Beferly atau yang biasa di panggil Bee, memiliki kehidupan yang cukup terbilang berantakan di usia muda.
Entah hubungan nya antara teman, kerabat bahkan dengan orang tua nya sendiri.
Hingga di suatu ketika, seseorang masuk dalam kehidupan nya bak sebuah sihir.
Mengajak nya berteman hanya untuk 7 hari saja.
Kedua sisi dalam diri Bee mulai memberontak dalam kurung waktu 7 hari.
Sisi manakah dalam diri nya yang akan menang?.
Dan kehidupan seperti apa yang akan di dapatkan Bee setelah pertemanan 7 hari nya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pentin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Perlahan Soya mulai mendekati nya.
Tak nampak seorang pun lagi terlihat ada di sana.
Hanya dia, hanya wanita itu seorang.
"Permisi, boleh saya duduk?," sapa Soya membuat wanita itu tersentak.
Bahkan, langkah kaki seseorang yang sedang mendekat pun wanita itu tak menyadari nya sedikitpun.
"Silahkan," sahut nya singkat sembari mengelap kedua mata nya yang basah.
"Sendirian kak?," tanya Soya memberanikan diri untuk bertanya.
Membuat wanita itu langsung memperhatikan Soya dengan seksama.
"Apa kau tersesat?, tidak ada kamar pasien lain di ujung lorong ini, aku akan antar kau ke bagian resepsionis, mereka akan menolong mu," ucap wanita itu seakan tak mau diganggu untuk sementara, bahkan hanya sekedar untuk menjadi teman mengobrol sesaat.
"Tidak, tidak!, aku pasti sudah benar," sahut Soya spontan.
"Aku mohon, jangan bercanda lagi, sudah bertahun tahun tidak ada orang yang mengunjungi kami di sini, sebaik nya kau cari ruangan kerabat mu di tempat lain," seru wanita itu dengan sisa kesabaran nya sembari berjalan masuk kembali kedalam ruangan.
"Aku Soya kak!," seru Soya membuat langkah kaki wanita itu terhenti seketika.
Wanita itu segera berbalik dan menatap Soya dengan raut wajah yang tak bisa di artikan lagi saat itu.
"Soya?, Soya Yuanda?, Amerika?," ucap wanita itu dengan mata yang kembali basah.
Sedangkan Soya hanya mengangguk pelan menjawab semua pertanyaan itu.
Membuat wanita itu segera memandang kesekeliling Soya.
Seakan ia begitu berharap Soya tidak datang seorang diri.
____##___
Di dalam portal waktu.
Hari mulai menjelang pagi kembali.
Dan nampak nya Bee dan pak Broto terjaga di sepanjang malam itu.
Bee pandang setiap sudut rumah sederhana tempat nya pernah tumbuh dewasa di sana.
Terlalu sunyi, tidak ada orang lain selain ia dan pak Broto.
Matahari mulai memunculkan sinar nya, nampak para warga juga berangsur angsur mulai memenuhi rumah saat itu.
"Kami ikut berduka pak," ucap setiap warga yang datang membuat Bee kembali ingin menangis.
"Aku tahu, pasti ini hari pemakaman ayah dan ibu," ucap Bee berjalan keluar rumah bertepatan dengan suara sirine ambulan yang kian terdengar mendekat.
"Yang lain pasti ada di rumah sakit, padahal aku berharap ibu juga ada di sini," keluh Bee sembari menatap foto sang ibu angkat yang terpajang rapi di atas meja sudut rumah itu.
Prosesi pemakaman berjalan dari pagi hingga siang hari.
Dengan Bee yang hanya meringkuk di sudut rumah dengan posisi terus membenamkan wajah nya di antara kedua lutut nya.
"Kenapa kau tak ikut ke pemakaman orang tua mu Bee?," ucap sebuah suara membuat Bee langsung mendongak ke atas.
"Kau?, akhir nya kau datang juga," sahut Bee aneh nya tanpa emosi sedikitpun.
"Soya sudah bersama keluarga mu sekarang, waktu nya kau menemui mereka juga," ucap Time tanpa rasa bersalah sedikitpun, walaupun saat melihat kondisi Bee yang begitu menyedihkan kala itu.
"Aku siap, apa kau juga akan ikut?," tanya Bee penuh harap.
Namun tak ada jawaban lagi dari Time saat itu.
Bahkan Time langsung menjentikkan jari nya dan langsung memulangkan Bee kembali.
Dalam sekejam, Bee telah berada di depan rumah sakit tempat ayah nya di rawat.
Ia tersenyum kecil saat melihat kesekeliling bahwa Time telah meninggalkan nya kembali.
"Masih ada 4 hari lagi Time, ingat itu!," seru Bee tanpa memperdulikan tatapan aneh orang orang yang melihat nya saat itu.
ngomong ngomong si Rey muka 2 biar keliatan baik trus pas bee udah dapet warisan nanti cuma dia yg dipandang sama bee ya .. untung ada time jadi kebongkar kisah masa lalunya