Apa jadinya jika seseorang yang sejak dulu kamu tunggu hadir kembali di saat kamu telah memutuskan untuk mengakhiri penantian itu.
Aira Jasmine Arendra seorang anak perempuan dari salah satu keluarga konglomerat . Gadis dengan sifat manja ,ceria ,ramah juga cantik ini telah bertemu dengan Pria yang mampu membuat hatinya berdebar dan juga nyaman jika berada di dekat Pria tersebut. Fandy Arkana Shareef Pria idaman semua wanita mempunyai wajah tampan ,senyum yang manis bermata teduh dan juga pintar tentu saja karna ia seorang dosen muda .
Bagaimana kisah cinta mereka jika orang yang dulu pernah berjanji untuk menjadi pendamping hidupnya datang kembali .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia dwi A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Tiga hari sudah Aira di rawat kini ia sudah cukup stabil untuk bisa pulang kerumah ,tinggal memperhatikan makanan nya saja . Ardi dan Rose sudah siap untuk membawa putrinya pulang dan Ryuji juga sudah datang dari awal untuk mempersiapkan semua nya. Fandy datang dengan membawa bunga kesukaan Aira berniat untuk menjemput nya dan mengantarkan kerumah namun ia terlambat karna Ryuji sudah mendahuluinya ,setelah kejadian kemarin Ardi malah berpihak pada Ryuji dan berniat untuk menjadikan Ryuji menantunya padahal Fandy sudah mati-matian meyakinkan Ardi jika ia di culik dan kemungkinan pelakunya adalah orang terdekat .Fandy belum lah mengatakan jika pelakunya Ryuji karna belum ada bukti kongkret ia harus menemukan orang suruhan Ryuji tersebut untuk bukti .Karna dengan rekaman suara saja masih belum lah cukup bisa saja Ryuji mengelak dan mengatakan jika itu fitnah . Fandy juga sudah memotret kedua orang yang dilumpuhkan nya waktu itu. Biarlah ia bersabar lebih dahulu namun ia juga akan tetap berada di dekat kekasihnya .Rose sebenarnya percaya dengan Fandy namun ia tidak bisa berbuat lebih jika Ardi sudah berpendapat tapi Rose akan berusaha untuk membujuk Ardi demi putrinya yang masih sangat mencintai kekasih nya .
"Masih berani kamu tunjukin muka mu di depan kami." Ucap Ardi ketus .
"Maaf om saya ingin menemani Aira untuk pulang kerumah dan saya juga ingin bertemu calon istri saya ." Ucap Fandy dengan penuh percaya diri . Ryuji yang mendengar itu hanya memberikan senyum seringainya.
"Sekarang tidak lagi setelah apa yang kamu lakukan kemarin. Lebih baik Aira bersama dengan pria yang bertanggung jawab seperti Ryuji ." Rose mengelus lengan suaminya takut jika Ardi tidak bisa menjaga sikap karna bagaimanapun mereka masih berada di rumah sakit .
"Tapi Aira dan saya saling mencintai om, saya mohon jangan pisahkan saya dan Aira."
"Itu karna kamu ,bukan salah saya jika ini terjadi." Ardi masih saja egois dan menyalahkan Fandy ,baginya harga dirinya sangatlah tinggi.
"Pa ,tolong jangan usir mas Fandy .Aira mau mas Fandy temenin Aira pa ." Tutur kata lembut Aira di barengi dengan isak tangis membuat Ardi goyah ,ia tidak tega dengan putri kesayangannya.
"Jasmine ada aku disini jagain kamu ,ada om dan tante juga jadi kita tidak membutuhkan tambahan orang lagi." Sela Ryuji.
"Ryuji benar nak ,kita pulang sekarang !" Perintah Ardi dengan tegas ,Aira hanya bisa menurut untuk saat ini karna kondisi nya masih lemah dan ia malas untuk berdebat dengan papanya.
"Mas ,maafin papa ya . Aku yakin sebentar lagi kita akan bersama , aku tunggu kabar baik darimu mas, Love you." Aira mengirim nya saat ia hendak pergi bersama orang tuanya dan juga Ryuji. Fandy menatap pesan Aira dengan mata sendu ,hatinya saat ini sedang tidak baik-baik saja meskipun hati Aira ada padanya namun Ryuji bukan lah orang sembarangan ,ia bisa melakukan apapun yang ia inginkan dan Fandy sangat mengkhawatirkan Aira berada di dekatnya.
Fanny sedang berada di sebuah cafe di hari liburnya ia memutuskan untuk pergi sendiri menikmati kota yang sedang berawan mendung dan mungkin sebentar lagi akan hujan . Di tatapnya kosong gelas kopi yang ia pesan sambil mengitari permukaan gelasnya dengan jari lentiknya. Fanny seolah larut dalam lamunannya hingga ia tidak menyadari ada pria yang sejak tadi memperhatikan nya. Fanny sedikit tersentak mendapati Rio sedang tersenyum duduk di sebrangnya.
"Kenapa ,melamun begitu ?" Tanya Rio.
"Bukan urusan kamu ." Balas Fanny malas.
"Fan kebetulan kita ketemu di sini ,ada yang pengen aku tanyain ke kamu soal kejadian malam itu." Ucap Rio dengan ragu.
"Tenang aja aku nggak hamil kok ." Seakan tau ke mana arah pembicaraan yang akan Rio bicarakan dengannya.terdengar helaan nafas lega Rio dan Fanny hanya tersenyum saja merasa aneh dengan sikap ketakutan nya seolah ini hal yang baru ia lakukan."
"Itu pertama kali aku jadi aku takut terjadi apa-apa dengan mu." Baru selesai Fanny memikirkan nya dan ternyata benar dugaannya .tapi Fanny tidak habis pikir di jaman sekarang ada pria yang baru pertama kali melakukan "itu" di usia yang di bilang sudah pantas.
"Kenapa ,kamu nggak percaya ya sama aku Fan." Imbuhnya lagi.
"Nggak kok ,aku heran aja masih ada pria yang seperti kamu di era sekarang ini."
"Ada kok ,ini buktinya kamu nemu satu dan masih banyak lagi mungkin di luar sana. Tuh temen dosen kamu juga sama belum pernah tersentuh,kita ini pria berkualitas tau, kamu beruntung bisa bermain dengan ku." Ungkap Rio dengan sangat amat percaya diri dan sikap nya membuat Fanny terhibur setidaknya hari libur nya terisi dengan senyum receh yang sudah lama ia tidak rasakan.
ijin promo karyaku yg baru pemula kk