Indonesia
NovelToon NovelToon
TERNODA

TERNODA

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Wanita Karir / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Mengubah Takdir / Chicklit / Tamat
Popularitas:51.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Payang

Shamuel hampir saja gelap mata, saat melihat Andrew adik kandungnya menggagahi Shera, dokter cantik yang diam-diam dicintainya hingga berbadan dua.

Akankah pernikahan mereka terlaksana?

Jangan lupakan Fhilip, laki-laki yang selalu menjadi super Hero bagi Shera, pribadi yang mencintai apa adanya.

Cinta, adalah sebuah pengorbanan. Cinta yang tulus akan selalu memberi tanpa syarat, tanpa mengharapkan balasan.

Terkadang akan di pandang BODOH. Tapi itulah cinta.

❤️TERNODA❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Throne, Wealth, and Love

"Shera, anggap ini permohonanku sebagai seorang ibu yang khawatir pada putranya." Miere menatap Shera dengan tatapan sendunya.

"Mom--"

Miere spontan mengangkat tangan kirinya disamping wajahnya, memberi isyarat pada sang suami agar tidak menyela apa yang ingin ia ungkapkan.

"Biar Mommy melanjutkannya Dad, menyampaikan isi hati Mommy sebagai seorang ibu," ucap wanita itu terdengar dingin, tapi pelan.

Shera melihat ke arah Bernard, pria itu kembali mengatupkan mulutnya.

"Apa--, kamu menyukai putraku?" Miere kembali memandang kearah Shera.

"Mom--"

Walau tidak mengangkat tangannya seperti sebelumnya, tapi perempuan berdarah Jerman itu kembali menoleh, menatap sekejap pada suaminya yang berniat menyela lagi.

Mendapatkan suaminya kembali mengatupkan mulutnya, Miere lalu mengarahkan pandangan dan fokusnya beralih pada Shera.

"You like, my son?" ulang Miere.

Shera mengambil napas pelan, ia memang sudah lama mempersiapkan dirinya untuk pertanyaan tiba-tiba ini, pasca pernyataan cintanya pada Fhilip ketika kekasihnya itu akan terbang ke Jerman. Tapi tetap saja degup jantungnya bertalu-talu tidak karuan ketika menerima pertanyaan itu.

"I don't just like Philip. But I also love Philip, like I love myself. (Saya tidak hanya menyukai Fhilip. Tapi saya juga mencintai Fhilip, seperti saya mencintai diri saya sendiri)." jujur Shera, walau segan pada kedua orang tua Fhilip tapi ia tetap memberanikan diri menyuarakan isi hatinya.

Miere tetap terlihat tenang.

Bernard tidak berkata apapun saat isterinya itu menoleh lagi padanya, namun dalam hatinya, ia begitu penasaran akan kelanjutan obrolan antara isterinya dan Shera.

"Saya sudah menduganya," pelan Miere dengan intonasi datarnya.

"Setiap wanita akan mudah jatuh cinta pada seorang Fhilip yang nyaris sempurna itu. Dia punya segalanya--, throne, wealth, and love."

Shera menelan salivanya, ucapan itu terdengar menyakitkan.

Bernard, pria lansia itu melirik Shera yang duduk bergeming didepan mereka, sedikit menunduk, berusaha terlihat tenang, tapi ia tahu ucapan isterinya pasti telah menusuk hati perempuan muda itu begitu dalam, apalagi ia baru saja tertimpa musibah pemerkosaan, tentu saja situasi hati dan jiwanya masih belum stabil sepenuhnya.

"Jika kamu memang mencintainya--, tolong, jangan ceritakan musibah yang menimpamu beberapa hari lalu padanya."

"Karena Fhilip, dia pasti akan pulang bila mendengar kamu dalam masalah. Dia lebih perduli kamu dari pada semua aset keluarga kami di Jerman yang harus di urus karena kakeknya saat ini sedang sakit keras."

"Kami hanya punya Fhilip sebagai penerus keluarga Jhonson. Beberapa kali saya keguguran saat mengandung kakak-kakaknya, karena telah berkerja keras membanting tulang bersama Daddy Fhilip demi membesarkan perusahaan yang kini berhasil berjaya di negeri ini." lanjut Miere seraya menatap Shera yang masih setia berdiam dan menyimak setiap kata yang ia tuturkan.

