cerita Uda bagus malah dibuat ga jelas
D Mamie...
Thorr
Adakah bonchap? 🤭🤭🤭
Diah Al Khalifi
Alhamdulillah ending bagus😍
merry
si Rey yg dtg ke dunia nyata demi Alexa,,,
merry
sembuh jg kmu lex syukur lhn
MOZZA AUDYA
maksih kkk buat ceritanya yang sangat baguss ini ..... tolong buat yang banyak Iyah kk novel nya yang bagus kek gini hehehhehe
Serli Hayati
ya kk😁knp udh tamat sih.. AQ masih menunggu kelanjutan manisnya🤭
D Mamie...
lope lope sekebon Thor 😍
Pa Muhsid
TAMAT??
mimief
aaakkkkkk🥹🥹🥹
ending nya manis banget.
jadi inget dongeng dr negri China
yg dia bermimpi menjadi seekor kupu-kupu
dia menceritakan kesemua orang ketika dia bangun
tapi .. sebenarnya wanita ini yg jadi kupu kupu dalam semalam atau kupu kupu yg menjadi wanita itu ?
terkadang batas imagi itu kabur ketika pengalaman batin seseorang melampui itu semua.

happy ending buat Alexa dan Raiden
dan...titip pesen buat kakaknya
KA..masukin namaku donk di karakter novelmu,tapi jgn serem" ceritanya 🤣🤣🤣
Mita Paramita
🔥🔥🔥🔥
mimief
Raiden di dunia realita kah?🥹🥹🥹
merry
stres lex gr gr dunia novel ya,, sdr lex jgn kyk gt mungkin berat tp aku rasa ckp kmu tau dan kmu rasakan sndri ajj klo bisa org luar gk tau tentang khdpnn kmu di dunia novel,,, lbh bgs hdp dunia nyata ada kluarga gt loh lex
Pa Muhsid
ternyata dunia halu juga berbahaya sama seperti dunia maya bikin nagih dan stres
mimief
apakah mereka akan ketemu lagi di dunia nyata ini
kaya di moon levers, walaupun cuman khayalan para fans nya 🤣🤣🤣
Mom Yara
suka banget ceritanya kak
Pa Muhsid
lebih seru kalau rei dunia nyata yang kata cika kakak alexa misterius itu
mimief
huaaaaaaa...othor
ada apa ini
huaaaaaa🥹🥹🥹
Mita Paramita
semoga Raiden bisa hidup lagi 😭 jangan pisahkan mereka thor🤣🤣 Baru juga bahagia sebentar
merry
ret nyusul lbh suka balik ke dunia mu lex kshn kluarga mu jg si,, kn kt kakakmu Rey ada di dunia nyata 🤭🤭🤭🤭ywd hidup didunia yg nyata ajj dan Rey lbh baik gk srh kmu gosok ruang bawah tanah lg🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!