"Sebelum pergi, Fhilip juga sudah mengatakan isi hatinya pada kami, bila ia juga menyukai kamu."

"Itu sebabnya, saya mohon--jauhi Fhilip."

Deg.

Shera mengangkat wajahnya, menatap perempuan konglomerat itu dengan tatapan dan perasaan yang ingin berontak.

"Maafkan saya, Shera... Kamu sudah dua kali ternoda dengan pria yang berbeda--"

"MOMMY! Ucapanmu sudah melampaui batasanmu, Sayang!" tegur Bernard dengan wajah memerah, dirinya sudah tidak tahan mendengar ocehan isterinya itu.

"Iya Daddy, ucapan Mommy terdengar memang keterlaluan. Tapi Shera harus sadar dengan kondisinya sekarang. Kasihan Fhilip, putra kita itu masih bisa mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik lagi." balas Miere tak kalah sengit.

"Mommy! Fhilip sudah dewasa, dia tahu memilih yang terbaik untuk dirinya, kita tak perlu ikut campur. Sebelas tahun silam, dia memilih menjaga dan melindungi Shera setelah tahu apa yang terjadi padanya, apalagi sekarang," tekan pria itu, kembali mengingatkan isterinya apa yang pernah putra mereka lakukan dimasa lalunya.

"Justru itu Dad, itu sebabnya sekarang Mommy tidak mau diam lagi seperti dulu. Fhilip memang tidak bisa menjauh dari Shera, tapi Shera bisa menjauh bila kita memintanya. Selama ini, Fhilip sudah banyak berbuat untuk Shera."

Ditengah perdebatan pasangan suami isteri itu, masih dalam diamnya, Shera mengusap buliran bening yang mengalir membasahi pipinya, mewakili segala rasa yang tak terkatakan dalam hatinya.

...🍓🍓🍓...

Pagi itu, Shera mematut dirinya didepan cermin riasnya. Dipolesnya make-up untuk menutupi wajah pucat dan sembabnya karena menangis sepanjang malam.

Ia meraih ponsel dan tasnya, lalu keluar kamar dan segera turun, menuju meja makan untuk berpamitan seperti biasanya.

"Selamat pagi Tuan, dan Nyonya. Saya pamit untuk berangkat," sapa Shera sopan sembari membungkuk hormat.

"Kamu tidak sarapan dulu? Nanti bisa berpengaruh pada kesehatanmu," ucap Bernard mengingatkan.

"Tidak Tuan, saya sedang terburu-buru," Shera berusaha menyunggingkan senyum tipisnya.

"Apa kamu mau ke kantor polisi membuat laporan?" tanya Miere, ketika dilihatnya Shera membawa amplop cokelat dalam pelukannya, seingatnya itu adalah laporan kesehatan yang diberikan Arsoni saat ia menjemput Shera pulang kemarin.

"Benar Nyonya, setelah selesai di kantor polisi baru saya kerumah sakit."

Miere seketika menghentikan aktifitas makannya, menoleh sebentar pada Bernard disebelahnya, lalu kembali beralih pada Shera.

"Kasus pemerkosaan itu, hanya kami, keluarga Danson, dan dokter Arsoni yang mengetahuinya." Miere memasang wajah seriusnya.

"Bila kamu membuat laporan dikantor kepolisian, bisa jadi akan tercium oleh wartawan, dan mereka bisa memuat beritanya dimedia sehingga banyak orang akan tahu kasus yang menimpamu ini, apalagi nama belakangmu menyandang nama keluarga Jhonson. Dan kamu pasti tahu dampak buruknya, nama baik keluarga Jhonson akan dipertaruhkan disini."

"Dan demi nama baik itu pula, Fhilip sekarang ada di Jerman, membuat perhitungan bagi manusia-manusia yang berani menginjak-injak harga diri keluarga Jhonson, dengan mencoba mengambil alih kepemilikan aset-aset kami disana."

Shera menelan salivanya dengan susah payah. Apa itu artinya secara tidak langsung ibu Fhilip melarangnya membuat laporan itu? Demi nama baik keluarga Jhonson agar tidak cemar.

Lalu bagaimana dengan dirinya? Yang berusaha mencari keadilan untuk dirinya sendiri?

Rasa sedih mendengar perkataan Miere pagi ini membawa ingatan Shera kembali pada sebelas tahun silam, saat Fhilip dibantu ayahnya melalui proses pengadilan menyematkan nama Jhonson dibelakang namanya, dengan tujuan untuk menjaga dan melindunginya.

Ketika itu hatinya memang telah memberi sinyal, merasa was-was menyandang nama keluarga konglomerat itu, ternyata sekarang ia mengerti, sebagai seorang Jhonson, ia tidak bisa memutuskan apapun untuk dirinya sendiri, sekalipun itu nama baiknya sendiri, semuanya harus nama besar Jhonson-lah yang lebih di utamakan.

Bersambung...👉

1
Tenth_Soldier
betapa susahnya bikin novel ala emak-emak...
Dewi Payang: iya bener😅
total 3 replies
Tenth_Soldier
Idealis
Dewi Payang: Dan satu rumah tangga perlu ada itu didalamnya
total 1 replies
Tenth_Soldier
konsepnya siapa menabur dia menuai
Dewi Payang: Tul Kak....
total 1 replies
Tenth_Soldier
Hati yang gembira adalah obat yang mujarab... ini fakta kedokteran.

Tapi Pikiran juga harus waras tentunya... /Grin/
Dewi Payang: Setuju😄👍
total 1 replies
Tenth_Soldier
hufftt... ikut tahan nafas... tapi sekarang udah dihembuskan dengan lega
Tenth_Soldier: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Tenth_Soldier
secangkir kopi buat Authornya
Dewi Payang: Ma kasih banyak kak buat kopinya🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Tenth_Soldier
, wah tahu-tahu sudah pada jadi dokter padahal masa kecil pada bandel2 itu menarik juga untuk disimak... setangkai mawar untuk Shera.
Tenth_Soldier: benar sekali
total 2 replies
Tenth_Soldier
harrasment!!!
Dewi Payang: Dan itu seharusnya tidak dilakukan oleh seorang ayah, walau ayah sambung.
total 1 replies
Tenth_Soldier
Hmmm gaya penulisan dan penyampaian mirip Pramita Rosiani... menarik tak kasih mawar ya
Dewi Payang: Oh, author senior, ma kasih kak infonya🙏🏻
total 3 replies
Noviyanti
segitu kecewanya philip. bunga mendarat
Dewi Payang: Fhilip : Ma kasih banyak kakak🙏🙏❤️
total 1 replies
Noviyanti
beruntungnya shera di jaga sama cowo2
Dewi Payang: Iya bener😁
total 1 replies
Noviyanti
haha kalau panik emang suka lupa ya, motor di starter gk nyala2 tau2nya lupa naikin standr motor
Dewi Payang: Aku pernah hitu jg kak😁
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
novel sebagus ini tp kenapa Like nya cm dikit ya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: tapi yang lainnya ku lihat ada yang sampai 11k lebih . tp aku gk mampir takut gak bisa lanjut . fokus sama Roclis aja dulu . Roclis habis baru mampir lainnya
total 2 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
aku mumet
Dewi Payang: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
Noviyanti
kirain si philip hilang ingatan, syukurnya gk
Dewi Payang: Kepalanya tahan banting kak😁
total 1 replies
Noviyanti
5 bunga mendarat
Dewi Payang: Ma kasih banyak kak Novi🙏🙏
total 1 replies
Noviyanti
kalo jadi shera mending milih menikahi samuel, keluarganya baik apalagi ny maria
Dewi Payang: Lebih aman😁👍
total 1 replies
Noviyanti
5 bunga mendarat
Dewi Payang: Terima.kasih banyak kak Novi🙏
total 1 replies
Noviyanti
ya bagus si miere, ntah kenapa aku memilih nyonya kepala batu ini.
Dewi Payang: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Noviyanti
5 bunga mendarat
Dewi Payang: Ma kasih banyak kak Novi🙏🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!